Skip to main content

Tak Usah Mengajak Anak Belajar Pemrograman Kalau Tidak Mau Mereka Punya Kemampuan Berikut Ini



Apa? Anak kecil diajak belajar pemrograman? Memangnya mereka bisa mengerti?

Tos deh kalau ada yang punya pikiran seperti itu. Karena saya pun yang umurnya sudah mau mendekati angka 40 saja masih berpikir kalau pemrograman adalah hal yang njelimet.

Tapi eh tapi, saat saya baca di internet, ternyata di China sana malah anak pra usia sekolah sudah mulai belajar pemrograman segala lho. Lalu saya mikir, kayaknya memang setiap anak kecil itu aslinya punya kemampuan super ya untuk belajar dengan sendirinya. Apalagi kids zaman now yang bisa dengan cepat mengenal teknologi.

Sebuah startup di Shanghai China mengajak anak-anak bermain koding video game. Sumber foto: newswire dot com

Anggapan ini terbersit saat saya melihat fenomena anak dan keponakan saya yang lincah memainkan hp zaman sekarang. Sementara ayah saya, masih nggak kunjung mengerti dan terus bertahan dengan menggunakan hpnya yang tak berlabel smart phone.

Lalu saya sendiri suka heran dengan kemampuan keponakan saat main minecraft. Sementara saya yang kadang suka melabeli diri sebagai ibu bangsa masa kini karena merasa udah bisa ngulik blogspot yang rumitnya pakai html, melihat keponakan saya asyik main minecraft, lha kok cuma bisa melongo.

Jadi yuk kita ngobrolin, memang apa sih pentingnya ngajak anak zaman sekarang buat belajar pemrograman?

Pemrograman Sebagai Kegiatan yang Bisa Ditekuni Anak-anak


Simpelnya kalau buat saya, pemrograman itu bahasa komputer yang mencampur penggunaan huruf, angka, tanda baca dan simbol. Tentunya nggak bisa terbaca seperti kalau kita membaca tulisan yang sedang dibaca ini.

Contoh bahasa pemrograman. Sumber foto: Pixabay

Kalau versi Wikipedia sendiri, pemrograman itu artinya proses menulis, menguji dan memerbaiki, serta memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Rangkaian kode yang ditulis itulah yang jadi bahasa pemrograman.

Karena pemrograman inilah, kita sekarang jadi kenal yang namanya komputer sampai laptop, hp, games, atau robot. Kesemua kecanggihan teknologi itu dibuat dengan tujuan mulai dari untuk memudahkan aktivitas sehari-hari sampai urusan hiburan.

Cuma di sisi lain, saat ini memang ada fenomena orang tua yang memiliki kebijakan untuk tidak mengenalkan anak terlebih dahulu dengan teknologi terutama gadget. Anak hanya bisa bersentuhan seperlunya saja dengan laptop atau hp. Harapannya agar anak tidak kecanduan.

Sebetulnya nggak ada yang salah sih dengan kebijakan tersebut. Tapi jika anak memang terlihat tertarik dengan teknologi, bisa lho kita arahkan ke kegiatan yang lebih positif.

Misalnya anak suka main games. Yang namanya sampai kecanduan emang bahaya juga ya. Nah, diarahkan saja untuk belajar pemrograman. Anak tidak sekedar jadi pemain, tapi jadi pencipta games.

Kegiatan pemrograman yang ditekuni anak sejak kecil ini bisa dibilang mengenalkan pada anak tentang sesuatu yang bisa mereka tekuni. Bisa sebagai hobi, ataupun profesi masa depan.

Kemampuan yang Bisa Didapat Anak Saat Belajar Pemrograman


Dulu, almarhum Steve Jobs pernah berujar. “Semua orang seharusnya belajar bagaimana memprogram komputer. Itu karena pemrograman dapat membantu pola pikir.”

Demikian juga Mark Zukerberg pernah menyarankan hal senada. Menurutnya, semua orang yang memiliki saudara atau sepupu yang ingin masuk sekolah menengah atas atau jenjang kuliah, sebaiknya mulai belajar pemrograman komputer.


