Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2018

Perpustakaan di Atas Awan

Ada cerita di balik tidak jadinya dapat rezeki jalan-jalan, mungkin seperti itu rasanya kisah di balik pembuatan cerita ini.
Jadi ceritanya di sekitar tahun 2014, saya terpilih jadi finalis pemenang lomba menulis. Sebagai finalis, saya dan beberapa teman yang juga lolos kemudian ditentukan pemenang akhirnya lewat voting.
Karena dalam waktu dekat saya akan melangsungkan pernikahan, saya milih melipir deh. Nggak ikut-ikutan ah ajang minta divoting orang banyak. Dari pada dapat hadiah jalan-jalan, saya milih ngincer yang hadiah uang tunai saja! Hahaha…
Nah, salah satu finalis penulis itu ada yang namanya Astari Ratnadaya. Buat teman-teman blogger tentu tahu dan kenal sama nama Tari, cewek yang emang beneran mirip sama Raisya itu lho…
Waktu akhirnya Tari dapat hadiah yang jalan-jalan ke Flores, dia pilih destinasi yag salah satunya ke Desa Wae Rebo. 
Meski saya belum pernah ke sana langsung dan suatu saat siapa tahu diizinkan Allah bisa ke sana (jiah, panjang banget intronya!), Desa Wae Rebo …

Kalimat-kalimat Ini Akan Membuatmu Mengikhlaskan Kepergian Mantan ke Lain Hati

Ada nggak yang pernah ngalamin, merajut kasih dengan seseorang sampai bertahun-tahun, melewatinya suka duka, mendampinginya saat ia mengalami masa sulit, mendaki gunung lewati lembah… eh, kenapa jadinya lagu Ninja Hatori sih?!
Oke lanjut, mari kita pasang lagi lagu mellownya!
… setelah mendampinginya melewati masa bahagia dan susah, kok tapi ujung-ujungnya ia tidak bersanding dengan kita.
Ada yang seperti itu? Kalau iya, berarti nggak sendiri nih. Di luar sana, ada banyak cerita yang sama kok dengan beragam versinya.
Misalnya artis Ayu Dewi yang mendampingi Zumi Zola terutama saat masa kampanye pilkada, namun akhirnya Zumi Zola justru menikah dengan wanita lain. Atau kisah cinta artis Luna Maya dan Ariel Noah hingga bertahun-tahun lamanya, yang saat Ariel keluar dari penjara, justru tak lama kemudian hubungan mereka pun kandas.
Merasa sakit? Ada bagian di dalam dada yang terasa sesak? Mungkin itu kali ya yang terasakan.
Tapi kalau aslinya nggak lagi patah hati tapi kok merasa seperti itu…

Meski Sibuk, Dokter Ini Bisa Mengajak Kebaikan dengan Cara Unik

Beberapa tahun lalu, ada seorang pria yang sering mengirimi saya sms. Eit, jangan salah sangka. Karena kali ini, sebetulnya saya ingin bercerita tentang seseorang, yang rajin sms itu, yang sosoknya patut untuk diteladani.
Namanya dr Anas Mahfud, dokter bedah di RS Muhammadiyah Lamongan (RSML). Kekaguman saya muncul sejak mengikuti pengajian yang ia koordinatori di RSML.
Jika melihat dari profesinya, seorang dokter bedah, siapapun mungkin akan berpikir, “Wah, pastinya ia seorang dokter yang sibuk!”
Memang, profesi dokter bedah hampir sama tingkat kesibukannya seperti dokter anak atau dokter kandungan. Setiap hari, selalu saja ada orang yang membutuhkan keberadaannya untuk tindakan operasi.
Dokter Anas mengajak rekan-rekan di lingkungan kerjanya di RSML untuk mengaji bersama setiap dua kali dalam seminggu. Mengaji yang dimaksud adalah membaca Al Quran secara berbarengan dengan diiringi murotal. Suara yang diperdengarkan bisa murotal Mishary Rashid, Al-Sudais, Al-Ghamidi, atau yang lainnya.
S…

Buku Harian Anton

Saat kabar via email bahwa cerpen ini akan dimuat di Majalah Bravo, saya girang bukan kepalang. Ada dua alasan yang jadi penyebabnya. Pertama, karena saat itu cerpen anak karya saya masih sangat jarang dimuat di media nasional. Ke dua, karena majalah Bravo yang ada dalam naungan penerbit Erlangga ini punya peluang minim untuk bisa tembus dimuat di sana.
Sayangnya, kini majalah tersebut sudah tutup, jauh mendahului media-mdia anak nasional lain.
Seperti nasehat beberapa teman penulis lain, seorang penulis perlu mencermati karakter media yang akan dikirimi tulisan. Dan baru di belakang hari saya sadar, bahwa Majalah Bravo banyak memuat cerita yang bertema motivasi meraih cita-cita.
So, ini dia satu-satunya cerpen saya yang pernah dimuat di Majalah Bravo pada tahun 2011. Ceritanya tentang betapa segala kesuksesan sebetulnya diraih dengan hal yang tidak seenaknya. Selamat membaca…
**
“Aku pulang duluan ya!” pamit Anton pada Doni.
Doni melirik jam tangannya. Waktu pulang sekolahnya masih dua j…

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…