Skip to main content

Saat Berwakaf Tak Lagi Butuh Dana Besar

Jika manusia meninggal, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya. (HR Muslim)

Rentetan pertanyaan tentang wakaf diberikan Norman Nugraha, Chief Sharia Business Sun Life pada saya dan beberapa teman blogger saat acara Kopdar #WakafPastiKiniDanNanti yang diadakan di Bangi Kopi Surabaya pada hari Kamis 20 September 2018 lalu.

“Sudah tahu nggak bedanya wakaf dengan sedekah? Nah, tahu kan besarnya manfaat wakaf. Terus kalau tahu, sudah pernah wakaf nggak?”

Banyak peserta yang tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Termasuk saya sendiri yang kadang masih suka bingung. Iya ya, sebetulnya bedanya sedekah sama wakaf itu di mananya sih?

Foto: dokpri

Simpelnya kalau menurut Norman, wakaf itu sebetulnya sama-sama kitanya mengeluarkan uang untuk yang membutuhkan. Tapi pembedanya, kalau wakaf itu manfaatnya diharapkan berkepanjangan masanya.

Yang menerima, bisa mendapatkan manfaat wakaf untuk jangka waktu yang panjang. Misalnya tanah untuk masjid. Dan tentunya, yang memberikannya pun bisa terus menerus mendapatkan pahala dari wakaf yang dikeluarkannya.

Di masyarakat sendiri, banyak yang masih beranggapan jika wakaf itu membutuhkan nilai yang besar. Misalnya berupa tanah atau bangunan. Karena itu banyak orang merasa lebih mudah mengeluarkan sedekah dibandingkan wakaf.

Tak heran, dari potensi wakaf di Indonesia yang seharusnya mencapai Rp180 triliun, sayangnya hingga tahun 2017 lalu baru terkumpul sebesar Rp400 miliar saja. Padahal menurut Norman, andai saja banyak masyarakat Indonesia yang mau mengeluarkan wakaf, akan terasa besar manfaatnya bagi pembangunan di Indonesia.

Asuransi Brilliance Hasanah, Asuransi yang Nasabahnya Sekaligus Bisa Berwakaf


Sejak 2017 lalu, Sun Life Financial mengeluarkan produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima yang membuka peluang bagi siapapun untuk tidak sekedar berasuransi, akan tetapi juga mengandung nilai ibadah yaitu wakaf.

“Sudah tahu kan kalau Sun Life itu produk asal Kanada? Banyak yang bertanya pada kita. Kenapa kok malah Sun Life yang mengeluarkan produk asuransi syariah? Jawabannya karena kita nggak mau sekedar berbisnis di Indonesia. Tapi kita juga ingin membangun Indonesia. Salah satunya ya dengan produk asuransi yang bisa sekaligus memiliki nilai wakaf,” jelas Norman.

Pada tahun 2018, Asuransi Brilliance Hasanah Maxima memiliki fasilitas baru yaitu wakaf berkala. Nasabah yang memiliki asuransi ini bisa merencanakan keuangan masa depan sekaligus berwakaf dengan pasti, kini, dan nanti.

Asuransi Brilliance Hasanah Maxima memiliki fasilitas baru yaitu wakaf berkala. Sumber foto: Sun Life

Dalam siaran persnya, Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life sendiri pernah menyampaikan jika produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima menjadi sarana penggalangan dana melalui fitur wakaf berkala yang dananya disalurkan sejak pembayaran premi pertama.

“Selain mengandung nilai kebaikan, dana wakaf juga memberikan kontribusi bagi pembangunan negara,” ujar Bu Elin.

Untuk pengelolaan penyaluran dana wakaf yang diterima dari para nasabah, Sun Life bekerjasama dengan beberapa lembaga pengelola aset wakaf atau yang disebut nazhir terpercaya. Beberapa lembaga nazhir tersebut antara lain Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, dan 174 lembaga yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan menjadi bidang sasaran dari pernyaluran wakaf yang telah terkumpul. Di bidang kesehatan misalnya, saat ini Sun Life bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk membangun Rumah Sakit Dhuafa AK Medika Sribhawono di Lampung Timur.

Melalui produk ini, kami ingin mengedukasi sekaligus membantu masyarakat agar dapat melaksanakan ibadah wakaf dengan pasti, kini dan nanti. Lebih pasti dengan tanpa potongan (100% langsung disalurkan) dan dukungan mitra nazhir terpercaya, dapat dilakukan sedini mungkin dengan dana wakaf yang langsung disalurkan sejak pembayaran kontribusi yang pertama dan untuk selanjutnya sesuai frekuensi pembayaran kontribusi yang dipilih nasabah, serta membantu melaksanakan wasiat berwakaf atas manfaat asuransi dan investasi ketika nasabah meninggal dunia. Tidak ada lagi alasan untuk menunda berwakaf, karena #LebihBaik sekarang,” jelas Norman.

