Skip to main content

Ajak Anak Kenal Wisata Alam di Surabaya, Yuk!

wisata alam


Kalau mendengar kata Surabaya, kebanyakan orang akan berpikir sebuah kota yang sibuk seperti Jakarta. Padahal di balik riuhnya Kota Surabaya, ada beberapa wisata alam yang cukup asri dan cantik lho untuk dikunjungi. Kita pun bisa mengajak si kecil untuk berwisata ke beberapa tempat tersebut.

Ya, beberapa tahun terakhir ini, Kota Surabaya memang banyak berbenah. Banyak area hijau yang lalu dimunculkan dan membuat Surabaya menjadi lebih teduh. Beberapa taman yang menonjolkan keasrian tanaman juga dihadirkan menjadi area terbuka untuk warga Kota Pahlawan, julukan dari Kota Surabaya.

Tak heran, di tahun 2018 kemarin, Surabaya banyak menuai penghargaan. Salah satu penghargaan yang berkaitan dengan wisata adalah Asean Clean Tourist City Standard Award.

Nah, ini dia beberapa wisata berkaitan dengan alam yang ada di Kota Surabaya. Tentunya, wisata alam ini sangat pas kan kalau sambil mengajak si kecil untuk mengenalnya.

1. Kesempatan memberi makan satwa di KBS


Akhir-akhir ini, Kebun Binatang Surabaya atau KBS memang terus berbenah sehingga makin asyik untuk jadi tempat wisata keluarga. Yang paling saya suka dari KBS ini adalah kegiatan memberi makan satwa.

Jadi, pihak KBS menyediakan makanan untuk beberapa satwa dan para pengunjung bisa ikut memberi makan satwa tersebut. Tentunya terutama bagi anak-anak, kegiatan ini bisa membuat mereka lebih mengenal satwa yang ada.

kebun binatang surabaya
Keponakan yang sedang mencoba mengenal burung elang dari dekat. Sumber foto: pribadi

Biasanya kegiatan memberi makan satwa ini lebih sering diadakan terutama pada saat akhir minggu. Jadi, pengunjung tidak hanya sekedar mengamati. Tapi juga bisa mengenal lebih dekat satwa yang ada.

2. Kenal ekosistem mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar


Tempat yang satu awalnya dibuat sebagai kawasan konservasi alam untuk mencegah abrasi di daerah Surabaya Timur. Setelah dikelola pemerintah Kota Surabaya, akhirnya tempat ini pun dibuka untuk umum.

Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak di tempat ini. Mulai dari berkeliling dengan menggunakan perahu, jalan-jalan hingga di atas jembatan kayu, mengenal berbagai jenis tanaman bakau bahkan kita pun bisa ikut melakukan kegiatan menanam pohon bakau, hingga mengamati aktivitas kera ekor panjang.

hutan mangrove wonorejo
Muri-murid dari suami saya yang sedang menanam mangrove. Sumber foto: pribadi

Tak heran, tempat ini pun sering dikunjungi pihak sekolah yang mengajak murid-muridnya untuk mengenal ekosistem hutan bakau. Seperti yang pernah dilakukan sekolah tempat suami saya mengajar, yang terkadang mengajak anak muridnya untuk mengunjungi tempat ini.

Tak hanya di Wonorejo, kita juga bisa mengenal ekosistem mangrove di Gunung Anyar yang juga masih di kawasan Surabaya Timur. Kalau di tempat ini, ada menara pandang untuk mengamati kawasan mangrove Gunung Anyar dengan lebih jelas.

3. Menikmati panorama Pantai Kenjeran


“Yok, mlaku-mlaku nak Kenjeren…”

Lagu berbahasa Jawa ini begitu populer sejak dulu. Pun, begitu halnya Pantai Kenjeran yang memang sudah terkenal menjadi tempat wisata sejak lama.

pantai kenjeran
Sumber foto: IG @bobinbob_

Di Pantai Kenjeran, kita bisa mengajak anak-anak menikmati panorama pantai, sambil memancing dengan naik perahu atau mengajak mereka membeli ikan hasil tangkapan para nelayan.

Saya sendiri sudah sejak lama nih ingin mengajak si kecil ke sini. Karena katanya, kita bisa berkuda di sekitaran Pantai Kenjeran. Pasalnya, anak saya suka sekali dengan yang namanya hewan kuda.

4. Menikmati segarnya udara di tengah kota di Kebun Bibit


Menikmati segarnya udara di tengah kota, bisa saja kok dilakukan di Surabaya. Salah satu tempatnya adalah Kebun Bibit Wonorejo.

kebun bibit surabaya
Sumber foto: IG @viviramadhani57

Di tempat ini kita bisa mengajak si kecil untuk menikmati hijaunya pepohonan, membeli berbagai jenis tanaman, mengamati tingkah polah rusa, atau lari-lari di atas jogging track.

5. Kenalan dengan suasana lain Kota Surabaya di Hutan Bambu Keputih


Tempat yang satu ini bisa dibilang fenomenal banget untuk jadi sasaran mereka yang suka fotografi. Dengan ciri khas pepohonan bambu, Hutan Bambu Keputih ini kerap membuat pengunjung tidak merasa sedang ada di Surabaya.

hutan bambu keputih

Sumber foto: IG @imamnurchoiri

Uniknya, dulunya tempat ini adalah Tempat Pembuangan Sampah atau TPS lho! Tidak menyangka kan jika sekarang bisa jadi taman yang asri.

Nah, itu tadi beberapa tempat wisata yang bisa kita kenalkan pada anak-anak dengan menonjolkan ciri khas alamnya masing-masing. Tentunya untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut, tidak cukup satu hari.

Tips Gampang Cari Hotel Murah di Surabaya


Biar nggak sayang karena liburan ke Surabaya dengan waktu yang hanya singkat, makanya, nginep di hotel dong. Dan biar kita nggak bingung memilih hotel di Surabaya yang pas harganya apalagi yang ramah anak, cari saja infonya di Pegipegi untuk mendapatkan hotel murah di Surabaya.

pegipegi
Cari hotel murah di Surabaya dengan Pegipegi.com

Di Pegipegi, kita bisa mencari hotel murah di Surabaya yang tentunya ramah di kantong. Maklum lah, yang namanya liburannya saja nggak hanya di satu destinasi saja, tentu urusan budget untuk hotel pun kalau bisa harus yang cermat.

Jadi di Pegipegi, kita bisa mematok berapa nominal yang bisa kita keluarkan untuk biaya menginap di hotel. Selain itu, kita juga bisa memilih peringkat hotel tersebut memiliki berapa bintang.

Selain itu, di Pegipegi kita juga bisa memilih fasilitas apa yang kita harapkan ada di hotel. Misalnya nih karena kita bawa anak, tentu mereka akan senang sekali jika di hotel ada fasilitas kolam renang. Atau biar kita bisa internetan terus, klik dan cari saja yang ada fasilitas koneksi internet di kamar.

cara cari hotel murah di surabaya
Cara mencari hotel murah di Surabaya sesuai budget yang kita miliki.

Jadi gimana, liburan sekolah nanti sudah siap kan mau ajak si kecil ke mana? Yuk buat yang di sekitaran Surabaya, agendakan untuk mengajak anak berwisata yang identik dengan alam di Surabaya.


Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…