Skip to main content

Sebuah Kisah Klasik untuk Laptop ASUS Masa Depan yang Lebih Produktif

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali. Kita berbincang tentang memori di masa itu. Peluk tubuhku, usapkan juga air mataku. Kita terharu seakan tidak berteman lagi.

Sayup-sayup dari luar lemari tempatku berada, aku mendengar lagu Sheila on 7. Sepertinya dari televisi.

Oh iya, kenalkan dulu. Aku sebuah laptop ASUS Eee PC Flare Series milik seorang blogger asal Lamongan bernama Santi. Sudah sejak sekitar akhir tahun 2011 ia memilikiku.


Kembali ke cerita lagunya So7, nggak tahu kenapa ya, aku kok jadi mellow dan teringat persahabatanku dengan Santi. Akhir-akhir ini aku merasa ia sering kecewa padaku.

Misalnya saat sedang membuat infografis, dia kerap berujar dengan gemas, “Ayo… Aduh! Ayo dong cepetan.” Sementara tanda panah di layarku begitu berat beranjak mengikuti arah gerak tangannya di touchpad. Sementara urusan nyawaku yang begitu tergantung dengan kabel charger, itu bagian dari cerita sedih yang kini sudah dianggap biasa olehnya.


Dulu, aku adalah laptop yang dipilihnya setelah ia banyak menimbang ini dan itu. Selain karena badanku yang kecil dan tak akan membuat bahunya sakit saat membawaku, ia juga memilih karena kemampuanku yang bisa stand by untuk waktu lama.

Tapi saat Santi menggunakanku untuk menggarap blog di waktu-waktu malam hari, ia kerap lupa membiarkanku hingga bateraiku habis dengan sendirinya. Anaknya yang saat itu mulai sakit TB tanpa ia sadari, kerap tidur gelisah sementara Santi sedang tekun menggarap tulisan.

Santi lalu meninggalkanku untuk menemani anaknya tidur. Dan aku dilupakannya dengan baterai yang terus berkurang hingga habis. Andai saja aku punya kemampuan membangunkan Santi yang ketiduran, mungkin kondisi bateraiku selamat. Dan target demi target Santi untuk menggarap tulisan bisa tercapai

Lama-lama, kemampuan nyawaku terus menurun. Lalu akhirnya aku selalu bergantung pada kabel charger hingga sekarang.

Aku pun kini tidak bisa mengeluarkan suara lagi. Speakerku rusak, hanya bisa bersuara saat Santi memasang kabel headset. Gara-garanya, ia kerap memperlihatkan video untuk anaknya dengan volume maksimal. Berjam-jam. Ditambah lagi-lagi dengan membiarkan bateraiku sampai habis. Saat itu aku jadi teman anaknya sementara ia sedang sibuk memasak atau mencuci.

Ya, aku telah lelah. Mungkin suatu waktu di saat ia sudah memiliki penggantiku, aku juga akan menangis. Seperti ketika aku bertemu si mungil ASUS Eee PC 700 pendahuluku yang pernah dimiliki Santi dan kini masih tersimpan di dalam lemari.


Katanya ASUS Eee PC 700 sih, dia dulu juga jadi soulmatenya Santi. Tapi karena kapasitas memorinya tidak besar, sementara kebutuhan Santi makin hari makin menuntut lebih, akhirnya ia aku gantikan.

Bersenang-senanglah. Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah. Kar’na waktu ini yang ‘kan kita banggakan di hari tua.


Dulu denganku, Santi bisa mengerjakan banyak hal. Aku menjadi temannya sejak ia mengajar di Kalimantan Selatan, menemaninya untuk segala urusan pekerjaannya.

Aku pun menjadi temannya untuk mengerjakan naskah kepenulisan. Mulai dari cerita anak yang terbit di media, hingga naskah buku cerita anak yang akhirnya berhasil diterbitkan.


Saat punya anak, aku kerap jadi teman untuk anaknya. Aku sering dipakai untuk menayangkan video, terutama ketika anaknya sedang makan. Saat anaknya Santi kena TB dan waktu itu belum ketahuan, anak itu susah makan. Sebagai pengalih perhatian, akhirnya akulah yang Santi gunakan.

Ketika Santi lalu lebih menekuni dunia blogging, aku jadi teman yang hingga kini menemaninya berkarya. Yang aku senang, saat tahu kabar Santi bisa menang lomba blog. Yah, meski ia belum pernah menjadi juara tiga besar. Tapi aku yakin, suatu saat insyaAllah itu bisa diraihnya.

Kalau saja suatu saat aku tak terpakai lagi olehnya, paling tidak aku pernah melewatkan banyak hal berharga yang membanggakan. Aku yakin, Santi pasti mengingatnya seperti ia juga masih ingat kebersamaanya dengan ASUS Eee PC 700 ketika menjadi dosen di Batam.

