Skip to main content

Kopdar Investarian MAMI, Edukasi Finansial yang Membuat Saya Menyesal



Sebelum membaca tulisan berikut ini, buat yang merasa ingin tahu lebih banyak tentang reksa dana, bisa dilihat di tulisan sebelumnya ya di sini. Biar nggak bingung lagi dengan beberapa jenisnya reksa dana.

Bus jurusan Surabaya-Semarang yang saya naiki untuk pulang ke Lamongan malam itu sebetulnya sangatlah nyaman. Tapi bus PATAS berfasilitas AC dan tempat duduk yang membuat punggung saya relaks tersebut tidak mampu menenangkan pikiran saya.

Kepala saya masih tercenung, mengingat hitungan dalam format excel yang telah ditampilkan di slide presentasi. Dan pikiran saya pun melaju pada segala keinginan dan mimpi terkait financial yang belum tercapai hingga kini. Rasanya menyesal, kenapa saya tidak tahu semua pengetahuan perencanaan keuangan seperti itu sejak dulu.

Jadi semua rasa gemas saya tersebut berawal dai acara Kopdar Investarian yang diadakan Reksa Dana Manulife di Surabaya, 29 September lalu. Di pertemuan ke dua tersebut masih menghadirkan Pak Legowo Kusumonegoro, Presdir Manulife Bagian Asset Management sebagai pembicaranya.

Jika pertemuan pertama saya dan kawan-kawan blogger asal Surabaya dan sekitarnya diajak untuk memikirkan angka inflasi yang makin naik tiap tahunnya serta solusi sekilas yang bisa kami lakukan, di pertemuan ke dua kemarin kami mendapat materi yang lebih terinci.

Misalnya ya itu tadi, sesi perhitungan dengan excel yang mengajak kami berhitung apa saja yang ingin kami rencanakan selanjutnya, serta bagaimana jika itu diatasi dengan investasi menggunakan reksa dana.

Dalam perhitungan ini, beberapa hal yang perlu dijawab antara lain:

1. Apa: Kebutuhan yang sedang kita rencanakan itulah yang kita letakkan di sini. Misalnya, rencana menikah, anak sekolah, haji, dan sebagainya.

2. Kapan: Artinya waktu target pencapaian kebutuhan tersebut. Poin ini nantinya juga akan menentukan, produk investasi reksa dana apa yang kita perlukan.

3. Berapa: Di kolom ini kita menulis berapa biaya yang kira-kira akan dikeluarkan.

4. Produk: Di bagian ini kita bisa menuliskan produk investasi berupa Reksa Dana apa yang akan dipakai. Bisa dilihat di materi sebelumnya ya. Jika kebutuhan itu waktu untuk diwujudkannya sekitar satu tahun, kita bisa memilih produk Reksa Dana Pasar Uang. Sedangkan jika kebutuhannya itu untuk sekitar tiga sampai lima tahun mendatang, bisa pakai produk Reksa Dana Pendapatan Tetap.

5. Potensi hasil: Jika Reksa Dananya Pasar Uang, kita masukkan angka 5%. Sedangkan jika Reksa Dananya Pendapatan Tetap, kita masukkan angka 8%. Begitu seterusnya untuk produk Reksa Dana lain yang lebih panjang masanya.

6. Investasi bulanan. Kalau kolom yang ini sudah otomatis akan terisi karena adanya penerapan rumus perhitungan tertentu. Selengkapnya bisa lihat gambar ya.


Nah, dalam mengisi kolom-kolom tersebut, ada satu hal yang diingatkan oleh Pak Legowo. Untuk poin pertama, letakkan terlebih dahulu yang namanya dana darurat.

Menurutnya, seharusnya setiap orang memiliki dana tersebut. Besarannya adalah enam kali biaya hidup masing-masing dari kita. Dan setidaknya setiap orang harus menyisihkannya setiap bulan.

Jangan Hanya Mengkhayal, Wujudkan!


Di awal materi, Pak Legowo langsung menyentil kebiasaan banyak orang yang kerap dilakukan dalam hidupnya. Khayalan banyak, keinginan banyak, tapi usahanya sedikit. Sementara, harga-harga apapun mengalami inflasi setiap tahunnya.