Begini mekanisme pengaturan dana wakaf di Asuransi Brilliance Hasanah Maxima. Sumber foto: Sun Life

Saat kita berasuransi di Asuransi Brilliance Hasanah Maxima, ada dua macam manfaat wakaf yang bisa diterima para nasabahnya. Pertama, yaitu manfaat investasi 30%, di mana saat peserta asuransi masih hidup, ia dapat mewakafkan di dana investasi ini. Sedangkan yang ke dua adalah manfaat asuransi atau santunan asuransi meninggal dunia. Ini bisa dijalankan saat peserta meninggal duni, selain ia pun juga bisa melakukan manfaat investasi.

Manfaat yang bisa diterima nasabah Asuransi Brilliance Hasanah Maxima

Nah, sekarang kana apa-apa suka dipertanyakan nih, halal nggak ya? Asuransi Brilliance Hasanah Maxima sendiri sudah berdasarkan fatwa DSN-MUI No 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah. Jadi sudah nggak perlu ragu kan ya?



Comments

  1. Alhamdulillah ya sekarang sudah ga ragu dan bimbang lagi ya tentang ke halal an asuransi

    ReplyDelete
  2. Kalau udah berdasarkan fatwa MUI Jadi nggak ragu-ragu lagi ya. Kita juga yang udah tahu bisa bantu juga menjelaskan ke teman-teman lain.

    ReplyDelete
  3. Semakin mudah ya sepertinya berwakaf ini... dan hasilnya bisa dirasakan...

    ReplyDelete
  4. Sekarang asuransi syariah semakin banyak ya, jd ga rague lg deh

    ReplyDelete
  5. Kalau dulu bayangannya mau wakaf mesti kaya banyak tanahnya, hehehe ternyata sekarang ada program yang bisa siapa saja wakaf ya, cara mendapat pahala makin terbuka luas

    ReplyDelete
  6. Dengan Asuransi Brilliance Hasanah Maxima, kita tak perlu menjadi kaya dulu baru berwakaf yaa, Mba 😊

    ReplyDelete
  7. dulu juga aku sempat mikir kapan aku bisa jadi orang kaya yang mampu mewakafkan dan akhirnya ada program ini ya mba alhamdulilah membantu sekali :)

    ReplyDelete
  8. keren ya jadi bisa mendapatkan manfaat ganda, asuransi sekalian wakaf

    ReplyDelete
  9. Alhamdulilah sekarang makin dimudahkan ya, jadi nggak menunggu tajir melintir dulu baru bisa wakaf :)

    ReplyDelete
  10. Baru tau produk sunlife satu ini. Dan sepertinya dari tahun ke tahun, produk sunlife makin menjawab kebutuhan nasabah. Kan keren, berasuransi sambil berwakaf

    ReplyDelete
  11. aku jadi banyak info soal wakaf abis baca ini, makasih ya Mbk. Asuransi ini baru kudengar

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah, saat ini sudah banyak sekali dimudahkan untuk berwakaf ya, Mbak

    ReplyDelete
  13. Wakaf pun sekarang lebih mudah ya, tidak harus menunggu puluhan tahun dulu untuk ngumpulin uangnya.

    ReplyDelete
  14. waaah bagus banget ya mba.. saya tertarik dengan programnya. Dirimu juga sudah ambil asuransi ini mba?

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah ya dengan program ini siapa pun bisa berwakaf, jadi peluang mendapatkan manfaat jangka panjang dari wakaf terbuka lebar

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah ya mba kalau sudah halal dan ini jadinya membuat kita nggak ragu lagi untuk memiliki asuransi jiwa syariah :)

    ReplyDelete
  17. Aku pengen nih mbak punya tabungan untuk wakaf

    ReplyDelete
  18. Syukurlah wakaf sekarang jadi lebih mudah. Dan semoga bisa bermanfaat untuk banyak orang

    ReplyDelete
  19. Dengan adanya wakaf uang semua orang punya kesempatan untuk beribadah dengan wakaf ya mbak, jadi wakaf nggak cuma tanah dan bangunan saja.

    ReplyDelete
  20. ini berarti seperti menabung untuk wakaf, begitu kah, Mbak?

