Skip to main content

Tingkatkan Produktivitas Kreator Konten Bahan Pembelajaran Tanpa Kenal Tempat dan Waktu dengan ASUS VivoBook 14 (A416)

Tingkatkan produktivitas dengan asus 14 a416

Ini akan menjadi tahun di mana kita akan sepenuhnya merasakan beban tanggung jawab kita, di mana kita perlu untuk menggandakan upaya kita untuk mencapai apa pun.

 

Terkesan seperti kata-kata bijak dari orang hebat ya? Nyatanya, itu adalah cuplikan berita ramalan tahun 2021 dari sebuah media berita online. 

Tahun 2021, tahun Shio Kerbau berelemen logam. Konon, orang yang betul-betul bekerja keras lah yang sukses di tahun ini. Itu kata beberapa peramal fengshui.

Mengawali halaman 1 dari 365 hari dalam 2021, saya memutuskan keluar dari pekerjaan formal. Tidak lagi menjadi seorang guru di sebuah sekolah tingkat dasar. Tahun ini saya kembali memilih menulis lepas sambil mengasuh anak di rumah.

Mungkin ada yang bilang ini keputusan konyol. Sampai tukang foto copy tempat saya mengeprint surat pengunduran diri saja takjub. Di masa pandemi orang banyak yang butuh pekerjaan, eh ini kok malah keluar!

Bukan tanpa alasan karir guru di sekolah formal tersebut harus saya akhiri. Si sulung mau masuk SD. Ia butuh bimbingan belajar. Si bungsu baru berusia beberapa bulan. Saya memutuskan mengasuhnya sendiri dari pada dititipkan.

Jadi jelas kan, tanpa ramalan fengshui, tahun 2021 ini saya memang harus kerja keras. Lha wong harus merintis karir baru lagi, di rumah, sambil mengasuh anak. Kalau nanti hasil kerja keras ini berbuah manis, ya alhamdulillah….

Buat saya, ya begitulah. Ramalan bisa terjadi karena memang ada logikanya. Ramalan sampai berbentuk kata bijak seperti tadi, anggap saja sebagai bentuk motivasi diri.

 

Guru, Para Pekerja Keras di Masa Pandemi

Kalau ada yang bilang, enak ya jadi guru di masa pandemi begini. Makan gaji buta. Bisanya ngasih tugas terus. Yang repot orang tua siswa.

Sungguh, rasanya jadi bikin saya ingin menyanyikan lagunya Cita Citata. Sakitnya tuh, di sini…

Yuk saya ceritakan bagaimana jungkir baliknya jadi guru di masa pandemi.

Untuk urusan membuat materi, para guru dituntut tetap menerangkan ke siswa. Caranya bisa dengan video call langsung lewat WA atau Zoom. Bisa juga membuat video lalu diletakkan di Youtube. Paling standar, membuat power point materi.

Mengajar dari rumah lewat video call Whatsapp

Tugas? Banyak siswa, atau para orang tuanya yang terbebani. Setiap minggu selalu saja ada tugas. Hayo ngaku, siapa suka mengeluh begitu?

Pernah saya mencoba memaklumi. Hanya memberi materi. Eh nyatanya, materi itu tidak banyak dibaca, tidak disimak sama sekali. Teman saya bahkan ada yang sudah berpanas-panas shooting video pembelajaran. Lha kok yang menyimak tidak ada sampai separuh dari keseluruhan siswa yang jumlahnya 120-an.

Karena itulah, pemberian materi diikuti dengan tugas. Tujuannya untuk mengukur apakah anak-anak memang sudah paham materi yang disampaikan. Asli belajar di rumah nggak? Ada tugas yang dihitung nilainya. Ada yang hanya mengukur pemahaman anak saja.

Imbas konsekuensinya bagi guru ya kerjaan mengoreksi. Ini lumayan menyita waktu. Selain memberi nilai, sebisa mungkin guru memberi evaluasi. Siswa jadi tahu, di mana letak kesalahannya.

Semua itu  tadi, saya lakukan sejak Maret hingga Desember 2020. Belum lagi saat menjadi wali kelas. Saya sering mengontrol di classroom siapa yang sudah mengerjakan tugas atau belum.

Fakta lain, saat membuat materi atau soal, sering saya melakukannya sambil begadang dan menyusui. Lalu kadang mengoreksi tugas, sambil menunggu anak sendiri belajar di rumah.

