Skip to main content

Ayam dan Telur, Sumber Makanan Kaya Gizi yang Sehat dan Mencerdaskan




Pernah dengar kata-kata seperti ini nggak?

“Hati-hati kalau kebanyakan makan ayam brolier. Nanti alergi dan gatal-gatal.”

“Ih, kok makan telur melulu sih. Nanti gendut lho! Apalagi makan kuning telurnya. Itu kan sumber kolesterol yang nggak bagus buat tubuh.”

Eit, betul nggak ya?

Memang sih, ada banyak mitos dan fakta yang beredar di masyarakat tentang telur dan ayam. Padahal aslinya, banyak lho yang dibilang fakta, eh, ternyata mitos.

Ayam dan telur memang sumber makanan yang paling mudah dan lebih terjangkau harganya. Tentunya, jika dibandingkan dengan sumber makanan hewani lainnya seperti daging sapi atau susu.

Sumber data: situs Pinsar Indonesia

Menurut data pemerintah, untuk konsumsi telur di masyarakat Indonesia hanya 100 butir per orang per tahun. Malah kalah banyak dengan konsumsi rokok masyarakat Indonesia yang bisa mencapai lebih dari 1.100 batang per orang per tahun!

Artinya, masyarakat Indonesia rata-rata hanya makan 1 butir telur setiap tiga hari. Tapi, justru bisa membeli rokok rata-rata 3 batang rokok setiap harinya. Miris yah!


Telur Si Superfood

Kalau menurut saya ya, mirisnya konsumsi ayam apalagi telur di masyarakat itu tidak terlepas dari mitos yang selama ini beredar.

Katanya, jangan makan telur terlalu sering. Ada yang menambahkan, katanya malah bisa bikin bisul. Ini bener lho, saya sering dengar itu sewaktu kecil dulu.

Padahal, kasus ini hanya terjadi pada orang-orang  tertentu yang punya alergi telur. Kasuistik aja sih, cuma sedikit kejadiannya. Kalau kitanya nggak punya riwayat alergi pada telur, ya woles saja.

Malahan, telur itu kaya kandungan protein hewani dengan asam animo yang sangat lengkap dan bermanfaat untuk pertahanan tubuh, perbaikan sel-sel tubuh dan sel-sel otak sehingga manfaatnya untuk kesehatan dan juga kecerdasan.



Telur sebetulnya mengandung kolesterol baik kok. Bukan kolesterol jahat.  

Kalau sampai banyak kasus kolesterol di masyarakat, sebetulnya bukan salah telur atau komoditi peternakan lainnya. Tapi, karena cara masaknya yang salah. Misalnya dengan menggoreng masakan berulang-ulang. Jadi deh muncul si kolesterol jahat.

Tuh kan, banyak nggak benarnya kan omongan yang selama ini beredar di masyarakat?

Masih nggak percaya kalau telur itu si superfood yang kaya manfaat? Yuk baca lagi fakta-fakta tentang manfaat telur berikut ini.

Menjaga otot agar kuat
Telur mengandung protein berkualitas terbaik yang diperlukan untuk membantu menjaga fungsi otot dan memperlambat laju kehilangan otot.

Membantu fungsi otak dan memori
Telur mengandung kolin yang penting untuk menormalkan semua sel, termasuk yang dibutuhkan untuk metabolisme, fungsi otak dan saraf, memori, dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Kolin juga membantu mencegah cacat lahir, serta membantu meningkatkan perkembangan otak dan memori pada bayi.

Membantu tubuh menghasilkan energi yang dibutuhkan
Telur mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk kebutuhan tubuh setiap harinya, serta membantu asupan energi. Telur mengandung riboflavin yang membantu menghasilkan energi ke semua sel tubuh. Pantothenic Acid yang membantu proses pencernaan makanan dan membantu sel dalam memproduksi energy, serta Fosfor yang penting untuk kesehatan tulang, gigi dan membran sel, juga diperlukan untuk menghasilkan energi.

Membantu agar sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik
Telur adalah sumber Vitamin A, Vitamin B12, dan Selenium, yang kesemuanya penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Menurunkan risiko penyakit jantung
Telur adalah sumber Kolin dan Vitamin B12 yang sangat baik. Kolin memegang peranan penting dalam meruntuhkan homocysteine, asam amino dalam darah yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Vitamin B12 penting agar sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik, dan juga membantu melindungi dari penyakit jantung.

Membantu perkembangan kesehatan bayi selama kehamilan
Kolin yang ditemukan dalam telur sangat penting untuk fungsi normal semua sel, termasuk yang dibutuhkan untuk metabolisme, fungsi otak dan saraf yang sehat, memori, serta pengangkutan nutrisi melalui tubuh. Kolin juga membantu mencegah cacat lahir, serta membantu mempromosikan perkembangan otak dan ingatan pada bayi. Telur juga merupakan sumber Asam Folat yang baik. Asam folat ini penting bagi wanita hamil, dan mereka yang sedang menyiapkan kehamilan karena dapat membantu mencegah cacat lahir terkait saraf tertentu, termasuk spina bifida.

