Thursday, November 30, 2017

Bercerita Asyik dengan So Good CERDIK


Sepertinya, hampir semua anak kecil suka menyimak dongeng, ya. Apalagi bila caranya asyik dan menarik.

Misalnya, dongeng yang disampaikan dalam buku yang gambarnya berwarna-warni, dongeng yang isi ceritanya lucu serta terus memancing rasa penasaran anak, atau dongeng yang diceritakan dengan gaya bicara serta suara dan gerak yang bervariatif sehingga bisa membuat anak terpesona.

Tentunya, dongeng akan makin meninggalkan kesan baik bagi anak jika ada nilai positif serta pengetahuan di dalamnya.


Saya sendiri termasuk orang yang merasakan manfaat dari kebiasaan orangtua yang suka mendongeng sewaktu saya kecil. Selain itu, keberadaan berbagai buku cerita dan majalah anak yang saya baca juga terasa hingga sekarang manfaatnya.

Salah satu dongeng atau cerita yang membekas di benak saya adalah tentang cerita bergambar dari sebuah majalah anak, seorang remaja yang terus berusaha untuk menjadi penari balet. Meskipun, ia harus hidup sendiri karena kedua orangtuanya sudah meninggal, serta bibinya yang tak setuju dengan pilihan pendidikan di sekolah balet.

Dari cerita itu saya belajar, bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita cita-citakan, kita harus hidup dengan kerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan berani bersusah-susah terlebih dahulu.


Karena tahu begitu besar manfaat mendongeng pada anak, saya pun mulai mengenalkan kegiatan membacakan dongeng pada Kayyisah sejak dalam kandungan.

Apalagi pada saat hamil, saya sendiri banyak menulis cerita anak untuk dikirim ke berbagai media.

Sedangkan hingga usia Kayyisah yang menginjak tiga tahun sekarang ini, cara saya mendongengkan cerita untuknya sudah makin bervariasi.

Mulai dari membacakan buku cerita, bercengkerama sambil mengingatkannya tentang cerita di film anak yang pernah dilihatnya, menggunakan media mainan yang sedang ia mainkan, atau menggunakan boneka jari tangan.

Untuk media hp, saya menyimpan beberapa film offline yang sesekali bisa Kayyisah simak. Cara komunikasinya sama seperti saat ia melihat film anak di tv, saya mendampinginya sambil sesekali menjelaskan apa kenapa dan bagaimana dari jalan cerita yang ada.


Nah, beberapa waktu yang lalu, saya melihat artikel di blog beberapa teman tentang aplikasi CERDIK dari produk makanan So Good. CERDIK itu adalah singkatan dari Cerita Digital Interaktif.

Yang membuat saya tertarik adalah saat melihat tampilan dongengnya yang berbentuk animasi. Tapi, tidak seperti film cerita anak biasa.

Buat saya waktu itu, kok ini kayaknya mengasyikkan ya. Pasalnya, sudah berkali-kali saya download berbagai aplikasi yang berlabel cerita anak, tapi tampilannya kurang menarik.

Saat saya tunjukkan ke Kayyisah, hanya dalam hitungan tak sampai satu menit, dia sudah bosan. Beberapa tampilan aplikasi cerita anak tersebut jika memiliki suara, hanya terdengar seperti orang membacakan buku cerita dengan nada tak bervariasi. Apalagi gambarnya yang sering tidak bergerak. Batin saya, yah, ini sih sama saja kayak baca buku biasa.

Untuk memenuhi rasa penasaran, akhirnya semalam saya berangkat ke toko moderen yang ada di depan perumahan. Dari awal niat saya ingin membeli So Good yang bentuknya aneka dinosaurus. Waktu melihat di blog teman, kok sepertinya bentuk-bentuknya lucu dan menarik minat anak.

Sayang, sewaktu sampai di depan freezer So Good, produk yang saya inginkan itu belum ada stiker CERDIK-nya. Tapi sewaktu melihat produk So Good yang Animal, naget ayam rasa pizza, kok ada stiker CERDIK-nya.


Akhirnya saya pilih So Good Animal tersebut. Dalam pikiran saya, sepertinya ini menarik kalau buat Kayyisah yang suka mengenal aneka bentuk binatang.