Kerja sambil membimbing anak belajar di rumah

Di luar sana, masih ada para guru yang lebih wah lagi kerjanya. Melakukan video call pakai shift. Ada yang pagi, siang, sore, atau malam. Ada yang harus belajar teknologi bikin animasi dulu agar bisa membuat video pembelajaran yang disukai anak-anak.

Itu masih proses belajar mengajar. Belum lagi kerjaannya lainnya yang terkait administrasi. Membuat perangkat pengajaran, evaluasi, atau laporan kinerja mingguan. Ada guru yang juga dapat kerja tambahan menyiapkan akreditasi online. Ada lagi yang harus ke lapangan untuk urusan penerimaan siswa baru.

Terpujilah engkai wahai para guru!

Jadi siapa bilang di masa pandemi guru hanya terima gaji buta? Bahkan karena begitu banyaknya tugas, saya putuskan resign. Jujur saya tidak mampu melakukannya sambil mengasuh dua anak di rumah. Saya sudah mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

Keluar dari pekerjaan formal, saya putuskan terjun ke dunia kreator konten bahan pembelajaran. Cita-cita ini terbersit sejak saya menjadi guru di sekolah berasrama tahun 2012 lalu. Menjadi guru itu luar biasa waktu jam kerjanya. Karena itu saya ingin membuat konten bahan pembelajaran yang bisa meringankan beban kerja guru.

Nantinya, konten akan saya tuangkan dalam blog dan channel Youtube. Untuk blog berisi ringkasan materi pelajaran serta uraian kegiatan pembelajaran. Sedangkan dalam channel Youtube, berupa video penjabaran materi.

 

Tips Agar Kerja Keras jadi Kerja Cerdas 

Merintis karir lagi dari rumah, sambil mengasuh anak, bisa dibilang butuh strategi jitu agar produktivitas meningkat. Untuk itu, sebetulnya saya lebih suka mencari tahu bagaimana agar bisa kerja cerdas. Bukan kerja keras.

Apalagi kegiatan membuat konten bahan pembelajaran butuh waktu banyak pengerjaannya. Mencari bahan untuk konten, menulis blog, mengambil foto, membuat video, editing, dan posting di Youtube.

Jadi biar tetap produktif atau high productivity, saya pun merangkum beberapa poin tips yang konon katanya bisa dilakukan agar produktivitas meningkat.

1. Amati waktu produktif diri sendiri

Ada orang tipe nokturnal yang bisa bekerja di malam hari. Ada yang otaknya bisa melejit kecerdasannya saat pagi hari. Ada yang bisa bekerja hanya di jamnya orang bekerja. Isitilahnya, office hour.

Sementara itu ada orang yang seperti saya, bisanya bekerja saat kedua anak memejamkan mata. Di lain waktu itu, bakal susah kerjanya. Bisa pegang laptop tapi mengetik pakai tangan satu. Tangan satunya lagi megangin bayi yang sedang aktif-aktifnya.

Paling girang kalau lihat saya pegang laptop. Seperti menemukan mainan baru

Walhasil, waktu produktif saya ya sekitar jam sembilan malam ke atas. Yang penting begadang ada artinya. Ada perlunya. Nggak seperti lagunya Bang Rhoma Irama. Setelahnya harus rajin minum multivitamin. Curi-curi waktu tidur sambil nemenin tidur yang bayi.

2. Buat tempat khusus untuk bekerja

Dari tips yang saya baca di sebuah blog khusus membahas produktivitas, sebaiknya kita perlu menyediakan tempat khusus untuk bekerja. Ada meja dan kursi khusus untuk kerja.

Alasannya jika kita bekerja di meja makan atau di tempat lain di rumah, mata kita bisa akan fokus pada hal lain yang ada. Misalnya, melihat dapur yang berantakan lalu ingin membereskan. Bekerja di ruang keluarga lalu terdistraksi dengan suara televisi.

Kerjanya bisa buyar deh. Jadi idealnya, tempat kerja khusus itu harus kita adakan di rumah.

Harapannya punya ruang kerja seperti ini. Sayang, kenyataan belum sesuai harapan.

Nyatanya, saya hanya punya satu spot khusus untuk meletakkan sebuah laptop, buku catatan, dan perangkat kerja lainnya. Jika malam, saya bekerja menggunakan meja lipat anak di dalam kamar. Dengan penerangan temaram. Sesekali menenangkan bayi yang terbangun.

Yah, bekerja di rumah buat saya memang harus kuat iman untuk fokus. Tanpa peduli keberadaan ruang kerja khusus.

