Skip to main content

Mewaspadai Stunting sebagai Bentuk Cinta Keluarga



Iklan yang menyebut kata ‘stunting’ oleh Pak Jusuf Kalla beberapa waktu lalu membuat saya penasaran. Stunting? Anak pendek? Harus diatasi? Lho, bukannya anak pendek itu memang keturunan ya?

Akhirnya sebagai mamak suka kepo perkara kesehatan anak, saya pun browsing apa dan bagaimana tentang stunting. Beberapa artikel yang telah saya baca membuat saya tertegun, teringat pada apa yang pernah terjadi pada Kayyisah.

Jadi di usianya yang ke dua tahun, baru ketahuan kalau Kayyisah mengalami sakit TB. Penyakit itulah yang membuat ia pernah berbulan-bulan sulit makan dan sakit-sakitan. Efeknya Kayyisah jadi kurang gizi, dan telat tumbuh kembangnya.

Di usia setahun, tempurung lutut kaki Kayyisah masih lunak. Umur dua tahun, ia masih belum bisa berjalan.

Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini ya: Penyebab Malnutrisi Hingga Telat Tumbuh Kembang Itu Bernama TB

Suatu ketika saat sedang mengambil obat TB, ndilalah dokter yang saya temui di rumah sakit bukanlah dokter anak yang biasa menangani Kayyisah sejak lahir. Kita sebut saja Bu Dokter ya.

Nah kali itu, Bu Dokter menegur saya tentang kondisi fisik Kayyisah. “Lho anak ini umur berapa?” tanyanya sambil menatap tajam ke arah saya dan Kayyisah.

“Dua tahun lebih dua bulan, Dok,” jawab saya heran. Ya, saya merasa takjub saja waktu itu karena bu dokternya kok malah bertanya. Kan di kartu pengambilan obat TB ada tulisannya, pikir saya.

Tapi rupanya bukan itu maksud sebenarnya dari pertanyaan Bu Dokter. Dengan nada berseru, ia memprotes kenapa tubuh anak saya kecil sekali. Perawat yang mendampinginya pun diminta untuk mengukur panjang tubuh Kayyisah serta lingkar kepalanya.

Setelah pengukuran selesai, saya dan suami diminta duduk. Dalam hati saya bergumam, apa yang salah dari anak saya yang memang kondisinya begini karena TB?

Dan jujur, sebetulnya baru kali itu lho Kayyisah pakai diukur panjang tubuh dan lingkar kepalanya. Memang, di buku Kesehatan Ibu dan Anak ada pantauan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala. Tapi sejak Kayyisah lahir, yang saya jarang membawanya ke posyandu dan hanya mengandalkan rutin ke dokter anak untuk imunisasi, Kayyisah hanya selalu diukur berat badannya.

Grafik berat badan Kayyisah yang pernah tidak naik selama beberapa bulan

Oleh Bu Dokter, saya diterangkan tentang ukuran berat dan tinggi badan serta lingkar kepala anak yang seharusnya. Berikut efek yang bisa terjadi jika Kayyisah tetap terus dengan kondisi bertubuh kecil.

“Kita kejar ketertinggalan ya sampai umurnya tiga tahun. Kalau sampai lebih dari itu dan tumbuh kembang badannya masih segini-gini saja, ck…” Bu Dokter menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela napas berat.

“Efeknya bisa ke kecerdasannya, Bu. Kemampuan anaknya nanti,” lanjut bu dokter dan ia pun meminta saya untuk memberi makan minum dengan aturan ketat. Berapa dan nutrisi apa saja yang perlu masuk, berapa kali sehari, hingga merek susu tertentu yang khusus untuk menambah nutrisi ke tubuh Kayyisah.

Ingatan tentang kejadian itulah yang membuat saya makin paham. Kenapa pemerintah sampai mengeluarkan iklan stunting sebagai peringatan untuk masyarakat.


Stunting dan Masalah Gizi

Di beberapa artikel yang saya baca, yang dimaksud stunting adalah kondisi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan sehingga ia terlihat lebih pendek dibandingkan teman-teman seusianya.

