Skip to main content

Kopdar Investarian MAMI, Edukasi Finansial yang Membuat Saya Menyesal



Sebelum membaca tulisan berikut ini, buat yang merasa ingin tahu lebih banyak tentang reksa dana, bisa dilihat di tulisan sebelumnya ya di sini. Biar nggak bingung lagi dengan beberapa jenisnya reksa dana.

Bus jurusan Surabaya-Semarang yang saya naiki untuk pulang ke Lamongan malam itu sebetulnya sangatlah nyaman. Tapi bus PATAS berfasilitas AC dan tempat duduk yang membuat punggung saya relaks tersebut tidak mampu menenangkan pikiran saya.

Kepala saya masih tercenung, mengingat hitungan dalam format excel yang telah ditampilkan di slide presentasi. Dan pikiran saya pun melaju pada segala keinginan dan mimpi terkait financial yang belum tercapai hingga kini. Rasanya menyesal, kenapa saya tidak tahu semua pengetahuan perencanaan keuangan seperti itu sejak dulu.

Jadi semua rasa gemas saya tersebut berawal dai acara Kopdar Investarian yang diadakan Reksa Dana Manulife di Surabaya, 29 September lalu. Di pertemuan ke dua tersebut masih menghadirkan Pak Legowo Kusumonegoro, Presdir Manulife Bagian Asset Management sebagai pembicaranya.

Jika pertemuan pertama saya dan kawan-kawan blogger asal Surabaya dan sekitarnya diajak untuk memikirkan angka inflasi yang makin naik tiap tahunnya serta solusi sekilas yang bisa kami lakukan, di pertemuan ke dua kemarin kami mendapat materi yang lebih terinci.

Misalnya ya itu tadi, sesi perhitungan dengan excel yang mengajak kami berhitung apa saja yang ingin kami rencanakan selanjutnya, serta bagaimana jika itu diatasi dengan investasi menggunakan reksa dana.

Dalam perhitungan ini, beberapa hal yang perlu dijawab antara lain:

1. Apa: Kebutuhan yang sedang kita rencanakan itulah yang kita letakkan di sini. Misalnya, rencana menikah, anak sekolah, haji, dan sebagainya.

2. Kapan: Artinya waktu target pencapaian kebutuhan tersebut. Poin ini nantinya juga akan menentukan, produk investasi reksa dana apa yang kita perlukan.

3. Berapa: Di kolom ini kita menulis berapa biaya yang kira-kira akan dikeluarkan.

4. Produk: Di bagian ini kita bisa menuliskan produk investasi berupa Reksa Dana apa yang akan dipakai. Bisa dilihat di materi sebelumnya ya. Jika kebutuhan itu waktu untuk diwujudkannya sekitar satu tahun, kita bisa memilih produk Reksa Dana Pasar Uang. Sedangkan jika kebutuhannya itu untuk sekitar tiga sampai lima tahun mendatang, bisa pakai produk Reksa Dana Pendapatan Tetap.

5. Potensi hasil: Jika Reksa Dananya Pasar Uang, kita masukkan angka 5%. Sedangkan jika Reksa Dananya Pendapatan Tetap, kita masukkan angka 8%. Begitu seterusnya untuk produk Reksa Dana lain yang lebih panjang masanya.

6. Investasi bulanan. Kalau kolom yang ini sudah otomatis akan terisi karena adanya penerapan rumus perhitungan tertentu. Selengkapnya bisa lihat gambar ya.


Nah, dalam mengisi kolom-kolom tersebut, ada satu hal yang diingatkan oleh Pak Legowo. Untuk poin pertama, letakkan terlebih dahulu yang namanya dana darurat.

Menurutnya, seharusnya setiap orang memiliki dana tersebut. Besarannya adalah enam kali biaya hidup masing-masing dari kita. Dan setidaknya setiap orang harus menyisihkannya setiap bulan.

Jangan Hanya Mengkhayal, Wujudkan!