Menjaga penglihatan agar lebih kuat 
Lutein dan zeaxanthin adalah dua antioksidan yang ditemukan pada telur, membantu mencegah degenerasi macula yang merupakan penyebab utama kebutaan terkait usia. Telur juga mengandung Vitamin A yang mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan kulit, penglihatan dan fungsi kekebalan tubuh.

Membantu menurunkan berat badan
Telur dapat membantu memunculkan rasa kenyang yang lebih lama. Penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi membantu memperpanjang perasaan kenyang. Protein yang berkualitas tinggi dalam telur membantu membuat rasa kenyang yang lebih lama sehingga bagus untuk kesehatan berat badan. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa telur yang dimakan saat sarapan bisa mencukupi asupan kalori harian, mencegah ngemil di sela waktu makan dan menjaga agar tetap kenyang lebih lama.


Ayam, Bahan Makanan yang Kaya Manfaat untuk Tubuh


Foto: dokumen pribadi
Ayam pun tak lepas dari banyak mitos yang ada. Apalagi ayam broiler, ada mitosnya sendiri. Katanya (lagi), ayam broiler itu bisa gendut-gendut karena disuntik hormon.

Ada satu fakta nih yang saya baru tahu setelah membaca pinsarindonesia dot com. Menurut situs tersebut, harga satu dosis hormon satu kali suntik itu aslinya bisa mencapai 5 USD (Rp. 65.000). Padahal, harga ayam di tingkat peternak kurang dari Rp 20 ribu/ekor.

Jadi, ayam broiler bisa berdaging tebal itu sebetulnya proses dari hasil persilangan puluhan tahun sesuai dengan kaidah ilmu genetika.

Padahal, ayam sebagai bahan makanan itu punya manfaat yang kaya lho bagi tubuh.


Mencegah anemia
Zat besi dalam daging ayam cukup tinggi. Zat besi sendiri merupakan penyusun utama sel-sel darah merah. Mengkonsumsi daging ayam akan membuat kadar trombosit dalam tubuh stabil sehingga terhindar dari anemia.

Menguatkan sistem kekebalan tubuh
Kandungan mineral dalam daging dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga, kita jad tidak mudah diserang berbagai penyakit seperti flu, sakit mata, demam, dan sebagainya.

Mempertahankan keseimbangan kolesterol
Zat niacin dalam daging dapat menurunkan kadar kolesterol jahat penyebab jantung koroner. Asal diolah engan cara-cara yang sehat seperti direbus dan dikukus. Selain itu, sedapat mungkin bagian daging yang diambil adalah bagian yang kadar lemaknya paling rendah.

Memperkuat tulang
Kandungan mineral kalsium yang ada dalam daging termasuk tinggi sehingga mampu mencukupi kebutuhan tulang sekaligus menyediakan cadangan kalsium di tubuh.

Bagus untuk tumbuh kembang anak
Masih berkaitan dengan kandungan kalsium dan fosfor, kedua zat tersebut sangat bagus untuk tumbuh kembang anak. Apalagi masa anak-anak, perkembangan tulangnya sedang begitu aktif sehingga kebutuhan mineral kalsium dan fosfor juga tinggi.

Meningkatkan nafsu makan
Daging ayam yang lezat apalagi diolah dalam berbagai masakan, sering disukai banyak orang.

Penghilang stres
Zat yang berperan penting dalam menghilangkan stres yaitu vitamin B5 atau asam pantotenat. Zat ini memberi efek tenang pada sel-sel syaraf manusia. 

Meningkatkan sistem imun
Zat yang berperan meningkatkan sistem imun tubuh yaitu vitamin dan mineral. Dengan demikian, tubuh tidak mudah terserang infeksi berbagai macam penyakit.

Mengurangi risiko radang sendi (arthritis)
Pada daging ayam, kandungan zat Selenium cukup tinggi sehingga bisa mencegah sakit di bagian-bagian persendian. Itulah kenapa daging unggas ini sangat baik dikonsumsi oleh orang yang sudah berumur lanjut.

Menjaga kesehatan gigi
Fosfor yang terkandung di dalam daging ayam bagus untuk menjaga kesehatan gigi serta tulang supaya tak mudah alami kerusakan.

Melancarkan metabolisme tubuh
Senyawa Vitamin B kompleks yang ada di dalam daging akan mengaktifkan kinerja enzim-enzim yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh. Metabolisme yang lancar akan menjaga kesehatan jaringan pembuluh darah, pembakaran kalori, dan sumber energi. Metabolisme tubuh yang lancar juga berefek menstabilkan dan mengidealkan berat badan.

