Skip to main content

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Memilih jajajan sehat untuk anak


Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.

Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.

“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.

Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.

Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.

Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti ada masanya dia akan bisa beradaptasi dan terbiasa.

Ya, memang pernah beberapa kali saya membiarkan Kayyisah makan apapun yang dia mau dan suka. Tapi berkali-kali itu juga, tak lama kemudian ia mengeluh tenggorokannya sakit.

Ujung-ujungnya, anaknya jadi demam, susah makan, bahkan saat dibawa ke dokter dia harus minum obat. Susah makan dan harus minum obat ini sangat membuatnya tidak nyaman. Dan kalau anak sudah begitu, tentunya ibunya yang 24 jam mengawal dia ini kan yang juga kerepotan.

Gara-gara ini juga saya sering dilabeli sebagai ibu tukang banyak aturan ke anak. Tapi mau gimana lagi. Untuk urusan yang satu ini saya memilih keras kepala dan tutup kuping dari komentar apapun.

Pikir saya, kan saya ibunya, yang punya anak saya, yang tahu anak saya seperti apa juga saya, yang 24 jam bersama anak saya juga saya, yang kalau anak saya sakit dan menjaganya juga saya. Huehehe… ini kalimatnya apa-apa saya melulu ya?!

Sebelum masuk ke mulut Kayyisah, biasanya saya akan memastikan dulu aman tidaknya yang dia makan

Akhirnya untuk urusan jajanan sehari-hari, saya punya beberapa aturan khusus untuk Kayyisah. Ketiga hal ini sama-sama penting untuk saya perhatikan. Bahkan bisa dibilang, kalau satu poin saja nggak memenuhi syarat, nggak boleh! *galak banget yak jadi mamak. Hahaha…

1. Aman di tenggorokan. Ukurannya tentu saya duluan lah yang jadi pengujicobanya. Kalau saya makan kemudian kok rasanya aman di tenggorokan, oke, boleh Nak.

2. Sehat. Untuk urusan yang ini saya lihat dulu komposisi bahannya di kemasan. Kalau bahan-bahannya kok saya lihat aman buat anak apalagi bagus, tentu boleh banget…

Tapi kalau jajanan biasa yang nggak ada kemasannya gimana dong? Kalau urusan yang begini ini, saya pakai insting mamak. Iya, insting seorang ibu ke anaknya kan kuat tuh. Jadi kalau saya amati dan sekiranya aman, baru saya perbolehkan Kayyisah mengonsumsinya.

3. Halal. Yang satu ini wajib juga. Kalau makanannya kemasan, saya lihat dulu ada tidaknya label halal. Kalau jajanan buatan yang tidak ada kemasan, insting mamak lagi yang saya pakai. Tentu yang namanya insting ini berdasarkan pengamatan yang jeli.


Nah, tentunya barangkali ada yang terpikir penasaran, kalau permen, boleh nggak?

Buat saya, aturannya masih pakai tiga hal yang tadi. Jadi kalau permen, tentunya boleh saja asal tiga syarat itu yang masih jadi aturannya.

Kayyisah sendiri aslinya anak yang telat kenal jajanan permen. Dia akhirnya tahu yang namanya permen justru dari tivi. Permen pertamanya berbentuk lolipop. Minta belinya pas ke kasir toko serba ada lalu ada permen lollipop yang dipajang di dekatnya.

Pas minta, langsung saya iyain. Permen ini kebetulan jadi kesukaan saya selama jadi mahasiswa apalagi pas masa-masa ngerjain skripsi. Tuh kan, saya nggak segalak yang apa-apa nggak boleh ini itu kan.

Karena belinya sesekali saja, nggak setiap hari, jadilah aman-aman saja buat Kayyisah. Apalagi setiap kali makan permen ini, dia nggak pernah sampai habis. Baru berkurang separuh ukuran bulatannya, dia sudah tidak mau lagi.

Suatu ketika, saya belikan Kayyisah satu kantong permen lolipop yang sewaktu saya baca kemasannya, mengandung susu. Giranglah dia karena bisa sering minta tanpa perlu lagi ke minimarket dekat rumah.

Tapi saat saya dan Kayyisah makan permen ini, kok mulut dan tenggorokan saya merasa tidak nyaman. Langit-langit mulut saya terasa perih. Begitu juga dengan tenggorokan.

Sayang, saya telat menyadari hal itu karena tak lama kemudian, Kayyisah pun merasakan hal yang sama. Kejadian ini akhirnya membuat saya melarang Kayyisah untuk makan permen apapun.

