Skip to main content

Sebuah Kisah Klasik untuk Laptop ASUS Masa Depan yang Lebih Produktif

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali. Kita berbincang tentang memori di masa itu. Peluk tubuhku, usapkan juga air mataku. Kita terharu seakan tidak berteman lagi.

Sayup-sayup dari luar lemari tempatku berada, aku mendengar lagu Sheila on 7. Sepertinya dari televisi.

Oh iya, kenalkan dulu. Aku sebuah laptop ASUS Eee PC Flare Series milik seorang blogger asal Lamongan bernama Santi. Sudah sejak sekitar akhir tahun 2011 ia memilikiku.


Kembali ke cerita lagunya So7, nggak tahu kenapa ya, aku kok jadi mellow dan teringat persahabatanku dengan Santi. Akhir-akhir ini aku merasa ia sering kecewa padaku.

Misalnya saat sedang membuat infografis, dia kerap berujar dengan gemas, “Ayo… Aduh! Ayo dong cepetan.” Sementara tanda panah di layarku begitu berat beranjak mengikuti arah gerak tangannya di touchpad. Sementara urusan nyawaku yang begitu tergantung dengan kabel charger, itu bagian dari cerita sedih yang kini sudah dianggap biasa olehnya.


Dulu, aku adalah laptop yang dipilihnya setelah ia banyak menimbang ini dan itu. Selain karena badanku yang kecil dan tak akan membuat bahunya sakit saat membawaku, ia juga memilih karena kemampuanku yang bisa stand by untuk waktu lama.

Tapi saat Santi menggunakanku untuk menggarap blog di waktu-waktu malam hari, ia kerap lupa membiarkanku hingga bateraiku habis dengan sendirinya. Anaknya yang saat itu mulai sakit TB tanpa ia sadari, kerap tidur gelisah sementara Santi sedang tekun menggarap tulisan.

Santi lalu meninggalkanku untuk menemani anaknya tidur. Dan aku dilupakannya dengan baterai yang terus berkurang hingga habis. Andai saja aku punya kemampuan membangunkan Santi yang ketiduran, mungkin kondisi bateraiku selamat. Dan target demi target Santi untuk menggarap tulisan bisa tercapai

Lama-lama, kemampuan nyawaku terus menurun. Lalu akhirnya aku selalu bergantung pada kabel charger hingga sekarang.

Aku pun kini tidak bisa mengeluarkan suara lagi. Speakerku rusak, hanya bisa bersuara saat Santi memasang kabel headset. Gara-garanya, ia kerap memperlihatkan video untuk anaknya dengan volume maksimal. Berjam-jam. Ditambah lagi-lagi dengan membiarkan bateraiku sampai habis. Saat itu aku jadi teman anaknya sementara ia sedang sibuk memasak atau mencuci.

Ya, aku telah lelah. Mungkin suatu waktu di saat ia sudah memiliki penggantiku, aku juga akan menangis. Seperti ketika aku bertemu si mungil ASUS Eee PC 700 pendahuluku yang pernah dimiliki Santi dan kini masih tersimpan di dalam lemari.


Katanya ASUS Eee PC 700 sih, dia dulu juga jadi soulmatenya Santi. Tapi karena kapasitas memorinya tidak besar, sementara kebutuhan Santi makin hari makin menuntut lebih, akhirnya ia aku gantikan.

Bersenang-senanglah. Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah. Kar’na waktu ini yang ‘kan kita banggakan di hari tua.


Dulu denganku, Santi bisa mengerjakan banyak hal. Aku menjadi temannya sejak ia mengajar di Kalimantan Selatan, menemaninya untuk segala urusan pekerjaannya.

Aku pun menjadi temannya untuk mengerjakan naskah kepenulisan. Mulai dari cerita anak yang terbit di media, hingga naskah buku cerita anak yang akhirnya berhasil diterbitkan.


Saat punya anak, aku kerap jadi teman untuk anaknya. Aku sering dipakai untuk menayangkan video, terutama ketika anaknya sedang makan. Saat anaknya Santi kena TB dan waktu itu belum ketahuan, anak itu susah makan. Sebagai pengalih perhatian, akhirnya akulah yang Santi gunakan.