Mencegah kanker
Kandungan niacin pada daging unggas mampu mencegah kanker sekaligus menghindari terjadinya kerusakan sel-sel DNA pencetus kanker.

Mencegah serangan jantung
Berkat zat niacin yang terkandung di dalamnya, kadar kolesterol jahat dan baik menjadi seimbang sehingga mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Namun, harus perhatikan proses pengolahannya yang harus seminimal mungkin mengandung banyak lemak.

Menambah massa otot
Atlet binaragawan terbiasa mengkonsumsi rebusan daging ayam dalam menu diet sehatnya. Dengan komposisi gizi yang tepat, massa otot pun bisa bertambah secara proporsional.

Sebagai sumber pembangun tubuh
Daging unggas ini merupakan sumber protein tinggi yang bagus untuk memperbaiki sel-sel rusak sekaligus tumbuh kembang berbagai jaringan dan organ.


Hari Ayam dan Telur Nasional dan World Egg Day 2017

Karena sebegitu parahnya kondisi di masyarakat, pemerintah berupaya serius melakukan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ayam dan telur. 

Kalau saja terjadi peningkatan konsumsi ayam dan telur di masyarakat, nantinya diharapkan akan banyak masyarakat Indonesia yang lebih berkualita. Jadi lebih sehat dan cerdas.

Tak hanya itu, peternakan unggas bisa semakin berkembang sehingga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Di Indonesia, peringatan WED mulai digagas Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) sejak tahun 2000-an. Kemudian pada tahun 2011 ditetapkan peringatan WED sekaligus dalam acara HATN.

Acara HATN sendiri pertama kali dicanangkan tahun 2011 pada saat acara Festival Ayam dan Telur oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MA di Senayan Jakarta, tanggal 15 Oktober 2011.

Sejak saat itu, tiap tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Ayam dan Telur Nasional.

Sedangkan World Egg Day (WED) dicanangkan di Wina Austria pada sebuah konferensi International Egg Commission (IEC) tahun 1996.

IEC menetapkan bahwa Hari Telur Sedunia jatuh pada setiap minggu kedua bulan Oktober di Hari Jumat. Jadilah di tiap tahun, tanggal peringatan WED berbeda-beda. Kalau tahun ini jatuh pada hari Jumat 13 Oktober 2017.

Atas inisiatif Pinsar Indonesia, ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) dan didukung oleh asosiasi-asosiasi peternakan dan kesehatan hewan, mulai tahun 2013 lalu acara HATN dan Hari Telur Sedunia mulai dilakukan di luar kota, yaitu berlangsung di Lapangan Renon Denpasar tahun 2013. Kemudian tahun 2014 diselenggarakan di pantai Losari Makassar, tahun 2015 di Palembang dan tahun 2016 di Lapangan Murjani Banjarbaru.


Iklan Hari Ayam dan Telur Nasional tahun 2016 lalu. Sumber foto: pinsarindonesia dot com

Tahun 2017 ini HATN dan WED akan dipusatkan di Lombok, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain itu di Jakarta juga akan dilaksanakan sejumlah acara oleh Pinsar Indonesia.

Acara HATN dan WED 2017 akan dilaksanakan bekerjasama dengan Lombok Post group didukung oleh Pemda Provinsi NTB khususnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi  NTB dan dinas terkait lainnya, Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB), komunitas peternak unggas, dan sejumlah lembaga dan komunitas lainnya.

Direncanakan puncak acara dilaksanakan pada hari Minggu, tangga; 1 Oktober 2017.
Sementara itu di Jakarta direncanakan akan dilakukan sejumlah aksi sosial, lomba menulis blog, penyuluhan gizi dan berbagai acara lainnya, yang akan dipusatkan di Taman Kalijodo Jakarta Barat.

HATN 2017 kali ini mengangkat tema “Ayam dan Telur Makanan Kita Semua.” Tema ini mengandung spirit bahwa ayam dan telur menjadi makanan semua lapisan masyarakat, karena harganya terjangkau dan kandungan gizinya luar biasa. 


Nah, jadi sudah tahu kan mana yang fakta, mana yang mitos, dan betapa kayanya kandungan ayam dan telur? Yuk kita konsumsi sebutir telur sehari dan sepotong daging ayam. Tubuh kita bisa lebih sehat, pun jadi makin lebih cerdas.


Sumber bahan artikel dan foto:
http://thinkegg.com/index.php/world-egg-day/
http://www.khasiat.co.id/daging/ayam.html
https://manfaat.co.id/manfaat-telur

http://pinsarindonesia.com/category/bahan-lomba-menulis-hatn-2017/


* Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Hari Ayam dan Telur Nasional 2017 yang diadakan PINSAR Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…