Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2018

Mewaspadai Stunting sebagai Bentuk Cinta Keluarga

Iklan yang menyebut kata ‘stunting’ oleh Pak Jusuf Kalla beberapa waktu lalu membuat saya penasaran. Stunting? Anak pendek? Harus diatasi? Lho, bukannya anak pendek itu memang keturunan ya?
Akhirnya sebagai mamak suka kepo perkara kesehatan anak, saya pun browsing apa dan bagaimana tentang stunting. Beberapa artikel yang telah saya baca membuat saya tertegun, teringat pada apa yang pernah terjadi pada Kayyisah.
Jadi di usianya yang ke dua tahun, baru ketahuan kalau Kayyisah mengalami sakit TB. Penyakit itulah yang membuat ia pernah berbulan-bulan sulit makan dan sakit-sakitan. Efeknya Kayyisah jadi kurang gizi, dan telat tumbuh kembangnya.
Di usia setahun, tempurung lutut kaki Kayyisah masih lunak. Umur dua tahun, ia masih belum bisa berjalan.
Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini ya: Penyebab Malnutrisi Hingga Telat Tumbuh Kembang Itu Bernama TB
Suatu ketika saat sedang mengambil obat TB, ndilalah dokter yang saya temui di rumah sakit bukanlah dokter anak yang biasa menangani Kayyisah se…

Pak Ari yang Galak

Beberapa tahun yang lalu saat mengajar di Kalsel, saya memiliki seorang teman pengajar yang terkenal tegas di kalangan anak-anak. Selain mengajar, ia juga menjadi walikelas.
Suatu ketika dia bercerita ke saya tentang salah seorang muridnya yang baru saja ia panggil karena dianggap suka murung di kelas. Ternyata, murid ini cerita tentang kesedihannya yang dijauhi oleh teman yang sangat ia anggap dekat.
Di lain waktu, suatu ketika si anak yang pemurung ini pernah juga ngobrol dengan saya. Ia lalu bercerita yang persis sama seperti yang sudah diceritakan teman saya.
Yang berbeda dari cerita anak ini adalah cerita tentang teman saya yang walikelasnya tersebut. Katanya, ia tidak menyangka jika walikelasnya yang sering terkesan galak itu ternyata perhatian dengan murid-muridnya.
Pengalaman saya itulah yang lalu membuat saya menulis cerita yang pernah dimuat di Majalah Girls pada September 2015. Cerpen ini tentang seorang anak yang punya masalah dengan temannya, lalu justru menemukan solusi dar…

Tips Merawat Mukena

Pernah nggak pas salat tarawih berjamaah ternyata bersebalahan dengan orang yang bau mukenanya kurang enak? Hihihi, dijamin, kalau pernah ketemu yang kasusnya seperti ini, pasti selama salat rasanya kurang khusyuk ya?
Eit, tapi bagaimana kalau ternyata setelah koreksi diri, kok malah kitanya yang jadi biang kerok ketidakkhusyukan orang lain pas salat? Nah lho, jangan sampai ya!
Di saat bulan Ramadan, mukena memang jadi alat salat bagi wanita yang paling sering dipakai. Kalau biasanya mungkin dipakai salat lima kali sehari, saat bulan puasa, mukena bisa jadi dipakai lebih dari lima kali.
Apalagi saat bulan Ramadan kali ini bertepatan dengan musim kemarau. Tak jarang, beberapa wanita mengenakan mukena dalam kondisi berkeringat. Bisa ditebak kan ya apa efeknya?
Biar salat kita nyaman dan juga tidak mengganggu orang lain saat saat berjamaah yang dikarenakan bau mukena kita, ada beberapa tips nih yang bisa dicoba untuk merawat mukena. Terutama, mukena yang sedang kita pakai sehari-hari.
1. Seri…

Klapertart Sahnaz

Sebetulnya cerita ini masih sepaket ide dengan cerpen Cita-cita Qisia yang pernah saya publish di blog ini beberapa waktu yang lalu. Tentang seorang anak perempuan yang orangtuanya dosen di Malang. Cuma kali ini, tokohnya saya buat berbeda namanya.
Cerita yang pernah dimuat di Majalah Girls beberapa tahun yang lalu ini bercerita tentang seorang anak yang iri dengan temannya yang lebih disuka anak-anak lain. Selain itu, ada nilai-nilai seperti entrepreneur dan berpikir positif yang bisa ditiru oleh anak-anak.
***
Klapertart Sahnaz
Faras tidak percaya dengan apa yang dilihatnya di Minggu pagi itu. Beberapa meter dari tempatnya berdiri, ada Sahnaz, teman sekolahnya yang sedang berjualan di pasar Minggu pagi yang ada di Jalan Semeru.
“Bukannya dia anak dosen yang katanya habis sekolah di Jerman? Anak dosen kok jualan di emperan?” batin Faras heran.
Sejenak Faras mengingat-ingat dan lalu mengangguk mantap. Faras ingat betul itu karena ia sempat iri dengan cerita-cerita Sahnaz selama hidup di J…