Di awal materi, Pak Legowo langsung menyentil kebiasaan banyak orang yang kerap dilakukan dalam hidupnya. Khayalan banyak, keinginan banyak, tapi usahanya sedikit. Sementara, harga-harga apapun mengalami inflasi setiap tahunnya.

Selain itu, kini banyak orang yang tak lagi memiliki mimpi atau target hidup berupa menikah, punya rumah sendiri, atau ibadah seperti keinginan menunaikan haji suatu saat nanti. Uniknya ada fenomena lain, yaitu keinginan untuk traveling yang masuk dalam list kebutuhan.

Nah, kesemuanya itu akan sulit terwujud jika kita berusaha dengan cara menabung. Pak Legowo sedikit banyak mengingatkan kembali apa yang sudah ia sampaikan di pertemuan pertama, yaitu tentang fenomena menabung.

Menurutnya berdasarkan fakta yang ada, menabung sulit bisa menjadi solusi untuk seseorang meraih target keinginan atau kebutuhannya. Apalagi, kalau bukan inflasi sebagai penyebabnya yang menyebabkan harga barang bisa terus naik setiap tahunnya.

Ada dua hal nih yang jadi pembeda antara menabung dengan investasi.


Nah, jadi ngerti kan kalau menabung sama investasi itu sama-sama mengamankan uang tapi efeknya bisa beda…

Jangan Panik dan Ingat Tujuan Saat Berinvestasi


Ada dua tipe orang berinvestasi nih kalau menurut Pak Legowo. Yang pertama yang suka gampang panik. Ada orang rame invest karena hasilnya kelihatan menguntungkan, dia ikut. Saat nilainya turun, udah panik. Pas ritme nilainya kelihatan naik sedikit, tambah investasi. Nilai anjlog, langsung buru-buru dilepas.

Beda dengan tipe yang ke dua. Karakter investor tipe ke dua ini lebih tenang. Mau ritmenya naik turun, yang ia pikirkan adalan tujuan akhir dia berinvestasi. Karena yang ia yakini, suatu saat investasi itu pasti akan stabil terus naik.

Emang sih, investasi itu banyak macamnya. Bisa yang wujudnya mati seperti rumah atau tanah. Bisa juga investasi emas. Atau main saham. Cuma kalau mau yang lebih agak tenang dibanding main saham, investasi saja ke Reksa Dana.

Sekali lagi, buat yang penasaran dengan  apa bagaimana dan macam reksa dana, bisa dilihat di tulisan sebelumnya di sini.

Oh iya, kembali lagi ke urusan perhitungan yang tadi di awal sudah kita bahas tuh… Kita bisa lho pindah jenis reksa dana di masa ketika kita masih ingin menyimpan dan menginvestasikan uang, sedangkan kebutuhan pun belum waktunya untuk terpenuhi.

Misalnya, kita sudah merencanakan nih untuk lima tahun ke depan ada nominal tertentu yang kita investasikan di Reksa Dana untuk biaya sekolah anak. Awalnya kita investasikan di Reksa Dana Pendapatan Tetap yang jangka waktunya lebih dari tiga tahun.

Di saat masa Reksa Dananya habis tiga tahun, kita bisa pindah ke Reksa Dana Pasar Uang untuk sisa dua tahun setelahnya. Langkah ini bisa kita ambil saat nilai reksa dana sedang bagus, dan kita tidak ingin saat dibutuhkan nantinya, nilai reksa dana pendapatan tetap sedang turun.

Pertimbangan tersebut bisa terjadi karena reksa dana pendapatan tetap yang 80% berasal dari obligasi, memiliki ritme yang agak lebih fluktuatif dibanding reksa dana pasar uang.

Jadi yang namanya Reksa Dana sebagai pilihan investasi ini memang punya banyak kelebihan. Kita bisa beli dan cairkan kapan saja, tidak seperti deposito yang jika belum waktunya habis, jika diambil, kita malah akan kena biaya. Nggak kena pajak lagi!

Sudah gitu, terutama untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap, potensi hasilnya bisa di atas deposito lagi! Lalu… cuma modal 10 ribu lho kita sudah bisa investasi reksa dana.