3. Siap bekerja meski di rumah saja

Meskipun bekerja di rumah, sebaiknya kita menciptakan kondisi dan kesiapan untuk bekerja. Misalnya, mandi pagi dulu, atau tetap sarapan pagi sebelum bekerja. Menggunakan baju yang rapi seperti saat kita akan bekerja di luar rumah. Jadi, pikiran kita pun tersetting untuk serius bekerja.

Siap kerja di rumah ini juga termasuk tidak peduli dengan mood. Mau mood bagus atau jelek, perlu dikendalikan agar kerjaan tidak berantakan.

Kita bisa menggunakan musik, makan cokelat, menggunakan parfum aroma yang segar untuk memerbaiki mood. Jadi meski mood jelek, kita bisa mengendalikannya.

Cokelat ampuh perbaki mood

Untuk musik, hati-hati ya dengan musik yang mello, yang isinya keputusasaan. Karena ini akan menjadi sugesti yang memengaruhi kondisi bawah sadar kita. Yang ada bukannya mood membaik, eh malah jadi bikin otak kita tidak nyaman untuk semangat bekerja.

4. Buat tiga kelompok list

Buatlah jadwal apa yang harus dikerjakan dalam sehari, seminggu, atau sebulan. Termasuk jadwal kapan kita istirahat dan libur kerja. Lalu, usahakan untuk komitmen dengan jadwal kerja yang sudah dibuat.

Selain itu setiap harinya, kita mesti membuat tiga list. List pertama berisi tiga hal yang akan dilakukan di hari itu saja. List ke dua berupa tiga target yang harus diselesaikan hari tersebut. Dan list ke tiga adalah tiga target yang butuh diselesaikan di hari itu juga.

Inti dari tiga kelompok list tadi begini. Dalam sehari, apa saja yang ingin kita kerjakan, target kerjaan yang harus selesai, deadline yang ada di hari itu.

Dengan membuat tiga kelompok list tersebut, kita bisa tetap menjaga ritme kerja setiap harinya. Nggak ada lagi ya cerita nganggur di suatu hari, tapi di kemudian hari ada tumpukan kerja yang bikin kewalahan.

5. Kerja tanpa gangguan

Mengecek E-mail, Whatsapp, media sosial lainnya, telepon atau video call dengan teman bisa menjadi pengganggu. Usahakan sebisa mungkin untuk tidak mengecek hal-hal tersebut di waktu kerja. Kita bisa menggunakan jam istirahat kerja atau di waktu khusus yang sudah ditentukan.

Buat yang suka kesulitan untuk fokus atau konsentrasi, bisa menggunakan aplikasi pembantu. Sifat aplikasinya seperti timer. Jadi selama kita bekerja dengan laptop atau smart phone yang terhubung dengan internet, kita nggak tergoda untuk melakukan aktivitas selain urusan kerjaan.

Aplikasi untuk membantu agar fokus

Contoh aplikasi ini semisal Forest. Saat kita start untuk fokus kerja, kita akan mulai ‘menanam’ bibit yang nantinya menjadi pohon. Nah kalau kitanya terdistraksi sama urusan medsos misalnya, pohon yang kita tanam bisa layu.

6. Selalu letakkan alat untuk mencatat sewaktu-waktu

Alat untuk mencatat ini bisa aplikasi Notes di smartphone. Atau, sebuah buku catatan dan alat tulis.

Alat tulis ini harus selalu ada di samping kita selama bekerja. Jika sewaktu-waktu saat bekerja kita teringat hal yang penting, catatlah. Lalu kembali lanjutkan kerja. Jika apa yang sudah dikerjakan selesai, hal penting yang teringat tadi bisa kembali menarik perhatian kita.

7. Jangan kembali melakukan sesuatu yang seharusnya selesai

Pernah kan sudah melakukan kerjaan, sudah selesai, eh kita balik lagi buat ngecek dan ngerjain kerjaan itu lagi. Kayak orang CLBK gitu.

Nah, yang seperti ini termasuk bikin laju produktivitas menurun. Karena, kita kehilangan waktu yang seharusnya untuk mengerjakan kerjaan baru. Lebih baik do the best sama sebuah kerjaan, sesuai tenggat waktunya, lalu mengerjakan kerjaan lain.

8. Gunakan aplikasi produktivitas

Kalau googling pakai kata kunci ‘apilkasi produktivitas’, kita akan menemukan beberapa tulisan yang membahas tentang ini. Dan memang, ada banyak banget aplikasi penunjang produktivitas. Terutama, untuk kita yang kerjaannya berhubungan dengan alat laptop atau smartphone.

