Skip to main content

Tak Usah Mengajak Anak Belajar Pemrograman Kalau Tidak Mau Mereka Punya Kemampuan Berikut Ini



Apa? Anak kecil diajak belajar pemrograman? Memangnya mereka bisa mengerti?

Tos deh kalau ada yang punya pikiran seperti itu. Karena saya pun yang umurnya sudah mau mendekati angka 40 saja masih berpikir kalau pemrograman adalah hal yang njelimet.

Tapi eh tapi, saat saya baca di internet, ternyata di China sana malah anak pra usia sekolah sudah mulai belajar pemrograman segala lho. Lalu saya mikir, kayaknya memang setiap anak kecil itu aslinya punya kemampuan super ya untuk belajar dengan sendirinya. Apalagi kids zaman now yang bisa dengan cepat mengenal teknologi.

Sebuah startup di Shanghai China mengajak anak-anak bermain koding video game. Sumber foto: newswire dot com

Anggapan ini terbersit saat saya melihat fenomena anak dan keponakan saya yang lincah memainkan hp zaman sekarang. Sementara ayah saya, masih nggak kunjung mengerti dan terus bertahan dengan menggunakan hpnya yang tak berlabel smart phone.

Lalu saya sendiri suka heran dengan kemampuan keponakan saat main minecraft. Sementara saya yang kadang suka melabeli diri sebagai ibu bangsa masa kini karena merasa udah bisa ngulik blogspot yang rumitnya pakai html, melihat keponakan saya asyik main minecraft, lha kok cuma bisa melongo.

Jadi yuk kita ngobrolin, memang apa sih pentingnya ngajak anak zaman sekarang buat belajar pemrograman?

Pemrograman Sebagai Kegiatan yang Bisa Ditekuni Anak-anak


Simpelnya kalau buat saya, pemrograman itu bahasa komputer yang mencampur penggunaan huruf, angka, tanda baca dan simbol. Tentunya nggak bisa terbaca seperti kalau kita membaca tulisan yang sedang dibaca ini.

Contoh bahasa pemrograman. Sumber foto: Pixabay

Kalau versi Wikipedia sendiri, pemrograman itu artinya proses menulis, menguji dan memerbaiki, serta memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Rangkaian kode yang ditulis itulah yang jadi bahasa pemrograman.

Karena pemrograman inilah, kita sekarang jadi kenal yang namanya komputer sampai laptop, hp, games, atau robot. Kesemua kecanggihan teknologi itu dibuat dengan tujuan mulai dari untuk memudahkan aktivitas sehari-hari sampai urusan hiburan.

Cuma di sisi lain, saat ini memang ada fenomena orang tua yang memiliki kebijakan untuk tidak mengenalkan anak terlebih dahulu dengan teknologi terutama gadget. Anak hanya bisa bersentuhan seperlunya saja dengan laptop atau hp. Harapannya agar anak tidak kecanduan.

Sebetulnya nggak ada yang salah sih dengan kebijakan tersebut. Tapi jika anak memang terlihat tertarik dengan teknologi, bisa lho kita arahkan ke kegiatan yang lebih positif.

Misalnya anak suka main games. Yang namanya sampai kecanduan emang bahaya juga ya. Nah, diarahkan saja untuk belajar pemrograman. Anak tidak sekedar jadi pemain, tapi jadi pencipta games.

Kegiatan pemrograman yang ditekuni anak sejak kecil ini bisa dibilang mengenalkan pada anak tentang sesuatu yang bisa mereka tekuni. Bisa sebagai hobi, ataupun profesi masa depan.

Kemampuan yang Bisa Didapat Anak Saat Belajar Pemrograman


Dulu, almarhum Steve Jobs pernah berujar. “Semua orang seharusnya belajar bagaimana memprogram komputer. Itu karena pemrograman dapat membantu pola pikir.”

Demikian juga Mark Zukerberg pernah menyarankan hal senada. Menurutnya, semua orang yang memiliki saudara atau sepupu yang ingin masuk sekolah menengah atas atau jenjang kuliah, sebaiknya mulai belajar pemrograman komputer.


Bukan tanpa alasan tokoh dunia di balik kesuksesan Apple dan Facebook itu menyarankan hal tersebut. Karena ternyata, ada beberapa kemampuan yang bisa dikembangkan anak-anak saat belajar pemrograman.

1. Berpikir secara kreatif dan imajinatif

Di kegiatan pemrograman, anak bisa diajak membuat permainan atau aplikasi dalam hp, atau membuat permainan sederhana berdasarkan gambar yang dibuat.