Selain itu, kini banyak orang yang tak lagi memiliki mimpi atau target hidup berupa menikah, punya rumah sendiri, atau ibadah seperti keinginan menunaikan haji suatu saat nanti. Uniknya ada fenomena lain, yaitu keinginan untuk traveling yang masuk dalam list kebutuhan.

Nah, kesemuanya itu akan sulit terwujud jika kita berusaha dengan cara menabung. Pak Legowo sedikit banyak mengingatkan kembali apa yang sudah ia sampaikan di pertemuan pertama, yaitu tentang fenomena menabung.

Menurutnya berdasarkan fakta yang ada, menabung sulit bisa menjadi solusi untuk seseorang meraih target keinginan atau kebutuhannya. Apalagi, kalau bukan inflasi sebagai penyebabnya yang menyebabkan harga barang bisa terus naik setiap tahunnya.

Ada dua hal nih yang jadi pembeda antara menabung dengan investasi.


Nah, jadi ngerti kan kalau menabung sama investasi itu sama-sama mengamankan uang tapi efeknya bisa beda…

Jangan Panik dan Ingat Tujuan Saat Berinvestasi


Ada dua tipe orang berinvestasi nih kalau menurut Pak Legowo. Yang pertama yang suka gampang panik. Ada orang rame invest karena hasilnya kelihatan menguntungkan, dia ikut. Saat nilainya turun, udah panik. Pas ritme nilainya kelihatan naik sedikit, tambah investasi. Nilai anjlog, langsung buru-buru dilepas.

Beda dengan tipe yang ke dua. Karakter investor tipe ke dua ini lebih tenang. Mau ritmenya naik turun, yang ia pikirkan adalan tujuan akhir dia berinvestasi. Karena yang ia yakini, suatu saat investasi itu pasti akan stabil terus naik.

Emang sih, investasi itu banyak macamnya. Bisa yang wujudnya mati seperti rumah atau tanah. Bisa juga investasi emas. Atau main saham. Cuma kalau mau yang lebih agak tenang dibanding main saham, investasi saja ke Reksa Dana.

Sekali lagi, buat yang penasaran dengan  apa bagaimana dan macam reksa dana, bisa dilihat di tulisan sebelumnya di sini.

Oh iya, kembali lagi ke urusan perhitungan yang tadi di awal sudah kita bahas tuh… Kita bisa lho pindah jenis reksa dana di masa ketika kita masih ingin menyimpan dan menginvestasikan uang, sedangkan kebutuhan pun belum waktunya untuk terpenuhi.

Misalnya, kita sudah merencanakan nih untuk lima tahun ke depan ada nominal tertentu yang kita investasikan di Reksa Dana untuk biaya sekolah anak. Awalnya kita investasikan di Reksa Dana Pendapatan Tetap yang jangka waktunya lebih dari tiga tahun.

Di saat masa Reksa Dananya habis tiga tahun, kita bisa pindah ke Reksa Dana Pasar Uang untuk sisa dua tahun setelahnya. Langkah ini bisa kita ambil saat nilai reksa dana sedang bagus, dan kita tidak ingin saat dibutuhkan nantinya, nilai reksa dana pendapatan tetap sedang turun.

Pertimbangan tersebut bisa terjadi karena reksa dana pendapatan tetap yang 80% berasal dari obligasi, memiliki ritme yang agak lebih fluktuatif dibanding reksa dana pasar uang.

Jadi yang namanya Reksa Dana sebagai pilihan investasi ini memang punya banyak kelebihan. Kita bisa beli dan cairkan kapan saja, tidak seperti deposito yang jika belum waktunya habis, jika diambil, kita malah akan kena biaya. Nggak kena pajak lagi!

Sudah gitu, terutama untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap, potensi hasilnya bisa di atas deposito lagi! Lalu… cuma modal 10 ribu lho kita sudah bisa investasi reksa dana.

Sekali lagi, nilai uang segitu bisa beda nilainya di masa yang akan datang jika memertimbangkan antara ditabung biasa, deposito (yang tentunya nggak bisa lah kita deposito dengan uang segini), dengan investasi.

Investasi di MAMI, Yuk!


