Storytel, Cara Baru Menikmati Buku Lewat Audio

storytel adalah aplikasi yang membuat orang bisa menikmati buku dengan cara didengarkan lewat audio
 

“Kapan terakhir membaca buku? Kalau bilangnya jarang baca karena sibuk, makanya, kenalan dong dengan Storytel!”

Duh, pertanyaan tersebut kerap membuat saya tidak nyaman. Pasalnya, dan seingat saya, terakhir kali saya membaca buku yang benar-benar membaca adalah saat film Dilan booming beberapa tahun lalu.

Waktu itu karena tidak memungkinkan nonton di bioskop, saya menebas rasa penasaran dengan membacanya di iPusnas, perpustakaan nasional yang hadir dalam bentuk digital sehingga orang seperti saya bisa baca buku online.

Lewat hp, saat anak sudah tidur malam, saya puaskan menamatkan tiga seri buku best seller yang mengisahkan tentang cerita tokoh bernama Dilan tersebut.

Lumayan cukup membuat mata nyut-nyut. Apalagi waktu itu modal saya adalah hp dengan layar ukuran tidak seberapa besar.

Dan inilah hasil membaca tiga buku Dilan yang pernah saya tulis dari sudut parenting.

Sejak punya anak dan lalu bekerja di rumah, serta sempat beberapa tahun lalu mengajar di sebuah sekolah, waktu hidup saya rasanya padat. Seandainya ada waktu senggang, eh, yang ada saya malah buka hp lalu berselancar di media sosial.

Ada sih yang menyarankan untuk kenapa tidak menggunakan waktu beberapa menit di waktu senggang untuk membaca buku. Tapi, buat saya rasanya nggak lega.

Misalnya dan terutama saat membaca novel fiksi. Sedang asyik-asyiknya membaca, lalu harus distop di halaman tertentu yang tidak kita inginkan untuk berhenti. Kan nggak seru banget!

Biasanya anak-anak nggak akan mau lihat emaknya asyik sendiri. Apalagi terlihat sedang pegang buku. Sekalinya nak kanak bisa tidur, saya langsung bergegas menggarap aktivitas lain, bisa urusan rumah atau kerjaan.

Dan semua itu berakhir saat saya tahu ada sebuah aplikasi audiobook yang memungkinkan saya bisa menikmati buku lewat audio. Nggak perlu baca buku. Cukup mendengarkan saja di aplikasi Storytel.

dengan aplikasi storytel saya bisa mendengarkan buku meski sambil melakukan aktiitas lain

Pantas saja yang komentar waktu itu ke saya bilangnya, nggak ada alasan deh zaman sekarang buat nggak baca buku. Soalnya, buku pun bisa didengarkan juga kok.

Dan rupanya, tren mendengarkan buku ini makin hari makin populer. Dari cerita beberapa teman, saya dengar mereka mengalami berbagai hal mengasyikkan saat melakukan aktivitas mendengarkan buku.

Ada yang mendengarkan buku sambil masak di rumah, atau sambil bekerja berjam-jam. Yang antri dari pada bengong, bisa melanjutkan mendengarkan buku yang sedang disimaknya. Yang naik KRL, MRT, bus, angkot, atau moda transportasi umum lainnya,  dari pada ketiduran sampai kebablasan, bisa mendengarkan Storytel.

Ada juga yang senang dengan aktivitas mendengarkan buku ini saat dilakukan oleh anak-anaknya. Katanya, jadi nggak mesti ibunya yang melulu membacakan buku. Anak bisa dikasih aplikasi audiobook, pilih mode anak, lalu mereka bisa mendengarkan sendiri buku yang mereka suka.

Jadi bisa dibilang, aktivitas mendengarkan buku ini sepertinya jadi tren di kalangan siapapun dan di manapun saat ini.

 

Aplikasi Audiobook Indonesia itu Bernama Storytel

Kalau tadi saya sempat cerita sedikit pengalaman baca buku online, kemungkinan hal itu di zaman sekarang sepertinya sudah terdengar biasa ya. Karena saat ini, banyak perpustakaan sudah hadir dalam bentuk digital.

Pernah bertahun-tahun lalu saya mengenal Gutenberg yang punya koleksi banyak sekali buku-buku klasik baik itu audio maupun reading book. Tapi karena bahasa Inggris, uhuk, saya angkat tangan.