Sampai jumpa kawanku. S’moga kita selalu. Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Akan ada masanya aku akan mengatakan sampai jumpa dengan Santi. Tak lagi menemaninya, dan hanya akan berjumpa dengannya saat ia melihatku yang masih tersimpan di lemari.

Bila saat itu datang, penggantiku pastinya sebuah laptop yang bisa membuat Santi lebih produktif. Sebuah laptop yang nggak sebentar-sebentar ketergantungan sama kabel charger.


Yang nyaman saat dipakai ngetik lama. Soalnya Santi itu kalau ngetik bisa sampai enam jam lebih terutama saat dia ngelembur.


Yang nggak lagi lemot kursornya jika diajak membuat infografis. Bisa membuat Santi mengedit video seperti yang ia harapkan beberapa waktu terakhir ini dan tidak bisa aku lakukan. Dan, ia juga dapat menjadi teman bersama anaknya untuk menyaksikan video anak-anak atau media belajar.


Sebuah suara bersenandung menyela ceritaku. "Tahukah laptop yang kau suka. Tahukah laptop yang kau sapa. Tahukah laptop yang kau tuju. Itu aku…"

Iya deh iya, sekarang gilirannya aku ceritain kamu deh! Dari tadi ikut nongol melulu waktu aku cerita.

Jadi gini, saudaraku yang nambah nyanyian lain lagunya Sheila on 7 barusan itu namanya ASUS X555. Dari pengamatanku di dunia ASUS, kayaknya laptop ini yang aku rasa pantas jadi penggantiku dan kemampuannya sangat Santi butuhkan.


Selain kelebihan yang tadi sudah dia curi tayang selama aku cerita, ada beberapa lagi hal keren dari saudaraku ini.



Mungkin diriku masih ingin bersama kalian. Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian.

Dari hati kecilku yang paling dalam sebagai sebuah laptop, sejujurnya aku akan berat jika suatu saat harus berpisah dengan Santi. Tapi sebagai seorang sahabat, tentunya harus senang jika ia bisa jadi sosok yang lebih produktif.

Nggak apa-apa deh. Yang penting jiwaku tetap ada di hatinya. Dengan segala kenangan yang pernah ada. Dan dengan nama ASUS yang pastinya akan kembali Santi pilih untuk sahabatnya dalam berkarya.


NB: Buat penggantiku, kamu sudah ditungguin tuh sama baju baru hasil menang live tweet waktu Santi liputan di sebuah acara hari Kamis tanggal 20 September kemarin. Kalau aku yang lebar layarnya 10 inc ini pakai sih, jelas kebesaran ya kan?


Comments

  1. Jadi ingat leptop Asus biruku, dia sangat tangguh. Udah kurang lebih 6 tahun menemaniku, dan sekarang yang berubah adalah gak bisa lepas dari chargeran karena batrai soak. Hem, sepertinya butuh leptop Asus tangguh yang baru juga nih..

    ReplyDelete
  2. Bener banget laptop itu ibarat teman baik yang selalu bersama kita ya. Menemani kita ketika dalam banyak momen kehidupan. Andai laptop bisa bicara, doi lebih tahu siapa kita layaknya sahabat ya. Salfok sama cover laptop nya cakep banget.

    ReplyDelete
  3. Wah hebanya, laptop yang sudah menjadi teman untuk mengerjakan naskah kepenulisan. Mulai dari cerita anak yang terbit di media, hingga naskah buku cerita anak yang akhirnya berhasil diterbitkan. Semoga sukses, kakak.

    ReplyDelete
  4. saya juga pengen punya laptop ini mbak, sepertinya laptop ini menjawab semua kebutuhan saya

    ReplyDelete
  5. jadi baper aku mbak, gara2 SO7 hayo tanggung jawab wkwk
    keren banget emang asus
    ini laptop aku juga dan tahan banting
    semoga sukses lombanya mbak..

    ReplyDelete
  6. Wah ternyata penulis cerita anak, keren2. Laptop tu emang senjata seorang penulis ya mbak. Kalau gak ada laptop kyknya bakal susah berkarya :D

    ReplyDelete
  7. Wahhh keren nih laptop Asus, jadi ingat laptop asus punya adik ipar yang tangguh banget, udah lama dipake tapi "bandel"

    ReplyDelete
  8. Kisah klasiknya membuat aku teringat akan handphone kesayangan yang sudah hampir 5 tahun. Merupakan handphone pertama dan hasil keringat sendiri dan bangga sekaligus sayanga banget saat harus berpisah karena rusak huhu... aish jadi curcol nih.. apapun pilihannya tetap berkarya ya mba!

    ReplyDelete
  9. Itu si Asus X555 keren bangat ya banyak sekali keunggulannya layak dimiliki untuk dukung segala kerjaan dan kegiatan ngeblog.