Tuh kan, makanya saya menyesal sewaktu ikut Kopdar Investarian dari Manulife. Nyeselnya tuh, kenapa lah nggak dari dulu-dulu tahu beginian. Tapi seperti pepatah, better late than never, akhirnya saya mulai investasi di MAMI, Manulife Aset Manajemen Indonesia.

MAMI ini adalah manajer investasi yang akan mengatur dana investasi kita di Manulife. Kenapa Manulife, karena ia bukan pendatang baru di pasar keuangan Indonesia. Manulife sudah ada sejak 19 tahun yang lalu. Pun, sudah mendapatkan banyak penghargaan. Jadi sebagai manajer investasi, dia bisa dipercaya.

Ada beberapa kelebihan kalau kita investasi di MAMI:

1. Dapat edukasi.
Karena seluruh interaksi MAMI dengan kita yang investor atau bahkan calon investor itu didasarkan pada edukasi.

2. Hemat biaya.
Kalau kita beli unit reksa dana, kita nggak kena potongan biaya. Jadi dana yang kita setor semuanya ya modal investasi kita.

3. Semua bisa online.
Mau urusannya beli, jual, dialihkan, atau memonitor pertumbuhan investasi, semuanya bisa di mana saja dan kapan saja lewat online.

4. MAMI punya LANI.
LANI yang dimaksud adalah singkatan dari Layanan Investasi MAMI. Kita bisa menghubungi lewat telepon, email, atau live chat dari jam delapan sampai jam 10 malam.

Terkait investasi yang bisa dipercaya, zaman sekarang memang harus hati-hati ya. Pengingat dari Pak Legowo, ada dua hal agar kita tidak tertipu dengan investasi.

1. Jangan tergoda dengan investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dengan resiko yang rendah. Yang namanya investasi, makin tinggi resikonya, tentu makin tinggi juga keuntungannya.

2. Bentuk investasinya terpercaya, terdaftar OJK, tapi ada manajer investasi yang minta uangnya ditransfer ke rekening dia. Bukan ke rekening investasi. Yang seperti ini menurut Pak Legowo juga namanya investasi bodong!

Coba-coba, akhirnya saya investasi di MAMI, pilihan reksa dananya Manulife Dana Kas Syariah. Ini termasuk Reksa Dana Pasar Uang yang baru diluncurkan 31 Agustus 2018 lalu.

Buat yang mau lihat-lihat jenis reksa dana apa saja yang dimanajeri Manulife, klik saja www.klikmami.com/Reksadana/DaftarRekeningReksadana.html. Di situ kita bisa pilih Reksa Dana apa saja berikut nama dan nomor rekening serta banknya apa.


Kalau masih bingung juga, bisa memulainya dengan membuka www.klikmami.com. Nanti ada LANI alias Layanan Investasi Mami kok yang bisa kita hubungi untuk konsultasi.

Comments

  1. Acara yang sangat menginspirasi :D

    ReplyDelete
  2. Aku juga baru ngeh.Dana daruratku selama ini nabung dan emas, yg jangka panjang deposito.utk jangka panjang ternyata busa juga pakai investasi reksadana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Banyak cara ya ternyata buat investasi.

      Delete
  3. Biar ga ngayal emang kudu usaha cerdas hehhe

    ReplyDelete
  4. Mbak Reksa Dana Pasar Uang setahun aja.. Kalau 2 tahun gak lebih baik pakai yang Reksa Dana Pendapatan Tetap? Fluktuasinya lebih menghasilkan.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Na ya itu Mbak. Kalo pake RD Pendapatan Tetap apa udah worth it. Ntar ndang pas kena yang fluktuasi lagi down.

      Delete
  5. Banyak keuntungan investasi reksadana ya, pengen juga bisa investasi reksadana, apalagi bisa merencanakan pendidikan anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bisa dipake buat perencanaan apa aja yang untuk masa depan.

      Delete
  6. Terus terang aku masih kurang dong tentang reksa dana. Nanti aku baca-baca lagi dulu ya. Tapi setuju sih kalau investasi beda dengan menabung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba baca dari yang bagian sebelumnya dari tulisan ini ya Mbak. Karena di bagian itu lebih jelas tentang yang macam-macam reksa dananya.