Penyebab dari masalah gizi kronis. Jadi, anak kurang makan yang tidak sesuai kebutuhuan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun.

Sayangnya, kondisi ini sering kurang diperhatikan masyarakat pada umumnya. Yang kerap terjadi, orangtua hanya melihat berat badan anaknya, lalu menganggap sudah sehat. Padahal tinggi badan perlu dipantau.

Penyebab lain yang membuat stunting sering dianggap sepele adalah pemikiran bahwa anak pendek karena keturunan ayah ibunya. Padahal, anak pendek adalah permasalahan gizi yang cukup buruk bagi kesehatan anak.

Kenyataan yang mengejutkan, stunting merupakan kejadian yang tidak bisa dikembalikan seperti semula bila sudah terjadi.



Ciri-ciri Stunting:

Untuk mengetahui apakah seorang anak atau remaja mengalami stunting, ciri-cirinya bisa dilihat dari poin-poin berikut ini:


Dari ciri-ciri tersebut, pantas saja waktu itu Bu Dokter sampai menaruh curiga ketika melihat kondisi Kayyisah. Meski ia tidak melihat grafik berat badan Kayyisah yang pernah stuck beberapa bulan, tapi Bu Dokter melihat kondisi tubuh Kayyisah yang berperawakan kecil dibanding anak usia dua tahun pada umumnya.

Sementara bagi saya, kesemua ciri-ciri tersebut jika di-check list, saya akan mencentang semuanya. Kecuali poin menarche yang baru akan dialami Kayyisah saat remaja kelak.


Penyebab Stunting

Tak hanya karena kurang gizi. Beberapa artikel menyebutkan bahwa sebetulnya stunting itu berasal dari serangkaian penyebab yang bermula dari kondisi ibu dari anak itu sendiri.

Jarak kelahiran yang dekat, ibu yang hamil saat remaja, serta ibu hamil yang stres sehingga hormon tidak seimbang, rupanya juga turut menjadi penyebab kemungkinan seorang anak yang dilahirkan kelak akan mengalami stunting.


Sedangkan terkait asupan saat kehamilan dan menyusui, atau saat di mana awal seribu hari pertama bayi sejak dalam kandungan, menjadi penyebab stunting yang penting diperhatikan.

- Asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut hingga setelah kelahiran.

- Ibu menyusui juga harus tercukupi asupan gizinya karena sumber energi dan protein bayi di usia enam bulan bergantung dari ASI. Jadi, jangan buru-buru diet setelah melahirkan ya.

Jika kondisi sejak awal seribu hari pertama sudah seburuk itu, beberapa kondisi berikut ini yang memperparah stunting pada anak.

- Berat badan bayi saat lahir rendah, yaitu kurang dari 2.500 gr. Menurut Kemenkes RI, berat badan bayi baru lahir yang normal adalah 2.500 – 4.000 gr. Hasil penelitian menyatakan, bayi yang memiliki berat lahir rendah cenderung stuting, memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, dan IQ yang lebih rendah.

- Asupan gizi saat anak di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi, baik dari ASI eksklusif, maupun MPASI (makanan pedamping ASI) yang kurang mengandung gizi berkualitas.

- ASI adalah makanan terbaik untuk bayi karena kandungannya baik untuk tumbuh kembang bayi serta mengandung zat untuk kekebalan tubuh dan perlindungan pada sistem pencernaan.

Baca di sini juga ya tentang A-Z ASI: Seputar ASI yang Perlu Diketahui Para Busui

ASI merupakan sumber protein yang berkualitas baik dan dapat memenuhi ¾ kebutuhan protein bayi usia 6-12 bulan. Selain itu ASI juga mengandung hormon pertumbuhan yang bermanfaat bagi bayi.


- Pemberian MPASI yang tidak higienis, diberikan saat anak belum siap, akan menyebabkan infeksi pada anak karena ASI yang dihentikan sebelum usia 2 tahun menyebabkan anak tidak mendapatkan zat kekebalan yang terkandung dalam ASI.

- Beberapa teori mengatakan, stunting disebabkan kurangnya asupan makanan yang mengandung zink zat besi, serta protein ketika anak usia balita.