Sekali lagi, nilai uang segitu bisa beda nilainya di masa yang akan datang jika memertimbangkan antara ditabung biasa, deposito (yang tentunya nggak bisa lah kita deposito dengan uang segini), dengan investasi.

Investasi di MAMI, Yuk!


Tuh kan, makanya saya menyesal sewaktu ikut Kopdar Investarian dari Manulife. Nyeselnya tuh, kenapa lah nggak dari dulu-dulu tahu beginian. Tapi seperti pepatah, better late than never, akhirnya saya mulai investasi di MAMI, Manulife Aset Manajemen Indonesia.

MAMI ini adalah manajer investasi yang akan mengatur dana investasi kita di Manulife. Kenapa Manulife, karena ia bukan pendatang baru di pasar keuangan Indonesia. Manulife sudah ada sejak 19 tahun yang lalu. Pun, sudah mendapatkan banyak penghargaan. Jadi sebagai manajer investasi, dia bisa dipercaya.

Ada beberapa kelebihan kalau kita investasi di MAMI:

1. Dapat edukasi.
Karena seluruh interaksi MAMI dengan kita yang investor atau bahkan calon investor itu didasarkan pada edukasi.

2. Hemat biaya.
Kalau kita beli unit reksa dana, kita nggak kena potongan biaya. Jadi dana yang kita setor semuanya ya modal investasi kita.

3. Semua bisa online.
Mau urusannya beli, jual, dialihkan, atau memonitor pertumbuhan investasi, semuanya bisa di mana saja dan kapan saja lewat online.

4. MAMI punya LANI.
LANI yang dimaksud adalah singkatan dari Layanan Investasi MAMI. Kita bisa menghubungi lewat telepon, email, atau live chat dari jam delapan sampai jam 10 malam.

Terkait investasi yang bisa dipercaya, zaman sekarang memang harus hati-hati ya. Pengingat dari Pak Legowo, ada dua hal agar kita tidak tertipu dengan investasi.

1. Jangan tergoda dengan investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dengan resiko yang rendah. Yang namanya investasi, makin tinggi resikonya, tentu makin tinggi juga keuntungannya.

2. Bentuk investasinya terpercaya, terdaftar OJK, tapi ada manajer investasi yang minta uangnya ditransfer ke rekening dia. Bukan ke rekening investasi. Yang seperti ini menurut Pak Legowo juga namanya investasi bodong!

Coba-coba, akhirnya saya investasi di MAMI, pilihan reksa dananya Manulife Dana Kas Syariah. Ini termasuk Reksa Dana Pasar Uang yang baru diluncurkan 31 Agustus 2018 lalu.

Buat yang mau lihat-lihat jenis reksa dana apa saja yang dimanajeri Manulife, klik saja www.klikmami.com/Reksadana/DaftarRekeningReksadana.html. Di situ kita bisa pilih Reksa Dana apa saja berikut nama dan nomor rekening serta banknya apa.


Kalau masih bingung juga, bisa memulainya dengan membuka www.klikmami.com. Nanti ada LANI alias Layanan Investasi Mami kok yang bisa kita hubungi untuk konsultasi.

Comments

  1. Acara yang sangat menginspirasi :D

    ReplyDelete
  2. Aku juga baru ngeh.Dana daruratku selama ini nabung dan emas, yg jangka panjang deposito.utk jangka panjang ternyata busa juga pakai investasi reksadana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Banyak cara ya ternyata buat investasi.

      Delete
  3. Biar ga ngayal emang kudu usaha cerdas hehhe

    ReplyDelete
  4. Mbak Reksa Dana Pasar Uang setahun aja.. Kalau 2 tahun gak lebih baik pakai yang Reksa Dana Pendapatan Tetap? Fluktuasinya lebih menghasilkan.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Na ya itu Mbak. Kalo pake RD Pendapatan Tetap apa udah worth it. Ntar ndang pas kena yang fluktuasi lagi down.

