Skip to main content

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Kebun Binatang Surabaya Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga


Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.

Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.

Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.

Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.

Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.

Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana naik kuda untuk anak-anak. Ya sudah, akhirnya saya minta suami untuk berangkat ke KBS.

Niatnya pun inginnya hari Rabu. Namun karena saya punya pertimbangan lain, jadilah dadakan kami berangkat ke KBS satu hari lebih awal dari rencana.

Dengan berbekal GPS, kami pun berangkat naik motor dari Lamongan menuju Surabaya. Kayyisah kami letakkan di tengah. Biar aman, ia kami pakaikan juga helm anak.

Nih anak ternyata kooperatif walau harus naik motor selama satu setengah jam. Meski suasananya panas dan debu khas jalan kota Surabaya, dia masih bisa juga tidur di jalan.


Mencari Kuda di KBS

Sampai di KBS, Kayyisah langsung senang bukan main. Yang paling dia suka itu kalau bisa dikasih kesempatan memberi makan rusa.

Memberi makan rusa di Kebun Binatang Surabaya
Kayyisah memberi makan rusa di KBS

Bukan sembarang makanan lho yang kami berikan. Suami saya hanya mencabuti rumput yang ada di sekitar kandang dan memberikannya pada Kayyisah untuk diberikan ke rusa.

Setelah sedikit putar sana-sini dan tanya ke beberapa orang yang ada di KBS, ternyata eh ternyata, lha kok nggak ada kesempatan untuk naik kuda di sana!

Jujur, saya dan suami jadi kecewa. Karena itu artinya, kami masih utang janji ke Kayyisah.

Sementara nih anak, sesekali sih memang dianya mengucap ‘naik kuda’ selama di KBS. Untungnya, Kayyisah tipe anak yang kalau minta apa-apa, dia nggak ngotot harus dipenuhi.

Berfoto bersama patung penguin di Kebun Binatang Surabaya
Berfoto bersama patung penguin di KBS

Sebagai gantinya, akhirnya saya dan suami rela antri hampir dua jam untuk naik gajah! Beneran, itu antrinya harus pakai versi bergantian deh.

Lalu kalau bawa anak, usahakan ada yang bisa antri, dan si kecil lebih baik diajak keliling KBS sambil menunggu antrian.

Kemarin sempat kejadian tuh, ada anak yang nangis teriak-teriak minta segera naik gajah. Bapaknya pun sampai minta ke petugas untuk dipercepat gilirannya.

Yang kayak begini ini, tentunya bikin keki orang yang juga sudah antri lama dong. Untung petugasnya tegas. Nggak peduli siapapun, antri ya antri!

Senang juga waktu lihat Kayyisah berani naik gajah. Padahal hitungannya tuh gajah tinggi juga lho.

Saya dan suami pun berjanji tetap suatu saat akan memenuhi janji untuk mengajak Kayyisah untuk naik kuda langsung di lain waktu.

Selain naik gajah, di KBS ada juga kesempatan untuk naik unta. Saya sendiri sih sempat tahunya naik kereta yang ditarik unta. Cuma waktu jalan mengelilingi KBS, ada juga spot untuk naik unta bagi anak-anak.

Selain nggak bisa naik kuda, ternyata Kayyisah juga nggak bisa lihat kuda selama di KBS. Saya dan suami sempat heran juga. Karena kami pikir, yang namanya kebun binatang itu ya mesti ada semua binatang.

Okelah kalau memang tidak ada panda atau koala karena KBS kurang sesuai dengan habitat asal dua hewan tersebut. Tapi… kok juga nggak ada kuda?

Sebetulnya ada juga sih kuda poni. Tapi diletakkannya di belakang kandang unta yang pengunjung pun tidak bisa melihat langsung dari jalan.

Kalau kata petugas di KBS, saat lebaran kemarin sempat juga kuda poninya diletakkan di bagian depan. Lalu, pengunjung dapat kesempatan untuk memberi makan kuda poni tersebut.

Kemarin saat ke sana, juga ada kesempatan bagi pengunjung untuk memberi makan langsung ke rusa. Seingat saya, waktunya sekitar pukul sebelas siang.


Banyak Spot Jeprat-jepret yang Instagramable

Sekarang ini di mana-mana yang namanya tempat wisata, kayaknya memang nggak seru ya kalau nggak memikirkan peluang pengunjungnya untuk berfoto di tempat tersebut.

Nah, di KBS juga buanyak spot untuk ajang berfoto. Mulai dari papan a la Instagram berlabel KBS, penyedia jasa foto yang menjamin bisa mengabadikan momen dengan ciamik, sampai beberapa tempat yang menurut saya asyik kalau dijadikan tempat foto.

Foto bersama badut Masha di Kebun Binatang Surabaya
Foto bersama badut Masha di KBS. Sebetulnya ini orang pribadi yang usaha. Bukan dari pihak KBS.

Misalnya bangku-bangku yang disediakan untuk pengunjung. Saya dan suami sempat tuh dapat sebuah bangku yang memungkinkan kami untuk berfoto wefie dengan kamera yang diset timer.

