Skip to main content

5 Kelebihan Uzone sebagai Aplikasi Berita yang Perlu Ada di Ponsel Generasi Milineal



Sudah tahu nggak, kalau sekarang ini ada aplikasi berita bernama Uzone yang keren banget buat kita yang generasi milineal?

Ehm ehm, meski umur saya barusan menginjak angka 37, tapi boleh dong ngaku generasi milineal juga. Maksudnya mama milineal gitu…

Iya, soalnya saya itu tipe orang yang juga hobi update baca berita lewat internet. Sambil nunggu antrian, sambil nemenin anak tidur biar nggak ikut bablas ketiduran, biasanya saya hobi sambil baca berita di internet.

Nah, biasanya sih, berita-berita yang saya baca itu sifatnya buat hiburan, selain biar nggak ketinggalan berita kekinian. Misalnya kayak berita seputar artis atau dunia hiburan, tips ini itu, atau tempat wisata. Uhuk, meskipun kesempatan jalan-jalan sekarang sudah langka…

Pas baca di twitter, ternyata lagi ramai tuh pada ngomongin aplikasi berita yang namanya Uzone. Karena penasaran, akhirnya saya pun download di appstore hp.

Terus, saya yang ngakunya mama milineal ini ternyata baru tahu kalau Uzone sebetulnya sebelumnya bisa diakses di Uzone.id. *malunutupmuka

Better late than never lah ya… Meski telat tahu versi onlinenya yang bisa diakses lewat browser laptop atau hp, yang penting sayanya nggak ketinggalan buat mengakses Uzone lewat aplikasi di hp.

Setelah baca-baca Uzone, ternyata keren juga ni aplikasi buat beneran dipasang di hp. Nih ya, kalau menurut saya sih, ada beberapa poin yang bikin Uzone ini pantas buat jadi bahan bacaan kita di kala senggang.

1. Up to date

Tahu nggak, kalau bulan Oktober ini sebetulnya waktu yang tepat lho buat main ke Danau Limboto Gorontalo? Jadi dari bulan Agustus sampai Oktober, kita bisa melihat burung-burung migrasi yang asalnya dari Benua Australia dan belahan bumi bagian utara terbang ke danau tersebut.


Kalau nggak gegara baca Uzone, mana ngerti sayanya. Jadi Uzone ini bikin kita bisa update informasi lho.

Di Uzone kita bisa membaca berbagai informasi mulai dari entertainment, teknologi, games, health, travel, sampai tema hangout.

2. Informasinya berkualitas

Tiap buka website, saya itu suka iseng ngebukain yang namanya bagian ‘About’. Soalnya terkadang saya bisa menemukan informasi, yang salah satunya misalnya tentang yang bikin situs ini aslinya serius apa cuma main-main.

Pas buka bagian ‘About Us’ di Uzone, saya baca kalau menurut mereka, Uzone itu maunya memberikan informasi yang berkualitas. Apalagi mereka pun ingin memberikan berita yang terkini, menarik, dan beretika.

Misalnya tentang berita Ruben yang akhirnya tahu siapa peneror mistisnya beberapa waktu terakhir ini. Kalau baca di berita lain kan ditambah-tambah dengan mengaitkan ini dan itu tapi maunya untuk memperpanjang berita.

Kalau di Uzone, kita nggak menemukan hal itu. Apalagi berita yang sampai halamannya bersambung, judulnya bombastis tapi isinya ternyata kadang nggak seberapa nyambung, atau inti berita yang cuma secuil tapi jadi panjang karena ditambah informasi lain yang nggak ada hubungannya. Nah, kita nggak akan menemukan itu di Uzone.

3. Tampilannya enak di mata

Buat saya yang suka gemas kalau melihat tulisan ejaan yang ngawur pas baca berita, saya pun nggak menemukan itu di Uzone. Berita-berita di Uzone ini menurut saya benar-benar sudah diteliti terlebih dahulu, sampai ke urusan penggunaan bahasa, tanda baca, ejaan, dan sebagainya.

Begitu juga urusan tampilannya. Buat saya sih iklannya nggak mengganggu dengan model pop up yang bisa menutupi tulisan yang mau kita baca. Kan biasanya sering tuh, ada iklan yang muncul yang bikin kita sampai susah mau pindah baca tulisan di bagian lain.

Ukuran font sampai tampilan keseluruhan, buat saya sih asyik. Nggak bikin mata jadi cepat lelah.

4. Ada poin yang bisa ditukar

Baca berita, komen, eh bisa dapat hadiah? Ini salah satu hal yang keren dari Uzone! Jadi mulai dari awal daftar saja, kita bisa dapat lima ribu poin.


Kalau sudah terkumpul, kita bisa tukar poin kita dengan pulsa. Bisa juga lho tukar dengan kupon undian yang hadiahnya iPhone X!

5. Terhindari dari baca komentar yang nggak nyambung

Kalau pas baca berita, saya suka banget baca juga bagian komentarnya. Biasanya paling gemas baca komentar yang isinya orang jualan produk, orang pada berantem, atau komentar yang nggak nyambung.


Karena ternyata, pihak Uzone mengawasi hal ini juga lho. Jadi kalau komentar di Uzone, apalagi biar bisa dapat poin tambahan, kita perlu komentar yang memang berhubungan dengan tulisan yang sudah kita baca.

Itu tadi alasan versi saya, kenapa Uzone menurut saya punya kelebihan dibanding aplikasi berita lainnya.

Kalau nggak percaya, yuk ikutan dengan download aplikasinya di sini ya:
Untuk android bisa klik di siniSedangkan untuk yang Apple bisa klik di sini.


Jadi buat yang ngaku generasi milineal, jangan lupa ya buat menambahkan aplikasi Uzone di ponselnya. Biar bisa terus update dan nggak ketinggalan informasi kekinian…





x

Comments

  1. Coba download aah.. biar kalo lagi macet bisa jadi referensi bacaan. makasih Mba infonya :)

    ReplyDelete
  2. UZone ini salah satu portal berita yg kece banget.. tampilannya bagus, ringan dan bisa dapet pulsa pula 😍

    ReplyDelete
  3. Wah mantaps nih jd gak akan ketinggalan berita..bs update berita dimana pun kita berada ..hehe

    ReplyDelete
  4. Uptodate banget. Jadi ga kudet ama informasi baru

    ReplyDelete
  5. Makin banyak berita yang di baca, makin banyak poin yg di dapat ya kak... Jadi makin semangat baca berita nya. Wwkwkwk

    ReplyDelete
  6. uzone ini emang isinya millenial banget, cocok buat anak muda dan tentunya berita dan bahasa yang digunakan "aman"

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…