- Anak yang tidak imunisasi akan rentan terkena infeksi penyakit. Jika sudah demikian, anak akan mengalami perubahan dalam asupan zat gizi karena mengalami muntah atau tidak nafsu makan sehingga terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi. Saat kebutuhan zat gizi anak tidak terpenuhi, anak akan gagal tumbuh yang mengakibatkan stunting.

- Riwayat kesehatan anak yang sering terserang infeksi sejak usia dini.

- Anak mengalami cacingan sehingga asupan makanan yang diserap tubuh berkurang.

Jika melihat semua penyebab itu, terkadang saya merasa bersalah pada Kayyisah. Saya akui, rupanya bukan karena TB saja yang membuat Kayyisah sampai susah makan hingga kurang gizi. Tapi kondisi asupan gizi selama hamil yang terkadang kurang begitu saya perhatikan membuat Kayyisah melalui seribu hari pertamanya dengan kurang baik.

Ditambah lagi sebelum melahirkan, saya sempat sakit. Akhirnya Kayyisah pun lahir di usia kandungan saya yang persis 36 minggu kurang sehari. Berat badannya pun waktu itu hanya 2,49 kilogram.

Sedangkan saat menyusui Kayyisah, saya juga kurang memerhatikan asupan gizi yang saya konsumsi. Hingga bisa dibilang, ASI yang didapat Kayyisah pun waktu itu kurang maksimal.


Akibat Stunting

Selain fakta bahwa stunting adalah kondisi yang tidak bisa diperbaiki secara total jika sudah terjadi pada anak, akibatnya pun rupanya bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Bisa dibilang, efeknya hingga dewasa.

Pada anak-anak, inilah yang akan terjadi jika seorang anak mengalami stunting.

- Kemampuan kognitifnya lemah dan berkurang 10 persen. Anak yang stunting memiliki IQ lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Ia sulit belajar sebagai akibat dari tidak maksimalnya perkembangan otak anak sehingga memengaruhi kemampuan belajar dan mental.

- Anak menjadi mudah lelah dan tidak lincah dibandingkan anak-anak seusianya.

- Lebih berisiko tinggi terkena penyakit infeksi karena daya tahan tubuh yang rendah.

Sedangkan saat ia dewasa, akibat stunting pun masih terus muncul.

- Lebih berisiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, dan yang lainnya.

- Memiliki tingkat produktifitas yang rendah dan sulit bersaing di dalam dunia kerja.

- Stunting bisa menurun (degenerative) ke generasi berikutnya.


Cara Mencegah Stunting:

Jadi buat para orangtua yang berencana punya anak, mohon perhatikan beberapa hal berikut ini ya agar stunting tidak terjadi pada anak yang lahir kelak.


Semoga jika makin banyak orangtua atau calon orangtua yang memerhatikan hal tersebut, kondisi stunting pada anak bisa diminimalisir ya kemunculannya.


Pengukuran Tinggi Badan

Mungkin ada yang bertanya-tanya, sebetulnya cara mengukur tinggi badan anak itu bagaimana sih?

Kalau hasil browsing, saya menemukan dua patokan untuk mengukur tinggi badan anak. Nah, yang berikut ini adalah versi WHO tahun 2007.


Untuk kapan pengukuran tinggi badannya juga ada waktu-waktu tertentu. Untuk bayi yang umurnya kurang dari satu tahun, pengukurannya adalah saat lahir, bulan ke-1, 2, 4, 6, 9, dan 12 dari usia bayi.

Sedang saat umur 1-2 tahun, pengukurannya setiap 3 bulan. Nah, saat umur 3-21 tahun adalah setiap 6 bulan.

Ada juga rumus lain untuk pengukuran tinggi badan anak. Bisa dilihat juga sih di kalkulator IDAI.
Rumus Tinggi Potensi Genetik (TPG) anak saat dewasa (tinggi badan akhir):
TPG Anak laki-laki = ((TB ibu cm + 13 cm) + TB ayah cm) : 2 + 8,5 cm
TPG Anak perempuan = ((TB ayah cm – 13 cm) + TB Ibu cm) : 2 + 8,5 cm

Jadi jika kejadiannya seperti Kayyisah, yang jarang diukur tinggi badannya oleh tenaga kesehatan waktu itu, para orangtua terutama ibu-ibu perlu kritis lho! Pokoknya harus ada catatan ukuran tinggi badan anak. Bisa di dokter anak, posyandu, atau diukur sendiri.

