Skip to main content

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Lopang Surganya Buah Jamblang


Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?

Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…

Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.

Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.

Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.

Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.


Jamblang mini berukuran seruas kepala jari kelingking
Di Lopang, kita bahkan bisa menjumpai jamblang mini berukuran seruas kepala jari kelingking, lho.

Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.

Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.

Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surganya buah jamblang.

Apalagi, di tempat inilah saya bisa menemukan buah jamblang berukuran besar, berdaging tebal, dan manis rasanya. Jenis jamblang yang seperti ini sangat sulit ditemukan di tempat lain.


Tak hanya urusan membeli buah jamblang. Jika sedang musimnya, area sawah di Lopang yang ditumbuhi pohon jamblang bisa seketika menjadi tempat wisata dadakan, lho!

Jadi begini, di Lopang, para pembeli buah jamblang bisa datang untuk membeli, bahkan hanya sekedar mengicip sedikit buahnya saja.

Kegiatan icip-icip buah jamblang ini makin seru jika kita sambil memanjat langsung pohonnya. Yah, asal jangan naik ke pohon sambil membawa wadah sendiri dan mengambil banyak buah jamblang di pohon!   

Harga jamblang di tempat ini bervariasi. Untuk jamblang yang ditaruh di dalam kerendeng atau wadah keranjang dengan bentuk seperti silinder, harganya bisa 20 ribu sampai 45 ribu rupiah.

Lalu jika misalnya ingin membeli satu kerendeng, tapi memanjat dan memetik sendiri sambil pinjam wadah satu kerendeng, harganya bisa lima ribu rupiah saja!

Lho kok?


Bisa memanjat dan memetik sendiri buah jamblang di pohonnya
Memanjat dan memetik jamblang langsung dari pohonnya merupakan keasyikan tersendiri.

Jadi, harga yang puluhan ribu rupiah itu tadi hitung-hitung upah untuk mereka yang sudah memanjat dan memetik pohon jamblang.

Sayangnya, kita tidak bisa membeli jamblang berikut kerendengnya. Wadah kerendeng cuma sebagai alat mengambil jamblang yang sedang dipetik, atau untuk menakar jamblang yang akan dibeli.

Padahal jika dijual sekaligus kerendengnya, lebih bagus lho menurut saya. Pembeli jadi lebih praktis saat membeli jamblang, kerendengnya setelah itu bisa digunakan untuk wadah yang lain.

Mirip saat membeli tape Bondowoso berikut beseknya itu, lho.

Apalagi untuk pembeli yang asalnya dari luar daerah Lamongan. jamblang dalam kerendeng jadi lebih enak dilihat sebagai oleh-oleh.

Sayangnya, buah jamblang begitu rentan rusak jika dibawa perjalanan jauh. Terkena sedikit gesekan saja, kulitnya langsung mengelupas, atau bahnya menjadi pecah-pecah dan tak utuh lagi.

Jadi, jamblang khas Lopang ini pun hanya bisa dinikmati oleh orang Lamongan dan sekitarnya saja yang langsung membeli ke Lopang.

Para pembeli buah Jamblang yang juga berasal dari luar Lamongan
Para pembeli buah Jamblang yang mengaku berasal dari Surabaya.

Oh iya, satu lagi yang seru jika langsung membeli jamblang ke pemilik pohonnya yang ada di area persawahan itu, kita bisa sambil duduk santai, menghirup udara segar nan semilir di bawah pohon jamblang.

Sambil gelar tikar, lalu bawa makanan sendiri, piknik cara ini juga asik! Asal ingat, bawa lagi sampahnya ya…


Cara Mengonsumsi Buah Jamblang

Biarpun buah ini bisa langsung dinikmati, tapi ada beberapa tips nih yang bisa dicoba untuk mengonsumsi buah jamblang:

- Jika ingin menyimpan buah jamblanglebih lama di dalam kulkas, lebih baik cucilah dulu sampai bersih, lalu bilas dengan air garam.

Katanya sih, agar getahnya luntur.

Kalau menurut saya sendiri, cara ini bisa berguna untuk membersihkan jamblang dari belatung yang terkadang ada.

- Makan jamblang pakai garam? Boleh-boleh saja kok.