Nah, sekarang ini saya kenal sebuah aplikasi audiobook Indonesia yang bernama Storytel. Iya, asli dari Indonesia, lho! Asyiknya, kita bisa menikmati buku dengan cara mendengarkan. Ada juga beberapa koleksi buku di aplikasi ini yang bisa dibaca, selain didengarkan.

Ada beberapa kelebihan Storytel yang saya dan banyak Storyteller suka, di antaranya sebagai berikut.

1. Punya banyak koleksi buku

Di Storytel, ada berbagai pilihan buku baik itu yang bestseller di Indonesia sendiri, atau yang internasional.

Saya sendiri sih suka banget karena di aplikasi ini bisa menemukan banyak buku klasik apalagi genre anak-anak kesukaan dan inceran saya dari dulu.

2. Mudah dan praktis buat siapa saja

Kalau buat saya, nggak ada lagi alasan nggak punya waktu, sibuk, anak ngerebut buku yang lagi dibaca, atau yang lainnya. Karena aplikasi ini memungkinkan saya bisa menikmati buku kapan saja dan di mana saja dengan modal hp. Bisa dinikmati tanpa jaringan internet juga.

3. Naratornya berkualitas

Yang membacakan buku di Storytel adalah para narator berkualitas. Bahkan kalau pun dia artis, kualitas narasinya bagus lho!

dian sastrowardoyo menjadi narator di storytel dan dianggap punya kualitas bagus dalam membawakan narasi sebuah cerita
 

Yuk Cobain Beberapa Fitur Ini di Storytel!

Mendengarkan buku itu bikin ngantuk! Membosankan!

Eit, itu akan terjadi kalau seandainya aplikasi audio book yang kita pilih nggak punya fitur keren. Cuma modal mendengarkan saja. Lalu ketika stop, kita kesusahan memulainya lagi dari mana.

Biar baca bukunya jadi bisa dapat manfaatnya, ternyata di Storytel itu ada beberapa fitur keren lho yang bisa kita gunakan.

1. Mode Offline

Buat yang suka ngirit kuota dan akan pakai internet sesuka hati kalau ketemu wifi gratisan, pasti suka dengan mode ini. Hehehe, termasuk saya!

Dengan mode offline, saya bisa download buku yang mau saya baca saat ketemu jaringan wifi gratisan. Misal, pas di kafe. Lalu saat di rumah, dari pada saya pakai kuota internet, tinggal pakai mode offline saat membaca buku.

2. Atur kecepatan

Ini fitur yang paling saya suka. Sebetulnya memang bagus sih ya kalau naratornya membaca dengan tempo agak lambat sehingga kita pun jadi paham apa yang sedang dibaca. Tapi buat saya, terlalu lama.

Belum lagi kalau ketemu buku yang tebal dan durasinya sampai 10 jam-an. Jadilah biasanya saya atur kecepatannya jadi 1,0x. Buat saya, tempo ini lumayan cukup. Nggak terlalu cepat juga nggak terlalu lambat.

Di Storytel sendiri, kita bisa mengubah kecepatan mulai dari 0,75x, 1,0x, 1,5x, 1,75x, hingga 2,0x. Tinggal atur sesuai selera, deh!

Kalau pas bisa dipercepat, ya dipercepat. Tapi kalau pas butuh didengarkan dengan seksama, bisa saya dengarkan dengan mode kecepatan biasa.

3. Mode tidur

Mode ini bisa kita gunakan sebelum tidur, jika kita ingin melakukan aktivitas mendengarkan buku di Storytel di waktu itu. Caranya, kita bisa atur timer sesuai dengan jam tidur.

Atau, cara ini bisa kita gunakan juga saat memakai Storytel untuk anak-anak sebelum mereka tidur. Lumayan jadi ajang nina bobo pakai baca buku lewat aplikasi deh ya.

4. Rak buku

Karena melihat rekomendasi buku bagus-bagus, saya suka kepikiran ingin baca buku yang ini atau yang itu. Misalnya buku Negeri Lima Menara yang jujur sampai sekarang saya belum pernah membacanya.

Akhirnya, saya klik tanda hati, lalu buku pilihan saya pun otomatis ada di rak buku.

dengan fitur rak buku di storytel kita bisa menyimpan buku yang sekiaranya nanti akan kita baca di aplikasi tersebut

5. Mode Anak

Karena di Storytel ada juga buku untuk orang dewasa, terutama novel, aplikasi ini pun lantas menyediakan mode anak. Jika fitur ini kita aktifkan, anak-anak jadi aman memilih dan membaca buku di Storytel. Karena buku-buku yang muncul di halaman aplikasi adalah buku yang memang untuk anak-anak.