Tenaga kesehatan memang memantau tumbuh kembang anak kita. Tapi sifatnya membantu. Para orangtua lah yang seharusnya detail tahu dan mengamati apa yang terjadi pada tumbuh kembang anaknya masing-masing.


Cara Meminimalisir Akibat Stunting

Mungkin dari tadi banyak yang bertanya-tanya, atau bahkan was-was. Lha kalau anakku kok ternyata memang stunting, bagaimana cara mengatasinya? Apa nggak bisa sama sekali diperbaiki?

Sayangnya, sekali lagi memang tidak bisa total diperbaiki. Kalau yang dari saya baca sih, kondisi stunting pada anak hanya bisa diminimalisir akibatnya.

Jadi kalau sudah ketahuan anaknya kok stunting, segera lakukan hal-hal berikut ini.

- Tetap memberikan makanan yang bergizi tinggi, meskipun efek dari stunting tetap saja membuat pertumbuhan anak tidak dapat maksimal hingga ia dewasa.

- Jika ketahuan sejak dini, segera konsultasi ke dokter anak agar cepat teratasi.

Karena begitu besarnya efek stunting yang akan terjadi pada masa depan anak bahkan pada negara, pemerintah pun sampai turun tangan lho untuk menanganinya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting dari status awal 32,9 persen menjadi 28 persen pada tahun 2019. Untuk pengurangan angka stunting, pemerintah juga telah menetapkan 100 kabupaten prioritas yang akan ditangani di tahap awal dan kemudan 200 kabupaten lainnya.


Lewat BKKBN, pemerintah mengadakan program Kampung KB yang sasarannya adalah pengasuhan orangtua. Eit, jangan dikira kata KB urusannya hanya membuat setiap keluarga hanya punya dua anak saja lho ya!

Kampung KB memiliki layanan teknis mulai dari pos pelayanan terpadu (posyandu), konseling pranikah, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga dan pengasuhan orangtua.


Sasaran utama kampung KB adalah penduduk yang tinggal di wilayah miskin, padat penduduk, kurang memiliki akses kesehatan, terpencil, pesisir, kumuh, dan kesertaan ber-KBnya masih rendah.

BKKBN juga mengadakan program Bina Keluarga Balita (BKB) dengan tujuan meningkatkan kemampuan pengasuhan orangtua dan keluarga anak khususnya anak usia di bawah enam tahun termasuk dari dalam kandungan. Program BKB telah dilaksanakan di 80 ribu kelompok BKB di seluruh Indonesia.




Nah, bu ibu, pak bapak, atau siapapun para calon orangtua, fenomena stunting ini perlu diperhatikan ya sebagai suatu wujud cinta keluarga. Karena kasihan efeknya ke masa depan anak.

Bangsa dan negara Indonesia pun juga akan kena efeknya kalau banyak anak yang kena stunting. Jika sudah demikian, mau sampai kapan negara kita bisa maju jika SDM-nya kurang berkualitas karena mengalami stunting?


