Skip to main content

Kegiatan Bercerita dengan Foto Jadi Menyenangkan dengan ID Photobook

Kegiatan Bercerita dengan Foto Jadi Menyenangkan dengan ID Photobook


Dulu, sekitar tahun 2009-2010 saat saya menjadi pengajar di sebuah taman penitipan anak atau daycare, ada kegiatan yang tak pernah membosankan bagi anak-anak saya di sana.

Kegiatan itu adalah bercerita dengan foto.

Ide dasarnya saya lupa dari mana. Tapi sewaktu browsing ide kegiatan dengan anak-anak balita, saya menemukan sebuah tulisan tentang asiknya bercerita dengan foto.

Saya lalu meminta ke para orangtua untuk meminjamkan foto aktivitas anak-anaknya  di luar daycare jika bentuk fotonya cetak, atau saya meminta file foto jika bentuknya digital.

Beberapa orangtua menyambut permintaan saya dengan senang. Kebanyakan dari mereka akhirnya memberikan ke saya file foto kegiatan anak-anak mereka.

File-file foto tersebut lalu saya masukkan ke dalam netbook, dan saya tunjukkan ke anak-anak sebagai bagian dari kegiatan di daycare.

Anak yang memiliki foto dan kebetulan sedang saya tunjukkan ke teman-temannya, akan saya minta bercerita. Biasanya pertanyaan saya seputar tentang: foto itu diambil di mana, si anak waktu itu sedang apa, bersama siapa, dan pertanyaan lainnya yang saya kembangkan dari pertanyaan dan jawaban anak.

Hari demi hari, saat aktivitas ini saya lakukan dengan anak-anak di taman penitipan anak, saya amati, ternyata ada beberapa manfaatnya lho.

1. Anak berlatih berani bicara

Saya paling suka kalau foto yang sedang saya tunjukkan ke anak-anak adalah milik anak yang punya karakter suka lebih banyak diam selama di daycare.

Misalnya ada seorang anak bernama Tiara yang kelihatannya pendiam. Tapi lewat kegiatan yang salah satunya bercerita dengan foto, mau tidak mau, ia jadi dimotivasi untuk berani bicara di depan teman-temannya.

Seiring waktu, kegiatan-kegiatan seperti bercerita dengan foto ini ternyata memang memiliki dampak positif buat Tiara. Anak yang dulunya suka datang lalu memilih memegang botol dotnya di pojokan ruangan, lambat laun, saya melihatnya sebagai seorang Tiara yang berani bermain bersama serta bicara ke orang lain.

2. Anak berlatih bercerita

Kemampuan anak untuk bercerita adalah penguasaan lebih lanjut dari berani bicara. Saat anak diminta untuk bercerita, saya kerap membimbing mereka untuk bisa mengemukakan sesuatu dengan runut dan jelas.

Ada anak bernama Salma yang orangtuanya kerap memberikan foto paling banyak dibandingkan anak-anak lain.

Yang menyenangkan bagi saya dan teman-temannya Salma adalah, foto-foto Salma ini berasal dari berbagai tempat berikut aktivitas yang beragam.

Jadi, bapaknya Salma memang kerap mengajak keluarganya untuk kegiatan di alam terbuka atau rekreasi ke banyak tempat. Sebagai orang yang dasarnya memang mengerti pendidikan, orangtuanya Salma ini memang sengaja menjadikan kegiatan jalan-jalan tersebut sebagai ajang belajar anak-anaknya.

Salma menjadi anak yang akhirnya paling sering saya minta bercerita tentang kegiatan dan tempat yang ada di foto-fotonya.

Tak hanya anak yang memiliki foto saja yang punya kesempatan untuk bercerita. Nisa misalnya, teman Salma yang hobi bercerita ini paling suka membuat cerita karangannya sendiri dari foto yang dilihatnya.

3. Anak berlatih untuk mengamati

Kegiatan melihat foto juga membuat anak untuk terlatih mengamati dengan teliti foto yang sedang dilihatnya.

Misalnya jika fotonya tentang harimau di kebun binatang, anak-anak bisa mengamati foto tentang bagaimana ekspresi harimaunya, apa yang sedang dilakukan hewan tersebut, bagaimana kondisi kandangnya, dan sebagainya.

4. Anak berlatih untuk berpikir kritis

Tak hanya mengamati. Biasanya, saya juga kerap memancing kemampuan kritis anak-anak.

Misalnya jika foto macannya sedang duduk, saya suka bertanya ke mereka, kenapa macannya kok cuma duduk saja? Dan terkadang, cara ini malah memunculkan daya imajinasi anak-anak untuk menjawabnya.

