Skip to main content

Kalimat-kalimat Ini Akan Membuatmu Mengikhlaskan Kepergian Mantan ke Lain Hati

Kalimat-kalimat Ini Akan Membuatmu Mengikhlaskan Kepergian Mantan ke Lain Hati

Ada nggak yang pernah ngalamin, merajut kasih dengan seseorang sampai bertahun-tahun, melewatinya suka duka, mendampinginya saat ia mengalami masa sulit, mendaki gunung lewati lembah… eh, kenapa jadinya lagu Ninja Hatori sih?!

Oke lanjut, mari kita pasang lagi lagu mellownya!

… setelah mendampinginya melewati masa bahagia dan susah, kok tapi ujung-ujungnya ia tidak bersanding dengan kita.

Ada yang seperti itu? Kalau iya, berarti nggak sendiri nih. Di luar sana, ada banyak cerita yang sama kok dengan beragam versinya.

Misalnya artis Ayu Dewi yang mendampingi Zumi Zola terutama saat masa kampanye pilkada, namun akhirnya Zumi Zola justru menikah dengan wanita lain. Atau kisah cinta artis Luna Maya dan Ariel Noah hingga bertahun-tahun lamanya, yang saat Ariel keluar dari penjara, justru tak lama kemudian hubungan mereka pun kandas.

Merasa sakit? Ada bagian di dalam dada yang terasa sesak? Mungkin itu kali ya yang terasakan.

Tapi kalau aslinya nggak lagi patah hati tapi kok merasa seperti itu, patut dicurigai nih. Segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat yah. Serius!

Kali ini saya mau berbagi beberapa kata bijak nih. Semoga ini bisa menjadi penghibur buat siapapun yang saat ini sedang patah hati, teringat mantan, dan merasa tidak kunjung bisa beralih ke lain hati.

1. Kata-kata inilah yang mungkin paling sulit dicerna perasaan. Setelah apa yang terjadi, saling bergenggaman tangan saat salah satu dari kita sulit menapak jalan, namun pada saatnya, justru genggaman tangan itu harus dilepas di masa lewatnya kesulitan.

Tapi memang demikian catatan Tuhan. Seseorang yang kita cintai bisa jadi pada akhirnya hanya akan tercatat pernah dekat. Tapi bukan sebagai pasangan.


2. Mungkin inilah analogi yang menggambarkan apa yang sedang kita alami. Ya, anggap saja kita dan pasangan adalah kepingan puzzle. Kalau dilekatkan, memang pas. Tapi gambar kita tidak bisa menyatu dan saling melengkapi. Karena sesungguhnya kita dan dia adalah keping puzzle untuk dua permainan yang berbeda.


3. Apapun keinginan kita, seberat apapun usaha yang sudah kita lakukan, kita harus ingat, bukan kita penentu cerita kehidupan ini. Juga untuk hidup orang lain.

Mungkin kita dan dia sama-sama ingin bersama. Sama-sama sudah berusaha. Tapi garis kehidupan tidaklah demikian sama hasilnya.


Tuh, sudah ya, jangan sedih lagi. Kalau tips dari saya yang pernah mengalaminya sih, saya memilih untuk tidak melupakan. Dibiarin aja. Isi waktu saja dengan having fun dengan apa yang kita suka (asal positif lho ya), dan dengan teman-teman yang menyenangkan.

Oh iya, saya ingat sebuah kata-kata cakep dari film yang pemain utamanya Raisa. Lupa lah judul filmnya apaan. Kasih tahu di komentar ya kalau tahu. Kata pemain cowoknya waktu itu ke Raisa seperti ini nih untuk melupakan mantan: Jangan pernah dilupakan. Biarkan dia tetap ada di dalam hati. Tapi letakkan dia di ruang paling pojok, jangan diterangi, lalu tutup pintunya.

Beneran, coba bayangin itu. Lalu bayangin juga kalau kenangan mantan yang sudah dikunciin itu adalah betulan si mantan. Bayangin deh dia mewek karena digituin.


Gimana, sudah bisa ketawa karena terhibur nggak? Sudah bisa melupakan mantan nggak? Sudah bisa mengikhlaskan dia ke lain hati nggak? Jangan sedih lagi yah…

Comments

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…