Bahan tulisan: 
  - https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/stunting-adalah-anak-pendek/
  - https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/tinggi-anak-sesuai-usia/
  - http://www.idai.or.id/professional-resources/growth-chart/kalkulator-tinggi-potensi-genetik
  - https://www.nutriclub.co.id/kategori/balita/kesehatan/pahami-lebih-lengkap-seputar-stunting-pada-balita/
  - https://schoolofparenting.id/apa-itu-stunting-dan-bagaimana-cara-mencegahnya/
  - https://www.guesehat.com/amp/stunting-itu-apa-sih
  - http://m.republika.co.id/amp_version/p7fr0g282
  - https://m.liputan6.com/health/read/3237611/stunting-bisa-bikin-anak-pendek-dan-bodoh
  - http://m.tribunnews.com/amp/kesehatan/2018/01/23/stunting-dan-gizi-buruk-tantangan-mewujudkan-indonesia-emas-2045?page=2
  - http://rsa.ugm.ac.id/2018/01/cegah-stunting-dengan-mewujudkan-kemandirian-keluarga-dalam-1000-hari-pertama-kehidupan-hpk/
  - https://jpp.go.id/humaniora/kesehatan/317631-kampung-kb-upaya-bkkbn-tekan-angka-stunting
  - http://m.tribunnews.com/amp/nasional/2018/05/02/tahun-2018-bkkbn-susun-strategi-untuk-cegah-stunting
  - https://www.bkkbn.go.id/detailpost/mencegah-stunting-dengan-memperbaiki-pola-asuh-dalam-keluarga


Comments

  1. wah makasih banyak informasinya ini, saya jadi mengerti tentang stunting sekarang

    ReplyDelete
  2. Mba,mau tanya donk..klo anak kurang tidur bs stunting gak ya? Krn anak saya klo tidur malam psti lwt dr jam 11

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau efeknya secara langsung saya kurang tahu ya Mbak. Tapi kalau logikanya gara-gara jam tidur yang seharusnya waktunya tubuh sedang memerbaiki sel-sel di dalamnya, lalu itu tidak terpenuhi, sedangkan anak kecil seharusnya butuh itu untuk tumbuh kembangnya, bisa jadi Mbak. Karena kalau yang saya baca, sebetulnya stunting ini tentang tubuh anak yang kurang nutrisi, atau nutrisi yang masuk ke tubuhnya tidak terserap dengan baik.

      Delete
  3. stunting memang jadi salah satu program Nawacita Pak Jokowi yang harus dituntaskan nih. anak yang sehat tentu berguna bagi perkembangan Indonesia. ayo bantu cegah dan tuntaskan stunting

    ReplyDelete
  4. Istilahnya aku dulu lebih paham malnutrisi. Ini dekat rumah ada kampung KB. Cuma imagenya emang seputar jumlah anak. Padahal ga ya.

    Kek masalah ini kan awalnya dari keluarga juga. Harus banyak yang paham dan tahu sejak awal biar ga kejadian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Hehehe... aku awalnya juga kepikir label KB itu cuma urusan ngatur jumlah anak saja. Ternyata enggak e... :D

      Delete
  5. infonya sangat bermanfaat banget buat aku buat nanti kelak saat berkeluarga. dan juga ada cara-cara untuk meminimalisir stuting, belajar banget nih.. thanks share nya mba

    ReplyDelete
  6. Anak sehat kembali kepada orang tuanya. Banyak anak stunting di daerah saya. Usut punya usut mereka hanya tinggal sama nenek atau saudara

    Ayah tidak ada entah kerja kemana sementara ibunya bekerja jadi TKI ke luar negeri. Jadi anak tidak ada perhatian maksimal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalah... Ini seharusnya bisa jadi perhatian khusus pihak pemerintah setempat ya Mbak. Nggak nyangka efeknya begini... :(

      Delete
  7. Stunting biasanya terjadi emang krn nutrisi anak kurang baik.
    Btw anak2ku tu tumbuhnya ke atas mbak, sukar ke samping, makannya sih banyak. Alhamdulillah yg penting sehat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... sama Mbak. Tu yang di foto, anakku yang pakai baju jilbab biru. Jangkung sendiri dibanding anak sebayanya. Tapi BBnya ya emang nggak seberapa. Yang penting masih di grafik hijau deh. Dan bener itu Mbak, yang penting sehat... :D

      Delete
  8. Tetangga saya masihbada yang kondisi anak-anaknya stunting,, tapi kata mereka itu normal karena sampai usia dua tahun mereka hanya diberi ASI ekslusif tanpa ada tambahan MPASI stelah anak berusia 6 bulan kasihan, hanya karena prestise orangtua ingin beri ASI ekslusif kebutuhan anak akan gizi terbengkalai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pernah dikasih tahu dokter anak di sebuah seminar parenting, Mbak. ASI eksklusif emang wajib sampai umur dua tahun. Tapi dari umur setahun sebaiknya dilengkapi dengan susu tambahan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani.

