Skip to main content

Teori Mestakung pada Asian Games 2018 yang Menjadi Salah Satu Momentum Menuju Indonesia Maju



Ada hukum alam di dunia ini, di mana suatu individu atau kelompok yang berada pada kondisi kritis, maka semesta atau segala yang ada di sekitarnya akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis tersebut.

Hukum alam yang disebut Mestakung atau singkatan dari semesta mendukung itu saya sadari di suatu waktu usai membaca buku Fisikawan Indonesia, Yohanes Surya. Entah kenapa, teori Mestakung inilah yang terbetik dalam benak saya kala membaca beberapa artikel tentang penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu.

Hukum Mestakung sendiri menurut Yohanes Surya ada tiga poin. Jika dirunut mulai dari bagaimana Indonesia mempersiapkan Asian Games 2018, inilah teori Mestakung yang telah berjalan waktu itu.

Hukum pertama, dalam setiap kondisi kritis ada jalan keluar

Banyak yang tidak tahu, bahwa seharusnya ajang Asian Games 2018 diselenggarakan di Vietnam. Namun Vietnam mengundurkan diri karena merasa tidak siap hingga Indonesia pun maju untuk menggantikannya.

Kesanggupan Indonesia saat itu jauh diikuti dari kata siap. Banyak fasilitas yang mangkrak. Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang di Sentul Jawa Barat adalah salah satunya yang terbengkalai akibat korupsi.

Indonesia bahkan sempat dinilai lambat dalam menyiapkan ajang Asian Games 2018. Hampir saja Olympic Council of Asia atau OCA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games dan mengalihkannya ke negara lain. Tapi Indonesia meyakinkan untuk tetap sanggup menyelenggarakan ajang empat tahunan tersebut.

Bisa dibilang saat itu kondisi Indonesia berada pada titik kritis. Banyak fasilitas belum siap sementara ajang Asian Games makin dekat. Tapi Indonesia tidak menyerah dan tidak memilih menerima tawaran dari OCA.

Pada tahun 2014, bendera Indonesia telah dikibarkan di penutupan Asian Games Korea Selatan, sebagai simbol bahwa untuk berikutnya di 2018 ajang Asian Games akan diselenggarakan di Indonesia. Inilah harga diri dan kehormatan bangsa, Asian Games harus tetap diadakan di Indonesia.

Bendera Indonesia saat dikibarkan di penutupan Asian Games 2014 di Korea Selatan. Sumber foto: dreamers.id

Asian Games sendiri adalah ajang olahraga yang berlangsung empat tahun sekali. Sebelumnya Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962 atau 56 tahun yang lalu. Jadi sangat disayangkan jika kepercayaan momen berharga ini harus dilepas oleh Indonesia.

Hukum ke dua, ketika seorang melangkah maka akan melihat jalan keluar

Mengingat waktu yang makin mendesak, dikejarlah target 76 fasilitas olahraga dan 14 nonfasilitas olahraga untuk ajang persiapan dan kompetisi. Ini termasuk wisma atlet serta light rail transit atau LTR di Jakarta dan Palembang.

LRT Palembang. Sumber foto: Travelingyuk.com

Hasilnya cukup membanggakan. Kini Indonesia punya arena balap sepeda atau velodrome, juga arena pacuan kuda atau equestrian yang kesemuanya berstandar olimpiade.

Tak hanya sarana dan prasarana, kesiapan atlet juga jadi perhatian. Presiden Jokowi sampai mengeluarkan Perpres Nomor 95/2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Dalam Perpres tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga yang didampingi Komiten Nasional Indonesia atau KONI mendapat amanat untuk meningkatkan prestasi para atlet.

Mendekati hari H Asian Games 2018, memang masih tampak beberapa kekurangan di sana sini. Tapi secara keseluruhan, Indonesia dianggap siap untuk mengejar prestasi, membayar kegagalan di ajang SEA Games 2017 yang mengecewakan.

