Skip to main content

ASUS Laptopku, Sahabat Bekerja dan Berkaryaku Sejak Dulu



Teman terbaikku adalah orang yang membuatku mampu menunjukkan sisi terbaik dalam diriku (Henry Ford)

Laptop buatku itu kayak sahabat. Ya urusan kerja, ya urusan berkarya. Dan benar tuh kata-kata pendirinya Ford Motor Company. Sejak punya laptop tahun 2008 dulu, aku merasa seperti punya teman yang bisa membuatku menunjukkan sisi terbaikku.

Dari dulu aku suka menulis. Mulai dari yang versinya cerita anak, lalu terjun ke dunia jurnalistik, terus suka nulis yang agak-agak nyastra, sampai sekarang jatuhnya sering ke kegiatan ngeblog.

Semua yang ada di isi kepala terwujud dalam tulisan. Dan laptoplah yang jadi sahabat buatku untuk mewujudkan tulisan yang oke. Apalagi buat urusan ngeblog sekarang ini, produk yang aku hasilkan nggak lagi tulisan semata. Tapi berurusan dengan tampilan visual semisal infografis.

Kalau ngomongin mereknya, dari dulu cintaku cuma sama ASUS. Sampai sekarang sudah dua kali laptopku mereknya ya itu terus. Karena akunya juga tipe orang yang setia (*tsah), jadinya ya ASUS lagi ASUS lagi.

Nih ya, aku kenalin dua sahabatku yang sejak dulu jadi temanku buat urusan bekerja dan berkarya.



Ini laptop pertamaku yang kubeli saat jadi dosen di Batam. Waktu awal punya si triple E 700, banyak orang yang jadinya suka ngelihatin aku dan laptopku tanpa segera berkedip.

Komentarnya biasanya sih kayak gini:
“Ini laptop beneran atau mainan?”
“Warnanya cakep ya.”
“Bisa apa aja?”

Ya sih, ASUS Eee PC 700 memang konon awalnya diciptakan untuk anak-anak. Dan aku punya alasan kenapa waktu itu milih laptop mungil ini.

1. Harganya terjangkau. Maklumlah, waktu itu baru keterima dosen beberapa bulan. Gajian bulanan masih dipakai juga buat bayar cicilan motor. Tapi kebutuhan punya laptop mendesak. Ya sudah, aku milih ASUS Eee PC 700.

2. Memang waktu itu sengaja nyari laptop yang ukurannya mungil karena kondisi pundak yang nggak bisa kena beban berat sejak dulu.

3. Sistemnya pakai Linux Xandros. Biar dikata Linux, tapi pengoperasian segala macamnya simpel banget. Buat aku yang nggak suka ribet, ya langsung berasa klop deh.

4. Kebutuhanku sehari-hari paling buat bikin materi ngajar, slide buat menerangkan di kelas, dan olah nilai. Di lain waktu ngajar, aku butuh laptop buat ngeblog atau bikin tulisan buat ke media. Jadi perlu laptop yang untuk pemakaian biasa saja.

5. Nah, kenapa milihnya kok merek ASUS, ini lewat serangkaian browsing dan kabar sana sini lho. Katanya kalau ASUS itu lumayan nggak gampang rusak. Nggak ringkih. Pun banyak orang menilai kalau laptop ASUS merek yang oke.

ASUS Eee PC 700 akhirnya jadi sahabat karibku untuk urusan bekerja dan berkarya sampai 2011. Bersama dia, aku sudah melalui pekerjaan yang namanya jadi dosen sampai kepala sekolah taman penitipan anak di Lamongan.

Seimut ini lho laptopnya. Foto: dokpri

Malah meski imut begitu, saat jadi dosen, si ASUS Eee PC 700 sudah jadi sahabat setiaku saat ada dalam tim penelitian potensi daerah Kepulauan Riau kerja sama Politeknik Batam dengan Bank Indonesia, lho. Dia jadi sahabatku yang simpel buat dibawa penelitian ke mana-mana.

Lalu untuk urusan berkarya menjadi penulis, ASUS Eee PC 700 sudah jadi sahabatku membuat cerpen anak hingga diterima di banyak media. Mulai dari Kompas Anak, majalah Bobo, Girls, dan Bravo. Belum lagi karya untuk buku antologi.

Hingga suatu ketika, aku merasa harus mengganti ASUS Eee PC 700 dengan laptop lain. Kapasitas memori laptop ini memang nggak besar. Belum lagi perkembangan teknologi yang makin berkembang dan tidak lagi kompatibel dengan sistem ASUS Eee PC 700.