Di beberapa bagian di KBS juga banyak dipasang bunga-bunga plastik yang dijadikan latar bagi para pegunjung untuk berfoto.

Pohon dan bunga cantik dari plastik yang banyak dipasang di beberapa titik di Kebun Binatang Surabaya
Pohon dan bunga cantik terbuat dari plastik ini banyak juga dipasang di beberapa titik di KBS.

Jadi kalau ke KBS bawa keluarga, jangan lupa bikin foto keluarga sekalian ya.


Pengunjung yang tidak Bertanggung jawab

Kalau sebelum-sebelumnya KBS sempat mendapat sorotan karena ada beberapa satwa yang ditemukan kurang terurus, nah, saat ke sana kemarin, saya melihat kesan itu sudah jauh tidak ada.

KBS yang sekarang sepertinya banyak memerbaiki diri. Mulai dari penataan tempat yang makin nyaman untuk pengunjung, sampai hewan-hewannya pun terjamin makanannya.

Beruang madu yang sedang asik makan kelapa di Kebun Binatang Surabaya
Beruang madu yang sedang asik makan kelapa.

Sempat beberapa kali saya melihat petugas KBS yang hilir mudik mendistribusikan makanan, serta tumpukan makanan dalam plastik yang siap diberikan ke satwa dalam kandang.

Di banyak tempat, tempat sampah juga mudah ditemukan. Begitu juga tulisan pesan agar membuang sampah pada tempatnya, serta himbauan untuk tidak asal memberikan makanan pada satwa di KBS.

Nah, ini dia yang jadi sorotan saya. Rupanya masih sering ada juga pengunjung yang tidak sadar dan asal memberikan makanan atau minuman ke satwa.

Waktu di sana, saya menjumpai pengunjung yang melempari orang utan dengan botol Po*ari segala lho. Terus dengan haha hihi, mereka mengabadikan momen tersebut.

Sempat ngomel-ngomel sih sayanya. Dan melihat gelagat saya yang suka nggak takut negur orang yang sedang salah, pak suami langsung mengajak saya segera jalan terus dan tidak berhenti di situ. Hehehe…

Di KBS sempat juga saya melihat ada kran yang airnya bisa diminum langsung. Sesaat, saya girang bin memuji juga. Kerena nih KBS!

Eh… pas dekat ke kran tersebut, yang ada malah tulisan kalau kran air sedang tidak bisa dipakai. Saya dan pak suami langsung geleng-geleng, menebak penyebab rusak kran yang mungkin karena ulah pengunjung.

Rasanya kalau saya jadi petugas KBS, mungkin bisa sering ngamuk-ngamuk kali ya sama pengunjung yang suka seenaknya di sana! Hahaha…


Tempat Rekreasi Murah Meriah

Bisa dibilang, KBS ini tempat rekreasi yang murmer alias murah meriah.

Selama di sana, kalau dihitung-hitung, pengeluaran saya dan suami terdiri dari…

Parkir motor lima ribu.

Tiket masuk per orang 15 ribu. Untuk anak di atas dua tahun termasuk yang bayar full.

Naik gajah bayar 25 ribu per orang. Bisa sekitar lima menitan naiknnya. Bisa lama lagi kalau gajahnya sambil makan atau minum, atau BAK dan BAB.

Naik kereta kecil10 ribu per anak.

Naik kereta kecil di Kebun Binatang Surabaya
Kayyisah naik kereta kecil di KBS

Naik perahu bebek yang ukuran kecil berisi dua penumpang 30 ribu. Kalau yang isinya empat penumpang 40 ribu.

Masuk toilet bayarnya dua ribu. Tapi kalau mandi bisa tiga ribu.

(Sempat mikir juga sih, siapa pulak yang mau mandi di KBS? Eh tapi pas ke toilet dekat mushola, ternyata kok beneran ada lho yang mandi!)

Harga makanannya juga tinggi memeras dompet kok. Kalau menurut saya sih, harganya a la tempat wisata pada umumnya. Saya pribadi malah teringat harga makanan minuman waktu di Batam atau Banjarmasin!

Mau bawa makanan sendiri juga bisa… Banyak tempat yang memungkinkan pengunjung menggelar tikar untuk makan bersama keluarga, atau kursi-meja berpayung yang juga bisa digunakan.

Jadi yang mau ngajak keluarganya main ke KBS, ayuk… KBS yang sekarang pokoknya asyik!