Untuk menggunakan mode anak di Storytel, kita perlu mengaturnya dengan memasukkan pin terlebih dahulu. Jadi hanya kita sebagai orang tua yang bisa mengubah settingannya. Ehem, kecuali anaknya tahu pin-nya lho ya!

Anak terbiasa dibacakan buku sejak dini, ternyata punya manfaat besar lho. Saya pernah menuliskannya di artikel Anak Bisa Cepat Bicara dan Membaca Ternyata Begini Caranya...

6. Bookmark

Ada yang suka bikin coretan catatan saat membaca buku? Di Storytel bisa juga, lho! Jadi pas di menit dan detik ke berapa, kita klik tanda bookmark, atur catatan, lalu kita ketik apa yang jadi catatan kita saat membaca buku tersebut. Di lain waktu, catatan ini bisa kita lihat dan mendengarkan lagi bagian audionya.

Misalnya kalau pas baca buku Tere Liye, kan banyak tuh quotes bagus-bagus. Terkadang saya bookmark lalu saya kumpulkan jadi satu. Nah, pembuatan catatan ini kita bisa lakukan juga di Storytel.

kita bisa membuat catatan di storytel dengan fitur pengaturan bookmark

7. Berbagi buku

Habis baca buku Divortiare-nya Ika Natassa, misalnya, lalu ingin mengajak orang lain berdiskusi membicarakan buku tersebut, bisa juga kita gunakan fitur berbagi buku. Nantinya bisa muncul di Instagram Story, WhatsApp, atau yang lainnya.

Kita juga bisa lho memberi buku uji coba gratis ke teman. Jadi mirip seperti menghadiahkan buku ke teman.

 

Mau Baca Buku Apa di Storytel?

Di halaman awal dari aplikasi ini, kita akan menjumpai deretan rekomendasi buku berdasarkan beberapa hal. Dijamin, ini bakal bikin kita nggak bingung lagi mau baca buku apa.

Tapi kalau buat saya, bikin saya bingung mau baca buku yang mana duluan! Hehehe…

1. Because you bookshelfed…

Misalnya karena saya suka membaca buku anak, maka akan ada rekomendasi berbagai buku anak yang memungkinkan untuk saya pilih juga. Dan gara-gara ini, saya jadi langsung masukkan beberapa judul buku ke rak buku Storytel.

beberapa rekomendasi buku dari berbagai kategori yang bisa dipilih di storytel

2. My First Book

Rekomendasi buku lainnya adalah berdasarkan pilihan pertama para Storyteller. Salah satu buku yang ditawarkan adalah buku Game of Thrones.

Buat yang dari dulu mau baca buku Harry Potter tapi maju mundur karena lihat tebalnya, ternyata di Storytel ada versi audio booknya, lho! Dan Harry Potter Audiobook ini rupanya banyak dipilih oleh para Storyteller. Soalnya serinya juga ada beberapa.

3. Top Titles in Indonesia

Di rekomendasi ini, kita bisa menjumpai buku-buku dalam bahasa Indonesia yang jadi trend di minggu ini. Sewaktu saya menulis ini, beberapa buku yang sedang trending antara lain Belok Kiri Langsing, Lupus, Dru dan Kisah Lima Kerajaan, Pangeran Cilik, Selamat Tinggal, Filosofi Kopi, dan beberapa buku lainnya.

Kebetulan, yang Dru dan Pangeran Cilik itu masuk di rak buku Storytel saya. Rupanya ada juga beberapa Storyteller yang juga sedang menyukai buku tersebut.

4. Top Title in English

Di Storytel, ada juga rekomendasi buku-buku berbahasa Inggris. Jadi, ini memang buku yang aslinya bahasa Inggris dan audionya juga bahasa Inggris, lho ya.

Beberapa buku berbahasa Inggris yang sedang trend minggu ini di antaranya ada Pachinko, Harry Potter and the Philsopher’s Stone, Mindfulness in 8 Days, Bridgerton: The Viscount Who Loved Me, dan yang lainnya.

5. Familiar Voices

Kalau yang satu ini menurut saya unik. Soalnya, kita mendengarkan buku yang narasinya berasal dari aktor, aktris, atau publik figur yang dikenal masyarakat.

Misalnya, kalau di film Ayat-ayat Cinta kita tahunya Fedi Nuril yang jadi aktornya, nah di buku ini, dia juga yang jadi naratornya.