Ada aplikasi untuk urusan olah dokumen standar seperti Office 365, Outlook untuk pengaturan email, OneNote untuk mencatat to do list, Dropbox untuk penyimpanan cloud, dan masih banyak lagi.

9. Tetap ingat kehidupan sosial, waktu istirahat, dan libur

Dari sekian tips biar produktif, tetap yang perlu diingat, kita sebagai manusia itu perlu masa rehat. Jadi meski kerja di rumah, tetaplah sesekali perlu keluar rumah untuk say hi sama tetangga. Atau, ingat buat jogging sebentar keliling komplek biar badan jadi bugar.

Sejenak refreshing jalan-jalan dengan si kecil

Mager? Nonton drakor atau main game di rumah kan juga bisa. Yang penting, ingat untuk ada waktu rehat. Karena kerja otak akan meningkat jika ada dalam kondisi tidak stres.

Nah dari semua tips tadi, ada satu lho yang saling berhubungan. Yaitu perlunya sebuah alat yang penting banget dipakai buat kerja di rumah, sampai urusan menghibur diri.

Kebutuhan akan perangkat yang bisa diandalkan untuk produktivitas di masa pandemi inilah yang jadi inspirasi ASUS untuk mengeluarkan seri VivoBook 14 A416. Sebuah laptop yang siap jadi andalan siapa saja untuk beraktivitas, serba bisa, untuk siapapun, kapanpun, dan di manapun.

 

Alasan Kenapa ASUS VivoBook 14 (A416) Patut Diandalkan

Pandemi membuat makin banyak kehidupan manusia bekerja yang tak melulu harus di tempat kerja. Tapi bisa juga di rumah.

Karena itu, ada kebutuhan perangkat yang diharapkan bisa digunakan siapapun profesinya atau statusnya. Perangkat tersebut juga diharapkan membuat mobilitas orang jadi mudah saat membawa dan melakukan pekerjaannya.

Kebutuhan itulah yang lantas terbaca oleh ASUS. Di penghujung 2020 lalu, ASUS mengenalkan VivoBook 14 (A416).

ASUS VivoBook 14 (A416). Foto dari web ASUS dot com

Berbagai kelebihan ditawarkan oleh laptop ini. Andal untuk berbagai kalangan, kapan saja dan di mana saja. Serba bisa. Paling ringkas di dunia sehingga mudah dibawa ke mana saja. Cocok untuk aktivitas bekerja bahkan hiburan. Dipakai serius bisa, buat bersantai pun bisa.

Alasan dari semua itu, karena ASUS VivoBook 14 (A416) ditenagai oleh prosesor hingga 10th Gen Intel Core, GPU NVIDIA GeForce, serta adanya Office Pre-Installed.

Alasan detailnya? Yuk kita kupas satu per satu. Saya bahas dulu ya, kenapa ASUS VivoBook 14 (A416) memungkinkan seseorang jadi punya produktivitas tinggi

1. Laptop 14 inci tapi nggak bikin bahu capek buat angkat laptop ke mana-mana

Saya pernah merasakan hari-hari membawa laptop 14 inci milik sekolah tempat saya mengajar, yang bikin bahu saya harus ditempeli koyok. Karena itu, akhirnya saya membeli laptop sendiri di tahun 2012, ASUS Eee PC Flare Series. Si mini yang hingga kini masih bandel saya pakai kerja.

Padahal, aslinya saya suka banget laptop ukuran 14 inci. Siapa pun pasti setuju, laptop seukuran itulah yang bikin nyaman di mata.

Nyatanya, ternyata kok ya ada ASUS VivoBook 14 (A416) yang meskipun 14 inci, tapi nggak bikin saya sakit punggung. Lha wong bobotnya cuma 1,6 kilogram!

Eh kok bisa? Soalnya ASUS VivoBook 14 (A416) ini menggunakan teknologi NanoEdge Display. Teknologi ini yang bikin bezel layar jadi tipis. Jadinya ASUS VivoBook 14 (A416) punya screen-to-body ratio sampai 82 persen.

Laptop setipis dan seringan ini tentunya enak kalau dibawa kerja ke mana saja. Sumber foto: ASUS

Walhasil laptop ini bikin siapapun enak untuk nenteng ke mana saja. Bodinya langsing cuma 19,9mm. Chargernya juga ringkas dan mudah diselipkan ke dalam tas. Saya yang hobi bawa rangsel, membayangkan akan bawa laptop ini tanpa bikin penampilan jadi kayak kura-kura ninja bawa tempurung!