Hukum ke tiga, ketika seorang tekun melangkah ia akan mengalami mestakung

Hasilnya bisa dilihat beberapa waktu lalu. Indonesia berhasil menyelenggarakan ajang Asian Games 2018 untuk sisi sarana dan prasarana. Ajang tersebut telah melibatkan 12 ribu atlet dari 45 negara di 60 cabang olahraga yang berbeda.

Hal itulah yang membuat Indonesia percaya diri dan menawarkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Pujian pun berdatangan dari berbagai negara, termasuk Komite Olimpiade Internasional atau IOC.

“Karena dengan Asian Games ini, dengan kesuksesan besar ini, Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka memiliki semua dasar untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan sukses. Di sini di Indonesia ada kombinasi yang hebat antara keramahan dan efisiensi dan inilah yang menjadi tujuan Olimpiade,” ujar Thomas Bach, Ketua IOC.

Tak hanya prestasi pada kesuksesan sebagai penyelenggara, harga diri Indonesia sebagai tuan rumah dibuktikan dari naiknya peringkat Indonesia di ajang Asian Games 2018. Jika sebelumnya Indonesia hanya mencapai peringkat ke-17, kemarin prestasi Indonesia melejit hingga peringat empat. Pencapaian kemarin sungguh melewati harapan dan target yang sebelumnya dibuat.

Hasil akhir perolehan medali di Asian Games 2018. Sumber foto Kompas Bola

Akhir cerita dari Asian Games 2018 secara tak langsung membuka mata banyak orang. Bahwa hasil tak pernah mengkhianati kerja keras. Dan ketekunan selalu membawa hasil yang memuaskan.

Tak heran jika Presiden Jokowi lantas menjadikan momen Asian Games 2018 sebagai langkah menuju Indonesia maju. Ada beberapa hal yang menjadikan Asian Games sebagai bagian dari momentum Indonesia menuju negara maju.

Momentum pertama adalah tentang pembangunan infrastruktur. Dalam perayaan Natal bersama tingkat nasional di Desember 2017, Presiden Jokowi dalam sambutannya pernah mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang mengarungi perjalanan menuju negara maju. Perjalanan itu dilakukan dengan membangun infrastruktur di seluruh penjuru tanah air.

Bidang olahraga adalah salah satu infrastruktur yang diperhatikan. Jadi, penyelengaraan Asian Games sebetulnya bukanlah kemewahan sia-sia atau ajang kebanggaan seperti yang dituduhkan segelintir orang. Karena pembangunan sarana dan prasarana penunjang Asian Games adalah bagian dari upaya Indonesia menuju arah negara maju.

Momentum ke dua adalah tentang peningkatan SDM. Kesuksesan Indonesia meraih peringkat ke empat dalam Asian Games 2018 adalah bagian dari bukti hasil setelah serangkaian upaya pemerintah memerbaiki kualitas SDM para atlet nasional.

Prestasi adalah bonus bagi mereka yang telah berupaya maksimal. Tak sedikit juga para atlet yang bercerita bahwa prestasi mereka tak lepas dari bagaimana mereka telah berlatih keras sejak jauh-jauh hari.

Jonatan Christie, atlet peraih emas pada nomor tunggal putra bulu tangkis pun mengatakan, bahwa sejak kecil ia telah berlatih keras untuk menjadi seorang pebulu tangkis. Tak jarang ia berlatih sejak pukul empat pagi.

Jonatan Christie. Sumber foto: Sport Tempo

Modal kerja keras yang terlihat di saat sebelum dan pada masa Asian Games yang dilakukan oleh banyak pihak itulah yang menjadi kunci kesuksesan Asian Games 2018 di Indonesia.

Bercermin dari momen tersebut, maka perlu kerja keras dan upaya maksimal dari seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Karena label negara maju tak bisa diraih hanya dari hasil kerja keras segelintir orang.

Ada pepatah yang mengatakan, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jiwa yang kuat inilah yang menjadi modal bagi Indonesia menjadi negara besar. Jiwa yang kuat tak hanya dari para atlet yang sehat. Akan tetapi juga diperlukan dari seluruh bangsa Indonesia.