Kalau dari beberapa teman yang cerita, pada suka saat mendengarkan Dian Sastro dalam Dunia Sophie. Dewi Lestari juga jadi narator lho di bukunya sendiri yaitu Filosofi Kopi bersama dengan Chicco Jerikho. 

ada dewi lestari dan chicco jerikho yang menjadi narator buku filosofi kopi di storytel

Ada juga buku The Hunger Games yang dinarasikan oleh Tatiana Maslany. Tatiana sendiri adalah peraih Emmy Award lho sebagai narator dari buku best seller ini.

6. Certified Best Seller

Kalau mau tahu buku apa saja yang memang laris sepanjang masa, klik saja di bagian certified best seller. Nanti kita akan menemukan beberapa buku rekomendasi yang dari dulu sampai sekarang banyak dibaca orang.

Misalnya buku Harry Potter and the Goblet of Fire, The Hobbit, The Kite Runner, Animal Farm, The Secret, dan yang lainnya.

7. Children’s Book

Mau buku cerita anak Indonesia, atau yang dari luar negeri, ada juga di Storytel. Untuk yang buku luar negeri, ada yang sudah dialihbahasakan jadi narasi Indonesia, ada juga yang masih berbahasa Inggris.

8. Biographies

Pecinta buku biografi pasti suka saat lihat rekomendasi ini. Jadi nggak perlu cari-cari lagi buku biografi apa yang bagus dan bisa didengarkan.

9. Upcoming Books in Indonesian

Di bagian ini ada bocoran buku apa yang sebentar lagi bakalan keluar di Storytel. Misalnya buku Thank You Salma, bagian 3-nya Dear Nathan yang akan keluar 25 Mei bulan depan. Atau buku The Naked Traveler yang akan hadir 22 April sebentar lagi.

10. Fantasy dan Sci-Fi

Ini adalah segala cerita fiksi seperti tentang antariksa, Sci-Fi, dunia sihir, dan yang lainnya. Hohoho, ini genre kesukaan saya banget!

Jadilah kita bisa menjumpai buku The Hobbit, beberapa seri The Lord of the Ring, The Alchemist, atau The Game of Thrones yang direkomendasikan dlam kategori ini.

11. Teen and Young Adults

Yang suka baca buku fiksi yang cinta-cintaan remaja atau dunia distopia, bisa klik bagian rekomendasi ini.

buku dilan yang masuk dalam kategori teen and young adults bisa didengarkan audiobooknya di storytel

12. This Week’s NY Times Best Sellers

Yang mengikuti trend buku luar negeri, juga bisa pantau lewat Storytel, lho. Karena kita bisa dapat rekomendasi buku terlaris yang ada di daftar The New York Times tiap minggunya.

13. New!

Rekomendasi ini sepertinya cocok buat yang Storyteller banget dan sampai bingung mau baca buku apa lagi. Jadi, ini adalah rekomendasi buku yang baru tiba di Storytel.

Kira-kira ada nggak ya yang lagi nungguin buku Sapiens? Soalnya buku nonfiksi ini masih versi ebook dan belum ada audiobooknya di Storytel sampai saat ini.

14. Oscar-Worthy Stories

Storytel juga punya rekomendasi buku dengan kategori ini lho. Kita bisa menemukan para nomine dan pemenang Academy Award di rekomendasi ini. Misalnya buku yang berjudul Macbeth, Once Upon a Time in Hollywood: A Novel, Emma, atau The White Tiger.

15. Most bookshelved this week

Mau tahu buku apa saja yang banyak disimpan para Storyteller? Ada yag menyimpan buku nonfiksi Pribadi Hebat atau 8 Intisari Kecerdasan Finansial, novel fiksi berjudul Mariposa atau Ayat-ayat Cinta, juga ada beberapa buku berbahasa Inggris.

Ada juga buku cerita anak seperti Bawang Merah Bawang Putih atau Counting Shep. Lumayan juga nih dipakai sebagai cerita pengantar tidur ke anak-anak.

Oh iya, kalau mau tahu sebuah buku itu bagus atau enggak, kita bisa menilainya dari sejak di bab 1 lho. Saya pernah menulis tentang ini dalam tulisan berikut: Melihat Keistimewaan Buku dari Jendela Bab Satu

 

Storytel dan Mimpi Jadi Penulis Cerita Anak

Dari sekian macam aktivitas menulis, menulis cerita anak adalah sesuatu yang selalu mengasyikkan buat saya. Apalagi kalau ceritanya berbau fantasi.