Pertimbangan waktu mau memilih laptop yang ke dua ini masih sama sih seperti saat mau membeli ASUS Eee PC 700. Cuma, ada beberapa hal yang jadi pertimbangan tambahan.

1. Maunya aku tuh nyari laptop yang kapasitas memorinya lebih besar dari ASUS Eee PC 700.

2. Layarnya juga maunya agak lebih besar dari ASUS Eee PC 700 yang cuma punya ukuran layar 7 inc. Maklum, faktor U. Makin tambah umur makin sering kriyepan ni mata.

3. Terus pas browsing laptop ASUS yang cocok dengan poin satu dan dua, aku nemu info tentang keberadaan ASUS Eee PC 1025C Flare Series. Ternyata laptop ini punya kelebihan. Kalau dinyalain GPL alias nggak pakai lama. Cukup dua detik, laptop sudah bisa dipakai.

ASUS Eee PC 1025C Flare Series ini sudah jadi temanku saat dulu ngajar di Kalsel. Dan untuk urusan berkarya, laptop ini sudah menemaniku untuk urusan berkarya di media, bikin buku untuk karya pertama, dan sekarang menemani hari-hariku ngeblog.

Kalau yang ASUS Eee PC 1025C Flare Series ini agak gede ukurannya. Foto: dokpri

Tapi seiring waktu, kembali aku butuh laptop lain yang bisa jadi sahabatku sejalan dalam beraktivitas. Ada beberapa pertimbangan laptop yang aku butuhkan saat ini.

1. Layarnya kalau bisa lebih besar lagi karena yang ASUS Eee PC 1025C Flare Series ini ukuran layarnya 10 inci. Ini beneran faktor U deh ya. Apalagi sering kerja malam dengan penerangan temaram sambil menemani anak tidur. Kalau pas bikin infografis, alamakjang, mata jadi harus kerja ekstra teliti.

2. Pertimbangan lainnya tetap sama sih. Mulai dari ukuran harus ringan sehingga enak dibawa ke mana-mana dan kapasitas memori laptop yang besar. Apalagi sekarang ini aku mulai beranjak hobi bikin konten video anak. Bolak-balik ngedit di hp ternyata agak ribet juga. Maunya sih bisa ngedit di laptop.



Beberapa waktu yang lalu, aku sempat melihat iklan ada laptop ASUS yang bisa diipat-lipet. Ini bukan origami, lho ya. Ini masih ngomongin laptop. Yang aku lihat waktu itu ASUS VivoBook Flip TP410.

Ini bukan laptopnya yang kebalik dan orangnya terus ngetik dari atas lho ya. Tapi memang laptopnya bisa diposisikan seperti ini. Sumber foto: ASUS dot com

Katanya kalau dalam boso londo sono, powerful productivity, expansive visuals. Whoa, ini kok ya pas banget. Lagi nyari temen baru buat urusan produktivitas dan memanjakan mata, lha kok kecantol nemu keterangan ASUS VivoBook Flip TP410.

Ini juga bukan laptop yang salah produksi posisi layarrnya. Tapi memang ASUS VivoBook Flip TP410 bisa diposisikan begini. Sumber foto: ASUS dot com

Laptopnya itu bisa dipakai versi laptop, bisa juga dilipat jadi kayak tablet. Pikirku, kok yo keren punya laptop kayak gini. Njuk jadi ngebayangin, asyik kali ya bawa ni laptop buat ke mana saja sambil ngegarap kerjaan. Nyantai di mana gitu sambil bikin tulisan atau ngedit video.

Seperti biasanya kalau pas sedang ngekepoin suatu benda waktu browsing, khayalanku bisa sampai tingkat internasional. Kira-kira begini deh kerja pikiranku waktu itu.

Fakta ASUS VivoBook Flip TP410, Kelebihan Nomor Satu: Tipis dan Ringan

Bobotnya cuma 1,6 kg. Layarnya ukuran 14 inci dan tipis. Ketebalan layarnya cuma 1,92cm.

Khayalanku:
Kalau bobot segitu sih aman, nyaman, dan bisa sohiban sama pundakku kalau pas ngebawa nih laptop ke dalam ransel buat pergi ke mana-mana.

Fakta ASUS VivoBook Flip TP410, Kelebihan Nomor Dua: NanoEdge Display

Layarnya punya fitur Nanoedge yang memaksimalkan ukuran layar dan meminimalkan ukuran body.

