Skip to main content

Kulit Bayi Tetap Sehat dengan Lactacyd Baby



Kalau ada yang bertanya, seberapa pentingnya menjaga kulit bayi agar tetap sehat, saya pasti orang yang akan angkat jari telunjuk paling tinggi.

Iya, karena dari beberapa pengalaman dengan anak saya Kayyisah, ternyata kesehatan kulit bayi itu bisa ada efeknya ke mana-mana lho.

Dari bayi umur beberapa minggu saja, Kayyisah sudah kenalan dengan masalah kulit bayi. Di bagian punggungnya, saya sering melihat kulitnya kemerahan.

ruam merah di punggung bayi
Ruam merah di punggung Kayyisah saat bayi

Rupanya, Kayyisah nggak tahan dengan udara panas. Kebetulan kami di rumah hanya pakai kipas angin dan bukan AC. Sementara suhu udara di Lamongan cukup gerah buat anak saya.

Akhirnya, Kayyisah jad rewel karena tubuhnya merasa tidak nyaman.

Belum selesai urusan yang di punggung, eh muncul ruam merah akibat bekas diaper. Jadi makin menjadi deh rewelnya ni anak. Apalagi anak umur segitu kan belum bisa garuk-garuk pas di tempat yang gatal.

Efeknya kalau pas tidur malam, huah… saya berasa melewati nightmare! Kayyisah jadi rewel karena kegerahan dan merasa gatal di kulit tubuhnya.

Akibatnya ya jadi kayak efek domino. Kualitas dan jumlah jam tidur Kayyisah berkurang, pagi sampai sorenya juga jadi sering rewel.

Puncak kehebohan terjadi pas rambut Kayyisah dicukur habis sekitar umur tiga bulan. Daerah di sekitar leher dan kepalanya keluar biang keringat.

Kalau itu acara uji nyali, sepertinya saya ingin melambaikan tangan saja deh ke kamera. Nggak kuat Mak…

Ibu saya lalu menyarankan untuk memberikan bedak dingin. Katanya, orang-orang zaman dulu suka memberikan bedak dingin ke kulit bayi yang bermasalah kayak Kayyisah ini. Nyatanya, masalah tetap nggak beres juga!

Bingung juga waktu itu, mau ganti sabun bayi merek apa ya? Soalnya ini kan buat bayi, yang kulitnya masih sensitif. Mau gonta-ganti sabun kok ya mikir dana dan efeknya nanti gimana ke kulit anak.

Bisa-bisa dipelototin iklan di tv tuh, “Buat anak kok pakai coba-coba?!”

Nah, sewaktu kontrol dan imunisasi ke dokter, saya lalu dikasih resep Lactacyd Baby sama dokternya.

Plus, Kayyisah diwanti-wanti nggak dibolehin pakai bedak. Kata dokternya, bedak malah akan menutup pori-pori kulit dan membuat masalah kulit malah makin parah.

Itulah awal muasalnya Kay kenal Lactacyd Baby.

Jadi kepo duluan awalnya, kenapa sabun ini ya yang direkomendasikan sama dokter? Sebelum dicoba kan kita perlu teliti produk dulu dong. Setelah baca di bagian kemasannya, ternyata ada beberapa fakta nih tentang si Lactacyd Baby.

Lactacyd Baby terdiri dari bahan-bahan yaitu Aqua, TEA-lauryl sulfate dan ammonium lauryl sulfate, Arachis hypagea oil dan Diethylene glycol stearate dan Ethylene glycol stearate, Lactid acid, Whey filtrate (Lactoserum), Ethylhydroxyethylcellulose, Natural orange flavor, Sodium methyl paraben, Sodium hydroxide, Cholesterol, Phosporic Acid.

Bahan komposisi Lactacyd Baby yang ada di kemasan kotak
Bahan komposisi Lactacyd Baby yang ada di kemasan kotak
Intinya, Lactacyd Baby ini mengandung lactoserum dan Lactic Acid dari ekstrak susu yang bisa membersihkan dan merawat kulit bayi serta menjaga agar tetap bersih dan sehat.

