Skip to main content

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88


Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.

Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.

PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.

Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami kebangkrutan, dan 29 persen meninggal dunia.

Kekhawatiran tentang kenyataan itulah yang menurut Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, banyak disampaikan kepadanya. Hal itu ia ungkapkan saat acara konferensi pers yang diadakan di Dyandra Convention Hall Surabaya pada hari Rabu, 16 Januari 2019. Ia sering ditanya, kenapa Prudential tidak membuat asuransi khusus terkait fenomena keberadaan penyakit kritis tersebut.

“Melalui PRUCritical Benefit 88, Prudential berharap dapat memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya. Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup,” jelas Jens.


Kenyataannya memang, perjuangan melawan penyakit kritis itu bisa sangat menguras emosi serta fisik pasien dan juga keluarganya. Hingga akibat lainnya, perencanaan keuangan pun bisa terganggu.

Menurut Jens, produk asuransi ini bisa melengkapi portofolio solusi kesehatan dan proteksi Prudential. “Karena kami terus melayani kebutuhan nasabah yang terus berubah. Kami percaya, PRUCritical Benefit 88 dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam mengantisipasi dan mengelola dampak keuangan yang ditimbukan dari penyakit kritis.”

Keuntungan dari PRUCritical Benefit 88

Kehadiran PRUCritical Benefit 88 ini menurut Jens sejalan dengan komitmen brand baru Prudential yaitu Listening Understanding Delivering serta fokus We Do Health.

Melalui komiten baru ini, Prudential mempertegas tujuan perusahaan untuk selalu mendampingi nasabah dalam setiap tahap kehidupan.

Karena itu, PRUCritical Benefit 88 ini diharapkan bisa mengamankan finansial masyarakat dari penyakit kritis, untuk itu ada beberapa benefit yang bisa didapatkan.

1. Proteksi Terjamin

- Perlindungan secara menyeluruh untuk kondisi meninggal atau 60 kondisi kritis tahap akhir, tanpa periode masa bertahan hidup

- 10 persen Uang Pertanggungan (UP) untuk angioplasty anpa mengurangi UP PRUCritical Benefit 88 dengan maksimal Rp200 juta

- 200 persen tambahan UP akan dibayarkan jika tertanggung meninggal karena kecelakaan sebelum usia 70 tahun

- Perlindungan sampai dengan dengan usia 88 tahun dengan jagka waktu pembayaran premi yang dapat dipilih yakni sekama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun atau premi tunggal.

2. Uang Pasti Kembali

- 100 persen UP akan dibayarkan bila tertanggung utama masih hidup dan polis masih aktif sampai usia 88 tahun, atau

- Jaminan manfaat 100 persen pengembalian premi pada tahun polis ke-20. Jika nasabah memilih pengembalian premi, maka polis berakhir.

Dengan keuntungan-keuntungan tersebut, nasabah bisa mengamankan kondisi finansial terutama keluarga dari penyakit kritis yang kehadirannya tentu tak diharapkan oleh siapapun.

Stroke, Salah Satu Penyakit Kritis yang Seharusnya Bisa Diantisipasi

Gaya hidup masyarakat zaman sekarang memang banyak yang menjadi pemicu munculnya penyakit kritis tidak menular. Salah satunya adalah stroke yang juga masuk dalam kategori silent killer.

Hal itu pun yang disampaikan dokter spesialis bedah syaraf, dr Nur Setiawan Suroto, Sp.BS dari RS Mitra Keluarga Surbaya. Ada beberapa hal menarik yang disampaikan oleh dokter yang biasa dipanggil dokter Iwan tersebut.


Fakta unik tersebut antara lain, adanya sebuah penelitian yang pernah ia baca, bahwa orang Indonesia punya kebiasaan menggunakan gadget sebanyak empat sampai enam  jam dalam sehari. Pola hidup inilah yang jadi salah satu pemicu penyakit stroke. Sementara itu, penyakit stroke ini justru paling banyak diderita oleh pria.

Stroke sendiri adalah peyakit pada pembuluh darah otak yang bisa berupa pembuntuan atau pecahnya cabang pembuluh darah. Gejalanya menurut dr Iwan antara lain, nyeri kepala, asimetris sisi tubuh, penurunan kesadaran hingga koma, dan bisa muncul secara mendadak.

Faktor pemicu stroke sebagai penyakit kritis ini sendiri bisa beragam. Mulai dari hiperkolesterol, hipertensi, diabetes, merokok, kurang olah raga, juga faktor usia dan jenis kelamin.

