Skip to main content

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Anak telat bicara


Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?

Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.

Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.


Tahap usia 0-1 tahun

Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.

Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.


Tahap usia 1-2 tahun

Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.

Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa bagian lagu.

Di usia ini, anak biasanya juga sudah bisa menyebut nama panggilan orangtuanya atau orang yang biasanya dekat dengannya.

Hihi, nah anak saya justru di awal-awal kemampuan bicaranya, dia sudah bisa sangat jelas menyebut kata ‘mbah’. Sementara memanggil orangtuanya, dia belum bisa.

Baru di usianya sekitar dua setengah tahun lebih dia bisa memanggil abi dan mamak. Kata umi malah susah dia ucapkan. *sigh


Tahap usia 2-3 tahun

Nah, kalau di usia ini, kemampuan bicara anak sudah bisa bertambah. Ia bisa bicara untuk memenuhi kebutuhannya sendiri atau menyampaikan keinginannya.

Bahkan, anak di usia ini juga sudah bisa meniru ucapan orang lain yang terdengar olehnya.


Buat yang sebentar lagi punya anak atau sedang di usia tiga tahap itu, ada beberapa hal nih yang perlu diperhatikan agar anak atau bayi tidak telat bicara.

1. Beri makanan yang bergizi

Kalau poin yang ini jelas ya. Agar tumbuh kembang anak sesuai tahapan pada umumnya, ia perlu mendapatkan asupan makanan yang bergizi.

2. Ajak bicara sejak dalam kandungan

Bayi yang sedang berada dalam kandungan, sebenarnya sudah bisa mengalami proses untuk belajar bicara.

Jadi para orangtua sekalian perlu memerhatikan dan menjaga ucapan lho saat sedang mengandung.

Terutama saat usia kandungan tiga hingga empat bulan. Karena si dedek bayi di usia kandungan tersebut sudah bisa mendengar.  Ia pun sudah mulai bisa dirangsang untuk diajak berkomunikasi.

Yang saya pernah baca dari statusnya Mbak Watiek Ideo, ia sudah biasa mengajak anaknya bercerita atau mendengarkan Mbak Watiek membacakan buku cerita sejak ia mengandung.

Tak hanya anak akhirnya biasa mengenal kata dan bicara, cara ini menurutnya juga akan bermanfaat kelak agar anak suka membaca, lho!

Ngobrol sama anak yang masih dalam kandungan, nggak apa-apa dan nggak usah malu sampai diketawain orang.

Yang penting, para orangtua sudah mulai membelajari anak untuk mahir berbicara nantinya.

3. Sering bisiki anak di telinga kanannya

Oh iya, anak di usia satu tahun sebetulnya juga sudah bisa menguasai lima kata.

Tapi agar kemampuan bicaranya makin terstimulus, harus ada beberapa hal yang dilakukan.

Caranya, dengan sering membisiki anak di telinga kanannya. Hayo, pasti bingung deh. Kok bisa gitu ya?

Sebetulnya, kemampuan bicara itu adalah bagian dari kecerdasan otak kiri. Untuk itu, para orangtua perlu menstimulus kemampuan berbicara anak lewat telinga kanannya.

Ngebisikinnya dengan kata-kata sederhana saja. Misalnya kalau ke si kecil, saya bisiki, Kay anak solehah, anak pintar, anak rajin, pokoknya segala hal yang positif deh.

Lagipula, ini sekaligus bisa jadi doa kita buat dia kan?

4. Sabar dan telaten

Sikap orangtua ke si kecil juga ada pengaruhnya. Kalau para orangtua sabar dan telaten menghadapi anak, ini akan berpengaruh besar bagi anak yang baru belajar bicara.

Terutama ketika anak di usia sekitar dua tahun. Di usia ini, anak mulai menginjak masa mulai banyak bicara. Pada saat itulah, peran dukungan orangtua begitu diperlukan

Misalnya saat anak mulai banyak bertanya. Bolak balik lagi. Hehe, ada kan anak yang kayak gitu?

Kayak anak saya tuh. Meski waktu itu belum genap dua tahun, kalau ada apa-apa, dia hobi bilang ‘apa’ sambil menunjukkan wajah bingungnya ke saya. Kalau masih belum jelas, dia mesti akan melakukan itu lagi. Kalau sudah, baru angguk-anguk kepala.

Saat menghadapi anak seperti itu, kita mesti harus sabar menjawab pertanyaannya. Sebisa mungkin, jangan sampai membentaknya karena ia sudah bertanya berulang-ulang.

*It’s also a note to myself

5. Jangan bersikap kasar ke anak yang sedang belajar bicara

Seorang anak, akan cepat berkembang di dalam situasi yang nyaman, diterima, dan didengarkan.