Bisa dibilang, pemrograman itu kegiatan yang bisa membuat anak-anak mewujudkan apapun. Karena itu, mereka dituntut untuk bisa sekreatif dan seimajinatif mugkin yang nantinya akan diwujudkan dalam kegiatan pemrograman.

Uniknya, pemrograman ini bisa ditekuni untuk anak-anak yang suka apapun lho. Mau yang dasarnya sukanya main masak-masakan sampai mobil-mobilan. Mau yang tokoh idolanya My Little Pony sampai Ultraman. Karena di aplikasi games saja, kan ada tuh permainan untuk anak-anak dengan versi dan genre apapun.

2. Mengasah kemampuan logika anak

Saya teringat status Facebook seorang teman yang melatih kemampuan logika sebab akibat pada anaknya sejak dini. Menurutnya hal itu akan membimbing dia untuk berpikir dan bersikap saat kelak dewasa dan menjadi kontrol untuk dirinya sendiri.

Nah, kegiatan pemrograman pun bisa melatih anak untuk belajar logika. Saat membuat bahasa pemrograman, anak akan dilatih untuk membuat kalimat bahasa pemrograman tertentu dengan hasil yang akan berbeda jika ia membuat bahasa pemrograman lain.

Bahasa pemrograman juga memancing logika anak untuk menyelesaikan masalah pemrograman. Sehingga, anak jadi terlatih berpikir apa masalahnya dan apa solusi bahasa pemrograman yang harus ia buat.

3. Anak belajar teliti dan sabar

Bayangkan apa yang terjadi jika dalam membuat bahasa pemrograman, seorang anak kurang membubuhkan tanda ‘>’ saja di bagian akhir. Perintah tidak akan berjalan. Dan jika itu terjadi, anak harus mau meneliti ulang apa yang kurang dari bahasa pemrogramannya.

Tentunya, hal seperti ini butuh kesabaran atau ketekunan. Dan menurut saya sih, ini hal yang keren banget untuk dibiasakan pada anak-anak. Kalau dia tidak sabar, ya hasilnya pun tidak bisa dia dapatkan.

Anak yang terbiasa belajar tekun dan sabar juga berpeluang belajar banyak hal. Saat seorang anak menemukan masalah dalam bahasa pemrograman, ia akan belajar banyak hal lagi sehingga kemampuan pemrogramannya pun bisa makin meningkat.

4. Membiasakan anak untuk berkarya

Saat anak belajar pemrograman, mereka diarahkan untuk menciptakan sesuatu. Games atau robot misalnya. Tentunya akan jadi kebanggaan untuk mereka.

Dari titik inilah, mereka dimotivasi dan termotivasi untuk terus berkarya. Dari yang saya pernah tahu, pemrograman itu bisa membuat orang penasaran. Meski sudah mencapai hasil tertentu, rasanya ingin menciptakan yang lain lagi.

Belajar Pemrograman di DUMET School


Di beberapa negara, sudah banyak orang tua yang sadar pentingnya mengenalkan kegiatan pemrograman pada anak-anaknya. Bahkan, beberapa negara seperti Inggris, Australia, Singapura, sudah berpikir pentingnya pemorgraman untuk masuk ke dalam bagian dari kurikulum sekolah.

Untuk di Indonesia sendiri, saat ini perkembangan kegiatan pemrograman bagi anak-anak masih banyak dilakukan oleh beberapa lembaga pendidikan kursus. Misalnya di DUMET School.

Jadi, DUMET School ini punya kursus pemrograman komputer khusus untuk anak usia 6 hingga 12 tahun. Lokasi kursusnya di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok.

Anak-anak yang ikut kursus ini nantinya bisa belajar beberapa hal nih. Di antaranya:

1. Membuat game interaktif
2. Dasar-dasar bagaimana sebuah program, atau game bisa berjalan menggunakan baris kode
3. Melatih cara berpikir anak agar lebih terstruktur

Yang didapat setelah mendaftar kursus pemrograman di DUMET School. Sumber: web DUMET School

Dengan perkiraan waktu kursus selama dua minggu hingga satu bulan dan sampai bisa, nantinya anak-anak diharapkan bisa memiliki kemampuan seperti ini:

1. Bisa membuat hasil karya game sederhana sendiri. Jelas keren nih kalau anak kita sampai bisa bikin game sendiri.

2. Dapat lebih mudah menguasai bahasa program lain karena berbagai bahasa program pasti punya konsep yang sama.

Kelebihan yang didapat jika belajar di DUMET School

Tuh, bisa kayak gitu kan kerennya kalau anak-anak belajar pemrograman. Karena itu, ada baiknya memang kegiatan pemrograman ini dikenalkan ke anak sejak dini. Tidak hanya urusannya mengenalkan tekonologi pada anak, tapi ternyata ada nilai positif yang bisa diraih untuk kemampuan dan tumbuh kembang anak.

