Skip to main content

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight



“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.

Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?

Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.

Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.

Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.

Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.

Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi ini dari kejauhan.


Ke Jogja Naik Pesawat

Sebetulnya untuk menuju Jogja dari Lamongan tempat saya tinggal sekarang, biasanya, saya menempuh perjalanan dengan menggunakan bus. Terkadang jika bersama keluarga, kami juga bisa naik mobil pribadi. Waktu tempuhnya kira-kira sekitar enam hingga tujuh jam lamanya.

Pengalaman menuju Jogja dengan menggunakan pesawat di bulan lalu adalah kesempatan pertama saya. Dengan waktu tempuh di udara hanya sekitar satu jam lebih beberapa menit dari Surabaya, mungkin jika ditotal waktu perjalanan dari Lamongan, hanya menghabiskan waktu sekitar empat atau lima jam saja.

Awalnya saya sempat tertawa juga waktu diminta naik pesawat dari Surabaya ke Jogja, sementara saya biasanya naik bus. Tapi dari pengalaman bulan lalu, ternyata kondisi tubuh jadi tidak terlalu lelah saat menempuh perjalanan lewat udara jika dibandingkan lewat darat dengan bus.

Apalagi rencananya mengajak Kayyisah yang masih berumur tiga tahun. Naik pesawat menurut saya bisa menghindari kebosanan yang mungkin akan dirasa Kayyisah jika naik bus.

Selain itu, naik pesawat juga sekaligus mengenalkan pada Kayyisah pengalaman menggunakan alat tranportasi udara.


Mewujudkan Impian dengan JD Flight

Giliran pesan tiket, saya sempat bingung juga akan menggunakan aplikasi apa. Kebetulan, saya memiliki akun di JD.id. Lantas saya terpikir, bisa nggak ya pesan tiket pesawat pakai JD.id?

Seorang teman lantas memberi tahu, jika saya pun bisa memesan tiket lewat JD.id. caranya, lewat JD Flight. Bahkan imbuhnya lagi, ada JD Hotel juga.

Wuaduh, kemana saja saya ini kok kudet begini?

Saya lantas membuka link JD Flight di flight.jd.id. Setelah coba pesan sampai ke tagihan pembayaran, saya terkesan lho dengan JD Flight ini.

Tapi sebelum saya bicara kelebihannya apa saja pesan tiket pesawat lewat JD Flight, saya mau cerita dulu ya proses gimana-gimananya pesan tiket pesawat lewat JD Flight.

- Pertama, kita tinggal isi saja mau berangkat dari mana dan tujuannya ke mana. Terus isi juga waktu penerbangannya kita kapan, jumlah tiket pesawat yang mau kita pesan, serta kelas penerbangannya. Kalau saya, pilih kelas ekonomi saja.

- Setelah kita klik ‘cari tiket’, halaman selanjutnya yang bisa kita jumpai adalah pilih penerbangan pergi dan kemudian kalau sudah beres, pilih penerbangan pulang.

- Di tiap halaman pilih penerbangan baik pergi maupun pulang, kita bisa memilih alias sortir nih mulai dari: waktu berangkat, waktu tiba, durasi, sampai harga. Bisa juga lho memilih mau langsung atau transit, terus transitnya bisa pilih juga di kota mana. Kita juga bisa memilih mau pakai maskapai penerbangan apa.

- Di tiap maskapai yang ditunjukkan JD Flight, kita bisa lihat detil penerbangan sampai rincian harganya.

- Kalau sudah di dua halaman tersebut, giliran halaman book penerbangan. Di halaman ini kita masih dikasih kesempatan untuk mengubah data. Misalnya di jumlah penumpang.

Dari pengalaman pesan tiket di JD Flight, menurut saya ini dia beberapa kelebihannya:

- Pesan tiket pesawat di JD Flight ini menurut saya mudah, juga fleksibel. Fleksibel yang dimaksud saya itu adalah kita bisa menentukan mau pesan tiket yang seperti apa, berangkat kapan, dan harganya mau yang mana.

- Kalau mau cari tiket pesawat murah, kita juga bisa dengan mudah mendapatkannya di JD Flight. Selain karena tampilan pilihannya diatur berdasarkan harga termurah, kita juga bisa menggunakan kupon JD.id yang kita punya.

- Dan… ini dia yang menurut saya kerennya JD Flight kalau buat para traveler. Tadi sempat tahu kan kalau di JD Flight kita bisa mudah pesan tiket pesawat dengan penerbangan langsung atau transit.
Nah, buat para traveler, kesempatan transit di bandara apalagi sampai beberapa jam itu artinya bisa gede lho. Kesempatan jalan-jalan ke tempat lain bisa nambah rek! Meski cuma memanfaatkan waktu transit.
Misal kayak saya tadi, mau berangkat ke Jogja dari Surabaya. Bisa lho milih transit dulu ke Bali. Dan, kita nggak perlu pusing cari-cari pesawat mana yang kasih peluang itu. Di JD Flight sudah ada pilihan ‘transit’ yang otomatis kalau kita klik, akan mengarahkan kita ke beberapa penerbangan yang memiliki peluang buat kita bisa transit.
Dan bayangin saja kalau ini buat liburan ke luar negeri. Kan lumayan tuh bisa nambah record ‘I was there’ di mana. Meski cuma transit… Hehehe…

Jadi kalau kalian mau punya liburan impian ke mana? Yuk ubah jadi kenyataan. Biar makin asyik, pakainya JD Flight ya…




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.