Sumber foto: ASUS dot com

Khayalanku:
Kalau punya laptop ini mataku dijamin nggak siwer lagi kali ya. Terutama pas ngetik saat malam di penerangan temaram. Apalagi buat ngerjain infografis atau ngedit video.

Fakta ASUS VivoBook Flip TP410, Kelebihan Nomor Tiga: Fingerprint Sensor

Dilengkapi fingerprint sensor sehingga ngedukung fitur Windows Hello yang biasanya hanya ada laptop kelas atas. Sign-in ke Windows 10 yang terinstal di laptop ini cuma pakai sentuhan jari. ASUS VivoBook Flip TP410 juga sudah preinstall Windows 10. Terus karena keamanannya pakai figer print, berasa bikin yang punya lebih savety.

Khayalanku:
Kalau di laptopku yang ASUS Eee PC Flare Series sekarang kan laptop langsung bisa dipakai hanya nunggu dua detik saja. Yang ASUS VivoBook Flip TP410 malah lebih keren lagi. Ibaratnya kalau kata orang Jawa, ndudul thok udah bisa langsung siap laptopnya.

Terus zaman sekarang urusan gadget kan bisa urusan sama karya juga. Kalau sampai ada apa-apa, aku sendiri sih bisa merasa lebih nyaman karena nggak ada orang lain yang dengan gampangnya ngotak-atik laptopku.

Fakta ASUS VivoBook Flip TP410, Kelebihan Nomor Empat: Bisa Jadi Empat Mode

Laptop ASUS VivoBook Flip TP410 punya kemampuan flip yang bikin laptop ini bisa jadi punya empat mode. Ada mode media stand, powerful laptop, responsive tablet, dan share viewer.
Keterangan dari kiri ke kanan: mode media stand, shared viewer, responsive tablet, powerful laptop. Sumber foto: ASUS dot com

Khayalanku:
Lha yo, ada laptop kok bisa jumpalitan kayak gini. Bisa ditekak-tekuk sesuai maunya kita. Ya gini ini baru yang namanya sahabat sehati.

Misalnya nih, dia bisa tahu temannya lagi pengen kerja sambil nyandar, ya mode dia bisa dibentuk responsive tablet.  Ini sering banget kejadian di aku. Akunya pengen nyandar, lha laptopnya ada di seberang lautan, eh meja yang kurang terjangkau sama tangan dan pandangan.


Gimana, ikutan mupeng nggak sama ASUS VivoBook Flip TP410? Kalau aku sih pakai banget. Mana apa yang aku pengenin untuk sebuah laptop sebagai sahabat bekerja dan berkarya sepertinya diiyain oleh ulasan beberapa media yang sudah ngebahas laptop ini.

Sumber: ASUS dot com

Doain ya, one day beneran bisa bilang ASUS VivoBook Flip TP410 adalah laptopku. Karena sekali lagi mirip kata Mbah Henry Ford, aku ingin bersahabat dengan sebuah laptop yang bisa menunjukkan sisi terbaikku. Sebagai penulis, blogger, dan kini ingin serius di pembuatan konten video anak.


ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com


Comments

  1. Laptop ASUS memang bandel. Punya suamiku juga tahan banting. Sampe bosen katanya pengen ganti yang model terbaru. :D

    ReplyDelete
  2. saya juga pake ASUS mbak, emang andalan deh laptop yang satu ini :-)

    ReplyDelete
  3. Waah, jadi kepengen punya laptop ASUS juga, selama ini masih pakai PC peninggalan orangtua yang rajin di up grade.

    ReplyDelete
  4. Asus ini aku rekomendasikan juga ke pak suami yang lagi cari laptop baru, karena laptop lamanya sudah 7 tahun setia menemani.. aku minta baca tulisan ini juga.. semoga menjadi pilihannya

    ReplyDelete
  5. Wah itu laptopnya imut banget. Asus ini handalan banget ya. Saya juga pake asus laptopnya. Awet dr thn 2010 smp skrg msh bgs.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda tipis berarti kita Mbak. Kalau yang terakhir itu saya beli tahun 2011.

      Delete
  6. wah pakai Linux ya, asik banget nih, katanya jadi bebas virus. Suamiku juga dulu pakai Asus, keren bingit emang deh, apalagi model yang sekarang. Good luck ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, yang biru itu pakai Linux. Simpel juga pengoperasiannya.

      Delete
  7. Aku pakai hp Asus dan selama ini baik-baik saja hingga akhirnya di copet, dan tertarik dgn Laptot Asus makasih rekomendasi mba

    ReplyDelete
  8. Aku juga suka Asus Mba...enak dipakainya, tp klo punyaku dulu kurang sensi nangkep sinyal internetnya..apa rusak ya..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, iya kali ya Mbak. Soalnya pengalaman dua kali pegang laptop ASUS nggak pernah masalah sama sinyal wifi.