      Delete
  5. Banyak keuntungan investasi reksadana ya, pengen juga bisa investasi reksadana, apalagi bisa merencanakan pendidikan anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bisa dipake buat perencanaan apa aja yang untuk masa depan.

      Delete
  6. Terus terang aku masih kurang dong tentang reksa dana. Nanti aku baca-baca lagi dulu ya. Tapi setuju sih kalau investasi beda dengan menabung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba baca dari yang bagian sebelumnya dari tulisan ini ya Mbak. Karena di bagian itu lebih jelas tentang yang macam-macam reksa dananya.

      Delete
  7. Aku masih single ini juga lagi milih2 mau inves apa dan di mana. Ya buat jaga2 kebutuhan ke depan yg harganya gak pasti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Lebih diperinci aja dulu keinginan atau rencana ke depannya apa aja.

      Delete
  8. Wah..saya awam nih ttg Reksadana.. TFS ya mba..jadi tahu ttg hal ini .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Coba dibaca dari yang tulisan sebelumnya Mbak biar lebih jelasnya.

      Delete
  9. Pastinya aku bookmark dulu dan aku pelajari tentang reksa dana. Aku kurang paham investasi seperti ini, tapi memang ada niat untuk mempelajarinya. Thanks for sharing mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Dibaca aja dulu Mbak tulisan yang sebelumnya.

      Delete
  10. Waduh, aku jg menyesal nih membacanya hihihi.. Thx for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Hehe... nggak apa-apa telat Mbak dari pada nggak sama sekali.

      Delete
  11. Wah berat nih ngitung2 reksadana. Kalo urusan hitungan, aku pasrahkan ke suamiku aja deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal masukin rumusnya aja Mbak. Cuma satu kolom itu aja kok yang pakai rumus.

      Delete
  12. Eh aku juga punya akun di MAMI, tapi sudah lama nggak aktif, setelah ini mau aku cek dan di aktifkan lagi ah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo diaktifin lagi. Ada RD baru ni yang launching akhir Agustus kemarin. Syariah lagi.

      Delete
  13. Wahhh saya belum pernah coba berinvestasi di reksadana nih, Mba. Kemarin alhamdulillah dikasih rezeki langsung beli tanah sebagai investasi. Jadi penasaran juga nih sama reksadana :)

    ReplyDelete
  14. kudu banyak banyak belajar soal investasi nih saya. selama ini dana darurat kepake terus kayanya hiks hiks

    ReplyDelete
  15. Makasih ya mbak. Ini bisa menjadi salaha satu referensi untuk diskusi dengan mahasiswa saya. Terkhusus ttg lembaga keuangan non bank

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Semoga penjelasannya bisa dimengerti ya...

      Delete
  16. Aku nggak sabar pengen menanti kopdar Investarian yg kedua. Kemarin baru saja ikut yg pertama, dan mulai membuka wawasan tentang investasi, bukan sekedar nabung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana Mbak kopdar yang Semarang kemarin? Itu hari sebelumnya kami yang di Surabaya Mbak kena jadwal ke dua. Belajar dulu Mbak sebelum kopdar. Ada kuis seru lo ntar.

      Delete
  17. Aku masih investasi lewat asuransi link, proteksi sekaligus investasi gitu.
    Namun tertarik juga nih dengan reksa dana, apalagi ada yang syariah juga.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo RD ini enaknya kita nggak wajib tiap bulan setor Mbak.

      Delete
  18. Saya dulu pernah belajar sedikit tentang reksa dana. Tapi karena gak pernah praktik ya lupa lagi ilmunya. Hehe. Baca ini jadi inget dikit2. TFS, Mbak 🙂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah dulu ngajar ekonomi dan malah baru ini Mbak dapat keterangan jelas. Hahaha...

      Delete
  19. Buat perempuan kadang menabung ya investasi, investasi ya menabung. Akupun demikian, makanya Panda lalu membagi definisi itu menjadi, Manda urusan menabung dan Panda yg urusan investasi. Jadi batasannya jelas.

