Skip to main content

Momambassador SGM Eksplor, Rekreasinya Bukan Bunda Biasa – Hari ke-3

Momambassador SGM Eksplor Rekreasinya Bukan Bunda Biasa Hari ke 3


Yeay, akhirnya di hari ke-3 saya sukses tidak bangun kesiangan. Masih sempat salat malam juga. Dan akhirnya sempat ngelihat pemandangan sekeliling hotel The Alana dari lantai 12.

Cerita di hari pertama bisa dibaca di sini, sedangkan hari ke dua bisa dibaca di sini

Tuh, saking sibuknya sampai baru itu lho sempet. Mau ikutan lomba vlog dengan roommate Bunda Athelia juga cuma sempat shooting. Edit dan upload? Nehi!

Akhirnya saya malah mengisi waktu yang tersisa untuk sarapan, ngobrol dengan teman semeja saat sarapan, dan browsing sekilas buat persiapan presentasi. Pagi itu, saya akhirnya bisa agak ngobrol banyak dengan Bunda Natara yang sebelumnya saya kenal di Facebook serta Mbak Yuni, blogger asal Surabaya.

Jadi ceritanya, kelompok saya C3, terpilih sebagai tiga besar kelompok yang diminta untuk presentasi di hari terakhir. Waktu itu, saya usul idenya tentang Busui Bahagia.

Ide awalnya sih keinget ceritanya seorang blogger, single parent, dan sampai berkali-kali ingin bunuh diri bahkan terpikir membunuh puteranya.

Suatu ketika, dia posting tentang itu dan berkata benar-benar butuh pertolongan psikolog. Tak disangka, respon teman-teman di dunia maya beragam. Ada beberapa perempuan yang juga jadi curhat ke dia dan cerita mengalami hal yang sama. Ada juga yang mengusulkan nama psikolog yang bisa dihubungi.

Ide Busui Bahagia juga tercetus dari rentannya kondisi psikis ibu yang setelah melahirkan. Misalnya nih, melahirkan lewat Caesar, terus dibully. Pokoknya sering deh kadang ada kondisi-kondisi dari lingkungan sekitar juga keluarga yang bikin ibu usai melahirkan ini seharusnya bahagia, ASI-nya jadi lancar berkualitas, eh tapi malah psikisnya tertekan. Efeknya lagi-lagi ke ASI, malah nggak berkualitas juga kurang kuantitas.

Alhamdulillah, senang banget punya teman satu tim yang kompak dan saling mendukung. Ada yang nambahin ide, ada yang browsing sampai ngekepoin tampilan batch sebelumnya yang menang sesi ini, ada yang jago menulis cakep, ada yang tekun ngegunting foto dan gambar buat pelengkap, pokoknya rukun bin guyup deh sejak kami kerja kelompok hari ke-2.

Terus pas sebelum tampil, emang sih kami nggak pakai acara kumpul dulu terus rundingan khusus untuk tampil presentasi. Tapi kami sudah kayak putar otak masing-masing sejak diumumin kalau kelompok kami disuruh presentasi.

Pas presentasi, saya yang kebagian bicara. Tapi itu idenya campuran dari ide teman-teman satu kelompok. Dapat waktu presentasi terakhir. Alhamdulillah… lancar  jaya tanpa ditanya juri lho!

Saat presentasi. Sumber foto: Shine Fikri

Sementara itu, dua kelompok yang sebelum kami sama-sama membahas tentang nutrisi. Mungkin karena kami maju terakhir kali ya. Jadi pas dua kelompok sebelum kami sampai ditanya juri, kami sudah siap-siap untuk melengkapi materi presentasi.

Hadiahnya… dapat voucher Indomart senilai tiga juta rupiah untuk satu kelompok sebagai juara 1! Karena kami ber-10, jadi masing-masing dapat voucher 300 ribu. Alhamdulillah… hiburan saat nggak menang lomba foto, nggak jadi ikut lomba vlog, dan kelompok outbond pun kalah nih.

Waktunya pembagian harta gono-gini. Hahaha.... Sumber foto: koleksi pribadi

Oh iya, di hari terakhir itu, masing-masing dari kami dapat sekotak susu SGM Aktif. Ini produk baru yang dilaunching pas kami waktu itu Temu Bunda Momambassador SGM Eksplor.


Kegiatan Momambassador SGM Eksplor Menurut Saya

Mulai dari transportasi, buat saya sip. Mbak Reza terutama yang jadi panitia bagian ini, pas bilang ke saya waktu duduk bersebelahan di bus dari Prambanan ke hotel, dia cerita kalau semua urusan transportasi, dia yang handle.