2. Aktivitas mengetik terasa nyaman dengan sepuluh jari meski di keremangan kamar

Seperti yang tadi sudah sempat saya bilang, saya itu paling sering bekerja di malam hari, dalam kamar yang temaram, sambil menunggui anak-anak tidur. Kondisi ini sering membuat saya salah mengetik. Meskipun, saya sudah bisa mengetik pakai sepuluh jari, keahlian yang diperoleh saat dulu pernah jadi reporter yang sering diburu-buru setor berita.

Kok bisa salah ketik? Nah, laptop saya tidak ada backlit-nya. Salah ketik terjadi saat saya harus menekan tombol selain huruf. Misal, maunya delete, jadinya backspace.

Sementara pada ASUS VivoBook 14 (A416), keyboardnya full-size dengan backlit. Papan keyboard jadi nggak gelap.

Keyboard backlit. Sumber foto: web ASUS dot com

Selain itu, keyboard ASUS VivoBook 14 (A416) juga ergonomis dan lebih kokoh. Nggak yang bikin kita ngetik bisa muncul satu huruf sendiri padahal kitanya cuma senggol sedikit. Gerak jari tangan juga terasa nyaman.

Jarak tombol keyboardnya punya keytravel 1,4mm. Sepuluh jari bakal bisa menari lincah tanpa kewalahan menyentuh tombol-tombol keyboard yang sulit terjangkau jaraknya.

Sedangkan untuk memercepat urusan kerja ada biometrik fingerprint sensor pada ASUS VivoBook 14 (A416). Kita bisa masuk ke dalam sistem Windows 10 Home lewat Windows Hello. Nggak pakai lama buat urusan ketik password lagi. Hm, benar-benar fitur kelas premium yang membuat laptop ini aman dan cepat untuk diakses.

Sensor sidik jari. Cukul sekali sentuh. Sumber foto: web ASUS dot com


3. Bye bye obat sakit mata

Mata Anda lelah? Iritasi ringan? Mungkin sudah waktunya laptop perlu diganti! Jangan larinya ke obat mata lagi dan lagi…

Iya lah. Buat yang kerjaannya harus lama menghadap laptop pasti paham. Misalnya buat saya yang aktivitasnya membuat tulisan, mengedit video, membuat infografis, membuat slide presentasi, kadang nggak bisa cukup satu dua jam saja.

Apalagi kalau urusannya nge-game, nonton drakor. Whua… Laptop sampai habis baterai pun ya milih ambil charge biar keasyikannya nggak terputus. Dan meski sudah melihatnya di laptop yang ukuran layarnya lebar, tapi tetap ya, kok mata rasanya lelah.

Nah kalau urusannya sama ASUS VivoBook 14 (A416), kayaknya bakalan nggak kejadian. Karena selain layarnya lebar ukuran 14 inci, resolusinya full HD. Apalagi dilapisi lapisan anti-silau atau anti-glare yang punya sudut pandang hingga 178 derajat.

Dengan lapisan anti-glare, melihat dari layar tampilan seperti aslinya. Sumber foto: web ASUS dot com

Laptop ini juga katanya menunjang visual imersif. Kita akan memandang layar laptop namun dengan suasana yang mirip dunia nyata. Seperti melihat ke luar jendela yang terbuka saja.

4. Nggak tergoda untuk cari software bajakan

Jujur saya pernah lho ada di posisi inginnya beli laptop baru, tapi bingung nanti bagaimana softwarenya. Lalu sesuatu pun berbisik, “Pakai software bajakan saja…”

Masalah seperti ini nggak akan kejadian kalau belinya ASUS VivoBook 14 (A416). Kita bisa beli laptop tanpa keluar biaya lagi untuk membeli software office. Pasalnya ASUS VivoBook 14 (A416) sudah dilengkapi Microsoft Office Pre-Installed.

Aplikasi standar yang sering dibutuhkan. Sudah tersedia di laptop ini. Sumber foto: web ASUS dot com yang dimodifikasi

Banyak orang paham lah ya, kalau Microsoft Office adalah aplikasi office terbaik di dunia. Aplikasi ini menjadi standar untuk mengolah data dan dokumen kantor untuk sebagian besar institusi di dunia.

Di ASUS VivoBook 14 (A416) ini kita bisa mendapatkan Microsoft Office Home & Student 2019 yang terdiri dari tiga aplikasi utama. Ada Word, Excell, dan PowerPoint. Ini pas buat saya yang butuh standar seperti membuat tulisan atau media bahan pembelajaran bentuk presentasi.

