Skip to main content

Ingin Sukses dapat Beasiswa dan Kuliah di Luar Negeri? Yuk Ikuti Langkah Mantan Penyanyi Cilik Ini



Sepertinya makin hari makin banyak saja artis yang peduli dengan pendidikan, bahkan melanjutkan studinya hingga ke luar negeri. Tapi jika merasa berat dengan biayanya, ikuti saja langkah mantan penyanyi cilik yang satu ini.

Tasya Kamila begitu identik sebagai sosok penyanyi cilik beberapa tahun yang lalu. Artis yang kini melanjutkan kuliah S2 di Columbia University Amerika Serikat ini adalah penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Inilah beberapa kunci kesuksesan Tasya yang bisa jadi teladan terutama bagi banyak generasi muda.

1. Menganggap hal baru sebagai tantangan

Sebetulnya, pengalaman menempuh studi di luar negeri adalah hal baru bagi Tasya. Tapi dia tidak mau tunduk pada rasa takut akan hal yang asing baginya.

“Aku pengen menggali potensi aku, seberapa jauh bisa menaklukan tantangan hidup di luar negeri.”


Demikian juga untuk bisa menenbus Columbia University. Ada banyak tes yang harus dihadapi Tasya. Tapi lagi-lagi ia menganggapnya sebagai tantangan. Dan Tasya sangat tahu, tidak sembarang orang yang bisa menembus kampus tersebut.

2. Berjuang untuk meraih apa yang diinginkan

Bisa dibilang, ada dua hal yang harus ditaklukan Tasya untuk meraih impiannya kuliah di luar negeri waktu itu. Proses seleksi masuk perguruan tinggi, dan proses seleksi mendapatkan beasiswa.

Untuk itu, Tasya mulai memersiapkan segalanya sejak sebelumnya. Sehingga, ia pun bisa lolos saat menghadapi tes demi tes yang dilaluinya.

3. Berani keluar dari zona nyaman

Datang ke tempat yang baru juga memiliki konsekuensi akan bertemu banyak orang baru. Di Amerika Serikat, meski tidak ada teman dekat, Tasya tidak menganggapnya sebagai masalah. Ia menganggap orang baru nantinya pun bisa menjadi teman baru.

4. Mengganti kata beban dengan kata amanah

Menerima beasiswa sering dianggap sebagai beban oleh beberapa orang. Tapi Tasya malah menganggapnya sebagai amanah. Sebagai penerima beasiswa dari negara, ia justru termotivasi untuk rajin belajar dengan tujuan membawa ilmu yang bermanfaat sepulangnya dari Amerika Serikat.

5. Punya mimpi tinggi

Kegigihan Tasya dalam menempuh pendidikan memang tidak bisa lepas dari mimpinya yang tinggi di masa depan. Ia mengaku, punya obsesi menjadi menteri suatu saat nanti.


Sebagai penyuka lingkungan dan tahu di situlah potensinya, maka Tasya pun menekuni bidang tersebut dalam mengenyam pendidikan.

Tak heran, di balik sosok mungilnya, Tasya punya pemikiran besar yang akhirnya membawanya pada kesukseksan dalam menempuh pendidikan. Patut ditiru!

Bahan tulisan: Kapanlagi.com

Sumber foto: IG @tasyakamila

Comments

  1. Tasya bisa jadi sosok inspiratif bagi siapapun ya mbak. Kita bisa mengikuti tips darinya untuk bisa berhasil. Nice sharing ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artis tapi ikut saingan seleksi beasiswa itu menurut saya keren pakai banget Mbak...

      Delete
  2. Keren. Semoga cita-citanya Tasya tercapai suatu saat nanti, inspiratif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebayang nggak Mbak kalo suatu saat Tasya ini jadi menteri? 😉

      Delete
  3. Sosok yang menarik & inspiratif ya, saya ingat dia pernah cerita di talkshow pengen jadi menteri. Semoga terwujud

    ReplyDelete
  4. Bafusan juga nikah lan adik manis ini. Makin keren deh

    ReplyDelete
  5. Sepupu suami juga sekarang lagi kuliah di Inggris dan dapat beasiswa LPDP, mupeng sih tapi ya tantangannya itu luar biasa hehehe

    ReplyDelete
  6. emang Tasya favorit banget, sudah cantik, berprestasi pula. Semoga nanti anak-anak saya juga berprestasi

    ReplyDelete
  7. Wah tasya udah sukses banget ya. Cantik pinter juga. Dapat LPDP kirain sulit, ternyata enggak ya

    ReplyDelete
  8. dapet beasiswa ke LN jadi wishlist tahun ini..semoga lolos aplly sana sini dan dapaet beasiswa yang sekaligus nanggung keluarga

    ReplyDelete
  9. Waaa, sukak dengan Tasya Kamila. Bener, sekarang sudah banyak artis yang konsen terhdapap pendidikan ya Mba.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…