Terutama pada anak yang sedang dalam tahap bicara, jangan jatuhkan mereka atau membentaknya saat mereka sedang dalam tahap tersebut.

Sebetulnya anak yang baru belajar bicara memang kerap akan bertanya hal yang berulang-ulang dan itu lagi itu lagi. Tapi hal tersebut memang karena daya ingat anak yang terkadang cepat lupa.

6. Sering ajak ngobrol

Nah, kalau di dalam kandungan saja disarankan anak harus sering diajak ngobrol, apalagi ketika dia sudah keluar. Anak harus sering diberi stimulus bicara saat sedang beraktivitas.

Misalkan saat sedang memberi makan anak atau sambil menyusuinya, ajak mereka bicara atau bernyanyi.

Terutama, ajak mereka bicara hal-hal yang baik. Lagu anak, berdoa, atau membaca buku cerita anak yang memiliki nilai postif.

Nantinya saat anak sudah bisa bicara, hal-hal itulah yang akan membantu anak agar mereka mudah melafalkannya.

7. Berkomunikasi dengan Bercerita

Mengajak anak bercerita memang merupakan salah satu cara baik dalam melatih anak pintar berbicara.

Para orangtua bisa menceritakan berbagai cerita dari buku cerita anak. Terutama buku cerita bergambar. Jadi sambil bercerita, tunjukkanlah gambar-gambar yang ada di buku cerita tersebut.

8. Jangan Bicara Cadel

Nah ini nih, yang kadang sering tanpa sadar dilakukan banyak orang dewasa ke anak bayi.

Saat anak belajar bicara, biasanya tidak bisa melafalkannya dengan baik. Alias cadel. Tapi, para orangtua nggak perlu ikut-ikutan cadel juga lho ya.

Ajak anak bicara dengan perlahan, serta gunakan kata-lata yang sederhana dan ringkas suku katanya.

Misalkan saat meminta anak melakukan sesuatu, berikan penjelasan secara bertahap.

Kalau dengan si kecil, biasanya hal ini sering saya lakukan saat memintanya duduk menjauh dari televisi. Tuh anak kadang hobi banget mendekati telivisi saat sedang asyik menonton.

Biasanya kalau sekali dua kali saya minta dia mundur lalu dicueki, saya langsung matikan televisi. Nah, barulah saat itu ia mau menoleh ke saya dan protes.

Saya ulangi lagi untuk memintanya mundur. Kalau dia sudah mundur, lalu saya bilang kepadanya, “Sekarang Umi baru mau menyetel tivinya lagi.”

Cara ini selain menstmulusnya untuk bicara, ia juga jadi terbiasa untuk menyimak jika ada orang yang memberi instruksi ke padanya.

Tidak cadel juga perlu dilakukan dengan cara berbicara perlahan atau cenderung mengeja. Para orangtua perlu mengajak anak untuk berbicara dengan vocal yang jelas.

Biasanya saat anak memerhatikan kita bicara, gunakan kesempatan itu untuk bicara dengan irama lebih lambat dan gerak bibir yang betul.

9. Perhatikan tontonan film anak untuk si kecil

Tayangan yang ditonton anak juga berpengaruh pada bagaimana si kecil belajar bicara.

Pada tahu film Bernard, atau Shaun The Sheep? Film yang lucu dan disuka anak-anak, bukan?

Persamaan dari kedua film tersebut adalah begitu minimnya si tokoh dalam film tersebut berbicara.

Tapi, film ini banyak disuka anak-anak karena jalan ceritanya yang lucu. Meski tanpa adanya adegan orang bercakap-cakap, alur ceritanya saja sudah bisa diketahui oleh para penontonnya.

Nah, dua film ini dulu sering jadi tontonan yang disuka keponakan saya, Rafa. Dan gara-gara inilah, Rafa jadi hobi main isyarat dari pada bicara.

Mirip kayak kita sedang berhadapan dengan orang yang tahunya kita itu paham kalau dengan apapun yang mereka inginkan dengan bahasa isyaratnya.

Akhirnya, Rafa baru benar-benar bisa lancar bicara saat usianya hampir empat tahun!

Alhamdulillah, sekarang yang ada malahan semua orang terdekatnya lah yang disibukkan dengan Rafa yang terlalu hobi bicara.

Malah kalau di sekolah, kebiasaanya yang hobi bicara dengan temannya ini suka merugikannya sendiri. Hadeuh…


Lantas pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau anak tidak sesuai kemampuannya dengan tahapan tumbuh kembang bicara anak?