Dilengkapi fitur terkini lagi. Aplikasi ini dapat terus diupdate. Kita pun bebas dari ancaman celah keamanan dan malware.

Sekali lagi, aplikasi ini cuma-cuma dan nggak pakai biaya tambahan. Nggak labil lagi dong ya sama bisikan untuk pakai software bajakan.

5. Bisa terhubung dengan berbagai macam perangkat

ASUS VivoBook 14 (A416) mengusung tagline Easy Portability. Alias gampang buat dipakai kerja di mana saja. Karena itu laptop ini dilengkapi dengan berbagai fitur konektivitas mulai dari port USB Type-C, USB Type-A, HDMI, serta combo audio jack. Sedangkan untuk urusan nirkabel, ada fitur WiFi 5 (802.11ac) yang menghubungkan jaringan internet, dan Bluetooth 4.1 untuk aksesori nirkabel.

Berbagai fitur konektivitas. Sumber foto: web ASUS dot com


Kalau punya ASUS VivoBook 14 (A416), saya bakal mudah banget untuk transfer kerjaan yang kadang dikerjakan di laptop, tapi kadang juga di smartphone kalau pas nggak bisa buka laptop. Transfer data dari flash disc dan sim card juga gampang. Lalu saat butuh internetan, saya juga bisa menggunakan fitur WiFi-nya.

6. Si langsing yang tangguh

Satu hal yang suka terpikir saat melihat laptop berwujud tipis adalah, “Beneran aman nih?” Dan memang itulah yang sempat terpikir waktu saya baca bahwa ASUS VivoBook 14 (A416) punya bodi langsing kayak para model catwalk.

Nyatanya kekokohan sebuah laptop itu nggak bisa lagi diukur dari tampilan fisik. Dan ASUS VivoBook 14 (A416) sepertinya ingin menunjukkan kalau meski bodynya slim, tapi ia punya konstruksi yang tangguh.

Untuk chasis utama dan rangka layarnya saja terbuat dari bahan logam. Jadi menunjang kekuatan keseluruhan konstruksi bodinya.

Selain urusan bahan pembuat body, ASUS VivoBook 14 (A416) juga dilengkapi E-A-R HDD Protection. Ini adalah perlindungan ekstra untuk HDD yang dapat menyerap getaran.

Teknologi E.A.R HDD Protection meredam getaran pada laptop, meminimalisir kerusakan akibat goncangan. Sumber foto: web ASUS dot com

Saat perangkat terguncang, kita bisa tenang. HDD berisi berbagai data kita di dalamnya aman dan selamat kok.

7. Gimana nggak bikin effortless productivity kalau sumber tenaganya kayak gini!

Selain mengusung easy portbality, ASUS VivoBook 14 (A416) juga mengusung effortless productivity. ASUS sengaja mengeluarkan seri laptop ini buat siapa saja yang ingin meningkatkan produktivitasnya.

Meskipun di masa pandemi saat banyak orang harus bekerja di rumah, ASUS VivoBook 14 (A416) hadir agar siapapun nggak peduli lagi mau kerja kapan waktunya dan di mana tempatnya.

Karena waktu begitu berharga sehingga butuh kerja cerdas, ASUS VivoBook 14 (A416) menawarkan tenaga prosesor hingga 10th Gen Intel Core. Varian tertingginya hadir dengan prosesor Intel Core i5-1035G1 yang punya konfigurasi 4 core dan 8 thread, boost clock sampai 3,6 GHz.

ASUS VivoBook 14 (A416) juga ditenagai chip grafis NVIDIA GeForce MX330. Ini cocok buat kerjaan kayak saya yang butuh performa grafis ekstra. Misalnya terkait aplikasi edit foto atau edit video.

Dijamin, kerja pakai ini bikin laju kerja kita jadi kencang. Saya sendiri pernah merasakan ketika ide keluar deras, tapi pekerjaan terasa melaju lambat. Bikin infografis harus gerak lambat seperti memasukkan benang ke dalam jarum.  Apalagi dipakai edit video.

Nah, pekerjaan kreatif seperti itu kalau pakai perangkat secanggih ASUS VivoBook 14 (A416), mungkin akan bikin saya posting lebih dari satu video atau satu slide presentasi materi pembelajaran dalam sehari.

Capek kerja? Tetap bisa pakai ASUS VivoBook 14 (A416) untuk main game yang enteng model Zumba atau game kasual lainnya. Hehehe, saya mah main game enteng saja sudah bahagia rasanya.