Sampai di rumah, saya goreng nagetnya dan langsung menawarkan ke Kayyisah. Eh alhamdulillah, anaknya doyan. Abinya lalu saya minta untuk menemani Kayyisah dulu sementara saya mendowonload aplikasinya.


Setelah aplikasi So Good Cerdik berhasil terpasang, waktunya menunjukkan dongeng ke Kayyisah.


Kebetulan, saya dapat dongeng yang berjudul Chika Chiko. Chika itu sepupunya Chiko. Chika punya usaha toko roti, Chiko punya usaha peternakan ayam.

Suatu ketika Chika butuh telur ayam dan kemudian ia pesan ke Chiko lewat telepon. Sayangnya, telur-telur ayam di peternakannya banyak yang rusak karena ada biawak yang bertengkar dengan si Jengger, ayam kesayangan Chiko. Si Jengger ini panik saat melihat biawak.

Dari aplikasi So Good Cerdik, saya baru tahu kalau ada cerita lainnya yaitu Lala dan SingSing, serta Umbo Larage.


Cara mainnya cukup mudah kok. Kita tinggal scan kartu yang sudah ditaruh di dalam frame, lalu ikuti saja petunjuk selanjutnya.

Saya pakai mode AR yang setelah saya klik, saya tidak perlu lagi memegangi hp melulu di atas kartu.


Setelah cerita berhasil muncul, nantinya kita akan melihat sebuah buku yang tersaji dalam dua halaman. Halaman yang kiri bentuknya animasi bergerak, sedangkan halaman yang kanan berupa halaman statis seperti gambar buku.

Di bagian bawah tampilan buku, ada teks yang tampil sesuai dengan ujaran pendongeng yang kita dengar.


Asyiknya dari aplikasi CERDIK ini, Kayyisah bisa memutar 360 derajat tampilan dongengnya.


Lalu, aplikasinya bisa dilakukan secara offline. Tentunya, mamaknya senang dong karena jatah kuota internet jadi nggak boros. Sementara kalau di beberapa aplikasi yang lain semacam ini, seringnya harus online dan pasti bikin saya menangis miris! Hehehe…


Karena saking sukanya sama aplikasi CERDIK, Kayyisah sampai minta disetelkan ulang cerita ini terus berkali-kali dalam sehari.


Buat saya, cara dongeng ini keren banget! Anak yang kinestetik alias suka bergerak, bisa main putar-putar animasinya. Aktivitas ini bermanfaat banget untuk motorik halus anak.

Anak yang visual bisa melihat tampilan animasi serta gambar yang warnanya menarik. Ia juga bisa sambil membaca teks di bawahnya.


Sedangkan anak yang auditorik, bisa mendengar ujaran pendongengnya yang bertutur dengan suara yang bervariasi. Tokoh ceritanya juga punya suara yang berbeda.

Selain itu yang keren dari isi dongeng di aplikasi CERDIK ini menurut saya adalah adanya nilai moral serta pengetahuan yang disisipkan di dalamnya.

Misalnya dari cerita Chika Chiko, anak dikenalkan dengan sifat berani serta pengetahuan tentang biawak. Saya sendiri baru tahu lho, kalau biawak itu termasuk jenis Varanus Salvator atau hewan yang tidak ganas. Karena selama ini, saya sendiri sering agak takut jika bertemu biawak.

Tidak hanya dongeng, aplikasi ini juga punya resep juga. Resepnya terdiri dari kategori Bekal Sekolah, Enjoy Snack, atau Family Party. Di kartu yang saya dapatkan, ada resep Canape Karaage atau Fish Bucket dalam kategori Family Party.

Overall, merasa suka banget dengan keberadaan aplikasi CERDIK. Manfaatnya banyak buat anak dan juga mamak seperti saya.


Sepertinya, setelah ini saya terpikir untuk mencari So Good yang lain deh untuk berburu Cerita Digital Interaktif yang lain. Soalnya, aplikasi CERDIK dari So Good, bikin kegiatan bercerita antara orangtua dan anak jadi asik, sih!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Silakan jika ingin meninggalkan komentar. Boleh kok teman-teman memasukkan alamat blognya. Tapi kalau linknya ke artikel tertentu, spam, memicu konflik, maka komentarnya saya hapus ya.