Hingga suatu ketika, saya kenalan dengan Pindy Permen Susu. Awalnya saya baca cerita seorang teman di IGnya yang mengulas tentang permen satu ini. Teman saya juga mention IG @permenpindy_id.

Karena penasaran, saya kepoin IG Permen Pindy lalu baca-baca beberapa postingan yang ada. Mamak hobi kepo atas nama demi kebaikan anak ini pun juga ngekepoin Facebook Permen Pindy. Pikir saya, biasanya zaman sekarang penjelasan produk itu suka diterangkan di media sosial milik mereka.


Makin penasaran, saya coba juga permennya. Eh ternyata enak! Apalagi yang asli rasa susu. Rasa susunya kerasa banget. Awal niatnya untuk jadi jajanan buat Kayyisah, malah saya makan sendiri pas begadang nulis. Hahaha…

Nggak hanya enak. Yang saya rasa, Permen Pindy ini nggak bikin langit-langit mulut dan tenggorokan saya sakit lho. Biasanya kan kalau makan permen beberapa kali saja, mulut dan tenggorokan saya sudah tidak nyaman. Kalau Pindy ini justru enggak buat saya.

Selain urusan aman dan nyaman di mulut dan tenggorokan, ada beberapa hal lagi yang bikin saya akhirnya memberikan Permen Pindy untuk Kayyisah sebagai jajanan sehat.

1. Ada label halal

Label halalnya yang versi terbaru dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia. Kan sekitar Oktober 2017 lalu MUI sudah mengeluarkan logo halal terbaru. Nah, di kemasan Permen Pindy ini saya lihat logonya sudah terbaru. Nggak hanya sekedar tempelan label halal saja.

Permen Pindy ini kan kenyal. Tentu kepikir ada bahan gelatinnya. Pas saya cek di komposisi bahan, ternyata memang benar mengandung gelatin. Tapi dari gelatin sapi, sehingga halal.

Ada label halal terbaru dari MUI serta kode BPOM-nya

2. Terdaftar di BPOM RI

Kalau kapan hari ada rame-rame permen tidak aman mengandung zat berbahaya, Pindy Susu menurut saya aman karena terdaftar di BPOM. Bahkan, saya sempat mengecek juga lho di website ceknie.pom.go.id. Sewaktu saya masukkan di pencarian merek Pindy, ketemu kodenya yang sama dengan di kemasan permen ini.

Hasil pencarian sewaktu cek kode BPOM Permen Pindy Susu rasa stroberi

2. Tercantum komposisi bahan berikut informasi nilai gizi

Kalau bicara aman dan sehat, tentu urusan yang satu ini juga jadi pertimbangan saya. Permen Pindy ini mengandung gula, sirup glukosa, lemak nabati, bubuk buttermilk 2,47%, lemak susu anhidrat 1,23%, pembentuk gel gelatin sapi, pengental gom Arab, perisa sintetis stroberi/cokelat dan susu, pengemulsi nabati lesitin kedelai, pewarna karmoisin CI14720.

Kandungan Pindy Permen Susu

Lalu kalau di nilai gizinya, Permen Pindy ini tidak mengandung lemak, protein, dan natrium/sodium. Yang ada adalah kandungan kalori di setiap permennya mengandung sebanyak 10kkal, karbohidratnya 2 gram, serta kandungan gulanya 1 gram.

Kandungan Gizi Pindy Permen Susu

Yang pernah saya baca, angka kecukupan gizi Indonesia untuk anak usia 1-3 tahun itu kebutuhan energinya rata-rata hanya 1000 kkal, sehingga kebutuhan gula maksimal hanya 25 gram dalam satu hari. Atau setara 5 sendok teh gula.

Sedangkan pada anak usia 3-6 tahun, kebutuhan energi rata-rata adalah 1550 kkal, atau kebutuhan gulanya tidak lebih dari 38 gram perhari. Atau 8 sendok teh gula.

3. Ada customer services juga kode produksi

Ini juga penting menurut saya. Jangan sampai kan ya kita ngasih sesuatu yang kadaluarsa ke anak. Terus kalau ada apa-apa, kita tahu nih, mau menghubungi siapa terkait produk yang kita konsumsi.


Saya dan Kayyisah sendiri sudah coba Pindy Permen Susu yang asli rasa susu, rasa cokelat, dan stroberi. Kalau teksturnya, yang rasa asli susu ini lebih lembut kenyalnya dibanding yang cokelat dan stroberi.

