Saturday, August 26, 2017

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Kebun Binatang Surabaya Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga


Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.

Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.

Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.

Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.

Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.

Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana naik kuda untuk anak-anak. Ya sudah, akhirnya saya minta suami untuk berangkat ke KBS.

Niatnya pun inginnya hari Rabu. Namun karena saya punya pertimbangan lain, jadilah dadakan kami berangkat ke KBS satu hari lebih awal dari rencana.

Dengan berbekal GPS, kami pun berangkat naik motor dari Lamongan menuju Surabaya. Kayyisah kami letakkan di tengah. Biar aman, ia kami pakaikan juga helm anak.

Nih anak ternyata kooperatif walau harus naik motor selama satu setengah jam. Meski suasananya panas dan debu khas jalan kota Surabaya, dia masih bisa juga tidur di jalan.


Mencari Kuda di KBS

Sampai di KBS, Kayyisah langsung senang bukan main. Yang paling dia suka itu kalau bisa dikasih kesempatan memberi makan rusa.

Memberi makan rusa di Kebun Binatang Surabaya
Kayyisah memberi makan rusa di KBS

Bukan sembarang makanan lho yang kami berikan. Suami saya hanya mencabuti rumput yang ada di sekitar kandang dan memberikannya pada Kayyisah untuk diberikan ke rusa.

Setelah sedikit putar sana-sini dan tanya ke beberapa orang yang ada di KBS, ternyata eh ternyata, lha kok nggak ada kesempatan untuk naik kuda di sana!

Jujur, saya dan suami jadi kecewa. Karena itu artinya, kami masih utang janji ke Kayyisah.

Sementara nih anak, sesekali sih memang dianya mengucap ‘naik kuda’ selama di KBS. Untungnya, Kayyisah tipe anak yang kalau minta apa-apa, dia nggak ngotot harus dipenuhi.

Berfoto bersama patung penguin di Kebun Binatang Surabaya
Berfoto bersama patung penguin di KBS

Sebagai gantinya, akhirnya saya dan suami rela antri hampir dua jam untuk naik gajah! Beneran, itu antrinya harus pakai versi bergantian deh.

Lalu kalau bawa anak, usahakan ada yang bisa antri, dan si kecil lebih baik diajak keliling KBS sambil menunggu antrian.

Kemarin sempat kejadian tuh, ada anak yang nangis teriak-teriak minta segera naik gajah. Bapaknya pun sampai minta ke petugas untuk dipercepat gilirannya.

Yang kayak begini ini, tentunya bikin keki orang yang juga sudah antri lama dong. Untung petugasnya tegas. Nggak peduli siapapun, antri ya antri!

Senang juga waktu lihat Kayyisah berani naik gajah. Padahal hitungannya tuh gajah tinggi juga lho.

Saya dan suami pun berjanji tetap suatu saat akan memenuhi janji untuk mengajak Kayyisah untuk naik kuda langsung di lain waktu.

Selain naik gajah, di KBS ada juga kesempatan untuk naik unta. Saya sendiri sih sempat tahunya naik kereta yang ditarik unta. Cuma waktu jalan mengelilingi KBS, ada juga spot untuk naik unta bagi anak-anak.

Selain nggak bisa naik kuda, ternyata Kayyisah juga nggak bisa lihat kuda selama di KBS. Saya dan suami sempat heran juga. Karena kami pikir, yang namanya kebun binatang itu ya mesti ada semua binatang.

Okelah kalau memang tidak ada panda atau koala karena KBS kurang sesuai dengan habitat asal dua hewan tersebut. Tapi… kok juga nggak ada kuda?

Sebetulnya ada juga sih kuda poni. Tapi diletakkannya di belakang kandang unta yang pengunjung pun tidak bisa melihat langsung dari jalan.

Kalau kata petugas di KBS, saat lebaran kemarin sempat juga kuda poninya diletakkan di bagian depan. Lalu, pengunjung dapat kesempatan untuk memberi makan kuda poni tersebut.

Kemarin saat ke sana, juga ada kesempatan bagi pengunjung untuk memberi makan langsung ke rusa. Seingat saya, waktunya sekitar pukul sebelas siang.


Banyak Spot Jeprat-jepret yang Instagramable

Sekarang ini di mana-mana yang namanya tempat wisata, kayaknya memang nggak seru ya kalau nggak memikirkan peluang pengunjungnya untuk berfoto di tempat tersebut.

Nah, di KBS juga buanyak spot untuk ajang berfoto. Mulai dari papan a la Instagram berlabel KBS, penyedia jasa foto yang menjamin bisa mengabadikan momen dengan ciamik, sampai beberapa tempat yang menurut saya asyik kalau dijadikan tempat foto.

Foto bersama badut Masha di Kebun Binatang Surabaya
Foto bersama badut Masha di KBS. Sebetulnya ini orang pribadi yang usaha. Bukan dari pihak KBS.

