Skip to main content

Mengajari Anak Empat Kata Sakti


Kata sakti? Ehm, maksudnya bukan sim salabim buat sulap atau kata sakti lain yang bisa mengubah sesuatu gitu ya.

Kata sakti yang ingin saya bicarakan kali ini adalah empat kata yang sebaiknya diucapkan seseorang pada orang lain, yang biasanya sih sebagai bentuk penghormatan atau bisa juga kesopanan.

Misalnya begini, pernah nggak ketemu orang yang sudah ditolong tapi terus dia ngeloyor gitu aja. Sudah buat salah tapi malah nyolot waktu diingatkan. Lewat di depan orang gubrak-gubruk seenaknya. Butuh sama orang lain tapi main suruh kayak bos besar.

Yang namanya bilang permisi, maaf, tolong, terima kasih kayaknya nggak kenal. Parahnya lagi... sebetulnya kata itu harusnya sudah dikenalkan pada anak sejak usia dini lho. Jadi kan rasanya gimana gitu kalau ketemu orang sudah dewasa tapi malah nggak sadar betapa pentingnya kata itu diucapkan.


Mengenal Kata Tolong, Terima Kasih, Maaf, dan Permisi

Nah… empat itu tuh kata saktinya. Ada yang mau tahu kenapa saya sebut kata sakti?

Saya sendiri sih menganggap kalau ada orang mengucapkannya, didenger di telinga itu rasanya lebih enak. Akhirnya, hubungan komunikasi juga jadi lebih nyaman rasanya.

Kata tolong biasanya dipakai saat kita ingin meminta bantuan. Bahkan saat posisinya menyuruh sekalipun, misalnya hubungan antar orangtua dengan anak, jatuhnya jadi bukan seperti perintah yang harus dituruti. Tapi karena kita sebagai orangtua yang memang membutuhkan bantuan dari orang lain.

Kalau sudah minta tolong terus dibantu, berikutnya ya ucapan terima kasih. Di kamus KBBI sendiri (saya masih pakai aplikasi lama bernama KBBI di netbook dan bukannya PUEBI), ucapan terima kasih itu bisa berarti bentuk balas budi setelah menerima kebaikan, lho.

Dan jika sudah mendapat ucapan terima kasih, sebetulnya ada juga etika yang sebetulnya tidak wajib banget sih, yaitu mengucapkan ‘sama-sama’.

Di bahasa Inggris sendiri bahkan ada juga bentuknya, ‘thank you’ dan ‘you are welcome’. Tuh, bahkan di luar sana yang kayak beginian diatur juga lho dalam bahasanya.

Lantas jika kita menyesal telah atau akan melakukan sesuatu yang bisa jadi tidak disukai orang, ucapan yang kemudian digunakan adalah kata ‘maaf’.

Satu lagi yaitu kata permisi. Kata ini bisa dipakai dalam kondisi saat kita ingin meminta izin dari orang lain untuk melakukan sesuatu, juga bisa jadi sebagai bentuk penghormatan terhadap orang lain.

Jadi, kata-kata tolong, terima kasih, maaf, dan permisi sebetulnya tidak hanya melulu bentuk kata. Tapi di balik itu, ada sikap yang ditunjukkan bahwa kita peduli dan menghargai orang lain.


Mengajari Anak Kata Tolong, Terima Kasih, Maaf, dan Permisi

Beberapa kali baca artikel tentang parenting, katanya, kebiasaan mengucapkan kata tolong, terima kasih, maaf dan permisi ini sebetulnya harus dikenalkan dan dibiasakan sejak anak usia dini.

Para orangtua bisa membiasakan dengan cara memberi contoh. Misalnya kalau saya nih, saat Kayyisah sudah selesai bermain, dari pada sayanya ngomel-ngomel sambil ngeberesin, saya ajak saja dia sambil bilang, “Yis, tolong Umi dong bantu beresin mainannya.”

Jadi kitanya nggak perlu payah bin capek ngadepin mainan yang berantakan, anak bisa belajar tanggung jawab, dia juga sekalian mengenal bagaimana kata ‘tolong’ itu diucapkan dan pada kondisi yang seperti apa.

Begitu halnya dengan kata ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’. Kayaknya sudah biasa bagi Kayyisah mengucapkan kata-kata tersebut dan dalam kondisi yang seperti apa.

PR saya yang masih sampai sekarang itu adalah membiasakannya mengucapkan kata maaf dan permisi yang belum reflek Kayyisah lakukan.

Kadang kalau saya melakukan sesuatu yang salah, bicara nada tinggi yang sampai membuatnya nggak nyaman, atau situasi lain yang saya sadari itu adalah kesalahan dan nggak perlu saya lakukan ke Kayyisah, saya mengucapkan kata maaf sebagai bentuk pembiasaan juga untuknya.