      Delete
  9. Mencegah stunting emang harus sejak dalam kandungan yaaa,,makanya si bumil wajib banget nih penuhi nutrisi selama hamil.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

ASUS VivoBook Pro F570, Teman Kerja dan Bersenang-senangnya Mom Blogger

Work hard. Play hard. (Kata Wiz Khalifa, yang sudah diyakini banyak orang sebelum Om Wiz bikin lagu tahun 2012)  

Sejak menikah, saya memutuskan tidak lagi bekerja di luar rumah. Pikir saya, enakan melakukan sesuatu yang bisa dikerjakan di rumah saja deh sambil mengurus keluarga.
Awalnya menekuni menjadi penulis cerita anak. Namun seiring waktu, saat melihat banyak teman penulis menekuni dunia blogging, saat banyak majalah anak berguguran tak lagi terbit, akhirnya saya pun mengikuti hembusan angin. Jadi ikut arus deh menjadi blogger.
Baca cerita saya yang lain juga yuk, tentang ASUS Laptopku, Sahabat Bekerja dan Berkaryaku Sejak Dulu

Katanya, blogger seperti saya ini disebutnya mom blogger. Istilah ini dipakai untuk mereka yang berstatus ibu-ibu dan ngeblog. Bahasan blognya kebanyakan seputar pengasuhan anak atau parenting, wanita, atau keluarga.
Seiring waktu saya baru sadar, kalau kerjaan mom blogger ini buntutnya juga bisa menjadi buzzer atau influencer. Jika dulu saat jadi blogger se…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Delapan Kelebihan Honor 8A yang Pantas Dilirik Para Pecinta Musik

Beberapa waktu lalu, Honor mengeluarkan seri terbarunya yaitu Honor 10 Lite dan Honor 8A. Setelah saya pernah membahas Honor 10 Lite di sini, kali ini saya ingin menulis tentang delapan kelebihan Honor 8A yang pantas dilirik para pecinta musik.
Honor yang merupakan brand di bawah Huawei Group ini sengaja mengeluarkan Honor 8A untuk mereka yang mencari pengalaman luar biasa melalui musik dengan satu smartphone.
Menurut Justin Li, Presiden Honor Indonesia, Honor 8A menawarkan pengalaman suara yang luar biasa, yang dapat dinikmati sepanjang hari.
“Bagi mereka yang suka hang out dengan teman-teman yang diiringi musik favorit, HONOR 8A akan menjadi pilihan terbaik bagi mereka. Dan yang lebih penting, Anda bisa mendapatkan semua fitur hebat ini dengan harga terjangkau,” jelas Justin Li.
Sebagai smartphone yang melirik konsumen menengah ke bawah, Honor 8A memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
1. Teknologi pengeras suara yang lebih baik
Memiliki kualitas suara yang luar biasa. Honor 8A memp…

Ingin Punya Usaha Kuliner dengan Sasaran Generasi Milenial? Yuk Ikuti Tips Berikut

Pernah nggak terpikir, ingin punya usaha kuliner untuk generasi milenial. Yap, usaha di bidang kuliner sepertinya saat ini sedang menjadi tren. Hal ini pun tak rupanya juga dilirik oleh para artis.
Namun uniknya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca berita di sebuah situs online tentang tutupnya beberapa usaha kuliner yang dimiliki para artis. Beberapa usaha kuliner artis pun yang kini masih hidup, tak sedikit juga yang sepi pengunjung.
Diam-diam saya lalu mengamati, sepertinya ada lho poin-poin yang jadi syarat kenapa sebuah usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial bisa tetap bertahan lama. Penasaran? Yuk simak tipsnya berikut ini.
1. Menu yang Enak dan Unik
Yang namanya orang jual makanan, tentunya soal rasa adalah urusan nomor satu. Meski makanannya sedang tren, tampilannya bagus sekalipun, tapi kalau rasanya nggak enak, orang pun bisa kapok untuk membelinya lagi.
Nah, jika urusan rasa sudah oke, barulah kita pikirkan apa yang bisa membuat usaha kuliner itu tetap menang dari p…