Ketika Santi lalu lebih menekuni dunia blogging, aku jadi teman yang hingga kini menemaninya berkarya. Yang aku senang, saat tahu kabar Santi bisa menang lomba blog. Yah, meski ia belum pernah menjadi juara tiga besar. Tapi aku yakin, suatu saat insyaAllah itu bisa diraihnya.

Kalau saja suatu saat aku tak terpakai lagi olehnya, paling tidak aku pernah melewatkan banyak hal berharga yang membanggakan. Aku yakin, Santi pasti mengingatnya seperti ia juga masih ingat kebersamaanya dengan ASUS Eee PC 700 ketika menjadi dosen di Batam.

Sampai jumpa kawanku. S’moga kita selalu. Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Akan ada masanya aku akan mengatakan sampai jumpa dengan Santi. Tak lagi menemaninya, dan hanya akan berjumpa dengannya saat ia melihatku yang masih tersimpan di lemari.

Bila saat itu datang, penggantiku pastinya sebuah laptop yang bisa membuat Santi lebih produktif. Sebuah laptop yang nggak sebentar-sebentar ketergantungan sama kabel charger.


Yang nyaman saat dipakai ngetik lama. Soalnya Santi itu kalau ngetik bisa sampai enam jam lebih terutama saat dia ngelembur.


Yang nggak lagi lemot kursornya jika diajak membuat infografis. Bisa membuat Santi mengedit video seperti yang ia harapkan beberapa waktu terakhir ini dan tidak bisa aku lakukan. Dan, ia juga dapat menjadi teman bersama anaknya untuk menyaksikan video anak-anak atau media belajar.


Sebuah suara bersenandung menyela ceritaku. "Tahukah laptop yang kau suka. Tahukah laptop yang kau sapa. Tahukah laptop yang kau tuju. Itu aku…"

Iya deh iya, sekarang gilirannya aku ceritain kamu deh! Dari tadi ikut nongol melulu waktu aku cerita.

Jadi gini, saudaraku yang nambah nyanyian lain lagunya Sheila on 7 barusan itu namanya ASUS X555. Dari pengamatanku di dunia ASUS, kayaknya laptop ini yang aku rasa pantas jadi penggantiku dan kemampuannya sangat Santi butuhkan.


Selain kelebihan yang tadi sudah dia curi tayang selama aku cerita, ada beberapa lagi hal keren dari saudaraku ini.



Mungkin diriku masih ingin bersama kalian. Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian.

Dari hati kecilku yang paling dalam sebagai sebuah laptop, sejujurnya aku akan berat jika suatu saat harus berpisah dengan Santi. Tapi sebagai seorang sahabat, tentunya harus senang jika ia bisa jadi sosok yang lebih produktif.

Nggak apa-apa deh. Yang penting jiwaku tetap ada di hatinya. Dengan segala kenangan yang pernah ada. Dan dengan nama ASUS yang pastinya akan kembali Santi pilih untuk sahabatnya dalam berkarya.


NB: Buat penggantiku, kamu sudah ditungguin tuh sama baju baru hasil menang live tweet waktu Santi liputan di sebuah acara hari Kamis tanggal 20 September kemarin. Kalau aku yang lebar layarnya 10 inc ini pakai sih, jelas kebesaran ya kan?


Comments

  1. Jadi ingat leptop Asus biruku, dia sangat tangguh. Udah kurang lebih 6 tahun menemaniku, dan sekarang yang berubah adalah gak bisa lepas dari chargeran karena batrai soak. Hem, sepertinya butuh leptop Asus tangguh yang baru juga nih..

    ReplyDelete
  2. Bener banget laptop itu ibarat teman baik yang selalu bersama kita ya. Menemani kita ketika dalam banyak momen kehidupan. Andai laptop bisa bicara, doi lebih tahu siapa kita layaknya sahabat ya. Salfok sama cover laptop nya cakep banget.