Oh iya, buat yang seperti saya, perlu simpan banyak video dan foto, cocok juga pakai ASUS VivoBook 14 (A416). Karena ASUS VivoBook 14 (A416) punya media penyimpanan memori DDR4. Ini jadi stadar laptop moderen. Kapasitasnya juga bisa diupgrade jadi 12GB.

Kapasitas penyimpanan yang cukup besar. Sumber foto: web ASUS dot com. Foto dimodifikasi.

Kita bisa mengandalkan dua jenis penyimpanan, yaitu 2.5”SATA dan M.2 PCIe. SSD dan HDD juga bisa disematkan di laptop ini.

8. Orang gaptek macam saya bisa terselamatkan dengan MyASUS

Ada aplikasi bawaan dalam ASUS VivoBook 14 (A416). Aplikasi bernama MyASUS ini punya punya kelebihan yaitu bisa menjadi pusat kontrol laptop. Kita bisa memantau status laptop sekaligus troubleshooting.

Dengan MyASUS, orang gaptek model saya bisa terbantu buat memindai sistem laptop, menemukan ada masalah apa dan di mana, lalu otomatis memerbaikinya. MyASUS juga  membuat kita tahu status garansi perangkat serta fasilitas menghubungi layanan konsumen.

Masih ada lagi kelebihan dari MyASUS yaitu fitur Link to MyASUS. Kita bisa menghubungkan ASUS VivoBook 14 (A416) dengan smartphone.

Sekali lagi, ini cocok buat saya yang kalau kerja suka pakai smartphone ya laptop. Kalau ada anak-anak, saya pakai smartphone. Karena kalau sampai ‘buka lapak’ kerjaan di laptop, alamat, ya yang sulung, ya yang bayi, langsung merasa seperti perayaan bertemu mainan baru. Lha padahal kan emaknya lagi mengais berlian!

Saat anak-anak tidur, barulah saya bisa pakai laptop. Tapi kadang masih harus membuka smartphone karena kerjaan yang awalnya dikerjakan di situ.

Kalau pakai MyASUS yang punya fitur Link to My ASUS, kita bisa menampilkan pesan dan notifikasi dari smartphone ke layar laptop. Fitur ini juga bikin kita bisa telepon pakai laptop juga lho.

Teknologi My ASUS bisa bikin kerjaan saya di laptop dan smartphone mudah terkoneksi. Sumber foto: web ASUS dot com yang sudah dimodifikasi.

Link to My ASUS juga bisa membuat smartphone sebagai layar kedua untuk laptop. Fitur yang satu ini mungkin akan sangat terpakai pas mengajar si sulung belajar. Urusan berbagi file antara laptop dengan smartphone juga bisa mudah dengan MyASUS.

Ini dia spesifikasi lengkap ASUS VivoBook 14 (A416) dari website ASUS.

- CPU

Intel® Core™ i5-1035G1 Processor 1.0 GHz (6M Cache, up to 3.6 GHz)

Intel® Core™ i3-1005G1 Processor 1.2 GHz (4M Cache, up to 3.4 GHz)

Intel® Celeron N4020 Processor 1.1GHz (4M Cache, up to 2.8GHz)

- Operating System

Windows 10

- Memory

4GB DDR4 RAM

- Storage

1TB 5400 rpm SATA HDD

256GB PCIe® Gen3 x2 SSD

512GB PCIe® Gen3 x2 SSD

1TB HDD + 256GB SSD

- Display

14.0" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) IPS Anti-Glare

14.0" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) Anti-Glare

14.0" (16:9) LED backlit HD (1366x768) Anti-Glare

- Graphics

NVIDIA GeForce MX350 (optional)

Intel UHD Graphics 

- Input/Output

1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 2.0 Type-A, Micro SD card reader

- Camera

VGA Web Camera

- Connectivity

Wi-Fi 5 (802.11ac), Bluetooth 4.1

- Audio

SonicMaster, Audio by ICEpower®, Built-in speaker, Built-in microphone

- Battery

37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion

- Dimension

32.54 x 21.60 x 1.99 ~ 1.99 cm

- Weight

1,6 Kg

- Colors

Transparent Silver, Slate Grey

- Price

Rp4.799.000 (Celeron N4020 / Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB HDD)

Rp4.899.000 (Celeron N4020 / Intel UHD Graphics / 256GB PCIe SSD)

Rp6.699.000 (Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB HDD)

Rp7.099.000 (Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB / 512GB PCIe SSD)

Rp7.499.000 (Core i3 / GeForce MX330 / 4GB / 256GB PCIe SSD)

Rp10.099.000 (Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 512GB PCIe SSD)

Rp10.799.000 (Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 1TB HDD + 256GB PCIe SSD)

- Warranty

2 tahun garansi global


Gimana, seperti laptop rasa all you can need, ya? Semuanya ada di ASUS VivoBook 14 (A416). Sebuah perangkat yang cocok menemani aktivitas bekerja dan hiburan baik itu di tempat kerja maupun di rumah. Urusan kerja pun bikin kerja keras jadi kerja cerdas. Karena memang begitulah yang diusung ASUS VivoBook 14 (A416), Easy Portability, Effortless Productivity.