Tapi biasanya, saya juga akan menggiring anak-anak untuk berpikir logika dari foto-foto yang sedang mereka lihat.

5. Anak berlatih menyimak atau mendengarkan

Yang namanya anak-anak, kadang ada juga yang hobinya bicara dan jumlahnya tidak hanya satu dua. Nah, anak-anak ini kadang suka saling bersaing bicara dan tidak mau mengalah dengan temannya yang lain.

Jadi, biasanya saya akan meminta mereka untuk mendengarkan dulu apa yang sedang temannya bicarakan sehingga tidak saling gaduh satu sama lain.

Foto kenangan saat di daycare
Foto kenangan saat di daycare yang saya simpan di Facebook. Yang baru saya sadari, saya sudah tidak menyimpan file aslinya lagi di perangkat manapun!

Tuh, ternyata lumayan punya arti penting juga ya keberadaan foto bagi aktivitas dan perkembangan kemampuan anak.

Gara-gara ingat kenangan saat mengajar di taman penitipan anak, saya baru sadar kalau keluarga kecil saya belum punya satu pun album foto lho! Termasuk foto saat saya dan suami menikah dulu.

Jadi sejak awal menikah hingga sekarang punya satu anak, kami hanya menumpuk file foto saja di dalam netbook dan external hard disc.

Padahal, orangtua saya saja dulu sampai punya beberapa album foto besar yang isinya foto-foto orangtua saat menikah sampai foto-foto saya dan adik waktu kecil.

Album foto itu di kemudian hari punya banyak manfaat. Selain yang utama sebagai tempat menyimpan dan mengingat kenangan, album foto juga jadi sarana saya, orangtua, dan kerabat untuk berkomunikasi dan saling bercerita.

Sayang, nasib album foto itu jadi agak nggak karuan karena ulah saya yang mencopoti beberapa foto dari album.

Belajar dari kejadian itulah makanya saya agak malas kalau disuruh cetak foto dan cetak album foto.

Tapi kalau kata teman saya...



Tuing, tuing, kok ya bener ya?!

Tapi apa bedanya antara album foto dengan photobook ya? Eh ternyata, ada bedanya lho.

Kalau album foto kan foto-foto kita ditempel di album lalu dilapisi plastik. Sedangkan kalau photobook, ya bentuknya kayak majalah yang isinya foto-foto begitu. Nggak ada yang namanya foto cetakan lalu ditempel di album dan bisa dilepas atau pasang lagi.

Photobook punya banyak kelebihan dibandingkan dengan album foto.

Perbedaan antara album foto dan photobook
Sumber foto: Pixabay dan ID Photobook

Lalu kalau ada bentuk file, kenapa harus dicetak? Apa nggak jadi tambah pengeluaran uang?

Sebetulnya ada beberapa pertimbangan lho, kenapa cetak foto apalagi dengan photobook masih lebih perlu jika dibandingkan menyimpannya dalam bentuk file.

Media penyimpanan file memang banyak. Kalau file foto di hp atau kamera kita tidak mau hilang atau rusak ketika perangkatnya kenapa-kenapa, kita bisa menyiasatinya dengan memindah-simpan file foto tersebut ke laptop, netbook, komputer, external hard disc, atau bahkan lewat media penyimpanan dunia maya seperti di google drive.

Tapi, kan ada momen-momen tertentu di mana kita ingin melihat atau menunjukkan ke orang lain foto-foto tersebut. Misalnya seperti aktvitas yang saya lakukan dengan anak-anak di daycare.

Nah, itu dia perlunya keberadaan photobook. Kita nggak perlu repot dan tinggal membawanya ke mana-mana.

Apalagi wujud fisik photobook tidak mudah rusak termasuk tidak gampang kena air, dan bentuknya enak untuk dibawa.

Lalu di mana ya kalau mau bikin photobook? Yuk sini, kita kenalan bareng-bareng sama idphotobook.

Misalnya nih, kita mau bikin photobook. Caranya tinggal seperti ini saja kok:
- Buka situs ID Photobook. Ada layanan di androidnya lho, di Store ID Photobook. Bisa buka di Google Play.
- Kalau segala urusan registrasi kelar, langsung pilih album yang diinginkan.
- Setelah itu, kita lakukan transaksi pembayaran. Harganya murah tapi berkualitas kok. Malah lebih murah dari pada bikin album foto.
- Kemudian kirim file foto yang mau dijadikan photobook. Cara seperti ini mudah dan praktis kan. Fotonya bebas terserah kita. Jumlah foto yang bisa dimuat di photobook ini bisa antara 38 sampai 75 foto, tergantung ukuran album yang sudah dipilih sebelumnya.

