Posts

Memasak Olahan Santan Jadi Lebih Praktis dengan Sasa Santan Kelapa

Image
Buat kebanyakan ibu-ibu, m emasak itu jadi salah satu kegiatan domestik yang seru dan menyenangkan. Eh tapi nggak hanya buat buat para ibu, kok. B anyak juga para remaja yang menjadikan memasak sebagai bagian dari hobinya. Namun meski banyak yang ngaku suka masak, kebanyakan suka malas deh kalau urusannya membutuhkan santan kelapa. Harus memarut kelapa lalu memerasnya, kayaknya kok masak jadi ribet ya? Tenang… nggak perlu khawatir kok kalau sedang memasak menu yang membutuhkan santan sebagai bahan utamanya. Kan ada Sasa Santan Kelapa , solusi terbaik buat menghasilkan masakan terlezat dengan waktu lebih cepat. Bagaimana Sasa Santan Kelapa Diproses di Pabrik? Produk Sasa Santan Kelapa menggunakan buah kelapa yang masih segar sebagai bahan utamanya. Tahap pemrosesannya dilakukan dengan serapi mungkin sesuai prosedur yang ditentukan. Buah kelapa yang jadi bahan baku utamanya, diolah dan diperas dengan teknik yang terjaga kebersihannya . Hasilnya berupa s

Badut yang tak Biasa

Image
Terkadang mencari ide cerita anak itu bisa begitu mudahnya. Seperti cerpen berikut ini, Badut yang tak Biasa. Ide ceritanya saya dapatkan saat suatu ketika melihat berita di televisi. Ada seorang polwan yang ternyata kerap menjadi badut pesta anak-anak. Akhirnya, saya ubah ceritanya menjadi seorang anak yang ibunya berprofesi sebagai guru TK, tapi di lain waktu juga menjadi badut pesta. Cerpen ini sendiri pernah dimuat di Majalah Bobo pada bulan September 2012. Selamat membaca ya… === “Kenalkan, namaku Wira,” ujarku mengenalkan diri. Beberapa teman di sekolah baruku itu lalu mengenalkan dirinya satu persatu. Lalu, tibalah giliran seorang anak perempuan yang sangat berbeda caranya saat memerkenalkan dirinya. “Namaku Rini. Ibuku bekerja sebagai badut. Kalau kamu mengadakan pesta ulang tahun, panggil ibuku, ya!” Aku langsung tertawa mendengarnya. Tapi sewaktu kulihat teman-teman di sekitarku, mereka justru diam dan tidak ada yang tertawa. “Oh, eh, maaf, ya. Aku tidak

Bercerita Asyik dengan So Good CERDIK

Image
Sepertinya, hampir semua anak kecil suka menyimak dongeng, ya. Apalagi bila caranya asyik dan menarik. Misalnya, dongeng yang disampaikan dalam buku yang gambarnya berwarna-warni, dongeng yang isi ceritanya lucu serta terus memancing rasa penasaran anak, atau dongeng yang diceritakan dengan gaya bicara serta suara dan gerak yang bervariatif sehingga bisa membuat anak terpesona. Tentunya, dongeng akan makin meninggalkan kesan baik bagi anak jika ada nilai positif serta pengetahuan di dalamnya. Saya sendiri termasuk orang yang merasakan manfaat dari kebiasaan orangtua yang suka mendongeng sewaktu saya kecil. Selain itu, keberadaan berbagai buku cerita dan majalah anak yang saya baca juga terasa hingga sekarang manfaatnya. Salah satu dongeng atau cerita yang membekas di benak saya adalah tentang cerita bergambar dari sebuah majalah anak, seorang remaja yang terus berusaha untuk menjadi penari balet. Meskipun, ia harus hidup sendiri karena kedua orangtuanya sudah me

Nilai KKM, karena Tiap Anak Punya Kecerdasan yang Berbeda

Image
Buat para orangtua, adakah yang sering kepikiran bagaimana caranya agar anaknya harus dapat nilai bagus? Adakah yang sampai pusing waktu tahu anaknya kok dapat nilai jelek? Kalau ada yang punya pikiran kayak gitu, yuk, saya kenalin sama yang namanya nilai KKM. Buat yang belum kenal sih. Tapi kalau sudah kenal juga nggak apa-apa kok kalau kenalan lagi *maksa KKM apaan sih? KKM itu singkatan dari Kriteria Ketuntasan Minimal. Nah, udah ada gambaran kan arah pembicaraan saya akan ke mana? Tapi, sebelumnya saya ceritain pengalaman saya dulu ya waktu ngajar. Jadi kalau urusan nilai anak jelek, sebetulnya yang lieur juga gurunya lho. Malah seringnya, anaknya nyantai kayak di pantai, gurunya yang ngos-ngosan kayak naik gunung menanjak dan berjurang. Pasalnya, tiap guru sudah membuat standar nilai KKM sejak awal semester. Terus dituntut untuk melaporkan hasil akademik anak didiknya yang standar terendahnya adalah nilai KKM. Dengan waktu yang seringnya pendek, nilai

Adik Tersayang

Image
Cerpen ini terinspirasi dari dua memori. Memori pertama, saat saya sempat tinggal dan menjadi reporter di Batam. Waktu itu, saya kerap melewati dan terkadang meliput ke sebuah SLB. Itulah awal perkenalan saya dengan beragam anak-anak berkebutuhan khusus, terutama anak down syndrome atau saya biasa menyebutnya dengan DS. Nah, ternyata saat saya memegang taman penitipan anak, lagi-lagi saya menjumpai seorang anak DS. Kesempatan kali ke dua itulah yang makin membuat saya mengerti apa dan bagaimana anak DS. Dari dua memori tersebut, suatu ketika saya terpikir bagaimana rasanya apabila seorang anak memiliki saudara kandung yang ternyata anak DS, ya? Imajinasi saya itulah yang lalu tertuang dalam cerpen berikut ini. Cerpen berjudul Adik Tersayang ini pernah dimuat di Majalah Girls pada bulan Januari 2012. Buat pembaca Blog IM Susanti, selamat membaca ya… Adik Tersayang “Aku nggak mau punya adik kayak Nina!” teriak Rina yang lalu berlari masuk ke dalam