Bukan tanpa alasan tokoh dunia di balik kesuksesan Apple dan Facebook itu menyarankan hal tersebut. Karena ternyata, ada beberapa kemampuan yang bisa dikembangkan anak-anak saat belajar pemrograman.

1. Berpikir secara kreatif dan imajinatif

Di kegiatan pemrograman, anak bisa diajak membuat permainan atau aplikasi dalam hp, atau membuat permainan sederhana berdasarkan gambar yang dibuat.

Bisa dibilang, pemrograman itu kegiatan yang bisa membuat anak-anak mewujudkan apapun. Karena itu, mereka dituntut untuk bisa sekreatif dan seimajinatif mugkin yang nantinya akan diwujudkan dalam kegiatan pemrograman.

Uniknya, pemrograman ini bisa ditekuni untuk anak-anak yang suka apapun lho. Mau yang dasarnya sukanya main masak-masakan sampai mobil-mobilan. Mau yang tokoh idolanya My Little Pony sampai Ultraman. Karena di aplikasi games saja, kan ada tuh permainan untuk anak-anak dengan versi dan genre apapun.

2. Mengasah kemampuan logika anak

Saya teringat status Facebook seorang teman yang melatih kemampuan logika sebab akibat pada anaknya sejak dini. Menurutnya hal itu akan membimbing dia untuk berpikir dan bersikap saat kelak dewasa dan menjadi kontrol untuk dirinya sendiri.

Nah, kegiatan pemrograman pun bisa melatih anak untuk belajar logika. Saat membuat bahasa pemrograman, anak akan dilatih untuk membuat kalimat bahasa pemrograman tertentu dengan hasil yang akan berbeda jika ia membuat bahasa pemrograman lain.

Bahasa pemrograman juga memancing logika anak untuk menyelesaikan masalah pemrograman. Sehingga, anak jadi terlatih berpikir apa masalahnya dan apa solusi bahasa pemrograman yang harus ia buat.

3. Anak belajar teliti dan sabar

Bayangkan apa yang terjadi jika dalam membuat bahasa pemrograman, seorang anak kurang membubuhkan tanda ‘>’ saja di bagian akhir. Perintah tidak akan berjalan. Dan jika itu terjadi, anak harus mau meneliti ulang apa yang kurang dari bahasa pemrogramannya.

Tentunya, hal seperti ini butuh kesabaran atau ketekunan. Dan menurut saya sih, ini hal yang keren banget untuk dibiasakan pada anak-anak. Kalau dia tidak sabar, ya hasilnya pun tidak bisa dia dapatkan.

Anak yang terbiasa belajar tekun dan sabar juga berpeluang belajar banyak hal. Saat seorang anak menemukan masalah dalam bahasa pemrograman, ia akan belajar banyak hal lagi sehingga kemampuan pemrogramannya pun bisa makin meningkat.

4. Membiasakan anak untuk berkarya

Saat anak belajar pemrograman, mereka diarahkan untuk menciptakan sesuatu. Games atau robot misalnya. Tentunya akan jadi kebanggaan untuk mereka.

Dari titik inilah, mereka dimotivasi dan termotivasi untuk terus berkarya. Dari yang saya pernah tahu, pemrograman itu bisa membuat orang penasaran. Meski sudah mencapai hasil tertentu, rasanya ingin menciptakan yang lain lagi.

Belajar Pemrograman di DUMET School


Di beberapa negara, sudah banyak orang tua yang sadar pentingnya mengenalkan kegiatan pemrograman pada anak-anaknya. Bahkan, beberapa negara seperti Inggris, Australia, Singapura, sudah berpikir pentingnya pemorgraman untuk masuk ke dalam bagian dari kurikulum sekolah.

Untuk di Indonesia sendiri, saat ini perkembangan kegiatan pemrograman bagi anak-anak masih banyak dilakukan oleh beberapa lembaga pendidikan kursus. Misalnya di DUMET School.

Jadi, DUMET School ini punya kursus pemrograman komputer khusus untuk anak usia 6 hingga 12 tahun. Lokasi kursusnya di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok.

