Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Bercerita Asyik dengan So Good CERDIK

Sepertinya, hampir semua anak kecil suka menyimak dongeng, ya. Apalagi bila caranya asyik dan menarik.
Misalnya, dongeng yang disampaikan dalam buku yang gambarnya berwarna-warni, dongeng yang isi ceritanya lucu serta terus memancing rasa penasaran anak, atau dongeng yang diceritakan dengan gaya bicara serta suara dan gerak yang bervariatif sehingga bisa membuat anak terpesona.
Tentunya, dongeng akan makin meninggalkan kesan baik bagi anak jika ada nilai positif serta pengetahuan di dalamnya.

Saya sendiri termasuk orang yang merasakan manfaat dari kebiasaan orangtua yang suka mendongeng sewaktu saya kecil. Selain itu, keberadaan berbagai buku cerita dan majalah anak yang saya baca juga terasa hingga sekarang manfaatnya.
Salah satu dongeng atau cerita yang membekas di benak saya adalah tentang cerita bergambar dari sebuah majalah anak, seorang remaja yang terus berusaha untuk menjadi penari balet. Meskipun, ia harus hidup sendiri karena kedua orangtuanya sudah meninggal, serta bibinya yang…

Nilai KKM, karena Tiap Anak Punya Kecerdasan yang Berbeda

Buat para orangtua, adakah yang sering kepikiran bagaimana caranya agar anaknya harus dapat nilai bagus? Adakah yang sampai pusing waktu tahu anaknya kok dapat nilai jelek?
Kalau ada yang punya pikiran kayak gitu, yuk, saya kenalin sama yang namanya nilai KKM.
Buat yang belum kenal sih. Tapi kalau sudah kenal juga nggak apa-apa kok kalau kenalan lagi *maksa
KKM apaan sih?
KKM itu singkatan dari Kriteria Ketuntasan Minimal. Nah, udah ada gambaran kan arah pembicaraan saya akan ke mana?
Tapi, sebelumnya saya ceritain pengalaman saya dulu ya waktu ngajar. Jadi kalau urusan nilai anak jelek, sebetulnya yang lieur juga gurunya lho. Malah seringnya, anaknya nyantai kayak di pantai, gurunya yang ngos-ngosan kayak naik gunung menanjak dan berjurang.
Pasalnya, tiap guru sudah membuat standar nilai KKM sejak awal semester. Terus dituntut untuk melaporkan hasil akademik anak didiknya yang standar terendahnya adalah nilai KKM. Dengan waktu yang seringnya pendek, nilai anak didiknya harus berstandar KK…

Adik Tersayang

Cerpen ini terinspirasi dari dua memori.
Memori pertama, saat saya sempat tinggal dan menjadi reporter di Batam. Waktu itu, saya kerap melewati dan terkadang meliput ke sebuah SLB.
Itulah awal perkenalan saya dengan beragam anak-anak berkebutuhan khusus, terutama anak down syndrome atau saya biasa menyebutnya dengan DS.
Nah, ternyata saat saya memegang taman penitipan anak, lagi-lagi saya menjumpai seorang anak DS. Kesempatan kali ke dua itulah yang makin membuat saya mengerti apa dan bagaimana anak DS.
Dari dua memori tersebut, suatu ketika saya terpikir bagaimana rasanya apabila seorang anak memiliki saudara kandung yang ternyata anak DS, ya?
Imajinasi saya itulah yang lalu tertuang dalam cerpen berikut ini.
Cerpen berjudul Adik Tersayang ini pernah dimuat di Majalah Girls pada bulan Januari 2012.
Buat pembaca Blog IM Susanti, selamat membaca ya…
Adik Tersayang
“Aku nggak mau punya adik kayak Nina!” teriak Rina yang lalu berlari masuk ke dalam kamar. Mama terkejut. Nina menangis.
“Ha... Ka.…

Kebun Raya Mini a la Bumiaji Kota Batu

Jika di Bogor atau Pasuruan ada kebun raya, di Kota Batu atau tepatnya di Kecamatan Bumiaji, ada juga sebuah kebun raya mini yang tak kalah cantiknya. Letaknya di lereng gunung dan hampir berada di puncak dari perbukitan Kota Batu.
Tempat ini sendiri memiliki julukan arboretum atau kebun percobaan.
Julukan kebun raya mini pun memang bisa mengena untuk tempat ini. Berbagai jenis tumbuhan ada dan ditanam di sana berikut nama-namanya.


Kita bisa menjumpai Pohon Kina yang bisa digunakan sebagai obat malaria, Paku Pohon yang berbentuk paku-pakuan tapi bisa tumbuh besar sebagai sebuah pohon, Kayu Manis, dan segala macam jenis tumbuhan lainnya.
Sayangnya saat mengunjungi Arboretum Bumiaji sekitar tahun 2009 lalu, saya tidak sempat berbicara dengan pengelola dari tempat itu.
Sedikit yang saya tahu, di dekat pintu masuk tempat ini saja ada sebuah pohon sejenis cemara yang ditanam pada tahun 1992.
Hingga kini, Arboretum Bumiaji sering dijadikan kegiatan penelitian misalnya oleh para mahasiswa yang …

Berasnya Diganti dengan Sebungkus Kerupuk

PKK, mendengar kata tersebut yang ada dalam bayangan saya adalah sekumpulan ibu-ibu, berbusana hijau-hijau mulai dari atasan hingga bawahannya, berkumpul dengan acara pembuka nyanyian khas ala ibu-ibu PKK, lalu acara diisi dengan pembicaraan yang bermuatan untuk kemajuan dan perkembangan para ibu-ibu PKK.
Namun tebakan saya agak meleset kali itu! Karena yang datang kemudian memang para ibu-ibu yang kesemuanya datang dengan sebuah tas jinjing berlabel nama masing-masing dan berisi sejumlah beras.
Ketika sampai di rumah yang mengadakan acara PKK, beras itupun kemudian ditukar dengan sebungkus kerupuk. Lho kok?!
Hehehe… tapi demikianlah yang memang terjadi pada acara tingkepan atau selamatan untuk ibu hamil yang diadakan ibu mertua dari adik saya untuk adik ipar saya. Satu dari sekian acara yang merupakan bagian dari syukuran tersebut adalah undangan ibu-ibu PKK yang diadakan pada siang hari.
Tapi memang acara PKK ini sangat berbeda dengan yang selama ini ada. Tidak ada ibu-ibu yang datang …