Skip to main content

Bermimpi Playdate di Gardens by the Bay, Taman Alam Buatan yang Menakjubkan di Singapura


Sekitar tahun 2012, seorang teman semasa kuliah berbagi foto jalan-jalan dengan anak perempuannya di Singapura lewat akun Facebooknya. Waktu itu saya tidak tahu nama tempat tersebut. 

Dalam hati saya membatin, ini tempat baru yang mana lagi di Singapura ya? Rasanya ingin sekali kembali tinggal di Batam karena sepertinya masih begitu banyak tempat di Singapura yang ingin saya kunjungi. 

Saya sendiri baru dua kali mengunjungi Singapura saat dulu tinggal di Batam. Itu pun hanya ke tempat-tempat yang bersifat public area seperti Bugis Junction, patung Merlion, Orchard Road, China Town, dan kawasan Little India..

Kenangan saat jalan ke Bugis Junction Singapura dengan Tari. Sumber foto: Iman Suryanto

Kembali ke cerita teman yang posting foto jalan-jalannya tadi, di kemudian hari, barulah saya tahu jika tempat wisata baru tersebut bernama Gardens by the Bay lewat teman tersebut. 

Akhirnya saya tanya ke Tari, teman dekat yang sudah seperti saudara sewaktu saya tinggal di Batam. Eh, ternyata dia sendiri sampai sekarang belum pernah ke sana. 

Baca juga tempat di Batam yang bisa dikunjungi untuk belajar sejarah keberadaan manusia perahu asal Vietnam di sini.

Jadi kepikir, kayaknya asyik kali ya kalau suatu saat saya dan Tari playdate sambil bawa si kecil buat jalan-jalan ke Gardens by the Bay. Karena sepertinya, tempatnya terlihat nyaman, teduh, dan penuh dengan nuansa hijau aneka macam tumbuhan. 

Apalagi Arfin anaknya Tari dan Kayyisah anak saya kan kinestetik banget. Pasti senang kalau diajak jalan-jalan ke sana.

Karena ingin tahu tentang tempat ini makin menjadi, saya pun browsing mencari informasi, seperti apa sih sebetulnya Gardens by the Bay Singapura. Jadi rupanya, tempat ini adalah taman alam buatan yang dibangun di atas lahan reklamasi dan dekat tempat pengelolaan air di Marina.

Di situs resminya, saya menemukan ada 12 hal menarik yang bisa didapatkan jika mengunjungi tempat tersebut. Mulai dari Flower Dome, Cloud Forest, OCBC Skyway, Supertree Grove, Far East Organization Children’s Garden, Bay East Garden, Dragonfly and Kingfisher Lakes, Heritage Garden, World of Plants, The Canyon, Sun Pavilion, dan Art Sculptures. 

Dari sekian tempat itu, yang sangat membuat saya penasaran dan begitu ingin saya kunjungi adalah beberapa spot berikut ini. 

1. Flower Dome

Saya baru tahu lho, kalau nggak perlu jauh-jauh ya datang ke Belanda buat lihat bunga Lili. Di Gardens by the Bay yang notebene negara tetangga dekat kita itu ternyata ada. 

Waktu baca di situs resminya Gardens by the Bay, ternyata tempat ini bisa dibilang rumah kaca terbesar di dunia sejak 2015 versi rekor Guinness World Records. Di situ kita bisa menjumpai aneka tanaman terutama yang berbunga cantik yang asalnya mulai dari daerah mediterania sampai daerah seperti padang pasir.

Flower Dome. Sumber foto website Gardens by the Bay

Buat saya dan Tari yang suka foto-foto, ehm, maksudnya difoto, pasti bisa lupa umur kalau lihat hamparan bunga cantik yang sayang kalau nggak dibuat latar foto wefie.

2. Cloud Forest

Pikir saya, kok bisa gitu lho ada gunung dan air terjun buatan setinggi 35 meter dalam ruangan ya? Pengen banget juga jalan di track ke atas yang bisa dilalui juga oleh pengunjung sambil mengamati tanaman yang ada.