Katanya sih kalau tahun sebelumnya dia nggak sendiri. Dan untuk tahun ini, semua dia pegang dan dia bertekad untuk urusan tiket pesawat harus jauh-jauh hari bisa didapat oleh semua peserta yang mesti dapat transportasi pesawat.

Urusan transportasi busnya selama di Jogja juga enak. Meski entah kenapa saya melulu dapat bus 4 yang selalu datang belakangan ke hotel. Bukan karena bus atau supirnya sih. Tapi aneh aja selalu begitu kejadiannya. Apa karena angka empatnya ya? Jeng jeng jeng jeng… *musikhoror

Kalau urusan penginapan, juga memuaskan. Lha dapatnya di The Alana gitu… hotel bintang 4,5 yang manajemennya Aston. Hotelnya juga baru beberapa tahun berdiri. Masih gres hitungannya.

Sedangkan urusan acara, nah, ini  yang perlu diketahui buat siapapun yang mupeng ikutan Momambassador SGM Eksplor batch berikutnya.

Jadi ya para bunda, Temu Bunda Momambassador SGM Eksplor itu rekreasinya bukan bunda biasa. Alasannya…

1. Bunda yang bisa ikut ini tuh bunda pilihan. Sebagai penghargaan untuk bunda yang setia terhadap produk SGM, untuk bisa lolos di kegiatan ini juga dilihat lho dari sosial medianya. Terutama nih ya, Facebook dan instagram.

2. Emang sih bisa naik pesawat, tidur di hotel mewah, tapi jangan ngarep bisa banyak jalan-jalan pelesiran ke sana-sni. Kegiatan Momambassador SGM Eksplor ini teruntuk para bunda yang nantinya kalau selesai kegiatan, makin jadi bunda generasi maju. Pasalnya selama kegiatan, para bunda dikasih tambahan banyak wawasan juga pengetahuan.

Jadi yang tanya kenapa kok nggak Maliboro, kok nggak bisa mampir ke sini atau situ, ya begitu deh. Keluar kamar hotel saja jam enam pagi. Masuk kamar lagi pas maghrib. Bisa tidur mungkin di atas jam sepuluh malam.

3. Bunda yang terpilih ikut kegiatan ini juga harus sehat banget. Bahkan di form seleksi ke dua, ada pertanyaan tuh apakah punya riwayat sakit, alergi, sedang sakit atau tidak, dll. Soalnya kegiatannya padat banget. Bahkan yang sehat pun kalau bisa harus tambah multivitamin. Hamil? Tanggung resiko lah ya. Bawa anak? Tentu tidak bisa banget!

Tuh, seru kan kegiatannya? Ada yang belum pernah ikut dan pengen ikut Temu Bunda Momambassador SGM Eksplor batch berikutnya? Yuk, siapkan diri dari sekarang dan tunggu kabar seleksinya ya…


Akhirnya, terima kasih banyak untuk semua pemateri selama acara, semua bunda yang ikut batch ini sebagai teman baru, juga terutama untuk seluruh panitia yang telah sangat kerja keras tapi masih selalu senyum ramah ke kami para peserta. Terima kasih…

Comments

  1. wah selamat ya mbak menang kelompoknya, pantas juara 1 karena memang banyak yg babyblues saat menyusui karena hal-hal bully begitu, aku juga suka dengan temanya

    ReplyDelete
  2. Wah seru ya bun acaranya, bermanfaat dan bisa ketemu ibu-ibu sesama blogger :D pernah baca liputan ini juga di blog mba dedew.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang ikut blogger, rata-rata akhirnya pada cerita di blognya Mbak. Buat kenang-kenangan 😊

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Mengenal dan Mengatasi Baby Blues

Waktu di seminar parenting yang diadakan di RS Mitra Keluarga Surabaya saat itu, tema yang dibicarakan dalam sesi pertama adalah tentang Postpartum Blues atau Postpartum Distress Syndrome, atau yang biasanya orang kenal juga dengan istilah Baby Blues.
Yang menjadi pembicaranya adalah Ibu Naftalia Kusmawardhani, S.Psi, M.Si. Beliau seorang psikolog yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Sidoarjo.
Bu Naftalia ini awalnya terkesan kalem saat memberikan materi. Tapi ternyata makin lama, makan menarik juga caranya saat berkomunikasi dengan para peserta seminar. Tak jarang saya dan peserta lain sampai harus menahan tawa karena ceritanya yang lucu.
Menurut Bu Naftalia, baby blues adalah kondisi terganggunya suasana hati yang terjadi setelah melahirkan. Biasanya 50% sampai 80% dialami wanita melahirkan khususnya kelahiran anak pertama. Meski tidak menutup kemungkinan bisa terjadi juga pada kelahiran anak berapapun.
Nah, yang membedakan baby blues dengan postpartum depression atau PPD adalah masany…