Misalnya bangku-bangku yang disediakan untuk pengunjung. Saya dan suami sempat tuh dapat sebuah bangku yang memungkinkan kami untuk berfoto wefie dengan kamera yang diset timer.

Di beberapa bagian di KBS juga banyak dipasang bunga-bunga plastik yang dijadikan latar bagi para pegunjung untuk berfoto.

Pohon dan bunga cantik dari plastik yang banyak dipasang di beberapa titik di Kebun Binatang Surabaya
Pohon dan bunga cantik terbuat dari plastik ini banyak juga dipasang di beberapa titik di KBS.

Jadi kalau ke KBS bawa keluarga, jangan lupa bikin foto keluarga sekalian ya.


Pengunjung yang tidak Bertanggung jawab

Kalau sebelum-sebelumnya KBS sempat mendapat sorotan karena ada beberapa satwa yang ditemukan kurang terurus, nah, saat ke sana kemarin, saya melihat kesan itu sudah jauh tidak ada.

KBS yang sekarang sepertinya banyak memerbaiki diri. Mulai dari penataan tempat yang makin nyaman untuk pengunjung, sampai hewan-hewannya pun terjamin makanannya.

Beruang madu yang sedang asik makan kelapa di Kebun Binatang Surabaya
Beruang madu yang sedang asik makan kelapa.

Sempat beberapa kali saya melihat petugas KBS yang hilir mudik mendistribusikan makanan, serta tumpukan makanan dalam plastik yang siap diberikan ke satwa dalam kandang.

Di banyak tempat, tempat sampah juga mudah ditemukan. Begitu juga tulisan pesan agar membuang sampah pada tempatnya, serta himbauan untuk tidak asal memberikan makanan pada satwa di KBS.

Nah, ini dia yang jadi sorotan saya. Rupanya masih sering ada juga pengunjung yang tidak sadar dan asal memberikan makanan atau minuman ke satwa.

Waktu di sana, saya menjumpai pengunjung yang melempari orang utan dengan botol Po*ari segala lho. Terus dengan haha hihi, mereka mengabadikan momen tersebut.

Sempat ngomel-ngomel sih sayanya. Dan melihat gelagat saya yang suka nggak takut negur orang yang sedang salah, pak suami langsung mengajak saya segera jalan terus dan tidak berhenti di situ. Hehehe…

Di KBS sempat juga saya melihat ada kran yang airnya bisa diminum langsung. Sesaat, saya girang bin memuji juga. Kerena nih KBS!

Eh… pas dekat ke kran tersebut, yang ada malah tulisan kalau kran air sedang tidak bisa dipakai. Saya dan pak suami langsung geleng-geleng, menebak penyebab rusak kran yang mungkin karena ulah pengunjung.

Rasanya kalau saya jadi petugas KBS, mungkin bisa sering ngamuk-ngamuk kali ya sama pengunjung yang suka seenaknya di sana! Hahaha…


Tempat Rekreasi Murah Meriah

Bisa dibilang, KBS ini tempat rekreasi yang murmer alias murah meriah.

Selama di sana, kalau dihitung-hitung, pengeluaran saya dan suami terdiri dari…

Parkir motor lima ribu.

Tiket masuk per orang 15 ribu. Untuk anak di atas dua tahun termasuk yang bayar full.

Naik gajah bayar 25 ribu per orang. Bisa sekitar lima menitan naiknnya. Bisa lama lagi kalau gajahnya sambil makan atau minum, atau BAK dan BAB.

Naik kereta kecil10 ribu per anak.

Naik kereta kecil di Kebun Binatang Surabaya
Kayyisah naik kereta kecil di KBS

Naik perahu bebek yang ukuran kecil berisi dua penumpang 30 ribu. Kalau yang isinya empat penumpang 40 ribu.

Masuk toilet bayarnya dua ribu. Tapi kalau mandi bisa tiga ribu.

(Sempat mikir juga sih, siapa pulak yang mau mandi di KBS? Eh tapi pas ke toilet dekat mushola, ternyata kok beneran ada lho yang mandi!)

Harga makanannya juga tinggi memeras dompet kok. Kalau menurut saya sih, harganya a la tempat wisata pada umumnya. Saya pribadi malah teringat harga makanan minuman waktu di Batam atau Banjarmasin!

Mau bawa makanan sendiri juga bisa… Banyak tempat yang memungkinkan pengunjung menggelar tikar untuk makan bersama keluarga, atau kursi-meja berpayung yang juga bisa digunakan.

Jadi yang mau ngajak keluarganya main ke KBS, ayuk… KBS yang sekarang pokoknya asyik!


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Silakan jika ingin meninggalkan komentar. Boleh kok teman-teman memasukkan alamat blognya. Tapi kalau linknya ke artikel tertentu, spam, memicu konflik, maka komentarnya saya hapus ya.