    ReplyDelete
  20. penasaran dengan reksadana syariahnya. Kayaknya butuh nih investasi di reksadana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, yang RD syariah ini kan jadinya buat kita yang muslim ngerasa lebih nyaman.

      Delete
  21. Waduh, kok aku semua dong ya, khayalan banyak, impian banyak tapi actionnya masih berupa tulisan tulisan dan tulisan belum bergerak melangkah untuk mewujudkannya. Sampai detik ini, belum punya reksa dana Mbak, makasih ya sharingna jadi terbuka wawasanku nich

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gegara ini aku jadi kepingin nambah beli lagi Mbak. Habis ini mo lihat-lihat RD yang syariah.

      Delete
  22. Makin banyak edukasi untuk literasi finansial. Juga makin banyak tempat untuk berinvestasi. Tinggal kitanya saja ya memilih, mau atau tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Zaman sekarang banyak cara untuk investasi. Pun edukasi finansial ke masyarakat juga makin banyak.

      Delete
  23. Aku termasuk yang tipe jaman old. Kalau mau invest harus di liat nyata. Dan baca ini jadi mikir oh iya reksa dana juga bagus yak buat pilihan invest

    ReplyDelete
  24. Aku punya akun di KlikMami ini. Walopun gak gede, mayan deh. Yang aku suka dari KlikMami ini rapi banget. Laporannya tiap bulan selalu ada. Padahal kan saldiku cuma dikit. Jadinya berasa nasabah penting. :)))

    ReplyDelete
  25. Waaah langsung diterapkan yaaa mba . Jadi setelah dapat ilmu baru langsung investasi

    ReplyDelete
  26. Wah salah kaprah ternyata aku selama ini, menganggap nabung tuh ya sama dengan investasi. Kudu segera mulai lirik RD nih, apalagi di Manulife ada yg syariah kan.

    ReplyDelete
  27. Iya mbak, zaman skrng tabungan aja gak cukup harus punya investasii yaa. Btw ini MAMI udah syariah ya berarti bisa tenang kalau inves di sana TFS infonyaaaa

    ReplyDelete
  28. Wujudkan seinini mungkin khayalan itu melalui investasi reksa dana ya

    ReplyDelete
  29. Makasi bu pencerahan reksadananya.
    Awalnya merasa ini bisnis skala besar. Investasi untuk org berduit. Ternyata siapa aja bisa yaa

    ReplyDelete
  30. Investasi untuk masa depan ini, kami masih tertatih melakukannya.
    Namun dengan banyak mengikuti financial planning, kami mantap menyimpannya dalam bentuk emas dan aset tidak lancar.

    Hanya mungkin lama dapat dananya bila sangat dibutuhkan.

    ReplyDelete
  31. Jadi penasaran dengan reksana dana ini kalau menguntungkan wah bakal asyik ya buat biaya pendidikan anak

    ReplyDelete
  32. Investasi memang perlu banget ya mba, banyak keuntungannya, apalagi untuk jangka panjang. Kalo tabungan untuk yg darurat-darurat. Beneran kita musti banyak belajar biar jadi mentri keuangan rumah tangga yang sukses. Hehehe

    ReplyDelete
  33. Kalau baca tulisan tentang keuangan pasti selalu dapat pencerahan..

    ReplyDelete
  34. Huwaaa Pak Leg ya Mba, kemarin minggu kami bertemu. Aku juga ikutan kopdar Investarian di Semarang. Seru banget ya Mba, aku baru tahu banget nambah ilmu

    ReplyDelete
  35. sebagian orang terjebak dengan invest keuntungan besar tanpa memperhatikan resikonya ya mbak. untung kita bisa belajar bagaimana cara berinvestasi yang tepat.

    ReplyDelete
  36. Wah Dana Darurat, jujur mbak saya nggak pernah kepikiran untuk simpan itu. Ketinggalan info banget saya yah.

    ReplyDelete
  37. Orang desa biasanya simpan dana daruratnya dg emas, belum ada yg kepikiran dg reksa dana

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…