Kalau usianya masih di bawah tiga tahun, tipsnya ya orangtua perlu lebih sabar. Cobalah untuk lebih intens lagi dalam member stimulus pada anak.

Namun jika melewati usia empat tahun dan perkembangan tumbuh kembang bicaranya masih sangat jauh dari anak-anak seusianya, orangtua perlu berkonsultasi dengan dokter anak.

Nantinya, dokter anak yang akan memberi saran atau rekomendasi agar si kecil diterapi ke tenaga medis lainnya.



Begitulah tips untuk kita para orangtua tentang bagaimana menjaga tumbuh kembang bicara anak agar ia jangan sampai jadi anak yang telat bicara.

Comments

  1. Waktu ngeliat kakakku hamil, beliau memang suka ajak bicara dede bayi dalam kandungan. Hasilnya memang menakjubkan.
    Tips lainnya jadi nambah masukan daku nih. Makasih mbak sharingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakaknya patut ditiru tu Mbak Fen kalau ntar dirimu pas hamil ya :)

      Delete
  2. Masih banyak bicara sama anak balita dicadel2 gitu. Saya suka gemes. Pernah neneknya Fahmi bicara dicadel2 gitu langsung saja saya "luruskan" jangan bicara "begitu" dg anak. Nanti terbiasa... Alhamdulillah meski dalam hal lain Fahmi terbilang lambat, tapi dari segi bicara dia sudah baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap anak memang punya kemampuan menonjol ya Mbak. Alhamdulillah Fahmi kayaknya di kemampuannya bicaranya ya.

      Delete
  3. harus banyak stock sabar heheh, makasih sharingnya

    ReplyDelete
  4. Anak memang tetap akan sampai pada waktunya ya bicara, jalan dan tumbuh gigi. Aku pas anak-anak kecil salah satu trik agar fasih lancar, nggak aku ajak kalau bicara menyek-menyek mba. Minum susu ya minum susu . Nggak "mimi cucu. Hahaha mama saklak nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya memang gitu sih Mbak yang bagus. Ngefeknya bagus juga ke anak akhirnya.

      Delete
  5. Anak saya telat bicara mbak. Jelang usia 3 tahun kemampuan bicaranya masih seperti anak 1 tahun. Waktu itu saya langsung ke psikolog anak dan setelah terapi akhirnya anak mulai konsen untuk diajari bicara. Sekarang sungguh cerewet dan saya gak pernah marah kalau dia nanya berkali-kali. Karena mendengarnya bicara adalah impian saya banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah... Ini ceritanya mirip keponakan saya Mbak...

      Delete
  6. makasi sharingnya mbaak. berguna sekali kelak jika aku punya anak. wah iya juga ya terkadang aku nemuin juga orangtua yg ngajak anak bicara sambil ikut2an cadel juga karena anaknya bicaranya masih cadel hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal kan mereka ngerti bahasa orang dewasa yang nggak cadel ya Mbak :D

      Delete
  7. Keponakan aku juga terlambat bicara nih mbak... Makasih tipsnya ya mbak. Memang butuh perhatian extra sih untuk menghadapi ini.... Alhamdulillah dpt tipsnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga keponakannya segera membaik ya Mbak kemampuannya...

      Delete
  8. Noted, khususnya yang jangan bicara cadel itu msh suka liat ada ortu atau kalau gak gtu org2 di sekelilingnya ngajakin kyk gtu. Pdhl anak malah bingung ya jadinya mana yg bener buat diucapkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ya itu Mbak. Padahal mereka kan ngerti lho bahasa orang dewasa yang nggak cadel.

      Delete
  9. Boleh banget neh tipsnya mba. Aku punya tetangga anaknya udah 2,5 tahun. Memang harus aktif ya diajak bicara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, harus rajin distimulus lewat diajak bicara.

      Delete
  10. Berlaku untuk anak prematur juga gak ya mbak? Bayiku udah 3 bulan tapi prematur, jarang respon kalo aku ajak bicara. aku takut hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lebih ke kemampuan anak saat waktunya dia memang sudah bisa bicara dengan kondisi seharusnya Mbak. Kalau bayinya Mbak Windah kayaknya belum ya...

      Delete
  11. Wah, tips yang bermanfaat. Adikku kayaknya kudu baca artikel ini. Anaknya masih belom bisa bicara. Walopun memang belum telat, tapi kalo distimulasi sejak dini, akan lebih bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh Nia dongengin cerita anak juga Teh... Pasti dia pun suka.

      Delete
  12. Bagus nih sharingnya Mba.. jadi ortu memang harus perhatian dan telaten kepada anak2nya ya hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…