Di beberapa tempat, kebiasaan ini memang sering dilakukan. Konon katanya, untuk membuat tawar rasa sepet pada jamblang.

Namun khusus mayoritas jamblang dari Lopang, kayaknya hal itu tidak perlu lagi.

Karena rasa sepet di jamblang ini kalah dengan rasa manisnya.


Jamblang khas Lopang
Jamblang berukuran besar, dengan rasa manis dan berdaging tebal inilah yang bisa kita temukan di Lopang dan nyaris tidak bisa ditemukan di tempat lain.

- Suami saya yang asli orang Lopang malah bilang, ada tips untuk membuat tawar rasa sepet dari jamblang.

Caranya, makanlah sebutir jamblang sekaligus dengan isinya. Satu biji saja, bukan semua jamblang yang dimakan ya!

Tips ini sih katanya ia ketahui sejak dari kecil dulu. Percaya nggak percaya, kembali kepada kita sendiri deh ya.


Bagaimana untuk Bisa Sampai ke Lopang?

Daerah Lopang itu berada di selatan dari pusat kota Lamongan. Tepatnya di Kecamatan Kembangbahu.

Jika sudah sampai di Lamongan, tanya saja orang-orang di sekitaran jalan Lamongan, bagaimana untuk bisa sampai ke Lopang. Nanti, kita akan ditunjukkan arahnya.

Nah, Lopang itu sebetulnya dekat dengan pusat kota Lamongan atau Kecamatan Tikung. Jadi jika menuju ke sana, hati-hati ya, jangan sampai kebablasan jauh ke arah Kembangbahu.

Minim petunjuk jalan pun kembali akan kita jumpai di daerah Lopang.

Satu-satunya cara ya harus bertanya ke penduduk sekitar, di mana kebun jamblang yang sering banyak dikunjungi orang.

Kalau bertanya, tanyalah di mana kebun juwet, ya. Karena orang Lopang menyebut jamblang dengan bahasa juwet.

Jika datang ke tempat ini, sebetulnya lebih enak jika menggunakan sepeda motor. Kita bisa langsung sampai ke on the spot-nya kebun jamblang.

Kalau naik mobil, sepertinya harus berhenti dulu di dekat gang kecil, baru setelah itu masuk ke dalam dengan berjalan kaki.

Sebetulnya, istilah kebun jamblang ini bukanlah sebuah area dengan pohon-pohon jamblang yang berdiri agak rapat lho ya.

Melainkan, sebuah area luas dengan petak-petak sawah kering yang sedang tidak ditanami, lalu akan kita jumpai pohon-pohon jamblang yang tersebar di beberapa tempat.

Area sawah di Lopang saat musim kemarau
Pohon jamblang yang tumbuh di area persawahan

Lalu, bagaimana kalau kita dari luar Lamongan?

Patokannya, kita pakai Surabaya, ya. Karena Lamongan itu adalah kabupaten yang berjarak sekitar satu hingga satu setengah jam dari Surabaya jika kita menggunakan kendaraan mobil atau motor.

Kita bisa menggunakan pesawat dan mendarat di Juanda Sidoarjo dulu, lalu menuju Lamongan bisa menyewa mobil.
Kalau yang naik kereta api, patokan tujuannya ke Stasiun Lamongan, bukan yang Stasiun Babat. 

Bagaimana, tertarik ingin mencicipi segarnya buah Jamblang khas Lopang? Sekali lagi, momennya akan tiba sebentar lagi ya…


* Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog yang diadakan Tiket.com bekerjasama dengan detikTravel bertema ‘Surga Tersembunyi di Daerahku’

Comments

  1. Aku kalo ke Lamongan cuma tahu Paciran aja mbak. Kalo di kampungku buah Jamblang itu namanya Dhuwet. Ada juga yang bilang kalau Jamblang itu buah anggurnya orang desa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau orang Lamongan bilangnya juwet, Mbak. Sama juga sih, kadang dibilangnya juga anggur jawa :D

      Delete
  2. iya yah agak susah buah ini klo aku tahunya duwet mba makan juga pas kecil sejak gede uda ga pernah nemu lagi buah ini klo mau mesti ke Lopang y mba. gudluck mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata beberapa teman, di tempat lain juga sudah langka Mbak di mana-mana. Di Lamongan sendiri pun juga gitu Mbak.