Cloud Forest. Sumber foto website Gardens by the Bay

3. OCBC Skyway dan Supertree Grove

Gimana rasanya ya jalan di antara pohon raksasa buatan dengan ketinggian 128 meter? Ini beneran bikin saya penasaran. Apalagi keberadaan Supertree, pohon raksasa buatan yang jadi ikon banget buat Gardens by the Bay.

OCBC Skyway dan Supertree Grove. Sumber foto website Gardens by the Bay

4. Far East Organization Children’s Garden

Yang namanya playdate tentunya buat senang-senang anaknya juga dong. Di tempat ini pasti Kayyisah dan Arfin akan senang banget main di area yang banyak diperuntukkan untuk kegiatan bermain anak-anak.

Far East Organization Children’s Garden. Sumber foto website Gardens by the Bay

Overall, menurut saya tempat ini asyik dan bisa jadi sarana edukatif untuk anak-anak. Terutama untuk mengenal flora. Jadi kepikiran deh, kayaknya asyik kali ya kalau liburan ke Batam, silaturahmi ke teman-teman yang sampai sekarang masih kayak saudara, terus sekalian nyeberang ke Singapura buat playdate sama Tari ke Gardens by the Bay.

Baca juga tempat bersejarah di Bintan yang merupakan peninggalan zaman purbakala di sini.

Buat urusan tiket, saya pun mulai mencari tahu tiket mana yang paling murah. Ini mulai urusan tiket PP pesawat Surabaya-Batam, hotel buat nginep pas di Singapura, sampai tiket masuk ke Gardens by the Bay. 

Enaknya zaman sekarang kan gitu itu ya. Mau rekreasi aja, kita bisa hunting tiket masuknya secara online.

Setelah pilah-pilih, banding sana-sini, saya pun menemukan tiket yang paling murah di Traveloka. Udah harganya paling murah, pilihan tiketnya paling lengkap lagi. 


Nih, lihat hasil buruan saya pada tanggal 24 Oktober 2018 buat dapatin tiket Gardens by the Bay lewat Traveloka. Kalau buat yang dewasa, harganya Rp245.374. Sedangkan buat anakku yang umurnya sudah mau empat tahun, bisa kena Rp157.079. 

Dengan catatan, tiketnya ini hanya berlaku untuk Cloud Forest dan Flower Dome. Iya sih, nggak termasuk OCBC Skyway. Karena kalau pas cuaca buruk, kita memang nggak bisa ke area ini. Jadi bener, kan mending beli tiketnya pas di sana aja sambil lihat sikon.

Buat urusan perjalanan apapun, saya sendiri tipenya suka well preprared kalau mau ke mana-mana. Dan Traveloka ini sangat membantu banget buat orang seperti saya. Plus, bikin liburan kita jadi lebih tenang kan nantinya. 

Dan enaknya kalau pakai Traveloka itu pembayarannya nggak pakai ribet, gampang bin mudah, bisa cepat, terus pilihan hotelnya lengkap mulai dari seluruh Indonesia sampai dunia.

Eh jadi gimana, mau ikutan nyoba juga nggak jalan-jalan ke Gardens by the Bay Singapura dengan pesan tiket dulu lewat Traveloka? Enak lho, kita bisa dapat berbagai kemudahan seperti yang sudah saya sebutkan tadi.

Apalagi kalau jalan-jalan ngajak anak kecil. Mending dipersiapkan dari jauh hari deh segala urusan transportasi, akomodasi, dan tiket jalan-jalannya. Dengan Traveloka, semua urusan jalan-jalan jadi lebih gampang deh! 

Comments

  1. Suka dengan cloud forest 😍 kalau ke curug kakiku pegal soalnya /alasanaja-padahal emang ga kuat nanjak wkwk/

    ReplyDelete
  2. Wah, seru banget pastinya bisa main di sana. Lengkap dengan pasangan dan anak. Lalu jalan-jalan ke sana ke mari. Juga belanja. Hehehe... asyik pisan. :D

    ReplyDelete
  3. Belum beruntung waktu ke singapore belum sempat kesana karena gak kuat panasnya Dan waktunya juga mepet

    ReplyDelete
  4. Aku belum pernah ke Singapura, berasa ngayal bava postingan ini. Jadi pengen juga .tapi sebenarnya mahal di ongkos deh

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…