Selain itu, saya juga suka dengan cerita-cerita anak klasik. Kelebihan dari cerita anak klasik itu seringnya begitu sarat dengan nilai moral yang dibalut begitu cerdas oleh penulisnya ke dalam sebuah cerita. Kita nggak akan menemukan sebuah moral cerita yang tersaji terang-terangan.

Saat tahu ada Storytel, hal yang tidak saya duga adalah saat menjumpai adanya banyak buku cerita anak klasik dan berunsur fantasi. Padahal pikir saya waktu itu, Storytel hanyalah aplikasi yang menampilkan buku-buku terbaru saja.

Nyatanya setelah saya mengulik aplikasi ini, Storytel itu seperti sebuah perpustakaan besar yang menyimpan banyak buku klasik sampai moderen. Bahkan kebanyakan adalah buku-buku yang memang best seller serta disuka sepanjang masa.

Dan yang tidak saya duga lagi adalah saya bisa menemukan berbagai buku cerita anak klasik di sana. Banyak juga yang sudah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia.

Beberapa buku anak yang saya simak audionya di Storytel adalah sebagai berikut.

1. Pangeran Cilik

Karya Antoine de Saint-Exupery ini aslinya berjudul Le Petit Prince. Ketara deh ya, kalau aslinya, ini adalah novel berbahasa Prancis. Buku ini diterbitkan tahun 1943. Di Storytel, buku ini dinarasikan oleh Anes Wibowo dengan durasi 2 jam 6 menit.

Kalau ada yang rasa-rasanya mengingat jika ini kok malah sebuah film, ya memang betul juga. Karena buku ini lalu diangkat ke layar lebar dengan judul The Little Prince.

Cerita buku ini adalah tentang seorang Pangeran cilik yang berpetualang mengelilingi planet-planet. Ia berpetualang bersama seorag pemuda yang terdampar di guru pasir karena kerusakan mesin pesawat yang ia naiki sendiri.

Yang menurut saya unik dari cerita ini adalah, buku ini seperti hadir bukan hanya untuk cerita anak. Tapi isinya begitu banyak bagian yang merefleksikan sikap orang dewasa yang kerap menyebalkan bagi anak-anak.

Satu bagian yang paling menyentil buat saya adalah moral story tentang bagaimana seorang dewasa harus bersikap agar ia tidak membunuh sebuah kelebihan dari seorang anak.

Misalnya saat Pangeran Cilik yang jadi harus mengubur bakat bagusnya dalam bidang menggambar, hanya karena komentar orang dewasa yang malah tidak positif terhadap coretan gambar karya Pangeran Cilik.

2. Putri Raja Cilik

Buku ini bukan sekuel dari Pangeran Cilik, lho ya. Bedanya jauh banget! Kalau buku Pangeran Cilik berbau fantasi, Putri Raja Cilik sebaliknya. Selain itu, isi cerita buku ini banyak mengandung bawang, hiks!

Penulisnya adalah Frances Hodgson Burnett yang dinarasikan dalam bahasa Indonesia oleh Ajeng Atmakusumah. Durasinya, ehem, 9 jam 46 menit euy! Saya akhirnya memilih pakai mode kecepatan di atas normal agar buku ini bisa cepat selesai.

Buku yang terbit tahun 1905 ini ceritanya tentang seorang anak kelahiran India ernama Sara Crewe yang awalnya kaya banget. Ia sekolah di sekolah asrama bergengsi di London. Ibunya asli orang Prancis dan sudah meninggal sejak ia masih kecil.

Meski kaya raya, baju bonekanya bagus-bagus, tapi Sara ini nggak sombong. Dia baik, sopan, dan juga cerdas.

Konflik cerita dimulai saat ia ulang tahun yang ke-11. Ayahnya meninggal dan tersebar kabar di sekolah kalau Sara ini nggak dapat warisan sedikit pun dari ayahnya.

Saat kepala sekolahnya tahu berita ini, Sara langsung dijadikan pembantu di sekolah berasrama tersebut. Bahkan Sara harus bekerja keras melebihi kemampuannya sebagai seorang anak yang masih kecil. Yang menyedihkan, Sara kadang sampai harus kedinginan dan tidak dikasih makan, lho!

Dari buku ini, banyak moral story yang bisa kita ambil. Misalnya bagaimana cara bersikap tetap baik meski kita tidak diperlakukan baik. The best quotes: Apapun yang terjadi, takkan bisa mengubah satu hal. Meski pakaianku lush dan kumal, aku tetap bisa amenjadi putri raja dalam hati.