      Delete
  7. Aku masih single ini juga lagi milih2 mau inves apa dan di mana. Ya buat jaga2 kebutuhan ke depan yg harganya gak pasti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Lebih diperinci aja dulu keinginan atau rencana ke depannya apa aja.

      Delete
  8. Wah..saya awam nih ttg Reksadana.. TFS ya mba..jadi tahu ttg hal ini .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Coba dibaca dari yang tulisan sebelumnya Mbak biar lebih jelasnya.

      Delete
  9. Pastinya aku bookmark dulu dan aku pelajari tentang reksa dana. Aku kurang paham investasi seperti ini, tapi memang ada niat untuk mempelajarinya. Thanks for sharing mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Dibaca aja dulu Mbak tulisan yang sebelumnya.

      Delete
  10. Waduh, aku jg menyesal nih membacanya hihihi.. Thx for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Hehe... nggak apa-apa telat Mbak dari pada nggak sama sekali.

      Delete
  11. Wah berat nih ngitung2 reksadana. Kalo urusan hitungan, aku pasrahkan ke suamiku aja deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal masukin rumusnya aja Mbak. Cuma satu kolom itu aja kok yang pakai rumus.

      Delete
  12. Eh aku juga punya akun di MAMI, tapi sudah lama nggak aktif, setelah ini mau aku cek dan di aktifkan lagi ah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo diaktifin lagi. Ada RD baru ni yang launching akhir Agustus kemarin. Syariah lagi.

      Delete
  13. Wahhh saya belum pernah coba berinvestasi di reksadana nih, Mba. Kemarin alhamdulillah dikasih rezeki langsung beli tanah sebagai investasi. Jadi penasaran juga nih sama reksadana :)

    ReplyDelete
  14. kudu banyak banyak belajar soal investasi nih saya. selama ini dana darurat kepake terus kayanya hiks hiks

    ReplyDelete
  15. Makasih ya mbak. Ini bisa menjadi salaha satu referensi untuk diskusi dengan mahasiswa saya. Terkhusus ttg lembaga keuangan non bank

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak. Semoga penjelasannya bisa dimengerti ya...

      Delete
  16. Aku nggak sabar pengen menanti kopdar Investarian yg kedua. Kemarin baru saja ikut yg pertama, dan mulai membuka wawasan tentang investasi, bukan sekedar nabung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana Mbak kopdar yang Semarang kemarin? Itu hari sebelumnya kami yang di Surabaya Mbak kena jadwal ke dua. Belajar dulu Mbak sebelum kopdar. Ada kuis seru lo ntar.

      Delete
  17. Aku masih investasi lewat asuransi link, proteksi sekaligus investasi gitu.
    Namun tertarik juga nih dengan reksa dana, apalagi ada yang syariah juga.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo RD ini enaknya kita nggak wajib tiap bulan setor Mbak.

      Delete
  18. Saya dulu pernah belajar sedikit tentang reksa dana. Tapi karena gak pernah praktik ya lupa lagi ilmunya. Hehe. Baca ini jadi inget dikit2. TFS, Mbak 🙂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah dulu ngajar ekonomi dan malah baru ini Mbak dapat keterangan jelas. Hahaha...

      Delete
  19. Buat perempuan kadang menabung ya investasi, investasi ya menabung. Akupun demikian, makanya Panda lalu membagi definisi itu menjadi, Manda urusan menabung dan Panda yg urusan investasi. Jadi batasannya jelas.

    ReplyDelete
  20. penasaran dengan reksadana syariahnya. Kayaknya butuh nih investasi di reksadana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, yang RD syariah ini kan jadinya buat kita yang muslim ngerasa lebih nyaman.

      Delete
  21. Waduh, kok aku semua dong ya, khayalan banyak, impian banyak tapi actionnya masih berupa tulisan tulisan dan tulisan belum bergerak melangkah untuk mewujudkannya. Sampai detik ini, belum punya reksa dana Mbak, makasih ya sharingna jadi terbuka wawasanku nich

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gegara ini aku jadi kepingin nambah beli lagi Mbak. Habis ini mo lihat-lihat RD yang syariah.