    ReplyDelete
  10. Aku juga pengguna asus dan sedang mupeng dengan ASUS x555 ini semoga dapat rezeki agar bisa memiliki yang baru.... hehe

    ReplyDelete
  11. Semoga dapet laptop baru mbak..emang nyenengin banget speknya. Semoga makin produktif

    ReplyDelete

  12. Speknya bagus banget ya kak. . Ngiler nih aku. .

    Btw.. Aku sama suami juga pilih asus buat nemenin nulis loh.. Hha.. FYI aja sih pdahal gak ada yg nanya yaa.. Wkwk

    ReplyDelete
  13. Laptopnya imut, Aku pengen juga laptop mini kaya punya mbk ika. Tapi kalau urusan kelegaan aku suka yang laya lebar mbk.. Wah, bagus ya Asus X555 ini..

    ReplyDelete
  14. Saya udah lama pingin punya leptop ASUS. Baca postingan ini, tambah deh pinginnya, hehe. ASUS emang keren, dan handal pastinya. Saya membuktikannya, baru punya hp nya. Lagi nabung untuk ganti leptop yang sekarang dgn leptop ASUS

    ReplyDelete
  15. Bersenang senanglah dengan laptop Asusnya sekarang, sebentar lagi Asus baru datang, iyaaah seneng banget deh pakai Asus, selalu mengembangkan teknologinya, jd selalu update dan penggunakanya jd gak kudet yaa

    ReplyDelete
  16. Semoga si X555 segera datang ke pelukan ya mbaa... biar segera bisa pake baju yang sudah disediakan itu. Good luck.

    ReplyDelete
  17. wah... dari asus ke asus. Benar-benar kesetiaanmu pada asus luar biasa mbak. sudah tidak bisa berpaling ke merek lain ya karena benar2 sudah nyaman dengan asus. salut.

    ReplyDelete
  18. tulisan ini unik banget. jadi, bukan manusia pemilik asus yang bicara tapi si asus notebook yang bicara tentang tuannya yang mencintai merek asus. keren idenya. semoga menang

    ReplyDelete
  19. Unik cara penulisannya, Mbak. Dari sudut pandang laptop. Dan laptop yang lama gak cemburu yang kalau sampai digantikan yang baru :D

    ReplyDelete
  20. Makasih ya Asus-nya mbk santi yg sudah mengenalkan asus x555 ke aku. Dan aku pun jd pengen punya juga, secara punya keistimewaan banyak gitu....*hahay

    ReplyDelete
  21. Asus Eec ini yg imut itu kan ya mba. Semoga menang yaaa.. ceritanya menarik

    ReplyDelete
  22. Naksir sama ketahanan baterainya, karena aku orang yg males banget sering2 ngecharge :)))

    ReplyDelete
  23. Kereeen! gegara baca judulnya aku langsung nyanyi, lagunya So7 sebuah kisah klasik untuk masa depan hehehhe

    ReplyDelete
  24. Asus ini awet..sodara banyak yang pakai soalnya, cocok untuk blogger kayak kita ya mbak.

    ReplyDelete
  25. Saya juga utk laptop dr asus ke asus. Ini aja saya blm ganti notebook asus dah hampir 10 tahun masih awet dan bandel.

    ReplyDelete
  26. Suka baca ceritanya Mbak Santi. Point of viewnya beda. Smg dapat laptop asus yang baru ya Mbak. Biar bisa makin produktif bloggingnya

    ReplyDelete
  27. Kyuut~
    Si laptop bisa bercerita yaa...
    Dan sungguh ASUS user sejati...

    Semoga berjodoh dengan Asus X555.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  28. Hai Asus Eee PC..kamu punya sepupu di rumahku yg sangat kudayang lho..si Marun namanya.. Dia bandel juga performanya sptmu dulu.. Oya salam untuk Kak Santi, semoga sukses berkarya dan berjodoh dgn Asus baru nya ya...

    ReplyDelete
  29. Aku juga punya laptop kuat dan tangguh. Seumuran anakku. Yg SMP. Tapi gak bisa dibawa2 harus standby sebab kalo goyang, bisa error. Salam ya buat Santi

    ReplyDelete
  30. alamak pake lirik lagunya S07 kreatif mba :) sebagai sheila gank kusenang bisa baca lirik2 lagu So7 bisa dipadupadankan jadi tulisan ini mantapp :)gudluck mba

    ReplyDelete
  31. Aku suka aku suka... Ngacung deh saya Sheila genk yang gagal move on. Dan karena postingan ini ikutan gagal move on dari ASUS

    ReplyDelete
  32. Kisah klasik sama Laptop. Itu Laptopku jg kudu nyolok sama charger. Rasanya mau ganti baru aja. Pilihannya ke ASUS

    ReplyDelete
  33. Laptop idaman banget yaa asus ini. Cocok buat blogger kekinian 👍

    ReplyDelete
  34. aku juga pakai laptop asus
    tapi belum upgrade lagi ke yang baru nih
    mau juga nanti ah test2 gitu asus baru

    ReplyDelete
  35. Asus memang mendukung banget kita dalam berkeja dan berkarya ya Mba Sus, apalagi kalau didukung kemampuan yang mumpuni. Jadi semangat dan giat terus pastinya.