Melihat fenomena stroke yang dilabeli silent killer ini, dr Iwan pun mengingatkan tentang beberapa hal yang perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit kritis yang kemunculannya bisa mendadak ini.

Beberapa hal yang perlu dilakukan tersebut antara lain, bergerak aktif setiap hari, lebih banyak memilih minum air mineral dibanding minuman lain, lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur, hindari berlama-lama menonton televisi atau gadget, lebih memilih mengkonsumsi makanan sehat sebagai camilan dibandingkan snack.

PRUCritical Benefit 88, Agar Keuangan Keluarga Aman dari Kondisi Kritis

Beberapa fakta yang disampaikan oleh dr Iwan tentang fenomena kondisi kesehatan di masyarakat itulah yang menjadi latar belakang munculnya PRUCritical Benefit 88. Hal tersebut lebih dijelaskan dalam konferensi pers oleh Himawan Purnama selalu Head of Product Development Prudential.


Keberadaan pria sebagai tulang punggung keluarga yang ternyata memiliki kecenderungan stroke lebih besar dibandingkan wanita, ternyata bisa berdampak tidak baik bagi masa depan keluarga.

Dampak buruk dari stroke yang dialami pria bagi keluarganya adalah kemungkinan terganggunya pendidikan anak, serta sulitnya biaya hidup keluarga di kemudian hari.

Karena itu, ada yang membedakan PRUCritical Benefit 88 dibanding produk asuransi lainnya. Menurut Himawan, nasabah PRUCritical Benefit 88 bisa memperoleh premi, manfaat, benefit yang sederhana, serta semua-semua yang bisa dijamin dari produk ini.

Yang menarik dari asuransi PRUCritical Benefit 88 ini adalah angka usia 88 tahun. Usia ini sendiri sudah menjadi pertimbangan karena pada umumnya rata-rata orang Indonesia memiliki masa hidup hingga usia 65 sampai 70 tahun.

Terkait kemungkinan terganggunyan kondisi finansial akibat penyakit kritis ini, Himawan pun berpesan agar mumpung masih muda, sebaiknya siapa saja menjalani hidup sehat, sekalian berasuransi . “Mumpung premi masih murah,” imbuhnya.

Perbedaan PRUCritical Benefit 88 dan PRULink Generasi Baru (Syariah)

Sudah selama 23 tahun Prudential di Indonesia melayani lebih dari 2.3 juta nasabah melalui berbagai inovasi dan solusi agar mereka mendapatkan perlindungan yang terbaik.

Sementara itu, Prudential plc sendiri sudah ada selama lebih dari 170 tahun dengan berkantor pusat di London dengan melayani lebih dari 26 juta nasabah di seluruh dunia.

Sedangkan Prudential Corporation Asia atau PCA telah beroperasi selama 95 tahun dan sudah membantu 15 juta nasabah di 12 pasar di seluruh wilayah Asia.

Prudential membantu banyak nasabahnya dengan mengejar mimpi dan minat mereka dengan menjaga hal-hal yang penting bagi nasabahnya, di antara melindungi keluarga mereka, menjaga agar mereka tetap sehat, membangun tabungan dan kekayaan, serta membantu perencanaan keuangan untuk masa pensiun mereka.

Banyak inovasi produk asuransi yang sudah dilakukan Prundetial. Di antaranya adalah PRUCritical Benefit 88 dan PRULink Generasi Baru Syariah. Ada perbedaan antara dua produk asuransi ini.

Perbedaan PRUCritical Benefit 88 dan PRULink Generasi Baru Syariah

Tentunya keuntungan dan manfaat yang berbeda ini bisa dipilih nasabah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tiap nasabah yang berbeda-beda. Terutama terkait untuk mengamankan kondisi finansial yang mungkin bisa terjadi akibat penyakit kritis, dengan jalanin bareng bersama PRUCritical Benefit 88.


Yuk baca juga:
- Menjaga kesehatan dengan konsumsi telur dan ayam
- Mengatur keuangan ekstra untuk biaya kehamilan dengan kondisi tertentu
- Tentang neuropati, penyakit yang kerap dialami kebanyakan masyarakat perkotaan

Comments

  1. Sedia payun sebelum hujan, sakit atau musibah gak ada yang tau ya. Kalau karena sakit bisa bikin kehilangan semua gimana nasib keluarga ya kedepannya. Untungnya PRUCritical Benefit 88 bisa menjawab kebutuhan nasabah yang memerlukannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, semua orang emang nggak pengen sakit. Dan kita berasuransi bukan berarti karena kita mensugesti kalau nanti akan sakit.