Sedangkan kalau Kayyisahnya yang melakukan sesuatu di kondisi sebaliknya, biasanya saya suka pancing dia dulu dengan pasang wajah atau sikap kesakitan atau nggak suka. Biasanya, dia suka salah tingkah. Mau minta maaf atau bahkan mengulurkan tangan minta salim, masih maju mundur. Akhirnya momen itu saya jadikan ajang buat dia mengenal kata maaf.

Kalau permisi, biasanya saya baru mengenalkan ke Kayyisah kalau saya dan dia sedang berada bersama orang lain yang bukan keluarga inti. Maksudnya selain dengan saya dan abinya.

Misal nih waktu pengajian bareng ibu-ibu, lalu Kayyisah lewat di depannya, jika Kayyisah lupa atau diam, sayanya yang mengingatkan.

Dan mungkin karena nggak setiap hari juga kali ya kejadian dan situasinya, makanya kata maaf dan permisi ini masih belum nempel banget di ingatan Kayyisah.

Mungkin ada yang mikir, kenapa susah-susah banget deh ngajarin begituan ke anak batita? Toh mereka nanti kalau sudah besar bisa ngerti-ngerti sendiri.

Kalau buat saya sih faktanya, anak belajar dari kebiasaan lingkungan sekitar. Lha kalau nggak dibiasakan dari sekarang, apa kabarnya nanti kalau sudah besar?

Kalau kata orang Jawa, ojo sampek kasep. Jangan sampai terlalu terlambat sehingga saat besar nanti tidak kenal sama sekali.

Secara nggak langsung, saya juga membelajari diri saya sendiri untuk bersikap lebih baik ke orang lain.

Mengenalkan anak dengan keempat kata ini juga melatih anak pada sisi kecerdasan sosialnya.

Kalau orang dewasa saja bersikap dan mengucapkan keempat kata tersebut rasanya nyenengin, apalagi anak-anak.

Jangan sampai deh anak kita kurang menghargai orang lain dan dianggap tidak mengerti sopan santun lalu ada yang berkomentar, “Anak siapa sih?”


Nah lho…

Comments

  1. Membiasakan anak menggunakan 4 kata sakti ini memang perlu ya mba, dimulai dari orang rumah dulu ya.. Soalnya ada beberapa pasutri yg kurang mempraktekkannya tapi nuntut si anak selalu bersikap baik, harus kerja sama yg kuat nih 😆

    ReplyDelete
  2. setuju banget, jadi reminder buat saya karena anak-anak saya juga masih belum terbiasa mengucapkan 4 kata sakti ini. Kalau nggak diajarkan dari kecil nanti saya juga merasa gedenya belum tentu mudah diajarkan dan langsung mengerti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, semua tergantung kebiasaan sejak kecil.

      Delete
  3. Di dunia perhumasan, 4 kata tersebut masih menjadi kata sakti juga lho, mbak.
    Dalam setiap tes wawancara untuk karyawan baru, 4 kata ini biasanya menjadi salah satu bobot penting penilaian saya.

    ReplyDelete
  4. walaupun kelihatannya sepele, 4 kata ini memang memiliki arti yang sangat dalam, memang harus diajarkan kepada anak sejak dini

    ReplyDelete
  5. Empat kata sakti penyelamat kehidupan.jika ini dilatih senantiasa ke anak, yakin deh dia akan banyak relasi, teman , dan disukai banyak orang.empat kata sakti ini termasuk ahlak.

    ReplyDelete
  6. Empat kata wajib yang bisa jadi dasar anak2 supaya bagus sosialisasinya kelak, hubungannya dengan antar sesama manusia ya mbak :D

    ReplyDelete
  7. Iya nih wajib banget diajarkan sejak kecil, kalau dari kecil bisa jadi kebiasaan soalnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benwr Mbak, semuanya berdasarkan kebiasaan saat kecil.

      Delete
  8. setuju nih saya.. simple tapi efek kedepannya bagus banget kalau anak sudah mengerti 4 kata sakti itu.. saya dirumah juga masih PR banget sih ini, lagi ngajarin kebiasaan ini ke anak-anak.. makasii mbak sudah berbagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama... Iya, ini PR kita ya sebagai orangtua.

      Delete
  9. 4 kata sakti yang orang dewasa kadang berat ya untuk melakukan terapi insya Allah kalau dari kecil udah familiar dilakukan sampai besar pasti nggak akan sungkan-sungkan dilakukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak, semuanya tergantung kebiasaan dari kecil.