Spoiler, endingnya happy kok.

3. Dru dan Kisah Lima Kerajaan

Dari sekian buku cerita anak klasik yang saya incer dan dimaukkan ke Rak Buku, saya menyelipkan sebuah buku karya penulis Indonesia dan tentunya buku cerita anak yang tidak klasik. Pasalnya, buku Dru dan Kisah Lima Kerajaan ini begitu mirip cerita anak klasik.

buku dru dan kisah lima kerajaan yang ada di storytel ini adalah karya clara ng

Buku ini ditulis oleh Clara Ng, yang memang piawai membuat cerita genre dewasa bahkan anak-anak. Total durasi buku ini, jika didengarkan normal, adalah selama 3 jam 53 menit. Naratornya adalah Ramadhani Syahfitri.

Jadi ceritanya ada anak bernama Dru yang punya keberanian besar. Karena keberaniannya inilah, ia sampai kerap terbaw masalah. Bertengkar dengan anak lain, bahkan sampai dimarahi ibunya.

Sebetulnya bukan salah Dru juga sih. Karena dia kan hanya membela diri dari anak-anak yang mau semena-mena terhadap dirinya..

Tapi ujung-ujungnya, dia jadi kena masalah. Orang-orang pada protes dan mencap Dru anak nakal. Lalu mengadu ke ibunya yang otomatis, ibunya jadi memarahi Dru.

Keberanian Dru ini juga yang membuatnya jadi berpetualang. Awalnya, karena ia ingin mencari selendangnya yang hilang. Ia sampai bertemu dengan lima raja kesepian, hingga seekor keong emas yang bercerita tentang pohon Kalpataru.

Cerita model begini ini kesukaan saya banget. Selain ceritanya fiksi fantasi, moral cerita yang tidak gamblang, saya jadi diajak berpetualang ke negeri antah berantah. Tipe tokoh ceritanya juga kesukaan saya, tentang seorang anak perempuan yang pemberani. Bahkan untuk menebus kesalahannya sendiri.

Dari hasil menikmati tiga buku ini saja, rasanya saya seperti ingin menghidupkan lagi mimpi untuk menjadi penulis cerita anak. Karena membuat dunia imajinasi, merangkainya dengan cerita yang mengalir ke sana sini, rasanya bahkan bisa membuat hiburan tersendiri.

Dengan Storytel, saya bisa mendengarkan buku-buku tersebut sambil menemani anak-anak bermain dan istirahat, atau sambil mengerjakan pekerjaan domestik seperti setrika dan memasak.

dengan storytel saya bisa mendengarkan buku sambil melakukan aktivitas lainnya

Buat yang mau ikutan juga pakai aplikasi ini, bisa download di sini ya:

- Aplikasi Storytel untuk iOS

- Aplikasi Storytel untuk Android

Langganan aplikasi Storytel ini sebulannya Rp39.000. Lagi harga promo, nih. Dan nilai segini lumayan worth it banget kalau dibandingkan keuntungan yang bisa kita dapatkan. Saya sendiri jadi bisa menikmati buku ini itu sepuasnya di aplikasi audiobook Indonesia ini.

 

Buat yang mau pengetahuan dan wawasannya tetap luas, nggak kudet, selalu update karena buku, bisa banget pakai aplikasi Storytel. Tentunya, akan ada pengalaman menyenangkan yang bisa kita rasakan saat menikmati sebuah buku dengan audio di aplikasi ini.

Comments

  1. Kalo pas me time aq juga dengerin buku via Storytel juga mbak, menurut aq lebih enak soalnya bisa sambil ngerjain kerjaan rumah

    ReplyDelete
  2. Pilihan genrenya lengkap dan koleksi judulnya banyak juga ya, enak buat buibu yang sibuk bisa terus dapat ilmu. Bisa multitasking....

    ReplyDelete
  3. Seru ya, Mbak Ika. Kita jadi bisa menikmati buku dengan cara berbeda dan menyenangkan. Kerennya ada mode untuk anak juga. Anak-anak yang belum bisa membaca, juga sangat terbantu dengan adanya Storytel ini. Apalagi banyak buku-buku anak keren di sana.

    ReplyDelete
  4. Aplikasi ini keren banget deh, bisa dengerin buku sambil melakukan pekerjaan lainnya. Apalagi koleksinya banyak

    ReplyDelete
  5. wah keren nih aplikasi, baca buku jadi fun, tak butuh ruang banyak dalam penyimpanan, harganyapun bersaing

    ReplyDelete
  6. Membaca buku tidak lagi harus mantengin buku ya, melalui aplikasi storytel kegiatan membaca bisa secara audio sembari menyelesaikan pekerjaan lain. Emak2 sepertiku kudu punya aplikasinya nih agar update isi kepalanya.