      Delete
  2. membayangkan efek dari penyakit kritis itu serem banget ya, tapi ada sih kenalan juga karena sakit jantung hartanya jadi habis dan akhirnya berefek ke anak-anaknya yang menjadi kesulitan keuangan juga. Untung sekarang ada produk terbaru Prudential ini ya bisa menjadi solusi bagi penderita penyakit kritis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak, sering juga denger cerita yang kayak gitu. Kitanya jadi ikutan sedih.

      Delete
  3. dengan kondisi setiap orang berbeda juga kebutuhannya aku piker prudent ini salah satu alternative asuransi yang bagus~ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, beda kondisi, beda juga produk asuransi yang bisa dipilih.

      Delete
  4. Nah ..mari kita giatkan pola hidup sehat biar gak sakit..apalagi sakit yg bisa menghabiskan dana.. TFS mba, jadi tahu ada alternatif payung di saat krisis..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Mending jaga hidup sehat dari sekarang ya. Manfaatnya lebih banyak dan berati.

      Delete
  5. Sejak awal meikah sama suami yang memang beda 10 tahun, aku sudah memikirkan hal terburuk yang bisa saja terjadi kapanpun, Mbak. Makanya aku harus punya tabungan dan investasi untuk masa depan anakku, khususnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi inget temenku, Mbak. Dia berpikir hal yang sama juga seperti ini.

      Delete
  6. Jangan sampai pasien terbebani pikiran soal finansial. Lebih baik fokus pada kesembuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Karena sakit aja udah bikin beban pikiran ya Mbak.

      Delete
  7. Iya zaman skrng segalanya bisa dikontrol pakai gadget dan bikin kita malas gerak ya mbak? Makanya akhirnya gaya hdiup jd kurang sehat. Moga2 kita semua terlindungi dr penyakit2 kritis ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... iya bener tu Mbak. Kadang gadget emang bisa melenakan.

      Delete
  8. Iya nih Mba. Siapa aja bisa kena penyakit kritis, biasanya karena gaya hidup kurang sehat atau faktor genetik. Nggak hanya suami aja, kalo istri sakit atau anak, menelan biaya yg gak sedikit juga buat berobat. Suami banting tulang, habis untuk biaya berobat aja, kasian juga. Untung ada solusinya ya, dengan PruCritical Benefit 88 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, apalagi kalau sudah punya faktor genetik ya. Mesti lebih waspada.

      Delete
  9. Demi mencegah dari kebangkrutan di masa depan, mulai sekarang kita harus menerapkan pola hidup sehat ya. Ngeri ngebayanginnya kalau uang kita, digunakan habis-habisan untuk berobat

    ReplyDelete
  10. Aku sudah menjadi nasabah Prudential Syariah selama 10 tahun terakhir and I have no complaint. Semoga kita bisa selalu sehat yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Karena sehat itu memang banyak ya Mbak artinya.

      Delete
  11. Tulang punggung keluarga bagaikan akar pohon. Ketika akar tidak kuat berdiri maka akan punah.

    Prucritical benefit 88 memberikam keuntungan bagi nasabah Prudential

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan apa saja yang tergantung pada pohon itu pun bisa terganggu juga ya Mbak keberadaanya.

      Delete
  12. Produk ini di butuhkan banget ya zaman sekarang soale penderita PTM juga terus meningkat. Semoga aja kita dan keluarga sehat selalu dan dijauhkan dari PTM.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... mana kedatangannya itu bisa tak terduga dan saat sudah terdeteksi, sulit ya Mbak menanganinya.

      Delete
  13. Plihan yg tepat utk antisipasi penyakit kritis ya..asyiknya lagi ada janinan uang pasti kembali kalau tak terpakai..mantaps..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Endingnya bisa kembali untuk dimanfaatkan oleh keluarga ya Mbak.