    ReplyDelete
  36. Duh si ASUS sudah banyak jasanya ya untuk mba Santi, mungkin sudah lelah tapi ternyata banyak kenangan yang dilalui bersamanya ya

    ReplyDelete
  37. Yasalaam, bisa bangett paka ilagu sheila ihh. Hahaaha. Semoga bisa dapatin laptopnya, Mbak. Biar makin produktif, buat lembur2.

    ReplyDelete
  38. Aku pengen punya laptop Asus ini dan sampai skarang belum terwujud. DOain ya aku juga biar bisa punya. Soalnya laptop aku harus diganti nih

    ReplyDelete
  39. Dulu aku pakai ASUS Eee PC Flare Series warna ungu mbak. Masih ada sih sampai skr tapi gak pernah dipakai lagi, maunya punya ASUS terbaru aja :)

    ReplyDelete
  40. Eh itu Asus Eee PC 700 nya imut imut ya, warnanya juga asik. Aku lagi nyari lepi nih. keknya seri terbaru ini bagus speknya :)

    ReplyDelete
  41. Nah iya, ribet banget ya kalau laptopnya harus dibarengin dengan chargernya terus, kurang praktis. Memang sudah saatnya beralih ke ASUS, ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  42. Dengan dukungan gadget yang oke, bisa bikin kita semakin produktif ya mba. Reviewnya lengkap. Good luck mba.

    ReplyDelete
  43. Ikut sedih deh baca kisah si ASUS Eee PC Flare ini, tapi mungkin memang saatnya dia istirahat ya Mbak, atau dapat Nyonya baru?

    Anyway, moga X555 jadi milik Mbak yaaah ;)

    ReplyDelete
  44. Hmm anakku juga susah makan nih Mba, kadang khawatir kena TB walau pas ke dokter nggak diminta cek TB. Btw, ternyata pemakai setia ASUS ya ^_^

    ReplyDelete
  45. kreatif pake ide lirik S07, jadi berasa nostalgia. Aamin aamin dpt laptop pengganti untuk masa depan yaa

    ReplyDelete
  46. Lucu buuu
    Sudut pandang tulisannya.
    Fresh !
    Baru kali ini baca jenis tulisan begini.
    Hiks. Aku merasakan kesedihan laptop. Harus terus bergantung pada charger.

    ReplyDelete
  47. sukaaa dengan caramu bercerita, mbak. Eh mbak apa laptop nih. Heheheh.
    Good luck yaa

    ReplyDelete
  48. Laptop idamaaaann bangeett niii, pernah pegang dan mauuu kl dikasih

    ReplyDelete
  49. Semoga langgeng terus karena makin produktif dengan ASUS. Ciptakan konten berkualitas.

    ReplyDelete
  50. Kasusnya sama nih, Mbak. Notebookku mulai kolaps ya gara-gara dulu pas ngerjain skripsi tahu-tahu aku ketiduran. Pas bangun sudah mati. Untung saja bisa menyimpan otomatis. Kalau nggak bisa salto deh diriku karena revisian belum kesimpan.

    ReplyDelete
  51. Aku juga pakai ASUS X201E, ultra tipis dan mungil dikelasnya, zaman dulu, tahun 2013.
    Itulah alasan aku membelinya, mungil dan ringan namun bisa diandalkan.

    Kalau ntar harus ganti, ASUS X555 ini bisa jadi pertimbangan ^^

    ReplyDelete
  52. mba pernah jadi dosen dibatam yach , dimana mbak? salam kenal dari batam. Emang sekarang punya kaptop tangguh sudah jadi kebutuhan yak apalagi yg hobi nulis

    ReplyDelete
  53. Santiii...ini adalah postingan yang pertama aku baca dengan versi cerita sang benda. Santi sangat brilliant melahirkannya sebagai sebuah cerita. Aku jadi iri sekaligus kagum. Daya imaginasinya luas dan kuat. Mungkinkah aku bisa mengikuti sepersekian persen saja kelihaiannya mengolah cerita bersama benda yang selalu menemaninya beraktivitas di dunia maya? Santi memang pinter nih melahirkan ide menarik. Enak dibaca sampe bunda membacanya dua kali bukan karena gak ngerti, tapi karena kagum dengan idenya Santi. Salut.

    ReplyDelete
  54. Aku pun tim bergantung dengan kabel charger, klo ga dicolok blm sampai 5 menit udah mati aja :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…