    ReplyDelete
  3. Wah hebanya, laptop yang sudah menjadi teman untuk mengerjakan naskah kepenulisan. Mulai dari cerita anak yang terbit di media, hingga naskah buku cerita anak yang akhirnya berhasil diterbitkan. Semoga sukses, kakak.

    ReplyDelete
  4. saya juga pengen punya laptop ini mbak, sepertinya laptop ini menjawab semua kebutuhan saya

    ReplyDelete
  5. jadi baper aku mbak, gara2 SO7 hayo tanggung jawab wkwk
    keren banget emang asus
    ini laptop aku juga dan tahan banting
    semoga sukses lombanya mbak..

    ReplyDelete
  6. Wah ternyata penulis cerita anak, keren2. Laptop tu emang senjata seorang penulis ya mbak. Kalau gak ada laptop kyknya bakal susah berkarya :D

    ReplyDelete
  7. Wahhh keren nih laptop Asus, jadi ingat laptop asus punya adik ipar yang tangguh banget, udah lama dipake tapi "bandel"

    ReplyDelete
  8. Kisah klasiknya membuat aku teringat akan handphone kesayangan yang sudah hampir 5 tahun. Merupakan handphone pertama dan hasil keringat sendiri dan bangga sekaligus sayanga banget saat harus berpisah karena rusak huhu... aish jadi curcol nih.. apapun pilihannya tetap berkarya ya mba!

    ReplyDelete
  9. Itu si Asus X555 keren bangat ya banyak sekali keunggulannya layak dimiliki untuk dukung segala kerjaan dan kegiatan ngeblog.

    ReplyDelete
  10. Aku juga pengguna asus dan sedang mupeng dengan ASUS x555 ini semoga dapat rezeki agar bisa memiliki yang baru.... hehe

    ReplyDelete
  11. Semoga dapet laptop baru mbak..emang nyenengin banget speknya. Semoga makin produktif

    ReplyDelete

  12. Speknya bagus banget ya kak. . Ngiler nih aku. .

    Btw.. Aku sama suami juga pilih asus buat nemenin nulis loh.. Hha.. FYI aja sih pdahal gak ada yg nanya yaa.. Wkwk

    ReplyDelete
  13. Laptopnya imut, Aku pengen juga laptop mini kaya punya mbk ika. Tapi kalau urusan kelegaan aku suka yang laya lebar mbk.. Wah, bagus ya Asus X555 ini..

    ReplyDelete
  14. Saya udah lama pingin punya leptop ASUS. Baca postingan ini, tambah deh pinginnya, hehe. ASUS emang keren, dan handal pastinya. Saya membuktikannya, baru punya hp nya. Lagi nabung untuk ganti leptop yang sekarang dgn leptop ASUS

    ReplyDelete
  15. Bersenang senanglah dengan laptop Asusnya sekarang, sebentar lagi Asus baru datang, iyaaah seneng banget deh pakai Asus, selalu mengembangkan teknologinya, jd selalu update dan penggunakanya jd gak kudet yaa

    ReplyDelete
  16. Semoga si X555 segera datang ke pelukan ya mbaa... biar segera bisa pake baju yang sudah disediakan itu. Good luck.

    ReplyDelete
  17. wah... dari asus ke asus. Benar-benar kesetiaanmu pada asus luar biasa mbak. sudah tidak bisa berpaling ke merek lain ya karena benar2 sudah nyaman dengan asus. salut.

    ReplyDelete
  18. tulisan ini unik banget. jadi, bukan manusia pemilik asus yang bicara tapi si asus notebook yang bicara tentang tuannya yang mencintai merek asus. keren idenya. semoga menang

    ReplyDelete
  19. Unik cara penulisannya, Mbak. Dari sudut pandang laptop. Dan laptop yang lama gak cemburu yang kalau sampai digantikan yang baru :D

    ReplyDelete
  20. Makasih ya Asus-nya mbk santi yg sudah mengenalkan asus x555 ke aku. Dan aku pun jd pengen punya juga, secara punya keistimewaan banyak gitu....*hahay

    ReplyDelete
  21. Asus Eec ini yg imut itu kan ya mba. Semoga menang yaaa.. ceritanya menarik

    ReplyDelete
  22. Naksir sama ketahanan baterainya, karena aku orang yg males banget sering2 ngecharge :)))

    ReplyDelete
  23. Kereeen! gegara baca judulnya aku langsung nyanyi, lagunya So7 sebuah kisah klasik untuk masa depan hehehhe

    ReplyDelete
  24. Asus ini awet..sodara banyak yang pakai soalnya, cocok untuk blogger kayak kita ya mbak.