      Delete
  14. Makin keren ya PRUdential
    Baru aja ada produk barunya yang dikeluarin akhir tahun kemarin. Ini ada inovasi lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka terus inovasi seiring kebutuhan masyarakat ya Mbak

      Delete
  15. Srtiap orang pasti akan meninggal ya mba. Umur siapa yang tahu. Bila kita sudah menyiapkan tabungan tinggalan utk keluarga kita, katajya sih kita jadi orwng yang sangat peduli dengan keluagra

    ReplyDelete
  16. Kalau kata temen kantor saya yang agen pru, keseluruhan produk layanan pru ini memuliakan manusia sebagai klien. Bener-bener diposisikan sebagai orang yang wajib dibuat bahagia dan tenteram hidupnya. Cuma waktu itu temen saya itu menawarkan produk yang syaiahnya. Saya tertarik buat invest dana pendidikan tapi nggak dalam waktu dekat, hehe. Barangkali setelah menikah karena perlu diskusi sama suami.

    ReplyDelete
  17. saya jadi teringat alm. nenek, akan penyakit kritis beliau, sayang waktu itu saya belum mengenal prudent apalagi yang programnya sekarang pri benefit 88, tapi noted nih mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kondisi seperti ini di masyarakat ya Mbak, makanya Prudential mengeluarkan produk ini.

      Delete
  18. Wah keren nih event nya semoga akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ya

    ReplyDelete
  19. Penderita peyakit kritis cukup terbantu dengan asuransi ini ya, duh aku serem kalau baca mengenai penyakit kritis, semoga kita dijauhkan aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... iya Mbak. Keberadaannya sulit dideteksi lagi.

      Delete
  20. Mak deg pas baca soal kebiasaan orang Indonesia yang terlalu lama main gadget.. lah saya kan jugaa hiks.. bisa berpotensi mendatangkan penyakit yaa rupanyaa. Semoga kita selalu sehat yah mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... kita yang bidang kerjanya berkaitan dengan medsos emang identik dengan gadget ya Mbak.

      Delete
  21. Harus dimulai dari sekarang nih ya seharusnya Prucritical 88..aku suka program money back 100% nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makin muda memulainya, preminya pun makin murah Mbak.

      Delete
  22. Keren ini asuransinya jd mau pikir mau buka mba klo memang tdk terpakai claim bisa kmbali semuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, endingnya kalau tak terpakai bisa bermanfaat juga buat keluarga.

      Delete
  23. Mungkin sebelum yakin mengambil jenis asuransi yang mana...bisa dikonsultasikan terlebih dahulu yaa...
    karena memang kondisi tak terduga seseorang selalu ada dan bisa menjadi resiko dalam hidup.

    ReplyDelete
  24. kembali lagi ke kebutuhan masing-masing ya Mbak, mau pilih produk mana dari Prudential ini. secara udah lengkap banget ini pilihannya, dana tanggungannya bisa kembali pula, ditanggung hingga usia 88 tahun, mantap banget deh.
    tapi semoga kita semua sehat ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Bener Mbak, kalau tak terpakai pun dananya akhirnya bisa bermanfaat buat keluarga.

      Delete
  25. nah, stroke salah satu sakit kritis ya. keluargaku potensi banget soalnya punya darah tinggi.

    ternyata prudetial memberikan solusi yg bagus buat pasien yg punya sakit kritis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, stroke bisa jadi penyebab silent killer juga.

      Delete
  26. PRUCriticalBenefits 88 Ini gak bikin khawatir nasabah ya kalau gak kepakai karena balik lagi duitnya Aamiin sih ya buat jaga2 aja ikutan asuransi tapi kita nya tetap sehat-sehat aja Aamiin

    ReplyDelete
  27. Wah jaminan uang kembali 100 persen ini sungguh menarik sekali mba. Setahuku jarang nih ada jaminan seperti ini. Aku coba bahas ama suami ah untuk rencana ambil asuransi ini. Makasih mba :)

    ReplyDelete
  28. Ya semuanya pasti berharap sehat terus ya.
    Cuma gak ada salahnya mempersiapkan kemungkinan terburuk kan, asuransi salah satunya.
    Daripada nanti saat ada yang sakit jual ini-itu dan ngutang sana-sini untuk pengobatan

    ReplyDelete
  29. Perencanaan keuangan memang akan terganggu ketika hal-hal yang tidak diinginkan seperti datangnya penyakit muncul tiba-tiba. Harus cepat dimulai untuk memiliki jaminan kesehatan ya

    ReplyDelete
  30. aku sudah dari dulu pemakai prudential dan menurut aku ini merupakan asuransi yang sangat up to date dan memetingkan customer. salut aku sama inovasinya yang terbaru ini.

    ReplyDelete
  31. Jangan lupakan gaya hidup sehat ya mba. Bagaimanapun kan itu juga bentuk investasi.