Masih nggak mau ngajak anak belajar pemrograman? Ya… jangan gigit jari saja jika di kemudian hari anak-anak akhirnya kurang memiliki kemampuan yang tadi sudah kita obrolin.

Hp zaman sekarang saja levelnya sudah pakai kata smart, lho. Jadi calon generasi penentu masa depan kemajuan teknologi pun harus mulai terbiasa juga dengan kegiatan yang smart. Salah satunya ya dengan kegiatan teknologi pemrograman.

Comments

  1. pemrograman ini emang harus dikuasai ya karena semakin maju teknologi semakin harus banyak juga skill seputar ini.

    ReplyDelete
  2. wah...dumet school keren ya, bicara masalah pemograman kalau say pribadi emang nggak bisa...hahaha pusing. kadang saya serahkan pada ahlinya saja...

    ReplyDelete
  3. Ingat tahun lalu ngemsi ada sesi acara ini. Seru banget aku liatnya. Senang liat anak anak kreatif

    ReplyDelete
  4. Dumet school ini banyak program edukasi dan fasilitas ya mba, saya sering denger dari orangtua murid smp-sma yg pingin anaknya belajar di sana 😊

    ReplyDelete
  5. luar biasa banget. dari kecil sudah diajarkan ilmu yang dahsyat. terkadang kalau memang sudah dibiasakan sejak kecil semuanya kana terasa mudah saat dewasa nanti. pantesan udah pinter pinter ya

    ReplyDelete
  6. Saat baca judulnya saya mikir mbak, pemrograman . Jujur sy agak binggung apa bisa anak kecil kita latih seperti program komputer gitu? Ternyata pas baca detail sy jd paham maksud pemprogramannya bagaimana .. Krn sy blm pny anak, sy coba ke ponakan dulu ya caranya

    ReplyDelete
  7. Sebenarnya setiap anak itu unik dan memiliki bakat masing-masing ya. Itulah kenapa setiap anak istimewa

    ReplyDelete
  8. kalau semenjak dini sudah diajarkan pemrograman, ini menjadi bibit unggul nantinya di masa depan, karena teknologi akan selalu berkembang

    ReplyDelete
  9. Mbak, usia berapa anak2 udah bisa ikutan ya? Aku pengen anakku belajar jg, dia kyknya tertarik kalau liat bapaknya ngoding. Masalahnya dia msh 6 tahun dan tentu aja msh blm terlalu bisa baca :D
    Apa bisa ya?
    Ntr liat web Dumet school ah TFS :D

    ReplyDelete
  10. Setuju bangat, belajar pembrograman itu melatih tingkat kesabaran dan ketelitian tinggi, karena salah satu simbol saja bisa salah maka bisa error tuh program. Tapi klo ada anak kecil yang suka pemrograman itu keren sih.

    ReplyDelete
  11. Wadaw, apa nggak njlimet ngajarinnya ya, lha wong anak-anak pra sekolah belum bisa baca. Tapi kalau metodenya dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak suka, sepertinya bisa dicoba..

    ReplyDelete
  12. Wah dari dulu ngikutin artikel-artikel soal Dumet School. Cukup ngiler pengen ikutan. Sampe sekarang ada program untuk anak-anaknya.. GOKIL!

    Maju terus DUMET SCHOOL!

    ReplyDelete
  13. Malah saya pengen anak belajar pemrograman sejak dini biar nggak kudet kayak emaknya, cabang Dumet belum ada di kota kecil ya

    ReplyDelete
  14. Anakku sepertinya ada bakat tentang coding, dia tipe yang suka mengamati dan mencoba sesuatu yang rumit, tapi saya belum arahkan ke pembelajaran coding seperti ini.. melatih fokus dan kecerdasan juga ya coding ini

    ReplyDelete
  15. Yang pasti belajar pemrograman itu belajar teliti dan sabar. Kalau belajar pemrograman untuk anak-anak di lain sisi setuju, di lainnya lagi perlu dipertimbangkan apakah si anak senang atau engga dengan dunia pemrograman. Karena yang kutahu pemrograman itu susah kalau gak suka dan dipaksa, tapi bakal jadi sangat mudah kalau itu bakatnya. Tentunya belajar sejak dini tentang pemrograman sangatlah baik melatih otak dan mental anak.