Cerita tentang Gilang, Anak yang Ber-IQ Paling Tinggi Namun Hampir Tidak Naik Kelas

“Tolonglah Bu, kalau bisa anak ini juga harus naik kelas,” pinta kepala sekolah waktu itu lewat telepon.
Saya sampai harus menarik dan menghembuskan napas dengan berat, seberat keharusan saya mengiyakan permintaan kepala sekolah.
Buat saya justru tidak adil kalau saya menyatakan Gilang, anak yang sedang saya dan kepala sekolah bicarakan itu, untuk bisa naik kelas. Mana bisa saya tidak peduli pada rentetan nilai murid yang saya ampu tersebut, yang sangat banyak tidak memenuhi standar KKM di berbagai mata pelajaran.
Akhirnya pembicaraan telepon itu berakhir dengan pemintaan saya agar masalah ini diangkat saja ke rapat dewan guru. Pikir saya, memang sayalah wali kelas yang mengolah semua nilai dari guru mata pelajaran lain. Tapi naik tidaknya Gilang seharusnya juga tergantung dari para rekan guru.
Di senja itu, saya menggulung memori tentang Gilang, yang saya sembunyikan nama aslinya di tulisan ini. Gilang adalah anak dengan IQ paling tinggi di kelas yang saya pegang waktu itu.
Ada sebuah ke…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Reksa Dana Saham atau Campuran, Mana yang Lebih Untung?

Bagi teman-teman yang sudah kenal dengan investasi reksa dana, dan sudah tahu beberapa macam reksa dana, mungkin bertanya-tanya, reksa dana yang mana ya yang lebih menguntungkan? Atau mungkin jika sudah tahu tapi masih bingung, lalu bertanya, reksa dana saham dan cammpuran, mana yang lebih untung ya?
Sebelum saya bahas, yuk barangkali ada yang ingin baca dulu tentang kenapa sih kita perlu investasi di tulisan saya sebelumnya berjudul Reksa Dana di MAMI,Investasi Mudah untuk Melawan Inflasi.
Jadi pada hari Minggu tanggal 17 Maret lalu, Manulife Asset Management Indonesia kembali mengadakan Kopdar Investarian untuk kali yang ke empat dan terakhir di Surabaya. Tempatnya di OOB Kitchen, Hotel MaxOne Surabaya.
Dalam acara tersebut, saya dan teman-teman dari blogger Surabaya dan sekitarnya, kembali mendapatkan materi edukasi seputar investasi, terutama investasi reksa dana. Seperti biasa, Pak Legowo Kusumonegoro yang merupakan Presdir Manulife Bagian Asset Management sebagai pembicaranya.
Sebe…

Shutterstock, Solusi untuk Penulis yang tidak Bisa Membuat llustrasi Buku

Sebelumnya, saya sendiri kurang begitu mengerti tentang pentingnya Shutterstock sebagai solusi untuk penulis seperti saya yang tidak bisa membuat ilustrasi buku.
Kalau saja saya tahu sejak dulu, tentunya beberapa kejadian seperti yang akan saya ceritakan berikut ini tidak perlu terjadi.
Jadi beberapa tahun lalu, ada sebuah penerbit online yang memberikan tawaran bagi para penulis untuk menerbitkan naskah bukunya secara online. Tak hanya naskah, penulis pun diminta untuk membuat ilustrasi sendiri termasuk urusan cover buku.
Kesempatan itu lalu tak saya sia-siakan. Saya pun kemudian memposting naskah saya tentang kumpulan cerita sewaktu menjadi reporter ke penerbit online tersebut. 

Sayang, buat saya yang tidak bisa membuat ilustrasi, bisa ditebak, hasilnya sungguh tidak memuaskan.

Dan kejadian tuntutan penulis yang perlu membuat ilustrasi bukunya sendiri atau paling tidak bekerja sama dengan pihak ilustrator juga kerap saya temukan infonya.
Seperti beberapa waktu yang lalu, ada peluang terb…