      Delete
  22. Makin banyak edukasi untuk literasi finansial. Juga makin banyak tempat untuk berinvestasi. Tinggal kitanya saja ya memilih, mau atau tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Zaman sekarang banyak cara untuk investasi. Pun edukasi finansial ke masyarakat juga makin banyak.

      Delete
  23. Aku termasuk yang tipe jaman old. Kalau mau invest harus di liat nyata. Dan baca ini jadi mikir oh iya reksa dana juga bagus yak buat pilihan invest

    ReplyDelete
  24. Aku punya akun di KlikMami ini. Walopun gak gede, mayan deh. Yang aku suka dari KlikMami ini rapi banget. Laporannya tiap bulan selalu ada. Padahal kan saldiku cuma dikit. Jadinya berasa nasabah penting. :)))

    ReplyDelete
  25. Waaah langsung diterapkan yaaa mba . Jadi setelah dapat ilmu baru langsung investasi

    ReplyDelete
  26. Wah salah kaprah ternyata aku selama ini, menganggap nabung tuh ya sama dengan investasi. Kudu segera mulai lirik RD nih, apalagi di Manulife ada yg syariah kan.

    ReplyDelete
  27. Iya mbak, zaman skrng tabungan aja gak cukup harus punya investasii yaa. Btw ini MAMI udah syariah ya berarti bisa tenang kalau inves di sana TFS infonyaaaa

    ReplyDelete
  28. Wujudkan seinini mungkin khayalan itu melalui investasi reksa dana ya

    ReplyDelete
  29. Makasi bu pencerahan reksadananya.
    Awalnya merasa ini bisnis skala besar. Investasi untuk org berduit. Ternyata siapa aja bisa yaa

    ReplyDelete
  30. Investasi untuk masa depan ini, kami masih tertatih melakukannya.
    Namun dengan banyak mengikuti financial planning, kami mantap menyimpannya dalam bentuk emas dan aset tidak lancar.

    Hanya mungkin lama dapat dananya bila sangat dibutuhkan.

    ReplyDelete
  31. Jadi penasaran dengan reksana dana ini kalau menguntungkan wah bakal asyik ya buat biaya pendidikan anak

    ReplyDelete
  32. Investasi memang perlu banget ya mba, banyak keuntungannya, apalagi untuk jangka panjang. Kalo tabungan untuk yg darurat-darurat. Beneran kita musti banyak belajar biar jadi mentri keuangan rumah tangga yang sukses. Hehehe

    ReplyDelete
  33. Kalau baca tulisan tentang keuangan pasti selalu dapat pencerahan..

    ReplyDelete
  34. Huwaaa Pak Leg ya Mba, kemarin minggu kami bertemu. Aku juga ikutan kopdar Investarian di Semarang. Seru banget ya Mba, aku baru tahu banget nambah ilmu

    ReplyDelete
  35. sebagian orang terjebak dengan invest keuntungan besar tanpa memperhatikan resikonya ya mbak. untung kita bisa belajar bagaimana cara berinvestasi yang tepat.

    ReplyDelete
  36. Wah Dana Darurat, jujur mbak saya nggak pernah kepikiran untuk simpan itu. Ketinggalan info banget saya yah.

    ReplyDelete
  37. Orang desa biasanya simpan dana daruratnya dg emas, belum ada yg kepikiran dg reksa dana

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Ingin dapat Pinjaman Online yang Aman, Yuk Perhatikan Beberepa Hal Penting Ini

Terkadang kita dihadapkan pada kebutuhan dana untuk keperluan tertentu. Namun saat menemui jalan buntu dan kita kesulitan meminjam pada orang lain, pinjaman online yang aman bisa jadi solusinya.
Padahal kebutuhan akan dana pinjaman berbentu tunai tersebut bisa jadi begitu mendesak. Misalnya, kita membutuhkan segera dana untuk biaya berobat keluarga, untuk keperluan pernikahan, atau biaya pendidikan anak.
Ada juga kebutuhan yang sifatnya tidak begitu penting tapi kok ya diperlukan juga. Misalnya untuk membeli sepeda motor, atau sebagai tambahan dana usaha.
Pinjaman online yang aman bisa jadi alternatif solusi dari masalah mendesaknya keperluan mendapatkan dana bantuan. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika mengajukan pinjaman keuangan secara online, terutama jika membandingkannya dengan lembaga keuangan lain pada umumnya.
1. Dibandingkan dengan pinjaman melalui bank, jasa pinjaman dana online tidak memerlukan syarat BI checking dan kartu kredit. Proses pencairannya pun bisa l…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Membentuk Karakter Baik pada Anak