    ReplyDelete
  25. Saya juga utk laptop dr asus ke asus. Ini aja saya blm ganti notebook asus dah hampir 10 tahun masih awet dan bandel.

    ReplyDelete
  26. Suka baca ceritanya Mbak Santi. Point of viewnya beda. Smg dapat laptop asus yang baru ya Mbak. Biar bisa makin produktif bloggingnya

    ReplyDelete
  27. Kyuut~
    Si laptop bisa bercerita yaa...
    Dan sungguh ASUS user sejati...

    Semoga berjodoh dengan Asus X555.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  28. Hai Asus Eee PC..kamu punya sepupu di rumahku yg sangat kudayang lho..si Marun namanya.. Dia bandel juga performanya sptmu dulu.. Oya salam untuk Kak Santi, semoga sukses berkarya dan berjodoh dgn Asus baru nya ya...

    ReplyDelete
  29. Aku juga punya laptop kuat dan tangguh. Seumuran anakku. Yg SMP. Tapi gak bisa dibawa2 harus standby sebab kalo goyang, bisa error. Salam ya buat Santi

    ReplyDelete
  30. alamak pake lirik lagunya S07 kreatif mba :) sebagai sheila gank kusenang bisa baca lirik2 lagu So7 bisa dipadupadankan jadi tulisan ini mantapp :)gudluck mba

    ReplyDelete
  31. Aku suka aku suka... Ngacung deh saya Sheila genk yang gagal move on. Dan karena postingan ini ikutan gagal move on dari ASUS

    ReplyDelete
  32. Kisah klasik sama Laptop. Itu Laptopku jg kudu nyolok sama charger. Rasanya mau ganti baru aja. Pilihannya ke ASUS

    ReplyDelete
  33. Laptop idaman banget yaa asus ini. Cocok buat blogger kekinian 👍

    ReplyDelete
  34. aku juga pakai laptop asus
    tapi belum upgrade lagi ke yang baru nih
    mau juga nanti ah test2 gitu asus baru

    ReplyDelete
  35. Asus memang mendukung banget kita dalam berkeja dan berkarya ya Mba Sus, apalagi kalau didukung kemampuan yang mumpuni. Jadi semangat dan giat terus pastinya.

    ReplyDelete
  36. Duh si ASUS sudah banyak jasanya ya untuk mba Santi, mungkin sudah lelah tapi ternyata banyak kenangan yang dilalui bersamanya ya

    ReplyDelete
  37. Yasalaam, bisa bangett paka ilagu sheila ihh. Hahaaha. Semoga bisa dapatin laptopnya, Mbak. Biar makin produktif, buat lembur2.

    ReplyDelete
  38. Aku pengen punya laptop Asus ini dan sampai skarang belum terwujud. DOain ya aku juga biar bisa punya. Soalnya laptop aku harus diganti nih

    ReplyDelete
  39. Dulu aku pakai ASUS Eee PC Flare Series warna ungu mbak. Masih ada sih sampai skr tapi gak pernah dipakai lagi, maunya punya ASUS terbaru aja :)

    ReplyDelete
  40. Eh itu Asus Eee PC 700 nya imut imut ya, warnanya juga asik. Aku lagi nyari lepi nih. keknya seri terbaru ini bagus speknya :)

    ReplyDelete
  41. Nah iya, ribet banget ya kalau laptopnya harus dibarengin dengan chargernya terus, kurang praktis. Memang sudah saatnya beralih ke ASUS, ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  42. Dengan dukungan gadget yang oke, bisa bikin kita semakin produktif ya mba. Reviewnya lengkap. Good luck mba.