Dimakan tumpuk tiga gini ini enak banget!

Kami punya versi makan sendiri lho untuk menikmati Permen Pindy Susu. Biasanya, kami tumpuk ketiga rasa berbeda, terus kami hap, makan. Campuran rasa susu, stroberi, sama cokelatnya tuh enak banget.


Nah, ini cerita saya dengan Kayyisah nih kalau urusan pilah-pilih jajanan sehat. Kalau kalian, punya versi seperti apa di urusan memilih jajanan sehat untuk anak?

Comments

  1. Anakku suka banget sama permen Mba, kayaknya kalo dia tahu si Pindy Permen Susu ini pasti bakalan minta dibeliin :)

    tapi setiap habis makan permen pasti kusuruh sikat gigi supaya giginya gak bolong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Bun, habis banyak makan permen memang harus sikat gigi ya.

      Delete
  2. Kalau pindi susu sih jangankan anak, emaknya aja suka banget. Hehehe...
    saya tidak pernah melarang makanan terhadap anak kalau anak mau. Hanya buat saya tetap apapun jangan berlebihan. Terus kalau sudah makan yang manis2 wajib kumur sikat gigi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Teh, apapun emang nggak baik kalau berlebihan...

      Delete
  3. aku juga setelah punya anak jadi rajin ngecek kandungan dalam makanan yang kubeli buat anakku. sebisa mungkin kasih yang bergizi aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha sama Bun, saya juga sejak punya anak jadi makin lebih teliti untuk urusan makanan.

      Delete
  4. Wuihh permen susu kayaknya enak nih,, dulu inget banget iklanya permen pindy imut, enak bergizi hehe.

    ReplyDelete
  5. Permen favorite anak saya, eh sama ibunya juga suka banget. Kalau udah ngunyah pindy susu ini ga cukup 3 wkwkwkw

    ReplyDelete
  6. Anak-anak kalau makan permen harus dijaga dan diperhatikan dulu permennya yah mbak. Kandungan gizinya dan tentunya aman atau tidak. Jadi nggak asal makan permen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, boleh aja makan permen. Asal kandungannya aman, dan setelah makan permen mesti sikat gigi. 😊

      Delete
  7. Asyik ya ada permen tapi sehat jadi kita tidak ragu lagi memberikan permen buat anak-anak eh ibunya juga deng . Setuju, harus selalu melihat kandungan gizinya kalau beli cemilan atau makanan supaya kita nyaman mengosumsinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bun, Pindy ni bikin kita nggak ragu lagi ngasih permen ke anak.

      Delete
  8. Wih, udah lama aku ga makan permen, nanti mau coba permen pindy susu ini 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dicoba Mbak. Enak dan nggak bikin sakit di mulut serta tenggorokan.

      Delete
  9. Jadi penasaran dengan rasa Permen Pindy. Nanti cari di minimarket ah.

    ReplyDelete
  10. Emaknya berfungsi cobain tester prduk jajanan ya. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mas. Sebelum dimakan anak, ortu mesti memastikan dulu. 😊

      Delete
  11. Waaah pindy susu ini emang enak sih, bukan hanya buat anak-anak tapi orang besar seperti saya juga suka bangat hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya buat teman ngeblog Mas. Enak ni permen.

      Delete
  12. Permen Pindy di rumah saya sekeluarga suka. Ya saya, ya ayahnya, ya anak2 hehe. Meski utk anak2 masih saya batasin sih. Saya jg selalu mempertimbangkan halalnya produk dan terdaftar di BPOM utk jajajan anak2 tooosss :D

    ReplyDelete
  13. wah si dede lucu banget makan permennya. udah lama deh aku ga makan permen ini. nanti cari ahh

    ReplyDelete
  14. Kalau ngasih permen sembarangan ke ponakan, besoknya dia langsung batuk parah begitu. Sampai kasihan ngeliatnya. Jadi mesti pintar nyari permen yang terjaga kualitasnya, seperti permen pindy susu ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ni permen enak nggak bikin sakit di tenggorokan.

      Delete
  15. Kalau jajanan tanpa label halal itu kadang jadi was-was dengan kandungan dan bahan pembuatnya ya mbak, jadi penting banget adanya label halal ini buatku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Glutennya itu Mbak kadang yang perlu diwaspadai.