Prestasi Indonesia yang membanggakan dalam Asian Games 2018 diharapkan Presiden Jokowi dapat menjadi semangat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Itulah yang disebutkan dalam pidatonya saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

“Saya yakin semangat berprestasi ini juga membara di seluruh lapisan masyarakat dan di seluruh profesi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”

Negeri yang dimaksud Presiden Jokowi itu sendiri tersebut dalam Alquran surat Saba’. Negeri Saba’ pernah ada dulunya di daerah Yaman, sebuah negeri yang subur alamnya dan penduduk yang selalu bersyukur atas nikmat yang mereka terima. Negeri yang kaya dengan penduduk yang berkualitas baik.

Negeri Saba’ dapat menjadi gambaran negara maju yang diharapkan dari Indonesia kelak. Sebuah negara yang memiliki kekayaan alam sejak dulu hingga nanti, memiliki kemakmuran, serta bangsa yang berkualitas baik.

Keberhasilan Asian Games 2018 diharapkan dapat terus diingat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahwa kita pernah berusaha maksimal serta berhasil. Dan apapun yang dihadapi Indonesia kini dan dan nanti, tujuan menjadi negara maju harus tetap ada di depan dengan perlunya segenap elemen bangsa untuk terus berusaha dan bergerak seperti hukum Mestakung. 

Comments

  1. MOment Asian Games masih melekat banget nih

    ReplyDelete
  2. Aku bangga dan bahagia banget turut serta langsung memeriahkan Asian Games kemarin. Apalagi ya Indonesia meraih peringkat ke 4 dan ini pencapaian luar biasa banget.

    ReplyDelete
  3. Asian games euforia bisa smpi keseluruh masyarakt indonesia y ngena bngt.. antusias dn dukungannya solid kyk gk mau brakhir waktu nyaksiin sendiri k GBK

    ReplyDelete
  4. Awalnya saya kaget pas Indonesia menjadi tempat penyelenggara Asian Games, waswas gitu mbaa.. Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar, banyak pemuda pemudi yg membawa nama bangsa pula, bahagia!!

    ReplyDelete
  5. Turut bangga dan bahagia atas keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, ditambah prestasi para atlit yang telah berjuang hingga berhasil menjadi tempat besar. Hebat! Yo..yo..ayooo..yo..yo..yo.. :)

    ReplyDelete
  6. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, setiap kita melangkah pasti ketemu pintu keluar.. ahh suka dengan kalimat2 tersebut. Penyemangat banget.

    ReplyDelete
  7. Alhamdullilah ya, Indonesia melampui target masuk 4 besar

    ReplyDelete
  8. Melangkah dan tekun poinnya ya mbak. Gak cuma berlaku buat Asian Games tapi jg buat aktivitas kita. Wah seneng deh pagi2 baca postingan penyemangat kyk gini TFS :D

    ReplyDelete
  9. Bangga luar biasa juga pun hanya ikut berpartisipasi melalui live tweet. Indonesia!

    ReplyDelete
  10. Keren ya... Asian Games bisa membuat Indonesia membuat fasilitas yang kesemuanya berstandar olimpiade.

    ReplyDelete
  11. Ulasannya sangat mendalam mba.. ada hikmah saat vietnam akhirnya mengundurkan diri menjadi tuan rumah, Indonesia menerima dengan niat untuk branding sebagai bangsa yang mampu.. dan ternyata memang mampu.. ini semua berkah kerja kolektif bersama ya mba

    ReplyDelete
  12. Bangga dengan Indonesia baik penyelenggaraannya juga prestasinya. banyak yang dipecahkan dan yang paling penting, Asian Games sedikit meredakan suhu politik di Indonesia kan ya

    ReplyDelete
  13. Asian Games 3018 meninggal kesan YG mendalam. Saya suka.

    ReplyDelete
  14. bener nih..kalau kita psootif thinking dan berusaha..percaya mestakung itu ada

    ReplyDelete
  15. mestakung alias semesta mendukung ya. Konsep yang sangat menarik karena bisa membuat yang ngga mungkin jadi mungkin!

    ReplyDelete
  16. Kuncinya tekun yaaa. Kalau kita tekun dan terus berdoa, insya Allah mestakung :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…