Skip to main content

Ke Kalsel Nanti Aku kan Kembali

Apa yang memesona dari Kalimantan Selatan? Banyak menurut saya. Dua tahun pernah tinggal di sana, ada beberapa tempat yang pernah saya kunjungi dan cukup berkesan. Kalau disuruh kembali buat jalan-jalan di sana, ya mesti pengen…

Sekitar awal tahun 2012 hingga akhir 2013, saya pernah bekerja di sebuah boarding school di Barito Kuala. Tempatnya tidak jauh dari pusat kota Banjarmasin. Dalam hitungan waktu, mungkin hanya 30 menit.

Selama di sana, sesekali saya berjalan-jalan dengan teman ke beberapa tempat. Pikir saya, mumpung lajang, dan mumpung bisa di sana.

Jika dihitung-hitung, inilah beberapa tempat keren menurut saya yang pernah saya kunjungi selama di daerah yang terkenal dengan seribu sungai ini.


Pasar Terapung

Pasar Terapung Siring Sungai Martapura. 

Mesti ini yang paling khas dari Kalimantan Selatan. Keunikan pasar terapung, para penjual dan pembelinya bertransaksi di atas perahu.

Ada dua pasar terapung yang terkenal di sana pada awalnya. Lok Baintan dan Kuin. Kalau ke pasar ini, enaknya sih langsung habis subuh. Selain itu, kita perlu menyewa perahu untuk bisa menuju tempat tersebut.

Di kemudian hari, ada juga pasar terapung siring yang berada di pusat kota Banjarmasin. Kalau yang ini, nggak perlu pagi-pagi banget untuk menuju ke sana. Karena letaknya di pusat kota, kita cuma tinggal menepi ke siring atau tepi sungai Martapura saja kok lewat jalan darat.

Barang yang dijual di pasar terapung kebanyakan khas a la Kalimantan Selatan. Di sana, saya bisa menjumpai berbagai makanan seperti buah yang disebut dengan apel mentega, rambai gantung, batang teratai untuk bahan sayur, kasturi, dan yang lainnya.

Kalau capek, bisa juga lho kita menikmati makanan matang yang dijual di pasar terapung. Kalau di Kuin, yang terkenal Soto Banjarnya. Sedangkan kalau di Siring Martapura, lebih banyak dan beragam makanan lokal yang ditawarkan. Sayang, saya tidak bisa memberi referensi nih untuk yang di Lok Baintan karena belum pernah ke sana.


Loksado

Operator rakit bambu atau lanting yang sedang beraksi

Tempat yang ada di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini saya taruh di urutan ke dua setelah pasar terapung. Soalnya memang di Kalsel, tempat wisata ini juga yang terkenal di sana.

Yang istimewa dari Loksado adalah kita bisa menjelajahi Sungai Amandit dengan menggunakan rakit bambu atau lanting. Istilah kerennya, kegiatan bamboo rafting.

Selama bamboo rafting, kita bisa menikmati pemandangan alam sepanjang sungai yang masing alami. Lebih asiknya sih pas musim hujan. Soalnya debit air yang banyak membuat naik lantingnya jadi ada sensasi serunya.

Dan… jangan lupa ya buat bawa kamera. Selain untuk merekam perjalanan selama bamboo rafting, abadikan juga kemampuan operatornya saat menjalankan lanting. Bapak operatornya ini lincah dan sesekali bisa melompat demi menjaga keseimbangan mengendalikan rakit bambu.

Loksado juga nggak hanya terkenal bamboo raftingnya. Kita bisa juga trekking ke kampung Dayak Meratus dan ke air terjun yang ada di dekat pemukiman.

Penduduk di sana ramah-ramah, dari anak kecil sampai orangtua. Malah saat saya menyapa salah seorang penduduk, saya ditawari mengambil kayu manis yang sedang ia jemur. Masyarakat Dayak Meratus di Loksado ini memang terkenal sebagai pengumpul kayu manis dari hutan.


Menjelajah Kota Kandangan

Odong-odong ganal atau besar khas Kandangan

Kalau dari Loksado, sebetulnya asik juga lho menambah waktu liburan ke Kandangan. Yang saya suka di tempat ini adalah aktivitas saat pagi dan malam hari. Kebetulan ada teman di Kandangan. Jadilah saya dan teman saya Luluk waktu itu menginap di sana usai dari Loksado.

Waktu itu saat pagi, saya menjelajah pasar terlebih dahulu. Nina, kawan saya yang asli Kandangan berpesan, coba cari orang yang jual serabi jongkok.

Setelah mencari tempat dan bertanya ke beberapa orang, akhirnya saya temukan penjual serabi jongkok yang memang banyak peminatnya. Disebut serabi jongkok, karena pembeli di tempat ini bisa menunggu sambil duduk di bangku yang sangat pendek. Posisi kita pun jadi mirip orang jongkok.

Kuliner lain yang khas dari Kandangan adalah tentu saja Ketupat Kandangan. Dari pasar, saya naik becak motor menuju Warung Ketupat Kaganangan di Jalan Ahmad Yani yang konon tersohor di sana.

Makanan ini berupa ketupat dengan kuah santan kental dan lauknya berupa ikan haruan atau ikan gabus yang diasap. Rasanya, cenderung manis dan gurih. Ikan haruan asapnya ini yang makin bikin sedap. Oh iya, tradisi orang sana, makannya pakai tangan lho ya.

Sedangkan yang istimewa dari Kandangan saat malam hari adalah keberadaan odong-odong ganal. Ganal artinya besar. Kalau saya gambarkan, odong-odong ini berupa kendaraan yang mirip kereta hias saat pawai. Cantik, dan penuh warna-warni. Dengan kendaraan ini kita bisa mengelilingi Kota Kandangan dalam waktu singkat.

Selain itu kalau jalan-jalan ke sana, sempatkan juga mengunjungi rumah adat khas Banjar, atau tugu besar berbentuk tugu yang jadi ikon Kota Kandangan.


Pasar Wadai

Kue Ipau yang khas di Pasar Wadai Ramadan

Kalau dua poin yang saya sebutkan ini dan setelah ini, sifatnya berbentuk momen sih. Kebetulan selama di sana, saya sempat menjumpainya.

Momen yang akan saya bahas berikut ini adalah pasar wadai. Khusus ada di saat bulan Ramadan. Jadi kalau pas bulan puasa, benar-benar sempatkan deh main ke pasar yang biasanya ada di dekat siring di pusat kota.

Di sana kita akan menjumpai banyak penjual aneka kue yang dalam bahasa Banjar disebut dengan wadai. Banyak banget wadai khas Banjar. Dijamin lieur pengen beli semua deh.

Kalau buat saya, yang paling istimewa itu adalah wadai ipau. Panganan yang satu ini identik adanya hanya pas bulan Ramadan. Makanya saya sebut istimewa.


Festival Jukung Hias Tanglong

Jukung hias tanglong.

Namanya saja daerah yang banyak sungainya. Makanya kalau di tempat lain kebanyakan ada yang namanya pawai kendaraan sepeda sambil mobil, di Kalsel yang terkenal adalah festival jukung hias tanglong.

Festival yang biasanya diadakan di bulan September ini memang menarik. Dari siring atau tepi sungai Martapura yang ada di pusat kota Banjarmasin, kita bisa menyaksikan aneka perahu atau jukung yang dihias dengan lampu warna-warni. Mirip lampion.

Karena itu, puncak festival ini biasanya dimulai saat malam hari. Karena di saat itulah, kita bisa menyaksikan aneka warna yang terpancar cantik dari perahu atau jukung yang melintasi sungai.


Harapan Kembali ke Kalsel dengan Garuda Indonesia

Tenangnya naik Pesawat Garuda Indonesia

Bisa dibilang, saya memang jatuh hati dengan Kalsel. Tempat-tempat dan momen itu, rasanya ingin sekali bisa saya kunjungi lagi. Dan kali ini, tentu harapannya bisa ke sana lagi dengan anak dan suami.

Selain tempat-tempat yang tadi saya sebutkan dan pernah saya kunjungi, tentunya saya ingin juga mengunjungi tempat yang belum sempat saya datangi. Misalnya Pasar Terapung Lok Baintan yang terkenal lebih banyak perahunya dari pada di Pasar Terapung Kuin.

Karena bawa anak kecil, tentu saya ingin perjalanan nanti nyaman dong untuknya. Makanya saya berharap bisa ke sana lagi dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Pengalaman saya sendiri seumur-umur naik pesawat di lokal Indonesia, pesawat Garuda ini yang paling nyaman penerbangannya. Mulai dari take off sampai landing, rasanya smooth bin alus. Nggak gludak-gluduk kayak naik kendaraan yang jalannya nggak rata.

Nah, bayangin saja kalau bawa anak terus jalan pesawatnya nggak halus. Bisa repot dong saya menenangkan si kecil.


Memersiapkan Segalanya Bersama Skyscanner


Kalau dulu pas lajang, jalan ke mana-mana, tentu saya cuma mikir badan sendiri. Naik kendaraan apa, tidur di mana, bisa dibawa gampang.

Tapi karena sekarang sudah berkeluarga, saya pikir kok kayaknya semua mesti harus dipersiapkan dengan baik deh. Setelah browsing sana-sini, saya lalu menemukan keberadaan Skyscanner.

Skyscanner adalah aplikasi yang bisa kita gunakan untuk mencari informasi tiket pesawat termurah, hotel, juga sewa mobil terbaik dengan cara mudah. Kita bisa menelusuri jutaan penerbangan lebih seribu dua ratus mitra perjalanan dalam hitungan detik, serta memberi info harga tiket pesawat terbaik untuk penerbangan ke mana saja di dunia lho. Jadi nggak level Indonesia saja.

Kelebihan Skyscanner adalah di antaranya
1. Gratis dan jujur. Jadi kita nggak kayak beli kucing dalam karung lah ya.
2. Hemat waktu dan uang. Sebagai ibu-ibu, tentu mikirnya yang hemat-hemat. Apalagi urusan uang.
3. Situs travel terpercaya di seluruh dunia. Nah, kalau sudah terpercaya apalagi di tingkat dunia, kan kita nggak khawatir lagi.

Saya sendiri sudah menginstal aplikasi ini di hp dari playstore. Menurut saya, yang asyik dari aplikasi Skyscanner adalah sebagai berikut:

1. Kita bisa menyimpan penerbangan yang kita suka dengan memberi bintang sebagai cara untuk menyimpannya.

2. Ada histori pencarian terkini dan info harga. Jadi kalau kitanya sedang pas proses pencarian harga, lalu hp mati, tenang… bisa kita lihat lagi kok apa yang sudah kita lakukan sebelumnya. Misalnya saat saya iseng mencari tiket pesawat Garuda Indonesia ke beberapa tempat.

3. Di aplikasi ini kita juga bisa menjumpai info wisata dunia. Tinggal pilih, buat akhir pekan, atau penawaran terbaik yang ada di bulan-bulan tertentu.



Jadi sesuai judul tulisan ini, rasanya beneran pengen lho suatu saat balik lagi Kalsel dengan keluarga kecil. Apalagi kalau naik Garuda Indonesia dan menyiapkan segalanya dengan aplikasi Skyscanner. 

Buat saya, bisa urusan gampang nih cari tiket pesawat Garuda dengan menggunakan aplikasi Skyscanner.

Sambil nyanyi dengan nada lagunya Koes Plus yang judulnya ‘Kembali ke Jakarta’ deh. Cuma liriknya diganti dengan, “Ke Kalsel nanti aku kan kembali… Dengan Skyscanner, Garuda, dan keluarga kecil.”


Disclaimer:

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Comments

  1. wah ternyata pernah tinggal di kalsel juga ya, mbak? ngerti juga dong sama bahasanya. heheh. semoga nanti bisa ke sini lagi yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikit-dikit Mbak. Soalnya siswa di sekolah dilarang ngomong bahasa Banjar. Jadi kurang seberapa nyerap bahasa lokal selama di sana.

      Delete
  2. aku suka lihat pasar terapungnya, akan ada banyak interaksi di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuman kalo yang di Kuin kuran seberapa Koh. Banyakan orang berfoto dari pada orang jualan.

      Delete
  3. Ku blm prnah sama sekali ke Kalimantan hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…