    ReplyDelete
  21. Mantap nih buat yang khawatir dgn asuransi konvensional. Bisa pake asuransi syariah yaaa

    ReplyDelete
  22. Kemarin2 masih galau kalo mau ikut asuransi. Sekarang jadi nyaman ya karena ada syariahnya. Kalo di masjid dekat rumah, tiap bulan warga muslim diarahkan untuk ikut wakaf. Membangun masjid dari iuran rutin bulanan yg besarannya sama per individu. Jadi bisa saja bapak A beda iuran dg bapak G krn kemampuan finansial nya. Namun diniatkan untuk wakaf masjid

    ReplyDelete
  23. Alhamdulillah ya untuk wakafpun sekarang sudah ada perusahaan asuransi yg mau ikut campur dalam penanganan wakaf ini.

    ReplyDelete
  24. Dapat pahala.
    Berkontribusi untuk pembangunan.

    Top markotop ya bu manfaatnya

    ReplyDelete
  25. Wah, syukur sekali ini ada asuransi yang bisa dipakai untuk wakaf juga! Keren banget ini ya asuransi syariahnya. :)

    ReplyDelete
  26. Sudah lama banget pengen bersedekah jangka panjang dengan wakaf. Tp rasanya masih jauh. Dan baca postingan ini seperti tidak ada yg ga mungkin sekarang ini ya mba. Semua di permudah

    ReplyDelete
  27. Wah, selalu ada celah utk ibadah ya mba, salah satunya dimudahkan utk berwakaf ini.

    ReplyDelete
  28. Bener. Sekarang udah banyak kok asuransi yang bisa sekaligus berwakaf, Mba. Salah satu yang aku tau ABHM ini :)

    ReplyDelete
  29. Berwakaf juga skrg bisa sangat mudah ya mbak...nggak ada alasan lagi deh kalau untuk menuju ridho dan berkah Allah.

    ReplyDelete
  30. Ini nih yang baru aku tahu. Kirain wakaf itu bisanya pake tanah yang memang kudu nunggu duit besar dulu. Ternyata gak mesti gitu ya. Noted, semoga saya segera bisa berwakaf.

    ReplyDelete
  31. Semoga semakin menebar manfaat untuk ummat.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  32. Wahhhh keren ya, salut sama mereka yang bisa membuka jalan utk kita bisa berwakaf dg mudah...

    ReplyDelete
  33. Berwakaf sekarang makin mudah ya mba. Tak perlu kepemilikan tanah ataupun harta yg melimoah. Semua bisa wakaf sekarang.

    ReplyDelete
  34. Allhamdulillah skr ada kemudahan untuk berwakaf ya gak perlu punya dana yang besar

    ReplyDelete
  35. Dari dulu sering ingat untuk bersedekah, namun sama skali belum kepikiran untuk wakaf. Jadi tertarik untuk wakaf juga nih mba'

    ReplyDelete
  36. Insya Allah kalau sudah mendapat restu MUI, sudah halal, jadi ga perlu was-was ya.
    Jadi, mba sudah ikutan kah?

    ReplyDelete
  37. Aku belum memahami banget ni Mbak, jadi nanti ahli waris tetap mendapatkan uang pertanggungan, namun ada juga sebagian yang pertanggungan jawabnya untuk hal-hal lain dalam wakaf begitu ya?

    ReplyDelete
  38. Sama sih dulu kirain wakaf tu harus tanah atau bangunan. Ternyata bisa semampunya kita bahkan bisa pakai asuransi ini, secara berkala [un bisa ya mbak...

    ReplyDelete
  39. Waahh kemarin diundang kesini juga mba, tapi ku cancel karena kemarin sudah ada event lain.. salam kenal mba, semoga kita bisa bersua yah di event selanjutnya.. ehh malah oot.. hihi soalnya senang ketemu blogger surabaya nihh..

    ReplyDelete
  40. Jangankan wakaf ya Mba, kalau semua orang Indonesia esp yang Muslim, wajib pajak plus mampu sedekah dan zakat mau menunaikan, bs jadi mengurangi fakir miskin di Indonesia. Reminder juga buat saya

    ReplyDelete
  41. Udah ada fatwa MUI ya tentang wakaf sambil berasuransi jiwa. Makin tenang menyiapkan masa depan.

    ReplyDelete
  42. Ternyata sekarang asuransi gak hanya utk investasi dan proteksi diri ya Mbak, udah bisa utk jangka panjang bahkan jadi warisan ketika udah tiada yah. MasyaAllah :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…