Sebagai ‘mamak jaman now’, kepo diteruskan ke browsing di internet. Dapat lagi deh informasi tambahan seperti ini:

1. Produk ini katanya bisa membersihkan, merawat, dan menjaga kulit bayi biar tetap bersih, segar, dan lembut.

2. Bisa digunakan untuk merawat kulit yang terkena ruam popok.

3. Lactacyd Baby bisa digunakan untuk sabun mandi juga sampo. Nggak perih di mata.

4. Lactacyd Baby telah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari untuk menjaga kesehatan kulit dan memperkuat pertahanan alami kulit.

5. Kandungannya alami dari ekstrak susu. Zat yang namanya Lactoserum atau Whey filtrate ini memelihara bakteri baik dan melawan bakteri yang tidak baik.

6. Formulasinya dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi. pH-nya 3-4 sehingga cairan produk ini lembut buat kulit bayi.

Kandungan pH dan ekstrak susu yang tertera di kemasan kotak Lactacyd Baby
Kandungan pH dan ekstrak susu yang tertera di kemasan kotak Lactacyd Baby

7. Lactacyd Baby merupakan brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan.

Dah, tenang deh hati saya. Pantas saja kok produk ini sering direkomendasikan dokter anak untuk dipakai ke bayi atau anak yang terutama sedang mengalami masalah kulit. Ternyata #LactacydBaby ini ahlinya kulit bayi alias #BabySkinExpert

Cara pakainya awalnya saya mengikuti petunjuk yang ada di kemasannya.

- Kocok dulu sebelum digunakan

- Encerkan 2-3 sendok teh atau sekitar 5 ml ke dalam wadah mandi.

- Gosok dengan lembut lalu bilas dengan air bersih.

Cara pakai Lactacyd Baby di kemasan kotak
Cara pakai Lactacyd Baby di kemasan kotak

Lalu saat sepupu yang kerjanya sebagai perawat datang ke rumah, saya diajari cara lain pakai Lactacyd Baby. Begini nih caranya:

1. Kocok dan tuang dulu Lactacyd Baby ke waslap. Yah, kira-kira satu kali tekan botol Lactacyd Baby atau secukupnya.

2. Usap waslap ke seluruh tubuh bayi. Kalau yang saya lakukan ke Kayyisah, biasanya saya usap berkali-kali secara perlahan ke bagian kulit yang kemerah-merahan.



3. Setelah itu, bilas badan bayi ke dalam air bersih di bak mandi bayi.

Waktu awal memandikan Kayyisah dengan Lactacyd Baby, sempat merasa bingung sebetulnya. Lho, ini kok sabunnya nggak seberapa berbusa ya? Cairannya juga lebih encer.

Cairan Lactacyd Baby yang cenderung tidak berbusa
Cairan Lactacyd Baby yang cenderung tidak berbusa

Tapi sewaktu selesai memandikan anak, jadi ngerti sih kenapa Lactacyd Baby ini beda dengan sabun bayi kebanyakan.

Meskipun nggak berbusa, tapi Lactacyd Baby nyata membersihkan kulit bayi kok. Sewaktu saya usap kulit Kayyisah, kulitnya terasa halus, bersih, nggak keset, dan nggak lengket.

Mirip kayak sabun orang dewasa yang terkenal mengandung susu itu lho. Tapi, rasa halusnya nggak terasa licin seperti ada bekas sabun yang tertinggal.

Alhamdulillah, dengan cara ini beberapa kali, ruam-ruam merah di badan Kayyisah berangsur hilang. Kalau tidak salah, sekitar dua atau tiga harian gitu, masalah kulit Kayyisah sudah beres akhirnya.

Nggak hanya pas sudah heboh gatal-gatalnya lalu pakai Lactacyd Baby, sabun mandi bayi yang satu ini juga jadi andalan saya untuk memelihara kesehatan kulit Kay.

Setelah sebotol Lactacyd Baby yang saya dapatkan dari dokter anak habis, saya kembali membeli sabun mandi anak ini di apotek. Ternyata banyak apotek kok yang menjualnya.

Biasanya kalau sedang tidak bermasalah, saya suka mencampur Lactacyd Baby langsung ke bak mandi Kayyisah. Habis itu, barulah dia saya mandikan di bak tersebut. Jadi skip nggak pakai waslap dan caranya persis seperti yang ada di kemasan.

Meneteskan Lactacyd Baby di bak mandi anak
Meneteskan Lactacyd Baby di bak mandi anak

Yang paling saya suka setelah Kayyisah pakai Lactacyd Baby itu, kulitnya jadi wangi dan halus. Awet lagi wanginya.