    ReplyDelete
  32. Bener banget Mbak, perjuangan melawan penyakit kritis itu sangat menguras emosi serta fisik pasien dan juga keluarganya.keuangan keluarga juga terganggu jadinya..Bulikku kena kanker payudara..dan merembet dari kiri ke kanan..dan perawatannya sampai habis-habisan. Asuransi dari Prudential seperti ini bias jadi proteksi yaa








    ReplyDelete
  33. Setuju banget mba, asuransi itu penting banget karena kita nggak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan.

    ReplyDelete
  34. Ikut acara ini bikin tersadar kalo hidup saya semberandal banget. Jauh dari gaya hidup sehat. Dan keuangan juga belom ada dana untuk jaminan proteksi dari penyakit kritis. Bersyukur banget deh ikut. Sekarang mulai nerapin lagi pola hidup sehat. Semoga kita semua terhindar dari penyakit kritis.

    ReplyDelete
  35. Semoga Prudential termasuk asuransi yang bener2 berpihak sama nasabah, klaimnya sesuai dengan yang dijanjikan dan bener2 memproteksi masyarakat dari segi kesehatan krn memang faktanya makin lama manusia jadi mudah kena penyakit beraneka ragam.

    Oya, ttg bahaya gadget memang sudah diwanti2 sama ilmuwan, bahkan setahu saya sudah kelyar istilah "nature deficit disorder", krn semakin canggihnya gadget membuat banyak masalah bagi kesehatan manusia zaman sekarang

    ReplyDelete
  36. Jadi inget pas suami masuk rumkit selama 5 hari lalu sakitnya lumayan lama pasca pulang dari RS dan suami sampe bilang kedepannya harus ada tabungan sepertinya cocok yes kalau ikutan prudential y mb sedia payung sebelum hujan

    ReplyDelete
  37. Harus makin melek asuransi nih. Waspada juga kalau tulang punggung (suami) terjadi apa-apa, biar ada jaminan hidup ke depannya.

    ReplyDelete
  38. Asuransi ini berani menjamin pengembalian premi kalau gak dipakai ya mbak? Keren banget. Soalnya selama ini yg bikin ragu ikut asuransi kalau ternyata susah urus klaimnya. Tapi Prudential ini beda ya.

    ReplyDelete
  39. Asuransi penting sekali untuk masa depan dan jangka panjang. Apalagi untuk masa tua. Alhamdulillah beberapa kali ikut asuransi selalu aman.

    ReplyDelete
  40. Indeed ya mom. Kita ga pernah tahu apa yg akan terjadi di kemudian hari makanya better mempersiapkan diri dengan asuransi. Banyaj baca rrview asuransi ini, 100% garansinya bikin tergiur.

    ReplyDelete
  41. Kalau uang pasti kembali so pasti nyaman banget ya bagi nasabah. Anggap aja kita nabung. Tapi seenggaknya kita sudah berhati-hati takut terjadi apa2 dgn kita karena penyakit nggak tahu datangnya kapan...

    ReplyDelete
  42. Semoga kita sehat selalu ya. Suka serem kadang-kadang. Proteksi dan dana cadangan penting banget, buat pengeluaran tak terduga.

    ReplyDelete
  43. penyakit kritis kayak strokem kanker dan yang lainnya itu memang salah satu momok yang paling menakutkan ya buat kita. apalagi kalau tidak punya simpanan tabungan

    ReplyDelete
  44. Wah siapa yg mau sakit yah mba kita kadang sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga kesehatan tp kan gk ada yg tau tetiba skt apa krna jaman sekarang gaya hidup masyarakat yg kurang sehat alangkah baiknya memproteksi dengan asuransi ya mba

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Ingin dapat Pinjaman Online yang Aman, Yuk Perhatikan Beberepa Hal Penting Ini

Terkadang kita dihadapkan pada kebutuhan dana untuk keperluan tertentu. Namun saat menemui jalan buntu dan kita kesulitan meminjam pada orang lain, pinjaman online yang aman bisa jadi solusinya.
Padahal kebutuhan akan dana pinjaman berbentu tunai tersebut bisa jadi begitu mendesak. Misalnya, kita membutuhkan segera dana untuk biaya berobat keluarga, untuk keperluan pernikahan, atau biaya pendidikan anak.
Ada juga kebutuhan yang sifatnya tidak begitu penting tapi kok ya diperlukan juga. Misalnya untuk membeli sepeda motor, atau sebagai tambahan dana usaha.
Pinjaman online yang aman bisa jadi alternatif solusi dari masalah mendesaknya keperluan mendapatkan dana bantuan. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika mengajukan pinjaman keuangan secara online, terutama jika membandingkannya dengan lembaga keuangan lain pada umumnya.
1. Dibandingkan dengan pinjaman melalui bank, jasa pinjaman dana online tidak memerlukan syarat BI checking dan kartu kredit. Proses pencairannya pun bisa l…