      Delete
  10. iyes ini juga kalimat yang selalu saya ajarkan ke anak2, mantra sakti..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantra sakti biar sukses di hubungan sosial. 😊

      Delete
  11. Permisi ini yang kurang..biasanya cuma mengenal 3 kata ajaib. Kata permisi mengajarkan sopan santun juga..terima kasih sudah berbagi

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Ingin dapat Pinjaman Online yang Aman, Yuk Perhatikan Beberepa Hal Penting Ini

Terkadang kita dihadapkan pada kebutuhan dana untuk keperluan tertentu. Namun saat menemui jalan buntu dan kita kesulitan meminjam pada orang lain, pinjaman online yang aman bisa jadi solusinya.
Padahal kebutuhan akan dana pinjaman berbentu tunai tersebut bisa jadi begitu mendesak. Misalnya, kita membutuhkan segera dana untuk biaya berobat keluarga, untuk keperluan pernikahan, atau biaya pendidikan anak.
Ada juga kebutuhan yang sifatnya tidak begitu penting tapi kok ya diperlukan juga. Misalnya untuk membeli sepeda motor, atau sebagai tambahan dana usaha.
Pinjaman online yang aman bisa jadi alternatif solusi dari masalah mendesaknya keperluan mendapatkan dana bantuan. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika mengajukan pinjaman keuangan secara online, terutama jika membandingkannya dengan lembaga keuangan lain pada umumnya.
1. Dibandingkan dengan pinjaman melalui bank, jasa pinjaman dana online tidak memerlukan syarat BI checking dan kartu kredit. Proses pencairannya pun bisa l…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Membentuk Karakter Baik pada Anak

Anak cowok tidak boleh menangis, inilah suatu bentuk streotype yang kerap dilakukan orang tua kepada anak demi membentuk karakter baik pada anak. Streotype sendiri berarti mengkotak-kotakkan ciri tertentu berdasarkan pandangan umum yang kadang belum terbukti kebenarannya.
Padahal, tak selamanya hal tersebut benar dan bisa jadi merupakan pendidikan yang keliru. Misalnya, anak cowok juga boleh menangis dalam arti batas-batas yang wajar. Begitu halnya dengan permainan yang diberikan dan diperbolehkan untuk anak cowok dan cewek.
Mainan anak juga tidak boleh streotype. Anak cowok boleh main boneka. Begitu juga anak cewek boleh mainan mobil-mobilan. Pekerjaan di rumah juga harus dibagi secara bijaksana. Anak laki-laki boleh juga diajarkan memasak. Sesekali anak cewek juga boleh melakukan pekerjaan cowok.
Pendidikan anak memang berawal dari keluarga. Ayah dan ibu adalah malaikat bagi anak termasuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan dan sifat.
Sedangkan apabila ada seseorang yang …

Mengatasi Jenuh dalam Rumah Tangga

Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian.
Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina kominikasi sebelum masalah itu datang. Termasuk ketika rasa jenuh datang menghampiri.
Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.
Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan sampai ketika rasa jenuh itu akhirnya tiba, kita kebingungan untuk kelu…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Membentuk Anak Cerdas di Sejak Kandungan

Kecerdasan anak dapat dibentuk sejak ia ada dalam kandungan sang ibu. Tentunya, ibu pun pada saat hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya karena secara langsung akan mempengaruhi pula kondisi janin yang sedang dikandungnya.
Karena adanya bayi yang sedang dikandung, konsumsi makan ibu akan lebih meningkat daripada sebelumnya. Menurut Roziana, ahli gizi dari Rumah Sakit Awal Bross, itu adalah hal lumrah saat ibu membutuhkan kuantitas makanan hingga dua kali dari kondisi biasa.
Kebutuhan konsumsi makanan yang dibutuhkan ibu hamil biasanya juga dipengaruhi oleh tiga waktu semester dalam usia kehamilan. Pada semester pertama dan kedua atau tiga bulan pertama dan kedua dari kehamilan, faktor kuantitas begitu dibutuhkan ibu hamil.
 “Terutama pada semester pertama, bisa dua kali kebutuhan kuantitas makanan yang dibutuhkan ibuhamil. Untuk memenuhi kuantitas tersebut, bisa dengan sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Usahakan hindari makan berbentuk basah karena dapat memicu mua…

Membina Hubungan dengan Pasangan Jarak Jauh

Sebuah tawaran karir yang menjanjkan hadir di depan mata. Posisi yang bergengsi, pun gaji yang menggiurkan. Namun di timbangan yang lain, ada pasangan apalagi si kecil yang telah hadir mengisi kehidupan kita.
Nah lho, kalau kita dihadapkan pada pilihan seperti ini, pilih yang mana ya?
Fenomena tersebut bukanlah hal yang baru lagi saat ini. Apalagi sekarang, wanita tidak lagi dipandang sebelah mata dan dianggap mampu bersaing untuk mengisi posisi-posisi kunci yang biasanya dipercayakan kepada pria.
“Kalau itu yang terjadi, perlu kompromi, pengorbanan, dan pengertian antar pasangan,” jawab Rostina Tonggo Morito, psikolog dari Batam ketika disodorkan keberadaan fenomena tersebut yang saat ini kerap menghinggapi masyarakat khususnya di perkotaan.
Wanita yang kini menyandang HR Consultant dan Praktisi di PT Tunaskarya Indoswasta ini kemudian menyarankan dua alternatif yang bisa dilakukan oleh pasangan yang harus terpisahkan jarak atau tempat.
Yang pertama adalah suami yang harus berkorban untu…