      Delete
  16. Wah kalo ini anak saya doyan sebab ada susunya dan empuk jadi enak diemut

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Postingan Populer

Bikin Asyik Liburan Sambil Kerja dengan ASUS ZenBook UX391UA

Sebuah email yang biasanya bikin saya tersenyum, terbaca di dini hari itu. Buat blogger seperti saya, apalagi, kalau bukan email penawaran kerja sama. Tapi ibaratnya pesawat, senyum saya kena delay. Yang ada di kepala adalah kalkulator waktu dengan menuntut keputusan cepat. Jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Rencananya, saya harus segera menyiapkan sarapan atau bekal rekreasi dengan keluarga besar. Diselingi dengan salat subuh, membangunkan si kecil dan menyiapkan keperluannya, juga sambil masak. Emang lah ya, jadi emak zaman sekarang makin dituntut multitasking. Asal, terus dijaga saja kefokusan dan kewarasannya. Jangan sampai misalnya pas di tempat rekreasi, si kecil minta ke toilet, eh kitanya malah buka bekal makanan. Kan nanti bisa dibilang kurang minum kayak di iklan! Pikir saya waktu itu, ada tiga pilihan kesempatan. Pilih mengorbankan waktu memasak pagi itu, mengerjakannya di sela-sela padatnya waktu kebersamaan berlibur dengan keluarga, atau membe

Liburan ke Planet Mochi Bareng Paddle Pop Meski Sedang Isoman di Rumah

  Nggak pernah terbayang, akhirnya saya dan anak-anak dapat giliran sakit juga di masa pandemi ini. Sebetulnya saya nggak yakin pasti apakah memang benar saya dan anak-anak kena Corona atau tidak. Pasalnya mau tes antingen, tapi nggak cukup punya uang. Duh! Jadi sejak dini hari Minggu tanggal 11 Juli, badan saya demam. Tak berapa lama, perut terasa mual hingga membuat saya muntah-muntah. Di luar dugaan, sulung saya Kayyisah pun terbangun. Dia merasa badannya kedinginan. Selang beberapa jam, ia pun sama seperti saya, merasa mual dan lalu muntah beberapa kali. Saat ke dokter, kami diberi obat paracetamol serta antimual dan sebah. Tidak ada vonis dokter kalau kami terkena Corona. Selang satu hari, giliran bungsu saya Emir mengalami hal yang sama. Suhu badannya naik. Beberapa kali saat minum ASI, ia menunjukkan ingin muntah. Reda demam dan mual, ganti saya dan Kayyisah merasa saluran pernapasan terganggung. Kalau Kayyisah hanya sesekali merasa hidungnya berair dan batuk-batuk, saya

Sebuah Kisah Klasik untuk Laptop ASUS Masa Depan yang Lebih Produktif

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali. Kita berbincang tentang memori di masa itu. Peluk tubuhku, usapkan juga air mataku. Kita terharu seakan tidak berteman lagi. Sayup-sayup dari luar lemari tempatku berada, aku mendengar lagu Sheila on 7. Sepertinya dari televisi. Oh iya, kenalkan dulu. Aku sebuah laptop ASUS Eee PC Flare Series milik seorang blogger asal Lamongan bernama Santi. Sudah sejak sekitar akhir tahun 2011 ia memilikiku. Kembali ke cerita lagunya So7, nggak tahu kenapa ya, aku kok jadi mellow dan teringat persahabatanku dengan Santi. Akhir-akhir ini aku merasa ia sering kecewa padaku. Misalnya saat sedang membuat infografis, dia kerap berujar dengan gemas, “Ayo… Aduh! Ayo dong cepetan.” Sementara tanda panah di layarku begitu berat beranjak mengikuti arah gerak tangannya di touchpad.  Sementara urusan nyawaku yang begitu tergantung dengan kabel charger, itu bagian dari cerita sedih yang kini sudah dianggap biasa olehnya. Dulu, aku adala

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah. Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan? Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya. Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI , singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019. Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investas

Tips Merawat Mukena

Pernah nggak pas salat tarawih berjamaah ternyata bersebalahan dengan orang yang bau mukenanya kurang enak? Hihihi, dijamin, kalau pernah ketemu yang kasusnya seperti ini, pasti selama salat rasanya kurang khusyuk ya? Eit, tapi bagaimana kalau ternyata setelah koreksi diri, kok malah kitanya yang jadi biang kerok ketidakkhusyukan orang lain pas salat? Nah lho, jangan sampai ya! Di saat bulan Ramadan, mukena memang jadi alat salat bagi wanita yang paling sering dipakai. Kalau biasanya mungkin dipakai salat lima kali sehari, saat bulan puasa, mukena bisa jadi dipakai lebih dari lima kali. Apalagi saat bulan Ramadan kali ini bertepatan dengan musim kemarau. Tak jarang, beberapa wanita mengenakan mukena dalam kondisi berkeringat. Bisa ditebak kan ya apa efeknya? Biar salat kita nyaman dan juga tidak mengganggu orang lain saat saat berjamaah yang dikarenakan bau mukena kita, ada beberapa tips nih yang bisa dicoba untuk merawat mukena. Terutama, mukena yang sedang kita