Cara bikin photobook di ID Photobook ini punya banyak kelebihan.

- Nggak perlu repot keluar rumah. Nggak perlu ke tempat cetak foto sampai antri segala. Kan sekarang zamannya serba online. Kita juga bisa self service dan nggak ada yang namanya slow respon. Proses pembuatannya pun kilat.

- Cetakan fotonya mewah dan berkelas seperti tampilan majalah.

- Photobooknya tahan lama dan tahan air. Satu-satunya yang menggunakan hard board dengan lapisan lean master grade A. Terus, di tiap halamannya pakai mate paper high quality 150 gram.

- Desain layoutnya cakep karena digarap sama orang yang profesional di bidang layout. Desainnya ada yang bertema travelling, anniversary, tema anak-anak, sampai tema wedding. Mau yang layoutnya sama kayak punya artis juga bisa.


Contoh photobook di ID Photobook
Contoh photobook di ID Photobook
- Harga lebih murah dari pada cetak foto biasa. Ada diskon langsung 20 persen buat segala ukuran. Malah hasilnya lebih berkualitas lagi.

- Pst… katanya CS-nya ramah dan siap direpotin lho! Hahaha… Nggak perlu nunggu CS memproses orderan.

- Ada garansinya. Kalau setelah dikirim ke kita tapi kita nggak puas karena nggak seperti yang kita pesan, rusak, atau cacat produksi, ID Photobook akan mencetaknya lagi. Gratis.

- Buat yang di area Jawa dan Bali, free ongkir untuk pengiriman albumnya. Sedangkan untuk yang di luar area itu, ada potongan harga pengiriman. Ada jaminan lebih cepat sampai rumah.

Jadi pada kepikir untuk bikin photobook nggak? Kalau saya sih iya. Nggak tahu kalau Mas Anang (*Lhah kenapa jadi bawa-bawa nama juri acara pencarian bakat menyanyi ya?) Hahaha…

Apalagi kalau bicaranya kembali ke topik tentang asiknya kegiatan bercerita sambil melihat foto dengan anak-anak. Dengan photobook, nggak perlu repot lagi ada acara harus lihat hp atau perangkat seperti laptop. Tinggal tenteng dan buka photobook saja.

Lalu kalau cetak foto di idphotobook, tampilannya cakep dan enak dibawa, nggak mudah rusak, kitanya nggak khawatir kalau ketumpahan air. Kegiatan bercerita bersama anak-anak dengan foto jadi menyenangkan deh dengan photobook buatan ID Photobook.

Yuk CETAK FOTO ONLINE MUDAH DENGAN ID PHOTOBOOK.



* Tulisan ini untuk diikutsertakan dalam kompetisi blog yang diadakan ID Photobook


Bahan tulisan:
http://photobooknostalgia.blogspot.co.id/
https://photoproductions1.wordpress.com/
http://blog.hhcolorlab.com/
http://renosmac.blogspot.co.id/
http://idphotobook.com/

Comments

  1. Wah sepertinya cara ini juga bisa melatih anak untuk berani berbicara di depan umum ya Mbak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas. Anak jadi reflek cerita atau saling bercerita jadinya. Tapi kadang ada juga tipe anak yang dengan cara ini, masih harus dipancing dulu keberaniannya :D

      Delete
  2. wah aku juga pengen tuh mengabadikan setiap momen anak sudah bisa apa... duh kudu siap-siap nih, terus dicetak pake photobook, enak sudah di layout sekalian ya jadi bagus.. kalau album foto kan saklek ya gitu2 aja tata letaknya

    ReplyDelete
  3. Aku lagi bikin project album foto mba cuman kendalanya males ke tukang foto baca ini jadi mudah y mba harganya juga terjangkau :) sukses y mb lombanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bisa modal hp dan transaksi online saja. Simpel. :)

      Delete
  4. Wow keren, yaa.

    Orangtua saya dulu juga rajin nyimpan foto-foto. Saya juga dulu tapi sampai anak pertama saja haha. Sekarang aling nyimpan di laptop atau blog khusus. Pakai Photobook di ID Photobook ini keren juga rupanya, ya. Boleh nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya fatalnya dari sejak nikah nggak punya album foto Mbak. Numplek blek di laptop. Hehehe...

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…