Sepertinya ini efek dari natural orange flavor alias aroma jeruk alami yang terkandung dalam Lactacyd Baby. Karena kalau sabun yang dipakai bayi mengandung zat parfum, terkadang, justru bisa menjadi pencetus alergi atau masalah kulit lainnya.

Bagian kulit yang kasar-kasar karena bekas gatal-gatal berangsur-angsur jadi hilang. Dan ini termasuk bentol-bentol bekas gigitan nyamuk juga memudar, lho.

Ini bukti lain bagaimana Lactacyd Baby membantu mengatasi masalah kulit Kayyisah yang beberapa hari lalu mengalami alergi susu formula.



Oh ya, belajar dari segala masalah kulit yang dialami Kayyisah, akhirnya sampai sekarang saya punya beberapa cara yang masih saya lakukan untuk menjaga kesehatan kulit Kayyisah.

1. Jika badan berkeringat sampai baju Kayyisah jadi basah, saya harus segera menggantinya. Kalau sampai mengabaikan hal ini, dijamin, ruam merah di pungung Kayyisah jadi betah di situ lagi.

2. Saya harus sering mengecek diaper Kayyisah. Biasanya dalam sehari, pagi sampai malam, Mamak sampai harus mengganti diapernya enam kali.

3. Selain harus sering ganti diaper, kadang saya juga sangat perhatian sama merek diaper tertentu dan lotion perawatan kulit bayi untuk mencegah ruam. Ini akan jadi andalan banget terutama saat cuaca sedang panas dan meminimalisir atau mencegah ruam popok.

4. Jaga makanan dan minuman juga jadi perhatian saya. Sejak bayi, Kayyisah ini kayaknya tipe anak yang kadang-kadang suka alergi sama jenis makanan atau minuman tertentu. Waktu full ASI saja, Kayyisah pernah alergi gara-gara saya kebanyakan makan telur dalam sehari. Jadi kalau pas ruam merah kok keluar dan bandel susah hilang, saya juga mesti ingat-ingat, kira-kira makanan atau minuman apa nih yang perlu Kayyisah hindari dulu.

5. Kalau yang sehari-hari tahu Kayyisah, pasti sudah hapal deh kalau Kay itu jarang banget pakai bedak. Awalnya hal ini saya lakukan karena pesan dari dokter anak langganan Kayyisah. Katanya, serbuk bedak nggak bagus di pernapasan kalau terhirup bayi. Pernah pas saya langgar nasihat ini, eh beneran, kulit Kayyisah malah yang jadi bermasalah. Terutama di muka. Kalau dipakein bedak, yang ada nggak lama kemudian kening Kayyisah malah keluar biang keringat. Jadi biarin saja deh orang suka ngejek Kayyisah yang nggak pernah pakai bedak kalau habis mandi. Yang penting mah kulit dia sehat wal afiat, bersih, dan kinclong. Lagian dan untungnya, si Kayyisah ini punya kulit kuning. Jadi nggak pakai bedak juga dianya sudah cakep kok ya Nak. (*hehe, setiap Mamak pasti bilang anaknya paling cakep, kan?)

6. Kalau pas masalah ini itu di kulit keluar, sudah deh, andalan terakhir saya ya sabun Lactacyd Baby. Beberapa hari kemudian, biasanya masalah kulit Kay bisa selesai setelah menggunakan sabun cair ini.

Tuh, jadi sudah tahu kan alasannya kenapa menjaga kesehatan kulit anak itu punya arti penting buat saya?

Iya, karena anak yang kulitnya sehat, tidurnya jadi berkualitas. Aktivitas sehari-hari pun bisa dilakoni si kecil dengan riang dan nggak rewel karena merasa kulitnya gatal-gatal.

Ah, bahagianya seorang mamak memang sederhana kok. Kalau anak sudah hatinya senang gitu, mamak mana sih yang nggak ikutan senang dan tenang?

Dan rahasia kulit bayi tetap sehat itu yang sudah saya ketahui. Terima kasih Lactacyd Baby…

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Lactacyd Baby


Comments

  1. Lactacyd Baby ini bener-bener bikin kulit si kecil halus dan wangi...bagus si Kecil mbk....Tfs....

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…