      Delete
  9. Asus memang dari dulu sudah menjadi andalan buat bekerja. Kuat dan kwalitasnya sangat bagus.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih ya sudah berpartisipasi dalam ASUS Laptopku Blogging Competition. Good luck.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Nilai KKM, karena Tiap Anak Punya Kecerdasan yang Berbeda

Buat para orangtua, adakah yang sering kepikiran bagaimana caranya agar anaknya harus dapat nilai bagus? Adakah yang sampai pusing waktu tahu anaknya kok dapat nilai jelek?
Kalau ada yang punya pikiran kayak gitu, yuk, saya kenalin sama yang namanya nilai KKM.
Buat yang belum kenal sih. Tapi kalau sudah kenal juga nggak apa-apa kok kalau kenalan lagi *maksa
KKM apaan sih?
KKM itu singkatan dari Kriteria Ketuntasan Minimal. Nah, udah ada gambaran kan arah pembicaraan saya akan ke mana?
Tapi, sebelumnya saya ceritain pengalaman saya dulu ya waktu ngajar. Jadi kalau urusan nilai anak jelek, sebetulnya yang lieur juga gurunya lho. Malah seringnya, anaknya nyantai kayak di pantai, gurunya yang ngos-ngosan kayak naik gunung menanjak dan berjurang.
Pasalnya, tiap guru sudah membuat standar nilai KKM sejak awal semester. Terus dituntut untuk melaporkan hasil akademik anak didiknya yang standar terendahnya adalah nilai KKM. Dengan waktu yang seringnya pendek, nilai anak didiknya harus berstandar KK…

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…

Cara Menghilangkan Bulu Secara Sempurna Tanpa Harus ke Salon

Bagi kebanyakan orang, khususnya kaum perempuan, keberadaan bulu di tubuh kerap mengganggu penampilan. Untuk menghilangkannya, saat ini sudah cukup banyak ditawarkan berbagai metode tertentu. Salah satunya adalah metode waxing.
Tapi, metode tersebut terkadang tidak cocok untuk tipe kulit tertentu. Salah satunya untuk tipe kulit sensitif seperti kulit saya. Apalagi waxing tuh kan prosesnya sakit banget!
Karena itu untuk urusan menghilangkan bulu di tubuh, saya lalu lebih memilih Veet sebagai solusinya. Fyi buat yang belum tahu nih, Veet adalah krim penghilang bulu dengan inovasi terbaru. Dan kalau kita pakai produk ini, urusan menghilangkan bulu mah jadi lebih mudah.

Veet, Dibuat dengan Kandungan Terbaik
Salah satu kelebihan yang saya suka dari Veet adalah kandungannya. Buat yang kulitnya sensitif, tersedia varian yang mengandung aloe vera serta vitamin E.
Kedua kandungan bahan itu sendiri konon dipercaya bermanfaat banget untuk kulit. Selain mencegah iritasi, aloe vera dan vitamin E bisa…

Penyebab Malnutrisi Hingga Telat Tumbuh Kembang Itu Bernama TB

Di tulisan ini saya ingin cerita tentang masa-masa di saat Kayyisah belum ketahuan penyakit TBnya, juga saat beberapa bulan ia sudah diketahui terkena TB.
Sebetulnya sudah sejak sekitar umur 14 bulan, Kayyisah disarankan untuk menjalani terapi di rehab medis. Saat itu karena perkembangan motorik kasar Kayyisah terlihat lambat.
Di umur setahun, Kayyisah sulit tengkurap, tidak bisa duduk sendiri, apalagi untuk bisa berjalan. Tempurung lutut kakinya saja di usia itu masih belum keras.

Setelah mendapat surat rekomendasi ke rehab medis dari dokter anak, dokter fisioterapi yang saya temui sempat bingung. Pasalnya, suhu tubuh Kayyisah sumeng. Di masa-masa itu, suhu tubuh Kayyisah seringkali berada di angka 38 derajat celcius.
Hingga pada akhirnya, di usia 16 bulan, saya dan suami membulatkan tekad untuk benar-benar serius membawa Kayyisah rutin terapi di rehab medis. Kami memilih RS Muhammadiyah Lamongan sebagai tempat terapi.
Awalnya, Kayyisah dicek sejauh mana kemampuan motorik kasarnya. Saat …

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…