    ReplyDelete
  16. Keren banget sekolahnya ...Duhh aku poning banget sama coding ..liatnya udah puyeng haha.

    ReplyDelete
  17. Ketelitian dan kesabaran itu pasti dimiliki programmer...

    Lah...orang kita suka utak Atiktemplate aja..hilang satu huruf bloghadi gak tampil ., Bingung kok..hahahah

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Dialah Anakku, Anak Indonesia Sehat yang Pernah Terancam Mengalami Stunting

“Berapa tingginya tadi?” tanya Bu Bidan Posyandu ke Bu RW yang sudah mengukur dan mencatat tinggi Kayyisah sebelumnya.
Angka 103 lalu keluar dari jawaban Bu RW. “Tinggi ya anaknya,” komentar Bu Bidan Posyandu.
Aku tersenyum kecil mendengarnya. Ada perasaan lega mendengar kata-kata itu. Karena di balik tinggi badan Kayyisah yang sekarang berusia dua tahun sembilan bulan, ada sebuah masa saat anakku itu pernah dikomentari hampir gagal tumbuh kembang oleh seorang dokter anak.
Dulu sewaktu Kayyisah usia dua tahun dua bulan, saat ia baru ketahuan menderita TB dua bulan sebelumnya, aku dan suami pergi mengantar Kayyisah untuk mengambil obat TB di dokter anak langganan.
Ternyata dokter yang sedang bertugas saat itu bukan dokter yang biasanya. Saat melihat Kayyisah dan setelah tahu berapa usia anakku, ia mengerutkan alis dari balik kaca matanya dan menatap Kayyisah seakan tidak percaya.
“Kecil banget anaknya! Ayo coba, tidurin lagi di atas kasur. Saya mau ukur lagi semuanya,” seru dokter tersebut …

Membersihkan Luka Si Kecil Nggak Pakai Perih dengan Hansaplast Spray Antiseptik

Gimana caranya membersihkan luka si kecil nggak pakai perih? Ni kayaknya jadi pertanyaan banyak para ibu lah ya. Terutama yang punya anak dengan karakter aktif, suka banyak gerak.
Saya sendiri merasakannya. Kayyisah anak saya itu, masuk kategori anak yang jarang mau diam. Jadi biar katanya anak aktif itu tanda pintar, ya sudah lah ya, memang harus dibiarin sambil dipantau keaktifannya.
Cuma uniknya, Kayyisah ini kalau terluka, jarang banget mau langsung ngomong. Kecuali kalau sayanya sebagai ibunya langsung tahu. Akibatnya, lukanya yang telat ketahuan itu malah bikin proses penyembuhan nggak bisa cepat.
Belum lagi kalau sudah luka, masalah lainnya ya rasa sakit yang muncul. Iya sih, Kayyisah memang tipe anak yang kuat menahan sakit. Tapi tetap saja, kalau pas mandi, dianya baru mulai keluar reaksi kesakitannya. Akhirnya saat dirawat lukanya, jadi ada tantangan tersendiri deh!
Apalagi kalau kena obat yang malah bikin dia kesakitan. Mau nggak diobatin kok ya entar gimana sembuhnya. Diobat…

Nilai KKM, karena Tiap Anak Punya Kecerdasan yang Berbeda

Buat para orangtua, adakah yang sering kepikiran bagaimana caranya agar anaknya harus dapat nilai bagus? Adakah yang sampai pusing waktu tahu anaknya kok dapat nilai jelek?
Kalau ada yang punya pikiran kayak gitu, yuk, saya kenalin sama yang namanya nilai KKM.
Buat yang belum kenal sih. Tapi kalau sudah kenal juga nggak apa-apa kok kalau kenalan lagi *maksa
KKM apaan sih?
KKM itu singkatan dari Kriteria Ketuntasan Minimal. Nah, udah ada gambaran kan arah pembicaraan saya akan ke mana?
Tapi, sebelumnya saya ceritain pengalaman saya dulu ya waktu ngajar. Jadi kalau urusan nilai anak jelek, sebetulnya yang lieur juga gurunya lho. Malah seringnya, anaknya nyantai kayak di pantai, gurunya yang ngos-ngosan kayak naik gunung menanjak dan berjurang.
Pasalnya, tiap guru sudah membuat standar nilai KKM sejak awal semester. Terus dituntut untuk melaporkan hasil akademik anak didiknya yang standar terendahnya adalah nilai KKM. Dengan waktu yang seringnya pendek, nilai anak didiknya harus berstandar KK…