    ReplyDelete
  43. Ikut sedih deh baca kisah si ASUS Eee PC Flare ini, tapi mungkin memang saatnya dia istirahat ya Mbak, atau dapat Nyonya baru?

    Anyway, moga X555 jadi milik Mbak yaaah ;)

    ReplyDelete
  44. Hmm anakku juga susah makan nih Mba, kadang khawatir kena TB walau pas ke dokter nggak diminta cek TB. Btw, ternyata pemakai setia ASUS ya ^_^

    ReplyDelete
  45. kreatif pake ide lirik S07, jadi berasa nostalgia. Aamin aamin dpt laptop pengganti untuk masa depan yaa

    ReplyDelete
  46. Lucu buuu
    Sudut pandang tulisannya.
    Fresh !
    Baru kali ini baca jenis tulisan begini.
    Hiks. Aku merasakan kesedihan laptop. Harus terus bergantung pada charger.

    ReplyDelete
  47. sukaaa dengan caramu bercerita, mbak. Eh mbak apa laptop nih. Heheheh.
    Good luck yaa

    ReplyDelete
  48. Laptop idamaaaann bangeett niii, pernah pegang dan mauuu kl dikasih

    ReplyDelete
  49. Semoga langgeng terus karena makin produktif dengan ASUS. Ciptakan konten berkualitas.

    ReplyDelete
  50. Kasusnya sama nih, Mbak. Notebookku mulai kolaps ya gara-gara dulu pas ngerjain skripsi tahu-tahu aku ketiduran. Pas bangun sudah mati. Untung saja bisa menyimpan otomatis. Kalau nggak bisa salto deh diriku karena revisian belum kesimpan.

    ReplyDelete
  51. Aku juga pakai ASUS X201E, ultra tipis dan mungil dikelasnya, zaman dulu, tahun 2013.
    Itulah alasan aku membelinya, mungil dan ringan namun bisa diandalkan.

    Kalau ntar harus ganti, ASUS X555 ini bisa jadi pertimbangan ^^

    ReplyDelete
  52. mba pernah jadi dosen dibatam yach , dimana mbak? salam kenal dari batam. Emang sekarang punya kaptop tangguh sudah jadi kebutuhan yak apalagi yg hobi nulis

    ReplyDelete
  53. Santiii...ini adalah postingan yang pertama aku baca dengan versi cerita sang benda. Santi sangat brilliant melahirkannya sebagai sebuah cerita. Aku jadi iri sekaligus kagum. Daya imaginasinya luas dan kuat. Mungkinkah aku bisa mengikuti sepersekian persen saja kelihaiannya mengolah cerita bersama benda yang selalu menemaninya beraktivitas di dunia maya? Santi memang pinter nih melahirkan ide menarik. Enak dibaca sampe bunda membacanya dua kali bukan karena gak ngerti, tapi karena kagum dengan idenya Santi. Salut.

    ReplyDelete
  54. Aku pun tim bergantung dengan kabel charger, klo ga dicolok blm sampai 5 menit udah mati aja :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Ingin dapat Pinjaman Online yang Aman, Yuk Perhatikan Beberepa Hal Penting Ini

Terkadang kita dihadapkan pada kebutuhan dana untuk keperluan tertentu. Namun saat menemui jalan buntu dan kita kesulitan meminjam pada orang lain, pinjaman online yang aman bisa jadi solusinya.
Padahal kebutuhan akan dana pinjaman berbentu tunai tersebut bisa jadi begitu mendesak. Misalnya, kita membutuhkan segera dana untuk biaya berobat keluarga, untuk keperluan pernikahan, atau biaya pendidikan anak.
Ada juga kebutuhan yang sifatnya tidak begitu penting tapi kok ya diperlukan juga. Misalnya untuk membeli sepeda motor, atau sebagai tambahan dana usaha.
Pinjaman online yang aman bisa jadi alternatif solusi dari masalah mendesaknya keperluan mendapatkan dana bantuan. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika mengajukan pinjaman keuangan secara online, terutama jika membandingkannya dengan lembaga keuangan lain pada umumnya.
1. Dibandingkan dengan pinjaman melalui bank, jasa pinjaman dana online tidak memerlukan syarat BI checking dan kartu kredit. Proses pencairannya pun bisa l…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Membentuk Karakter Baik pada Anak