Baca juga:

1. Tempat wisata di Batu dan Malang bisa baca di sini dan di sini
2. Main ke Surabaya di bulan Agustus-November, mampir sekalian ke Lamongan untuk menimati buah jamblang yang berukuran besar dan manis. Bisa baca di sini ya tulisannya

Comments

  1. Jadi ingat beberapa tahun lalu aku ke KBS ini sendirian dan udah sore. Jadinya sepi deh. He

    ReplyDelete
  2. Senenng denger kalau sekrang kebun binatang surabaya hewannya gemuk dan sehat. Belum pernah ke sana, tapi beberapakali malah denger berita ngak asik tentang hewan di sana mbak. Mbak anakmu lucu sekali heheheh

    ReplyDelete
  3. Seneng dgrnya KBS makin berbenah, saya sempet ogah masuk KBS karena ga tega lihat binatangnya, terakhir kesana tahun lalu, udah mulai agak bagusan untk bbrpa spot. Menurut sy ga papa lah di mahalin tiketnya asal binatang di dalam terjamin kehidupannya dan gak byk org yg 'ngasal' masuk kesana hehhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, sayangnya masih ada pengunjung yang ngaco saat kasih makanan sembarangan ke hewan yanh ada.

      Delete
  4. salam kenal mbak. terimakasih sudh berbagi cerita kak. aku belum peenah tuh ke KBS kak

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Membersihkan Luka Si Kecil Nggak Pakai Perih dengan Hansaplast Spray Antiseptik

Gimana caranya membersihkan luka si kecil nggak pakai perih? Ni kayaknya jadi pertanyaan banyak para ibu lah ya. Terutama yang punya anak dengan karakter aktif, suka banyak gerak.
Saya sendiri merasakannya. Kayyisah anak saya itu, masuk kategori anak yang jarang mau diam. Jadi biar katanya anak aktif itu tanda pintar, ya sudah lah ya, memang harus dibiarin sambil dipantau keaktifannya.
Cuma uniknya, Kayyisah ini kalau terluka, jarang banget mau langsung ngomong. Kecuali kalau sayanya sebagai ibunya langsung tahu. Akibatnya, lukanya yang telat ketahuan itu malah bikin proses penyembuhan nggak bisa cepat.
Belum lagi kalau sudah luka, masalah lainnya ya rasa sakit yang muncul. Iya sih, Kayyisah memang tipe anak yang kuat menahan sakit. Tapi tetap saja, kalau pas mandi, dianya baru mulai keluar reaksi kesakitannya. Akhirnya saat dirawat lukanya, jadi ada tantangan tersendiri deh!
Apalagi kalau kena obat yang malah bikin dia kesakitan. Mau nggak diobatin kok ya entar gimana sembuhnya. Diobat…

Dialah Anakku, Anak Indonesia Sehat yang Pernah Terancam Mengalami Stunting

“Berapa tingginya tadi?” tanya Bu Bidan Posyandu ke Bu RW yang sudah mengukur dan mencatat tinggi Kayyisah sebelumnya.
Angka 103 lalu keluar dari jawaban Bu RW. “Tinggi ya anaknya,” komentar Bu Bidan Posyandu.
Aku tersenyum kecil mendengarnya. Ada perasaan lega mendengar kata-kata itu. Karena di balik tinggi badan Kayyisah yang sekarang berusia dua tahun sembilan bulan, ada sebuah masa saat anakku itu pernah dikomentari hampir gagal tumbuh kembang oleh seorang dokter anak.
Dulu sewaktu Kayyisah usia dua tahun dua bulan, saat ia baru ketahuan menderita TB dua bulan sebelumnya, aku dan suami pergi mengantar Kayyisah untuk mengambil obat TB di dokter anak langganan.
Ternyata dokter yang sedang bertugas saat itu bukan dokter yang biasanya. Saat melihat Kayyisah dan setelah tahu berapa usia anakku, ia mengerutkan alis dari balik kaca matanya dan menatap Kayyisah seakan tidak percaya.
“Kecil banget anaknya! Ayo coba, tidurin lagi di atas kasur. Saya mau ukur lagi semuanya,” seru dokter tersebut …

Penyebab Malnutrisi Hingga Telat Tumbuh Kembang Itu Bernama TB

Di tulisan ini saya ingin cerita tentang masa-masa di saat Kayyisah belum ketahuan penyakit TBnya, juga saat beberapa bulan ia sudah diketahui terkena TB.
Sebetulnya sudah sejak sekitar umur 14 bulan, Kayyisah disarankan untuk menjalani terapi di rehab medis. Saat itu karena perkembangan motorik kasar Kayyisah terlihat lambat.
Di umur setahun, Kayyisah sulit tengkurap, tidak bisa duduk sendiri, apalagi untuk bisa berjalan. Tempurung lutut kakinya saja di usia itu masih belum keras.

Setelah mendapat surat rekomendasi ke rehab medis dari dokter anak, dokter fisioterapi yang saya temui sempat bingung. Pasalnya, suhu tubuh Kayyisah sumeng. Di masa-masa itu, suhu tubuh Kayyisah seringkali berada di angka 38 derajat celcius.
Hingga pada akhirnya, di usia 16 bulan, saya dan suami membulatkan tekad untuk benar-benar serius membawa Kayyisah rutin terapi di rehab medis. Kami memilih RS Muhammadiyah Lamongan sebagai tempat terapi.
Awalnya, Kayyisah dicek sejauh mana kemampuan motorik kasarnya. Saat …