Sunday, August 27, 2017

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Delapan Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako


Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.

Yang masuk kategori sembako itu antara lain:
1.      Beras, sagu, dan jagung
2.      Gula pasir
3.      Sayur-sayuran dan buah-buahan
4.      Daging sapi, ayam, dan ikan
5.      Minyak goreng dan margarine
6.      Susu
7.      Telur
8.      Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah)
9.      Garam berIodium dan berNatrium

Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.

Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.

Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.

Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.

Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.

Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya sih rezeki ya…

Dari beberapa tips yang saya dapat, ada tujuh hal nih yang perlu dipersiapkan kalau kita mau membuka usaha toko sembako.

1. Menyediakan tempat

Kalau toko sembakonya skala kecil, sebetulnya tidak perlu ruang yang besar. Nggak perlu sewa gudang untuk tempat persediaan segala.

Cukup tempat yang kosong di rumah kita dan mudah dijangkau oleh pembeli.

Tetangga orangtua saya saja yang punya toko sembako, hanya butuh tempat di teras rumahnya yang tipe RSS. Dan itu beneran komplit lho, termasuk jual tabung gas segala. Meski kelasnya tabung gas melon.

Dan biarpun bisa diletakkan di ruang yang kecil, tetap perlu ditata dengan baik agar tidak menumpuk. Barangnya pun jangan sampai rusak.

Sedangkan jika ruang buat usaha terbatas serta perputaran barangnya cepat, kita perlu rajin mengisi ulang persediaan barang di toko. Jangan sampai mengecewakan pembeli yang terlanjur datang ke toko kita.

2. Siapkan barang penunjang

Peralatan yang dibutuhkan untuk sebuah toko sembako biasanya antara lain bisa berupa etalase, timbangan, kalkulator, alat tulis pembukuan, plastik segala ukuran, toples, gunting, dan beberapa penunjang lainnya.

3. Barang untuk dijual

Untuk stok barang sembako, kita bisa memesannya dari pemasok. Bisa juga bekerja sama dengan koperasi petani untuk memasok barang dagangan di toko sembako kita.

Yang perlu dipastikan adalah perputaran barangnya. Kalau sampai ada barang yang susah laku, jangan dibiarkan menumpuk. Kita bisa mengakalinya dalam bentuk paket jenis sembako lain yang lebih laris. Apalagi dengan harga promosi.

Beli barang dagangan dari pemasok yang menawarkan harga kulakan atau lebih murah dan dalam jumlah banyak. Jadi kita bisa dapat selisih untuk laba yang lebih besar.

Nggak ada salahnya juga kalau kita meminta harga khusus ke pemasok dalam jumlah tertentu.

4. Posisi dan tampilan toko

Kalau mau punya toko sembako di rumah, lalu rumah kita posisinya strategis, itu sih namanya keuntungan buat kita. Misalnya punya rumah di pojok perempatan jalan.

Tapi kalaupun tidak posisinya seperti itu, bisa disiasati kok. Caranya, buat tempilan toko semenarik mungkin baik interior maupun eksteriornya.

Misalnya nih seperti yang saya jumpai pada tetangga di perumahan tempat saya tinggal. Si pemilik toko memajang spanduk besar bergambar anaknya di depan toko sembakonya, dan lalu ia tulis daftar barang yang jadi andalannya. Kebetulan, si pemilik toko ini juga jualan makanan-makanan khas Madura. Jadi ada nilai plus pada tokonya.

Lalu, pajang barang dagangan di etalase dengan penataan yang rapi. Serta, pembeli juga jadi mudah memilih barang.

Jangan sampai ada barang yang sebetulnya dibutuhkan konsumen tapi ternyata kita meletakkannya di pojokan etalase yang hampir tidak terlihat pembeli. Bisa hilang peluang deh kalau sampai pembelinya kebetulan lupa mau beli barang itu. Atau… malah kitanya yang jual, lupa kalau menjual barang tersebut. Ini yang gawat!

5. Harga barang yang dijual

Yang namanya sembako, terkadang kita dihadapkan pada harga yang bisa naik dan turun. Untuk itu sebagai penjual, kita perlu memantaunya. Sehingga harga barang di toko kita bisa sesuai dengan harga pasar.

Barang yang biasanya harganya naik turun itu misalnya, telur, bawang, cabai, beras, minyak atau ELPIJI.

Sedangkan produk yang harganya biasanya stabil adalah sabun mandi, pasta gigi, atau detergen.

Memang riskan juga kalau berhadapan dengan barang yang harganya sering tidak stabil. Untuk itu ada baiknya, barang-barang seperti itu distok dengan jumlah yang sesuai dengan pola pembelian di toko kita.

Jangan sampai menimbun banyak. Karena jika terlanjur menjual harga tinggi, lalu kemudian harga pasar turun, pemilik toko sembako yang akan mendapat kerugian.

6. Pelayanan ke pembeli

Ini poin yang kesannya sepele tapi justru efeknya besar. Yaitu, jangan asal-asalan meladeni pembeli yang datang ke toko. Hal-hal seperti murah senyum, berinteraksi dengan ramah, tidak membentak pembeli, jadi poin yang bisa membuat orang kembali datang atau tidak ke toko kita.

Pernah ada fenomena yang saya temui di tetangga rumah orangtua saya. Seorang tetangga yang punya usaha toko, sering susah dipanggil kalau kita pas beli ke tokonya. Tokonya di depan rumah, dan ia sering berada di dapur yang ada di bagian belakang rumahnya. Di saat itu, ia tidak mendengar jika ada orang yang ingin membeli.

Alhasil, banyak tetangga yang memilih ke toko tetangga saya yang lain yang letaknya hanya selisih beberapa rumah dari toko yang pertama.

7. Strategi penjualan

Kalau toko sembako berada di wilayah pemukinan, promosinya tentu lebih mudah melalui mulut ke mulut. Selanjutnya kuncinya ada di poin nomor enam, yaitu strategi penjualan.

Orang pasti dengan senang hati akan menceritakan kelebihan berbelanja di toko kita tanpa kita memintanya untuk menjadi pemasar toko sembako kita.

Selain itu, strategi penjualan lain yang bisa dilakukan adalah memasang spanduk di depan rumah atau plang toko. Orang jadi mudah tahu kalau di rumah kita telah ada toko sembako.


Nah itu dia tujuh hal yang perlu dipertimbangkan untuk membuka toko sembako. Mau mencobanya? 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Silakan jika ingin meninggalkan komentar. Boleh kok teman-teman memasukkan alamat blognya. Tapi kalau linknya ke artikel tertentu, spam, memicu konflik, maka komentarnya saya hapus ya.