Cara Aman Membersihkan Telinga Anak

Post a Comment
Cara membersihkan telinga anak yang penuh kotoran dengan cara aman

Urusan membersihkan telinga anak terkadang bisa dibilang tidaklah mudah. Bisa jadi anak banyak tingkah. Atau, kita kurang bisa melihat dengan pasti di mana letak kotoran yang harus dibersihkan. Bahkan meski sudah ada yang membantu memegangi senter, tetap saja masih susah.

Kalau tidak tepat, anak bisa kesakitan. Atau seperti kejadian yang pernah dialami temannya anak saya. Saat membersihkan telinga anaknya, entah bagaimana, yang ada malah keluar darah dari telinga anaknya.

Sebetulnya ada obat pembersih telinga yang beredar di apotek dan bisa dibeli tanpa resep. Namun terkadang obat-obatan ini malah membuat sakit telinga. 

Pernah saya membeli obat pembersih telinga yang dijual bebas di apotek. Setelah diteteskan, kotoran di telinga saya malah seperti bertambah. Telinga malah berkurang pendengarannya. Lalu, ada rasa nyut-nyut di telinga bagian dalam.

Itu yang saya rasakan sebagai orang dewasa. Nah, bagaimana jika itu malah terjadi pada anak-anak? Kan bahaya! 

Apalagi telinga adalah organ vital. Jika tidak tepat penanganannya, yang ada malah fatal akibatnya. Bisa-bisa terjadi cedera telinga, dan kita tidak bisa mendengar lagi.


Masalah Pendengaran Anak yang Berkurang

Awalnya, saya sering menemui kotoran mudah keluar di telinga anak saya, Emir. Sudah dibersihkan dengan cotton bud, eh, selang beberapa hari kemudian keluar lagi.

Lalu suatu ketika, ia sakit gondongan. Pipi di dekat telinganya membengkak. Saat sakit gondongannya selesai, saya amati Emir jadi sering kurang bisa mendengar.

Jika diajak berbicara, ia sering harus mendekatkan telinganya dulu. Alhasil, saya jadi sering seperti Tarzan di rumah, suka berteriak-teriak karena Emir kurang bisa mendengar.

Akhirnya saat sedang periksa ke dokter ketika ia sakit flu, saya bilang sekalian tentang masalah telinganya. Dokter pun lalu memeriksa telinga Emir. 

Ternyata benar saja, kata dokter telinganya yang sebelah kanan sangat kotor. Begitu juga telinga yang sebelah kiri. Cuma saja, telinga sebelah kanan lah yang paling parah.

Dokter lalu meresepkan cairan pembersih telinga. Sewaktu periksa, saya menggunakan BPJS. Obat ini bisa saya tebus tanpa membayar sedikitpun.

Jadi selama seminggu, telinga Emir harus ditetesi cairan tersebut. Cara pakainya, obat ini diteteskan tiga kali sehari.

Setelah seminggu, anak saya diminta kembali untuk kontrol. Dokter akan mengecek apakah telinga anak saya sudah benar-benar bersih atau masih harus disemprot cairan pembersih.


Membersihkan Telinga dengan Cairan Pembersih Khusus

Nama obat tetes yang dipakai untuk membersihkan telinga anak saya Emir ini adalah Hydrogen Peroxide 3%. Untuk meneteskan ke telinga, kita akan dikasih juga pipet panjang.

Cairan untuk membersihkan telinga anak dengan cara aman

Sebelum meneteskan obat ini, sediakan dulu tisu, cotton bud, juga penerang atau senter. Posisikan anak dalam posisi tidur menyamping, dengan telinga yang akan dibersihkan menghadap ke atas.

Cara memakainya cukup mudah. Kita tinggal ambil cairan menggunakan pipet, lalu teteskan ke telinga anak hingga terlihat cairannya memenuhi rongga telinga. Jadi tidak ada ukuran berapa mili atau berapa banyak cairannya. 

Nanti setelah diteteskan, cairan ini akan naik ke atas seperti berbusa. Semakin kotor telinga anak, busa yang keluar semakin banyak. Bahkan meski berkali-kali dilap dengan tisu, jika telinga sangat kotor, busanya ini bisa terus naik ke atas atau keluar telinga.

Biasanya awalnya anak merasa geli. Karena saat cairan ini diteteskan, sensasinya seperti telinga yang dirambati banyak hewan dan bergerak di dalam. Jika telinga kotor dan terasa gatal, nah, cairan ini rasanya bisa membuat telinga jadi lega karena gatal di telinga seperti ketemu cara menggaruknya.

Manfaat cairan Hydrogen Peroxide 3% ini memang membuat kotoran di telinga jadi melunak. Kotoran pun jadi mudah keluar dengan sendirinya.

Biasanya saya meneteskan cairan ini ke telinga anak dan menunggunya selama sekitar lima menit. Jika sudah, anak saya minta bangun dan duduk miring, dengan telinga yang dibersihkan menghadap ke bawah. Saya letakkan dulu tisu di telinga untuk menampung cairan pembersih yang keluar dari dalam telinga.

Membersihkan telinga anak yang kotor dengan aman

Karena cairan ini isinya 100 ml, kami yang orang dewasa di rumah pun jadi ikut mencobanya. Lumayan, gara-gara anak yang telinganya tersumbat kotoran, anggota keluarga yang lain yang bisa ikutan numpang membersihkan telinga! Hahaha...

Setelah seminggu, kami pun kembali ke dokter untuk kontrol. Alhamdulillah, kata dokter telinga anak saya Emir sudah jauh berkurang kotorannya. Anak saya sendiri pun mengaku jika pendengarannya sudah lebih jelas. 

Di dokter, telinga Emir tetap disemprot dengan cairan pembersih dengan menggunakan alat suntik yang tidak ada jarumnya. Hanya sedikit kotoran yang keluar karena memang selama seminggu sebelumnya, sudah sangat banyak kotoran yang keluar berkat cairan Hydrogen Peroxide 3%.

Jadi kalau anak telinganya kotor, sampai pendengarannya terganggu, jangan ditangani sendiri ya. Bawa saja ke dokter. Karena ada cara aman dan mudah membersihkan telinga anak yaitu dengan menggunakan Hydrogen Peroxide 3%. 

Dari pada membersihkan sendiri dengan cotton bud, kan bahaya!

Related Posts

Post a Comment

Popular