Anak cowok tidak boleh menangis, inilah suatu bentuk streotype yang kerap dilakukan orang tua kepada anak demi membentuk karakter baik pada anak. Streotype sendiri berarti mengkotak-kotakkan ciri tertentu berdasarkan pandangan umum yang kadang belum terbukti kebenarannya.
Padahal, tak selamanya hal tersebut benar dan bisa jadi merupakan pendidikan yang keliru. Misalnya, anak cowok juga boleh menangis dalam arti batas-batas yang wajar. Begitu halnya dengan permainan yang diberikan dan diperbolehkan untuk anak cowok dan cewek.
Mainan anak juga tidak boleh streotype. Anak cowok boleh main boneka. Begitu juga anak cewek boleh mainan mobil-mobilan. Pekerjaan di rumah juga harus dibagi secara bijaksana. Anak laki-laki boleh juga diajarkan memasak. Sesekali anak cewek juga boleh melakukan pekerjaan cowok.
Pendidikan anak memang berawal dari keluarga. Ayah dan ibu adalah malaikat bagi anak termasuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan dan sifat.
Sedangkan apabila ada seseorang yang …

Mengatasi Jenuh dalam Rumah Tangga

Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian.
Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina kominikasi sebelum masalah itu datang. Termasuk ketika rasa jenuh datang menghampiri.
Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.
Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan sampai ketika rasa jenuh itu akhirnya tiba, kita kebingungan untuk kelu…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Membentuk Anak Cerdas di Sejak Kandungan

Kecerdasan anak dapat dibentuk sejak ia ada dalam kandungan sang ibu. Tentunya, ibu pun pada saat hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya karena secara langsung akan mempengaruhi pula kondisi janin yang sedang dikandungnya.
Karena adanya bayi yang sedang dikandung, konsumsi makan ibu akan lebih meningkat daripada sebelumnya. Menurut Roziana, ahli gizi dari Rumah Sakit Awal Bross, itu adalah hal lumrah saat ibu membutuhkan kuantitas makanan hingga dua kali dari kondisi biasa.
Kebutuhan konsumsi makanan yang dibutuhkan ibu hamil biasanya juga dipengaruhi oleh tiga waktu semester dalam usia kehamilan. Pada semester pertama dan kedua atau tiga bulan pertama dan kedua dari kehamilan, faktor kuantitas begitu dibutuhkan ibu hamil.
 “Terutama pada semester pertama, bisa dua kali kebutuhan kuantitas makanan yang dibutuhkan ibuhamil. Untuk memenuhi kuantitas tersebut, bisa dengan sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Usahakan hindari makan berbentuk basah karena dapat memicu mua…

Membina Hubungan dengan Pasangan Jarak Jauh

Sebuah tawaran karir yang menjanjkan hadir di depan mata. Posisi yang bergengsi, pun gaji yang menggiurkan. Namun di timbangan yang lain, ada pasangan apalagi si kecil yang telah hadir mengisi kehidupan kita.
Nah lho, kalau kita dihadapkan pada pilihan seperti ini, pilih yang mana ya?
Fenomena tersebut bukanlah hal yang baru lagi saat ini. Apalagi sekarang, wanita tidak lagi dipandang sebelah mata dan dianggap mampu bersaing untuk mengisi posisi-posisi kunci yang biasanya dipercayakan kepada pria.
“Kalau itu yang terjadi, perlu kompromi, pengorbanan, dan pengertian antar pasangan,” jawab Rostina Tonggo Morito, psikolog dari Batam ketika disodorkan keberadaan fenomena tersebut yang saat ini kerap menghinggapi masyarakat khususnya di perkotaan.
Wanita yang kini menyandang HR Consultant dan Praktisi di PT Tunaskarya Indoswasta ini kemudian menyarankan dua alternatif yang bisa dilakukan oleh pasangan yang harus terpisahkan jarak atau tempat.
Yang pertama adalah suami yang harus berkorban untu…