      Delete
  3. Omg Mbaa, aku kangen ama jomblang iniiiiii.. Di aceh banyak mba :D. Aku 18 thn tinggal di aceh, dan klo sedang musim jomblang, wuuuh, itu penjualnya laris maniiissss.. Biasanya kalo di aceh dibikin kyk rujak. Disiram gt aja ke buahnya. Rasa jomblang yg manis asam, nyampur ama pedesnya kuah rujaaakkk. Mantep bgt itu. Dan di jkt aku susaaah nyari buah ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, baru tahu versi dijadiin rujak, Mbak. Trims banget nih infonya. Kalau pas musim lagi, saya nyoba bikin gitu deh.

      Delete
  4. Aku baru tahu ada buah namanya buah jamblang mbaa, ketinggalan kereta tujuan agronomi nih 😂 tapi sekarang jadi tahu. Penasaran pingin coba deh

    ReplyDelete
  5. Kalau diingat-ingat, daku sepertinya belum pernah makan buah Jamblang.. Seperti terong yah warnanya.

    ReplyDelete
  6. Jamblang... Makanan aku kecil. Dulu waktu SD sepanjang jalan menuju sekolah banyak pohon jamblang. Sering pungutin yang jatuh, atau minta pas ada ya lagi metik. Tapi skrg kyknya susah nemuin pohon jamblang ya

    ReplyDelete
  7. Kalau di Surabaya aku nyebutnya juwet mbak. Enak dimakan ma garam. Tapi dah lama banget aku gak makan, di Jkt malah gk pernah nemu hehe.

    ReplyDelete
  8. Baca ini jadi ngiler waktu jmn SD msh ada buah ini d jakarts dijual pakai gulapasir. Jadi kngen rasanya

    ReplyDelete
  9. Belum pernah cobain buah jamblang, penasaran sama rasanya, di sini sudah nggak ada yang jual buah jamblang

    ReplyDelete
  10. Aku ngga pernah makan buah Jamblang, kok jadi penasaran ama rasanya ya. kayanya bentuknya ngga menarik dan manis hehehe. tapi dont judge from its cover kan ya

    ReplyDelete
  11. Kayaknya udah lama gak nemu buah ini di Jakarta. Dulu pernah nyoba dan rasanya asem hehe. Woah, bisa kali mbak buahnya dikirim ke rumahku hoho

    ReplyDelete
  12. Saya Baru tau kalo buah Jamblang itu musiman ya, boleh nih mba kalo lagi pulang kampung pas musim jamblang oleh-oleh buah ini

    ReplyDelete
  13. Udah lama nggak makan buah yang familiar zaman kecil. Tapi daerah Ciganjur jakarta selatan masih banyak. Juga di jual di kebun binatang ragunan buah buah langka ada.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Mengenal dan Mengatasi Baby Blues

Waktu di seminar parenting yang diadakan di RS Mitra Keluarga Surabaya saat itu, tema yang dibicarakan dalam sesi pertama adalah tentang Postpartum Blues atau Postpartum Distress Syndrome, atau yang biasanya orang kenal juga dengan istilah Baby Blues.
Yang menjadi pembicaranya adalah Ibu Naftalia Kusmawardhani, S.Psi, M.Si. Beliau seorang psikolog yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Sidoarjo.
Bu Naftalia ini awalnya terkesan kalem saat memberikan materi. Tapi ternyata makin lama, makan menarik juga caranya saat berkomunikasi dengan para peserta seminar. Tak jarang saya dan peserta lain sampai harus menahan tawa karena ceritanya yang lucu.
Menurut Bu Naftalia, baby blues adalah kondisi terganggunya suasana hati yang terjadi setelah melahirkan. Biasanya 50% sampai 80% dialami wanita melahirkan khususnya kelahiran anak pertama. Meski tidak menutup kemungkinan bisa terjadi juga pada kelahiran anak berapapun.
Nah, yang membedakan baby blues dengan postpartum depression atau PPD adalah masany…