Anak-anak yang ikut kursus ini nantinya bisa belajar beberapa hal nih. Di antaranya:

1. Membuat game interaktif
2. Dasar-dasar bagaimana sebuah program, atau game bisa berjalan menggunakan baris kode
3. Melatih cara berpikir anak agar lebih terstruktur

Yang didapat setelah mendaftar kursus pemrograman di DUMET School. Sumber: web DUMET School

Dengan perkiraan waktu kursus selama dua minggu hingga satu bulan dan sampai bisa, nantinya anak-anak diharapkan bisa memiliki kemampuan seperti ini:

1. Bisa membuat hasil karya game sederhana sendiri. Jelas keren nih kalau anak kita sampai bisa bikin game sendiri.

2. Dapat lebih mudah menguasai bahasa program lain karena berbagai bahasa program pasti punya konsep yang sama.

Kelebihan yang didapat jika belajar di DUMET School

Tuh, bisa kayak gitu kan kerennya kalau anak-anak belajar pemrograman. Karena itu, ada baiknya memang kegiatan pemrograman ini dikenalkan ke anak sejak dini. Tidak hanya urusannya mengenalkan tekonologi pada anak, tapi ternyata ada nilai positif yang bisa diraih untuk kemampuan dan tumbuh kembang anak.

Masih nggak mau ngajak anak belajar pemrograman? Ya… jangan gigit jari saja jika di kemudian hari anak-anak akhirnya kurang memiliki kemampuan yang tadi sudah kita obrolin.

Hp zaman sekarang saja levelnya sudah pakai kata smart, lho. Jadi calon generasi penentu masa depan kemajuan teknologi pun harus mulai terbiasa juga dengan kegiatan yang smart. Salah satunya ya dengan kegiatan teknologi pemrograman.

Comments

  1. pemrograman ini emang harus dikuasai ya karena semakin maju teknologi semakin harus banyak juga skill seputar ini.

    ReplyDelete
  2. wah...dumet school keren ya, bicara masalah pemograman kalau say pribadi emang nggak bisa...hahaha pusing. kadang saya serahkan pada ahlinya saja...

    ReplyDelete
  3. Ingat tahun lalu ngemsi ada sesi acara ini. Seru banget aku liatnya. Senang liat anak anak kreatif

    ReplyDelete
  4. Dumet school ini banyak program edukasi dan fasilitas ya mba, saya sering denger dari orangtua murid smp-sma yg pingin anaknya belajar di sana 😊

    ReplyDelete
  5. luar biasa banget. dari kecil sudah diajarkan ilmu yang dahsyat. terkadang kalau memang sudah dibiasakan sejak kecil semuanya kana terasa mudah saat dewasa nanti. pantesan udah pinter pinter ya

    ReplyDelete
  6. Saat baca judulnya saya mikir mbak, pemrograman . Jujur sy agak binggung apa bisa anak kecil kita latih seperti program komputer gitu? Ternyata pas baca detail sy jd paham maksud pemprogramannya bagaimana .. Krn sy blm pny anak, sy coba ke ponakan dulu ya caranya

    ReplyDelete
  7. Sebenarnya setiap anak itu unik dan memiliki bakat masing-masing ya. Itulah kenapa setiap anak istimewa

    ReplyDelete
  8. kalau semenjak dini sudah diajarkan pemrograman, ini menjadi bibit unggul nantinya di masa depan, karena teknologi akan selalu berkembang

    ReplyDelete
  9. Mbak, usia berapa anak2 udah bisa ikutan ya? Aku pengen anakku belajar jg, dia kyknya tertarik kalau liat bapaknya ngoding. Masalahnya dia msh 6 tahun dan tentu aja msh blm terlalu bisa baca :D
    Apa bisa ya?
    Ntr liat web Dumet school ah TFS :D

    ReplyDelete
  10. Setuju bangat, belajar pembrograman itu melatih tingkat kesabaran dan ketelitian tinggi, karena salah satu simbol saja bisa salah maka bisa error tuh program. Tapi klo ada anak kecil yang suka pemrograman itu keren sih.

    ReplyDelete
  11. Wadaw, apa nggak njlimet ngajarinnya ya, lha wong anak-anak pra sekolah belum bisa baca. Tapi kalau metodenya dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak suka, sepertinya bisa dicoba..