    ReplyDelete
  7. waah seru banget instal aplikasi storytel ini, bisa mendengarkan buku yang tebal dan tetep fokus sampe selesai. Bisa didengarkan kapan saja dan dimana saja sesempatnya

    ReplyDelete
  8. Wah, ada fitur bookmarknya juga. Jadi nggak perlu khawatir lupa kemarin sudah sampai mana. Adudu...keren

    ReplyDelete
  9. Betul, Mbak, sekarang udah gak zamannya lagi gak bisa menikmati sebuah buku. Dengan aplikasi Storytel kita bisa menikmati buku dengan cara mendengarkannya ya...

    ReplyDelete
  10. Deretan judul buku favoritku ada di storytel. Jadi bisa mendengarkan buku sambil mengerjakan tugas rumah :))

    ReplyDelete
  11. Aku juga udah nyobain dong Storytel. Asli ketagihan, soalnya banyak banget buku best seller yang belum sempat aku baca. Apalagi pas tau narator Dunia Sophie itu Dian Sastro, waaa langsung terbuai dengan suara merdunya. Bikin melayang. Ada mode anak-anak juga yang pasti aman buat anak-anakku.

    ReplyDelete
  12. Keren banget aplikasi ini, beda dari aplikasi novel lainnya. Pengguna di sini bukan membaca cerita, tetapi mendengarkan cerita.

    ReplyDelete
  13. wah sukaaa.....

    jawaban untuk kebutuhan saya yang belum membaca 1 pun buku sejak berbulan silam

    sekarang bisa sambil nyuci dan masak nih

    ReplyDelete
  14. 39.000 perbulan tuh lumayan terjangkau, bayangkan kalau beli bukunya secara fisik pasti cuma bisa dapat satu itupun kadang kurang. Kalau di Storytel bisa dapat banyak buku untuk dinikmati

    ReplyDelete
  15. Kalau aku buku pertama yang kubaca di storytell adalah karya Sibel Eraslan, suka dengan app ini yg menyediakan banyak koleksi buku

    ReplyDelete
  16. Semoga dengan aplikasi ini, bisa menambah minat baca ya mbak. Koleksinya pun beragam yaaa, tinggal disesuaikan. Ku mau ke playstore dulu ah cek aplikasinya.

    ReplyDelete
  17. Kadang suka tersugesti kalau buku tebel bikin mata sakit dan ngga bakal selesai dibaca. Dengan storytel, semuanya bakal lancar dan memudahkan karena bisa didengar kapan saja dan dimana saja sih ya

    ReplyDelete
  18. Asik ya, pas anak-anak sudah terlelap saat malam, ibunya bisa me time sebentar sambil rebahan dan pasang earphone buat dengerin buku-buku yang selama ini bikin penasaran, tapi nggak punya banyak waktu untuk ditamatkan. Seru banget kalau punya akun di Storytel.

    ReplyDelete
  19. Keren banget Aplikasi ini sangat menunjang perkembangan literasi digital semakin banyak orang jadi gemar buku walaupun dibacakan Melalui aplikasi ini

    ReplyDelete
  20. Senangnya sekarnag baca dengan mendengarkan saja. Semoga Storytel jadi pilihan semua orang yang punya minat baca dengan mendengarkan.

    ReplyDelete
  21. Cocok banget nih, buat aku yg cepet banget ngantuk kalau sedang baca. Maklum seiring bertambahnya umur, daya tahan mata tidak seperti dulu...

    ReplyDelete
  22. Makin kesini tuh mau nambah ilmu makin mudah aja ya. Baca buku yang semakin menyenangkan bisa darimana aja bahkan tidak harus dipandangi terus tulisannya. Melalui audio gini akan akan makin menarik buat baca-baca buku deh.