Anak cowok tidak boleh menangis, inilah suatu bentuk streotype yang kerap dilakukan orang tua kepada anak demi membentuk karakter baik pada anak. Streotype sendiri berarti mengkotak-kotakkan ciri tertentu berdasarkan pandangan umum yang kadang belum terbukti kebenarannya.
Padahal, tak selamanya hal tersebut benar dan bisa jadi merupakan pendidikan yang keliru. Misalnya, anak cowok juga boleh menangis dalam arti batas-batas yang wajar. Begitu halnya dengan permainan yang diberikan dan diperbolehkan untuk anak cowok dan cewek.
Mainan anak juga tidak boleh streotype. Anak cowok boleh main boneka. Begitu juga anak cewek boleh mainan mobil-mobilan. Pekerjaan di rumah juga harus dibagi secara bijaksana. Anak laki-laki boleh juga diajarkan memasak. Sesekali anak cewek juga boleh melakukan pekerjaan cowok.
Pendidikan anak memang berawal dari keluarga. Ayah dan ibu adalah malaikat bagi anak termasuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan dan sifat.
Sedangkan apabila ada seseorang yang …

Mengatasi Jenuh dalam Rumah Tangga

Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian.
Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina kominikasi sebelum masalah itu datang. Termasuk ketika rasa jenuh datang menghampiri.
Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.
Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan sampai ketika rasa jenuh itu akhirnya tiba, kita kebingungan untuk kelu…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Bikin Asyik Liburan Sambil Kerja dengan ASUS ZenBook UX391UA

Sebuah email yang biasanya bikin saya tersenyum, terbaca di dini hari itu. Buat blogger seperti saya, apalagi, kalau bukan email penawaran kerja sama.
Tapi ibaratnya pesawat, senyum saya kena delay. Yang ada di kepala adalah kalkulator waktu dengan menuntut keputusan cepat.
Jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Rencananya, saya harus segera menyiapkan sarapan atau bekal rekreasi dengan keluarga besar. Diselingi dengan salat subuh, membangunkan si kecil dan menyiapkan keperluannya, juga sambil masak.
Emang lah ya, jadi emak zaman sekarang makin dituntut multitasking. Asal, terus dijaga saja kefokusan dan kewarasannya.
Jangan sampai misalnya pas di tempat rekreasi, si kecil minta ke toilet, eh kitanya malah buka bekal makanan. Kan nanti bisa dibilang kurang minum kayak di iklan!
Pikir saya waktu itu, ada tiga pilihan kesempatan. Pilih mengorbankan waktu memasak pagi itu, mengerjakannya di sela-sela padatnya waktu kebersamaan berlibur dengan keluarga, atau membereskannya saat pulang dari re…

Membentuk Anak Cerdas di Sejak Kandungan

Kecerdasan anak dapat dibentuk sejak ia ada dalam kandungan sang ibu. Tentunya, ibu pun pada saat hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya karena secara langsung akan mempengaruhi pula kondisi janin yang sedang dikandungnya.
Karena adanya bayi yang sedang dikandung, konsumsi makan ibu akan lebih meningkat daripada sebelumnya. Menurut Roziana, ahli gizi dari Rumah Sakit Awal Bross, itu adalah hal lumrah saat ibu membutuhkan kuantitas makanan hingga dua kali dari kondisi biasa.
Kebutuhan konsumsi makanan yang dibutuhkan ibu hamil biasanya juga dipengaruhi oleh tiga waktu semester dalam usia kehamilan. Pada semester pertama dan kedua atau tiga bulan pertama dan kedua dari kehamilan, faktor kuantitas begitu dibutuhkan ibu hamil.
 “Terutama pada semester pertama, bisa dua kali kebutuhan kuantitas makanan yang dibutuhkan ibuhamil. Untuk memenuhi kuantitas tersebut, bisa dengan sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Usahakan hindari makan berbentuk basah karena dapat memicu mua…