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Membentuk Karakter Baik pada Anak

Anak cowok tidak boleh menangis, inilah suatu bentuk streotype yang kerap dilakukan orang tua kepada anak demi membentuk karakter baik pada anak. Streotype sendiri berarti mengkotak-kotakkan ciri tertentu berdasarkan pandangan umum yang kadang belum terbukti kebenarannya.
Padahal, tak selamanya hal tersebut benar dan bisa jadi merupakan pendidikan yang keliru. Misalnya, anak cowok juga boleh menangis dalam arti batas-batas yang wajar. Begitu halnya dengan permainan yang diberikan dan diperbolehkan untuk anak cowok dan cewek.
Mainan anak juga tidak boleh streotype. Anak cowok boleh main boneka. Begitu juga anak cewek boleh mainan mobil-mobilan. Pekerjaan di rumah juga harus dibagi secara bijaksana. Anak laki-laki boleh juga diajarkan memasak. Sesekali anak cewek juga boleh melakukan pekerjaan cowok.
Pendidikan anak memang berawal dari keluarga. Ayah dan ibu adalah malaikat bagi anak termasuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan dan sifat.
Sedangkan apabila ada seseorang yang …

Mengatasi Jenuh dalam Rumah Tangga

Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian.
Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina kominikasi sebelum masalah itu datang. Termasuk ketika rasa jenuh datang menghampiri.
Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.
Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan sampai ketika rasa jenuh itu akhirnya tiba, kita kebingungan untuk kelu…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Membentuk Anak Cerdas di Sejak Kandungan

Kecerdasan anak dapat dibentuk sejak ia ada dalam kandungan sang ibu. Tentunya, ibu pun pada saat hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya karena secara langsung akan mempengaruhi pula kondisi janin yang sedang dikandungnya.
Karena adanya bayi yang sedang dikandung, konsumsi makan ibu akan lebih meningkat daripada sebelumnya. Menurut Roziana, ahli gizi dari Rumah Sakit Awal Bross, itu adalah hal lumrah saat ibu membutuhkan kuantitas makanan hingga dua kali dari kondisi biasa.
Kebutuhan konsumsi makanan yang dibutuhkan ibu hamil biasanya juga dipengaruhi oleh tiga waktu semester dalam usia kehamilan. Pada semester pertama dan kedua atau tiga bulan pertama dan kedua dari kehamilan, faktor kuantitas begitu dibutuhkan ibu hamil.
 “Terutama pada semester pertama, bisa dua kali kebutuhan kuantitas makanan yang dibutuhkan ibuhamil. Untuk memenuhi kuantitas tersebut, bisa dengan sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Usahakan hindari makan berbentuk basah karena dapat memicu mua…

Membina Hubungan dengan Pasangan Jarak Jauh

Sebuah tawaran karir yang menjanjkan hadir di depan mata. Posisi yang bergengsi, pun gaji yang menggiurkan. Namun di timbangan yang lain, ada pasangan apalagi si kecil yang telah hadir mengisi kehidupan kita.
Nah lho, kalau kita dihadapkan pada pilihan seperti ini, pilih yang mana ya?
Fenomena tersebut bukanlah hal yang baru lagi saat ini. Apalagi sekarang, wanita tidak lagi dipandang sebelah mata dan dianggap mampu bersaing untuk mengisi posisi-posisi kunci yang biasanya dipercayakan kepada pria.
“Kalau itu yang terjadi, perlu kompromi, pengorbanan, dan pengertian antar pasangan,” jawab Rostina Tonggo Morito, psikolog dari Batam ketika disodorkan keberadaan fenomena tersebut yang saat ini kerap menghinggapi masyarakat khususnya di perkotaan.
Wanita yang kini menyandang HR Consultant dan Praktisi di PT Tunaskarya Indoswasta ini kemudian menyarankan dua alternatif yang bisa dilakukan oleh pasangan yang harus terpisahkan jarak atau tempat.
Yang pertama adalah suami yang harus berkorban untu…