    ReplyDelete
  12. Wah dari dulu ngikutin artikel-artikel soal Dumet School. Cukup ngiler pengen ikutan. Sampe sekarang ada program untuk anak-anaknya.. GOKIL!

    Maju terus DUMET SCHOOL!

    ReplyDelete
  13. Malah saya pengen anak belajar pemrograman sejak dini biar nggak kudet kayak emaknya, cabang Dumet belum ada di kota kecil ya

    ReplyDelete
  14. Anakku sepertinya ada bakat tentang coding, dia tipe yang suka mengamati dan mencoba sesuatu yang rumit, tapi saya belum arahkan ke pembelajaran coding seperti ini.. melatih fokus dan kecerdasan juga ya coding ini

    ReplyDelete
  15. Yang pasti belajar pemrograman itu belajar teliti dan sabar. Kalau belajar pemrograman untuk anak-anak di lain sisi setuju, di lainnya lagi perlu dipertimbangkan apakah si anak senang atau engga dengan dunia pemrograman. Karena yang kutahu pemrograman itu susah kalau gak suka dan dipaksa, tapi bakal jadi sangat mudah kalau itu bakatnya. Tentunya belajar sejak dini tentang pemrograman sangatlah baik melatih otak dan mental anak.

    ReplyDelete
  16. Keren banget sekolahnya ...Duhh aku poning banget sama coding ..liatnya udah puyeng haha.

    ReplyDelete
  17. Ketelitian dan kesabaran itu pasti dimiliki programmer...

    Lah...orang kita suka utak Atiktemplate aja..hilang satu huruf bloghadi gak tampil ., Bingung kok..hahahah

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Sepeda Hias Putri

Sudah bulan Juli nih, dan sebentar lagi waktunya Agustusan. Tentunya banyak orang ingat, bulan depan waktunya perayaan kemerdekaan Indonesia yang biasanya dimeriahkan dengan berbagai lomba bertema menyenangkan dan menghibur.
Jika ingat Agustusan, saya jadi ingat pengalaman waktu SD saat menghadapi lomba sepeda hias untuk peringatan kemerdekaan. Jadi meski saat itu belum diumumkan siapa yang akan mewakili sekolah untuk ikut lomba sepeda hias, saya sudah semangat duluan tuh memikirkan nantinya sepeda hias saya akan seperti apa, dan menyiapkan hiasan-hiasan yang akan saya pakai di sepeda.
Alhamdulillah, untungnya bu guru di sekolah kok waktu itu ikut menyebut nama saya untuk mewakili lomba sepeda hias. Coba kalau enggak? Wah, rugi dong usaha saya yang terlanjur bela-beli ini-itu untuk menghias sepeda.
Cerita anak berikut inilah sebagian besar isinya based on true story cerita saya tersebut. Yang menyenangkan, cerpen ini pun pernah dimuat di halaman Kompas Anak tanggal 29 Mei 2011.
Selamat me…

Insto Dry Eyes yang Bikin Selamat Tinggal Mata Kering, Mengajar pun Jadi Nggak Garing

Sebagai guru, bisa jadi, urusan mengajar itu tidaklah mudah. Guru tak hanya dituntut untuk bisa menyampaikan materi. Akan tetapi, seorang guru juga harus bisa membuat siswa menyerap materi dengan baik. Tentunya, dengan cara yang menyenangkan.
Namun, apa jadinya coba kalau gurunya garing banget ngajarnya? Sudah begitu, sikapnya di kelas nggak enak banget dilihat. Dijamin, siswa bisa boring atau mungkin malah jadi illfeel.
Untuk bisa melakukannya, pastinya dibutuhkan kondisi tubuh dengan stamina yang prima. Salah satunya adalah urusan mata, organ penting yang ada pada tubuh manusia.
Sayangnya, ada beberapa kondisi yang kalau menurut saya pribadi nih, terkadang jadi penyebab membuat mata saya merasa tidak nyaman. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. AC
Kelas dengan AC bisa membuat guru dan murid merasa nyaman. Tidak ada lagi kata kegerahan yang bisa mengganggu proses belajar mengajar.
Namun sayangnya, jam mengajar saya yang cukup banyak selama seminggu, membuat saya harus sering berada di …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…