Yuk Liburan Keluarga ke Eropa di Musim Gugur

Musim gugur yang biasanya terjadi di sekitar bulan September Desember konon menjadi saat yang tepat jika ingin berkunjung ke Eropa. Apalagi bersama keluarga dengan mengajak si kecil ke sana. Buat yang begitu mengimpikan untuk bisa ke Eropa pun, masa ini bisa menjadi pilihan yang pas. Di bulan tersebut, daerah yang kerap dijuluki benua biru ini kebanyakan sedang mengalami musim peralihan antara musim panas ke musim dingin. Musim gugur yang sedang terjadi membuat cuaca tak lagi terasa terik. Jika ingin menjumpai suasana yang masih agak hangat, kita bisa berkunjung ke Spanyol, Yunani, atau negara-negara di sekitarnya. Dan jika perjalanan ke Eropa kerap identik dengan biaya yang mahal, hal itu tak begitu berlaku di musim ini. Banyak destinasi wisata di Eropa yang cenderung tak lagi ramai. Sehingga biaya tiket pesawat dan penginapan pun ditawarkan dengan harga lebih murah. Eropa memang memiliki daya tarik tersendiri jika berkaitan dengan wisata. Keindahan alamnya berbeda

Anak Lemas Setelah Sembuh dari Sakit, Ini Dia Cara Memulihkannya

  Melihat anak sudah sembuh dari sakit, rasanya pasti melegakan. Tapi, tentu kita masih merasa sedih saat melihat anak lemas setelah sembuh dari sakit . Rasanya ingin sekali membuat si kecil bisa kembali aktif. Biasanya anak yang habis sakit memang tidak bisa langsung terlihat segar bugar. Apalagi jika selama sakit, ia susah, tak nyaman, dan tidak bersemagat untuk makan. Ditambah lagi jika sakitnya adalah usai menjalani opname di rumah sakit. Anak yang lemas setelah sembuh dari sakit biasanya disebabkan juga karena sebelumnya ia mengalami sakit panas. Biasanya tubuh yang mengalami kenaikan suhu badan akan berefek pada lidahnya yang menjadi putih. Kondisi ini membuat lidah tidak begitu bisa merasakan rasa makanan, bahkan membuat lidah merasa pahit saat mencoba rasa makanan apapun. Nah, untuk mengembalikan kebugaran si kecil setelah sembuh dari sakit, kali ini saya ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi si kecil yang masih lemas setelah sembuh dari sakit. 1. Memb

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala. Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut. Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar. Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya. Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kal

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan. Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan. Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya. Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur. Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdir

Review Jujur Setelah Pakai Rangkaian Scarlett Whitening, Hasilnya Ternyata…

  Beberapa waktu yang lalu, seorang mantan teman kerja posting jualannya di status WhatsApp. Kali ini dia menawarkan produk Scarlett Whitening. Pikir saya, wah, akhirnya dapat juga nih mbaknya produk ini. Yang sempat saya tahu beberapa waktu sebelumnya, ia sempat woro-woro di status WA juga, kalau ia mencari produk ini di Lamongan. Saat ia akhirnya posting di status WA kalau ia kini jualan produk tersebut, saya lalu wapri. Memangnya apa beneran iya produknya ini bagus. Soalnya bagi saya sendiri, nama Scarlett Whitening memang sudah tidak asing lagi. Beberapa teman kerap mengulasnya di media sosialnya. “Iya, Bu. Produknya bagus. Apalagi wanginya. Saya suka banget karena wanginya kalem. Tahan lama lagi baunya,” komentar teman saya tersebut. Karena ikutan penasaran, akhirnya saya browsing juga di mana bisa beli Scarlett Whitening di tempat terpercaya. Uhm, bukannya nggak percaya ke teman sendiri sih. Tapi pas browsing, soalnya ada yang sempat cerita tentang Scarlett Whitening palsu. Jadin