Santai, beneran di pantai. Bisa ngerjain kerjaan sambil nyantai. Sumber foto: web ASUS dot com

Nggak heran kalau ASUS VivoBook 14 (A416) diluncurkan dengan tagline seperti itu. Karena ASUS sebagai produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router punya visi sebagai perusahaan teknolog terdepan dan paling inovatif di dunia. Visi ini membuat kita para konsumennya akan menggunakan produk-produk ASUS dan menghasilkan karya-karya yang spektakuler.

Misalnya seperti saya yang punya ide awal ingin membantu para guru dalam bentuk konten media pembelajaran. Kalau saya pakai ASUS VivoBook 14 (A416), harapan saya agar bisa produktif, banyak karya berkualitas, itu yang akan terpenuhi.

Tak heran dengan spirit In Search of Incredible, ASUS dapat banyak penghargaan sepanjang tahun 2012. Termasuk Forbes’ Global 2000 Top Regarded Companies, Thomson Reuter’s Top 100 Global Tech Leaders, dan Fortune’s.

 

Masih Januari. Bahkan tahun baru Imlek saja belum mulai. Jadi pantas dong kalau kita masih dan mesti punya tekad menggebu agar nantinya pas akhir tahun bisa puas panen segudang prestasi.

Karena itu, saya memilih mengawali tahun dengan mengingat dua hal. Pertama, hasil itu tidak pernah mengkhianati kerja keras. Kedua, perlu kerja cerdas untuk menyiasati jam kerja di rumah sambil mengasuh anak.

Saya dan ambisi menjadi konten kreator media pembelajaran. Atau Anda dan yang lainnya punya ambisi lain di tahun 2021 ini. Kita sama, sama-sama punya tujuan untuk sukses.

Semoga tulisan ini menjadi momentum kita semua untuk mencapai tujuan. Memaksimalkan hasil dari kerja keras dan kerja cerdas. Salah satunya dengan ASUS VivoBook 14 (A416) yang easy portability sehingga bikin kita effortless productivy.


Tulisan ini diikutsertakan dalam ASUS VivoBook 14 (A416) blog competition


Comments

  1. Wah cukup beresiko sih ya kak, dimasa pandemi seperti ini malah berhenti dari kerja. Tapi semoga jadi keputusan terbaik yaa buat ibu dan adik kecilnya, ya ampun imut bgt.

    Ngomong soal laptopnya sih, ASUS VivoBook 14 (1416) ini beneran cocok bgt untuk mendukung produktivitas siapa aja, khususnya jadi media pelajaran buat anak Ibu dirumah. Semoga bisa kesampaian ya punya laptopnya UwU

    btw, kunjungan balik yaa ke artikel saya wkwk karena kita satu seperjuangan, linknya di linktr.ee/alden yaa

    Salam kenal

    ReplyDelete
  2. Aamiin... iya, pengen banget laptop ini. Aku kunbal ya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Postingan Populer

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua. Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya. Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat. Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu. Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan? Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, me

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya? Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya. Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong. Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih… Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat. Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu? Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya den

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala. Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut. Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar. Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya. Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kal

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh. Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng! Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh. Aplikasi jagoan yang sudah bikin saya rajin baca buku lagi Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop seki

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok. Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.       Beras, sagu, dan jagung 2.       Gula pasir 3.       Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.       Daging sapi, ayam, dan ikan 5.       Minyak goreng dan margarine 6.       Susu 7.       Telur 8.       Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.       Garam berIodium dan berNatrium Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia. Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli. Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya. Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha. Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga tok

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek? Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha… Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis. Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal. Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah. Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang. Di Lopang, kita bahkan bisa menjumpai jamblang mini berukuran seruas kepala jari kelingking, lho. Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan. Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-poh

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya. Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu. Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang. Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan. Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring! Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki. Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluha

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam. Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri. Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih. Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya. Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal b

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan. Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan. Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya. Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur. Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdir

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya. Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu. “Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang !” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus. Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya. Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini. Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih ngg