Comments

  1. Jadi kangen naek pesawat,,terakhir naek tahun kemaren hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga habis ni ada kesempatan terbang lagi ya Mbak...

      Delete
  2. Asyik banget bisa liburan apalagi sambil bawa orang tersayang, keluarga tercinta dan teman yang penuh drama dan juga penuh cerita pastinya seru sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak, harapannya sih bisa bareng sama keluarga.

      Delete
  3. JD.id bisa beli tiket juga kak? Berarti lengkap dong.
    Baru tahu daku jadinya. Karena lihat diiklannya tahunya buat belanja produk aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, saya juga baru tahu kalau sekarang ada JD Flight

      Delete
  4. Asiknya,, harga tiket memangnya lebih murah ya bunsay kalau beli di JD.Flight

    ReplyDelete
  5. Aku pengen liburan ke Lombok atau Raja Ampat. Kayaknya seru banget bawa anak2 lihat alam yang Indah. Pantainya cakeeep banget. Pake JD Flight oke ya. Oke, noted banget. Bisa jadi referensi saat mau lburan nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mesti seru ya Teh ngajak keluarga liburan ke sana...

      Delete
  6. Kini naik pesawat bukan sesuatu yang mevvah lagi ya kak.sdh bnyk pilihan tiket murah dan promo.dan yg jg penting, naik pesawat itu bebas dari macet.sehingga fisik tdk begitu lelah usai perjalanan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, naik pesawat sekarang kayak udah jadi hal yang biasa.

      Delete
  7. Oo beli tiket pesawat skrg bisa ya di jd id? Belum pernah nyoba sih, tali pas baca artikel ini seperti ya mudah ya . Ntar coba saya ceki2 deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, sekarang sudah bisa di JD Flight. Gampang juga caranya.

      Delete
  8. Pengen ke Jepang kak. Hiks. Tapi gak bisa sendirian. Jadi harus bersama sama dan biayanya itu loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga suatu saat keturutan ya... Kan siapa tahu dapat hadiah sekeluarga.

      Delete
  9. Bisa beli tiket juga yaa di JD.id boleh lah nanti aku lihat-lihat kalau hunting tiket

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Di JD. id sekarang selain bisa belanja juga bisa beli tiket.

      Delete
  10. Wah jadi pengen ngepoin JD.ID. Moga2 bisa dapat tiket murah, lumayan kan buat mudik lebaran ntr. Tengkyu infonyaaaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, tiket deket lebaran di situ nggak mahal banget jatuhnya. Masih bisa dapat harga yang lumayan.

      Delete
  11. Anakku juga suka banget sama pesawat Mba, dan cita-citanya sejak kecil pengen naik pesawat. Alhamdulillah bulan November tahun lalu cita-citanya tercapai. Semoga Kayyisah juga secepatnya bisa naik pesawat yaa, amiiin 😇😇

    Saya juga pengen banget ke Jogja lagi Mba, pengen ke sana bareng anak dan suami

    ReplyDelete
  12. Semoga terwujud ya mbak anaknya naik pesawat. Saya jadi ingat masa kecil dulu sering banget bilang ke ibu "kapan saya naik pesawat" alhamdulillah sdh merasakan naik pesawat setelah dewasa ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak. Masa kecilku juga gitu. Baru pas gede bisa naik ke mana-mana.

      Delete
  13. aku seumur umur juga bisa dihitung naik pesawat mbak, malahan banyakan dibayarin daripada beli tiket sendiri ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... yang penting udah sering ngerasain Ki Demang 😁

      Delete
  14. Hmmm.. Liburan impianku ke mana yak? Banyak banget mbak, dan destinasi tujuan anehnya selalu bertambah. Aku pun bingung, semuanya mau didatangi. Apadaya dompet dak sanggup. Untung ada JD.ID ya, bisa beli tiket pesawat dengan harga lebih murah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren ni Mbak, hobi jalan-jalan ya. Moga meski makin bertambah destinasi yang dipengenin, tetel bisa dikunjungi ya semuanya suatu saat nanti...

      Delete
  15. Dengan fitur JD.ID flight ini, cari tiket pesawat jadi lebih gampang dan tentunya lebih murah. Liburan impian bisa terwujudkan.

    ReplyDelete
  16. ok,, aku akan siap2 liburan... otw ke aplikasinya ahh,,, naik pesawat terbang

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…