    ReplyDelete
  23. Udah jadi makmak tuh emang suka menantang bagi waktunya ya, mba
    Sama nih harus curi-curi waktu buat baca buku
    Untung ada Storytel ya, bisa sambil nyambi yang kerjaan yang lain

    ReplyDelete
  24. Senangnya Storytel ini ada mode offlinenya juga ya mbak. Lumayan buat ngirit quota. Jadi pas dapat WiFi gratis, bisa langsung download buku yang ingin didengarkan

    ReplyDelete

  25. Aku suka pilihin judul2 dongeng buat anakku, mbak. Biasanya sebelum tidur dia dengerin. Trus kita diskusi2 gitu. Alhamdulillah meski gak lagi bisa dongengin langsung tapi terbantu dengan aplikasi ini

    ReplyDelete
  26. Makin keren ya jaman now. Ada aplikasi macam audiobook storytel ini. Jadi gak ada alasan buat gak baca buku lagi. Semua ada solusinya yes!

    ReplyDelete
  27. betul sekali, di era sekarang apalagi mulai marak streaming ya , rasa-rasanya ndak ada alasanbuat ndak baca buku. apalagi sekarang kita bisa membaca buku tanpa membaca kan ya . dengannarator yang kompeten tentu menjaid lebih asyik membacanya.

    ReplyDelete
  28. Enak ya dengan Storytel bisa mendengarkan buku sambil melakukan aktivitas lainnya..

    ReplyDelete
  29. suka nih sama Storytel bisa mendengarkan buku-buku best seller yang belum sempet saya baca, pilihan bukunya juga banyak sekali

    ReplyDelete
  30. Kalau banyak buku genre anak berarti saya juga bisa nostalgia dengan buku bacaan kesayangan saat kecil dulu. Senang banget nih bisa ketemu Storytel. Bisa menemukan fakta banyak tentang aplikasi audio baca ini

    ReplyDelete
  31. Seneng bangett akhirnya ada audiobook buat nemenin anak Read aloud wkkwkw. Kita2 jg bisa ikut dengerin sambil masak, setrika. Praktis.

    ReplyDelete
  32. wah aku juga suka dengerin storytel nih, lumayan sambil bobok ditemani suara chicco jericko hihi.

    ReplyDelete
  33. pengin download aplikasi keren ini ah. Sudah lama nggak sempat menyelesaikan satu buku pun

    ReplyDelete
  34. Aku sudah download dan langganan aplikasi Storytel ini mbak
    Seru,banyak buku-buku best seller yang bisa didengarkan di sini

    ReplyDelete
  35. asik banget sih kak.. lengkap juga ya pilihan ceritanya, jadi seru nih bisa nikmati cerita kesayangan sambil didongengin :)

    ReplyDelete
  36. Aku udah download juga mbak akhirnya. Sekarang lagi dengerin Harry Potter nih sambil nostalgia. Seru juga ya ternyata.

    ReplyDelete
  37. Pegang HP dengan sudah terinstal aplikasi Storytel ini akan sangat membantu sekali saat menjelajah dunia imajinasi melalui buku.

    ReplyDelete
  38. Sebagai pecinta buku, aku sangat penasaran dengan metode membaca buku yang berbeda di aplikasi storytell ini. Semoga membawa dampak yang baik.

    ReplyDelete
  39. Bagi saya yang jarang baca buku, nyoba storytel memang bikin ketagihan. Praktis dan bisa disambi dengan kegiatan lain. Serasa didongengin saja.

    ReplyDelete
  40. ternyata ada fitur oscar stories juga yaa mba. itu jadi mirip2 ama fitur di disney hotstar yang juga ngasih film oscar. menarik yaa.. layak untuk subcribe dan coba nih aplikasi storytel

    ReplyDelete
  41. Wahh fiturnya keren banget asli, bisa seperti itu yaa.. Pengen banget download dan cobain fiturnya deh, jadi multitasking nih kalau bisa baca menggunakan fitur audionya

    ReplyDelete
  42. Wiiihh saya juga sudah kenalan dong sama Aplikasi Audiobook Storytell ini, biasanya aku pakai pas lagi di perjalanan, praktis.

    ReplyDelete
  43. Wah, baru tau saya Ka... Storytelling memang sedang populer sekarang ini, bukan hanya melatih bercerita, tetapi juga dlm berbicara, dan bahasa penggunaannya... Sangat menarik, makasih tulisannya Ka

    ReplyDelete
  44. Senengnya itu ada target baca sama rak buku. Jadinya semangat buat nyimak buku yang udah di rak biar bisa melampaui target hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca.

Postingan Populer

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Anak Lemas Setelah Sembuh dari Sakit, Ini Dia Cara Memulihkannya

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Review Jujur Setelah Pakai Rangkaian Scarlett Whitening, Hasilnya Ternyata…

Bikin Asyik Liburan Sambil Kerja dengan ASUS ZenBook UX391UA

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti