Skip to main content

Lima Hal Positif Ini Bisa Dilakukan Para Orang Tua Jika Punya Kesempatan Mengakses Facebook dan Youtube Sepuasnya


Zaman sekarang, sepertinya banyak dari kita yang menjadikan Facebook sebagai media sosial yang wajib dimiliki. Sedangkan untuk urusan menyaksikan video, hingga saat ini Youtube masih jadi media yang paling banyak dipilih orang.

Keberadaan Facebook dan Youtube bagi sebagian orang menjadi media untuk mengupdate informasi terkini. Mulai dari kabar selebriti, berita nasional, hingga kabar perseorangan yang kita kenal.

Tak hanya sebagai ajang hiburan, sebetulnya Facebook dan Youtube memiliki banyak manfaat positif yang bisa digunakan oleh para orang tua. Yuk simak apa saja yang bisa kita dapatkan dari dua media sosial tersebut.

1. Belajar atau mendapat resep masakan

Tidak dipungkiri, sekarang ini urusan memasak itu bisa dilakukan siapa saja. Mau resepnya apa, masakan asal negara mana, semuanya bisa dipelajari dari sekedar melihat caranya di internet.

Di Facebook, sering kita jumpai orang-orang yang berbagi berbagai resep masakan apapun. Mulai dari masakan yang bisa disajikan untuk menu harian, hingga yang berbau kekinian.

Tampilannya pun ada yang berupa foto dengan keterangan resep berikut cara memasaknya. Ada pula yang berbentuk video.

Namun jika yang berbentuk media video, memang lebih enak jika kita melihatnya di Youtube. Di media yang satu ini, urusan berbagi resep masakan pun begitu banyak macamnya. Bahkan kita bisa kerap menjumpai cara memasak yang detail sehingga memudahkan kita untuk mengaplikasikannya.

2. Bergabung di grup seputar parenting, kesehatan keluarga, dan sebagainya di Facebook

Kini, sudah banyak orang yang sangat sadar dengan keberadaan grup Facebook. Kita tak hanya menggunakan Facebook sebagai media untuk mengupdate kejadian harian kita sendiri atau orang lain, akan tetapi bisa berkumpul dengan banyak orang dalam grup-grup bertema tertentu.

Grup-grup di Facebook seperti AIMI yang sarat dengan edukasi seputar ASI, atau beberapa grup tumbuh kembang anak, bisa jadi pilihan bagi orang tua untuk menambah wawasan seputar keluarga. Di antaranya mulai dari kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

3. Mendapatkan ide aktivitas bermain dan belajar untuk anak

Kini sudah makin banyak orang tua yang sadar dengan pendidikan anak di rumah. Meski anak bersekolah di lembaga pendidikan resmi sekalipun, banyak orang tua yang masih mencari tahu aktivitas apa saja yang bisa dilakukan untuk anak di rumah. Terutama untuk anak usia balita.

Hal ini tak lain dikarenakan kegiatan bersama antara orang tua dan anak dapat menumbuhkan bonding atau ikatan psikis. Selain itu, tentunya kegiatan tersebut dapat menjadi stimulus bagi anak yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.

Ide aktivitas bermain untuk anak ini banyak dapat kita temukan di Youtube. Banyak channel anak atau parenting terutama para orang tua yang memilih homeschooling, yang membagi ide aktivitas untuk anak yang bisa dilakukan di rumah.

4. Tahu tips berbau life hacks yang tak terpikir sebelumnya

Bagaimana cara mengatasi noda membandel saat mencuci? Bagaimana merapikan mainan anak agar anak mudah mengambilnya lagi serta merapikannya kembali?

Hal-hal berbau tips atau life hacks tersebut banyak sekali bisa kita dapatkan di channel-channel Youtube. Kita tinggal mencari tips yang kita inginkan di kolom pencarian.

5. Lihat vlog gaya parenting para orang tua di luar negeri

Orang tua ngevlog sepertinya sudah menjadi hal yang biasa terutama bagi para orang tua di luar negeri. Kita sendiri bisa menyaksikannya di Youtube, vlog para orang tua dengan berbagai tema.

Tema-tema tersebut di antaranya mulai dari cara mengasuh anak, cara mengatur rumah, aktivitas family time, dan lain sebagainya. Kita bisa subscribe atau berlangganan terutama jika kita ingin terus update sebuah channel parenting vlog tertentu.

Advan S50 4G, Hp Buat yang Suka Facebookan atau Nonton Youtube Sepuasnya

Jika lima hal tersebut kita sadari sebagai kebutuhan, tentunya kita pun membutuhkan perangkat yang bisa enak untuk digunakan mengakses Facebook dan Youtube sepuasnya.

Mayoritas orang biasanya akan memilih hp. Selain sebagai media komunikasi, kebutuhan akan hp dewasa ini memang juga lebih banyak ditujukan untuk mengakses internet terutama media sosial.

Karena itulah di bulan Oktober 2018 ini, Advan meluncurkan seri ponsel terbarunya yaitu Advan S50 4G yang bisa digunakan untuk mereka yang membutuhkan hp untuk mengakses Facebook dan Youtube sepuasnya.


Advan S50 4G ini memiliki banyak kelebihan yang dibutuhkan kebanyakan orang untuk urusan memiliki hp. Berikut ini beberapa keunggulannya:

1. Nggak ada lagi istilah nge-lag saat sedang akses media sosial apalagi saat nonton Youtube karena Advan S50 4G menggunakan sistem operasi Android GO. Kita juga bisa menggunakan Facebook Lite dan Youtube Go yang bisa stabil meskipun jaringan sedang kurang bagus.

2. Meski hp ini memiliki RAM 1GB dan ROM 8GB, tapi Advan S50 4G bisa menjalankan beragam aplikasi dengan stabil dan optimal.

3. Harganya terjangkau, yaitu dijual dengan harga Rp777 ribu. Kita bisa mendapatkan Advan S50 4G ini yang dibundling dengan IM3 Indosat Ooredoo dan bikin kita bisa akses Youtube dan media sosial secara gratis 24 jam setahun. Ingat ya, labelnya unlimited! Ini masih ditambah bonus kuota tambahan 12 GB selama setahun yang bisa dipakai untuk browsing dan download.

Dilansir dari smartphoneku.com, Spesifikasi lengkapnya bisa dilihat di tabel berikut ini:

Ringkasan Spesifikasi Advan S50 4G Unlimited
Resolusi layar
480 x 854 piksel
Sistem operasi
IDOS 8.0@Android GO
RAM
1 GB
Kamera belakang
5 MP
Tipe baterai
Baterai 2000 MAh dapat dilepas
Secara Umum
Teknologi
GSM / HSPA / LTE
GPRS
Iya
Edge
Iya
Jaringan 2G
GSM 900 / 1800 MHz
Jaringan 3G
WCDMA 2100 MHz
Jaringan 4G
LTE-FDD B3, B8
Kecepatan
Hingga 150 Mbps
Bentuk Model
Dimensi
143 X 71.4 X 9.7 Mm
Berat
144 Gr
Bahan
Metal Plastik
SIM
Kartu Sim Ganda
Layar
Tipe
LCD IPS
Lebar
5.0 Inci
Resolusi Layar
480 X 854 Piksel
Sentuhan
Iya
Pelindung
-
OS dan CPU
Sistem Operasi
IDOS 8.0@Android GO
Chipset

-
CPU
SC9850KL Quad Core 1.3 Ghz
GPU
-
Memori
Kamera Depan
2 MP
Kamera Belakang
5 MP
Video
1080@30fps (Kamera Belakang)
Fitur
Penandaan Geografis, Autofokus, Kecantikan, Fokus Sentuh Dan Deteksi Wajah (Kamera Belakang)
Sound
Tipe

Getaran, MP3, Nada Dering WAV
Loudspeaker
Iya
Jenis Jack
3.5 Mm Jack
Konektivitas
WLAN
802.11.B/G/N
Bluetooth
BT4.2
GPS
Iya, Dengan A-GPS
Radio
FM Radio
Tipe Usb
Micro USB (USB2.0)
NFC
-
Fitur Tambahan
Sensor
G-Sensor
Jenis Pesan
SMS (Tampilan Ulir), MMS, Email, Push Email, IM
Peramban
HTML5
Fitur Lainya
-
Baterai
Tipe Baterai:

Baterai 2000 MAh Yang Dapat Dilepas
Siaga

-
Aktif
-
Warna
Pilihan Warna
Black (Hitam), Gold (Emas), dan Purple (Ungu)
Harga
Baru
Rp. 777.000.00
Bekas
-

Untuk mendapatkan Advan S50 4G ini, kita bisa membelinya di official store Advan yang ada di Tokopedia. Dicatat ya biar nggak kehabisan, waktu flash salenya di Tokopedia tanggal 26 Oktober 2018.

Buat jadi orang tua yang gaul dan tetap update segala informasi serta wawasan, Advan S50 4G nih yang bisa jadi hp andalannya. Apalagi dengan berbagai kelebihan unlimited seperti yang tadi telah saya jelaskan.

Kesimpulan:
8 Kelebihan Advan S50 4G Unlimited Smartphone:
1. Layar 5” dengan OS Android Go
2. Unlimited Youtube 24jam, Setahun!
3. Unlimited Sosmed (social media) 24 jam, Setahun!
4. Plus Kuota Tambahan 12GB, Setahun!
5. Unlimted Gratiss, Tanpa Potong Pulsa, Setahun Penuh!
6. Free VIP iflix
7. Free Spotify
8. Free telp sesama Indosat & 100 menit ke operator lain.




Comments

  1. Wah memang beber ya akses tanpa batas dan membuat emak Dan anak Makin erat

    ReplyDelete
  2. Bisa bisa. Kalo aku, bisa nonton drama korea sepuasnya. Plus ngeksis terus di media sosial. Eh ya, bisa jadi sarana yang memfasilitasi nyari duit juga dong ya. :)))

    ReplyDelete
  3. Kok seru nih hapenya.. harganya ok juga. Saya bisa bawa hape ini utk mengabadikan momen waktu traveling nih :)

    ReplyDelete
  4. Yup mbak tentu saja kalau ada kesempatan kyk gtu sebaiknya dimanfaatkan yaaaa. Pakai medsosnya yg bener buat cari info yg penting2 :D
    Btw bagus dan murce ya henponnya :D

    ReplyDelete
  5. Smartphone seru nih. Ngga gampang nge lag dengan Android GO plus akses youtube dan sosial media setahuanan bareng sama im3 ooredoo. seru buanget!

    ReplyDelete
  6. Cocok nih HP buat bikin bounding antara anak dan orang tua.
    Teknologi akan bermanfaat jika kita bisa menggunakan dengan benar

    ReplyDelete
  7. Hape nya murmer nih tapi ga murahan ya...apalagi ada paket bunlingnya keren lah...:)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Mengenal dan Mengatasi Baby Blues

Waktu di seminar parenting yang diadakan di RS Mitra Keluarga Surabaya saat itu, tema yang dibicarakan dalam sesi pertama adalah tentang Postpartum Blues atau Postpartum Distress Syndrome, atau yang biasanya orang kenal juga dengan istilah Baby Blues.
Yang menjadi pembicaranya adalah Ibu Naftalia Kusmawardhani, S.Psi, M.Si. Beliau seorang psikolog yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Sidoarjo.
Bu Naftalia ini awalnya terkesan kalem saat memberikan materi. Tapi ternyata makin lama, makan menarik juga caranya saat berkomunikasi dengan para peserta seminar. Tak jarang saya dan peserta lain sampai harus menahan tawa karena ceritanya yang lucu.
Menurut Bu Naftalia, baby blues adalah kondisi terganggunya suasana hati yang terjadi setelah melahirkan. Biasanya 50% sampai 80% dialami wanita melahirkan khususnya kelahiran anak pertama. Meski tidak menutup kemungkinan bisa terjadi juga pada kelahiran anak berapapun.
Nah, yang membedakan baby blues dengan postpartum depression atau PPD adalah masany…