Skip to main content

Posts

Harus Tetap Sekolah

Cerita yang pernah dimuat di Majalah Girls pada tahun 2014 ini terinspirasi dari pengalaman saya saat dulu liputan di Batam. Saat itu ada kawasan rumah liar atau yang di sana biasa disingkat ruli, habis terbakar dalam semalam.
Ketika meliput, entah mengapa pikiran saya melayang pada pemisalan, bagaimana jika ada anak yang sekolah dan semua barang keperluannya untuk sekolah juga ikut terbakar?
Pengandaian ini sempat membuat saya makin sedih saat ternyata, saya memang menjumpai kondisi itu ketika berkunjung ke tempat penampungan sementara. Ya, memang benar akhirnya ada anak-anak yang akhirnya kebingungan tidak dapat  bersekolah lagi.
***
“Semalam, teman kita yang bernama Fahmi mendapatkan musibah. Kalian tentu sudah tahu dari berita semalam, jika ruli tempat Fahmi dan keluarganya tinggal, mengalami kebakaran yang cukup besar. Untuk itu sebelum pelajaran dimulai kita berdoa dulu ya agar Fahmi dan keluarganya, serta orang-orang yang berada di sana dimudahkan urusannya oleh Tuhan. Berdoa, mul…

Gagal Memasak? Menarilah!

Semalam, secuil hati saya patah. Iya, buat orang koleris kayak saya sih urusan patah hati itu cuma secuil atau remahan saja. Cuilannya itu pun nggak lama kemudian juga akan nyambung lagi.
Ini sebenarnya mo ngomongin apa sih?
Eh iya sebelum lanjut, ini postingan kolaborasi blog #CakapMamak tiap Jumat antara saya dengan Desy Oktafia ya. Tulisannya Mamak Desy bisa dilihat di sini
Lanjut...
Jadi gini, beberapa hari yang lalu, saya niat banget ikut daftar lomba foto makanan di IG. Tapi lombanya plus keterangan lengkap seperti resep dan deskrisi pengantar tentang gizinya. Pakai banget niatnya lho, karena saya belum pernah dan kepengen bisa ke Semarang.
Saking niatnya, sampai ngegarap tiga masakan, euy! Ibu saya pun sampai dikerahkan buat nyari yang namanya Ikan Sili.
Endingnya ketebak lah ya, saya KALAH!!!
Pas lihat foto-foto para pemenang yang lain, langsung ngangguk-angguk paham. Lha mereka foto dan resepnya meyakinkan gitu. Pas lihat postingan saya, remahan rengginang!
Sebetulnya kalau ikuta…

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…

Hari Pengusaha

Cerpen yang pernah dimuat di Majalah Girls pada bulan Maret tahun 2014 ini terinspirasi dari pengalaman sewaktu mengunjungi sebuah sekolah alam di bilangan Parung Bogor.
Nah, pas ke sana, kebetulan waktunya market day. Saya lihat anak-anak berjualan beberapa makanan yang dijual antarteman mereka sendiri.
Kebetulan buat saya yang baru tahu hal itu pertama kali, kok kesannya unik! Sepulangnya dari sana, saya buat cerpen yang berjudul ‘Hari Pengusaha’ ini.
***
“Setiap Selasa, di sekolah ini ada Hari Pengusaha,” itu yang sempat aku dengar dari Elang, teman baruku.
Aku baru saja pindah sekolah karena orangtuaku harus pindah kerja. Sekolahku kali ini memang unik. Aku bisa ke sekolah tanpa menggunakan seragam dan bisa belajar di luar ruangan. Kata Papa, sekolah baruku itu sekolah alam.
“Kamu pasti suka sekolah itu. Soalnya kamu itu suka banyak gerak, sih,” ujar Papa sambil tersenyum kepadaku.
Yah, Papa benar. Selama ini aku sering bosan dan mengantuk jika terus belajar di dalam kelas. Setelah beber…

Anakku, Aturanku

Sebelum ngebahas inti tulisan ini, saya mau woro-woro dulu nih.
Jadi mulai hari Jumat ini, saya dan Desy Oktafia, blogger asal Batam, punya gawe kolaborasi blog. Temanya macam-macam, sesuai dengan niche blog kami yang banyak ngebahas tentang parenting.
Hastagnya: #cakapmamak
Maksudnya begini… Di Melayu itu, bahasa cakap punya arti bicara, ngomong. Kalau kata mamak memang jadi panggilan untuk ibu yang begitu familiar di ranah Melayu sana. Karena saya pernah tinggal di Batam-Tanjungpinang, masih berasa sikit-sikit masih bise lah cakap logat Melayu.
Tema perdana kali ini bahasannya tentang bagaimana tiap orangtua punya aturan masing-masing untuk anaknya. So, cekidot yah…


***
Sebetulnya saya sendiri sudah biasa melihat tatapan atau mendengar omongan orang, kalau saya ini keras kepala dan kurang mau mendengar apa nasihat orang tentang anak saya.
Orangtua terutama ayah saya sendiri suka protes, saya terlalu banyak aturan ke anak. Anak mau makan aja banyak diaturnya.
Hihihi, padahal kalau cucunya d…

Ke Kalsel Nanti Aku kan Kembali

Apa yang memesona dari Kalimantan Selatan? Banyak menurut saya. Dua tahun pernah tinggal di sana, ada beberapa tempat yang pernah saya kunjungi dan cukup berkesan. Kalau disuruh kembali buat jalan-jalan di sana, ya mesti pengen…
Sekitar awal tahun 2012 hingga akhir 2013, saya pernah bekerja di sebuah boarding school di Barito Kuala. Tempatnya tidak jauh dari pusat kota Banjarmasin. Dalam hitungan waktu, mungkin hanya 30 menit.
Selama di sana, sesekali saya berjalan-jalan dengan teman ke beberapa tempat. Pikir saya, mumpung lajang, dan mumpung bisa di sana.
Jika dihitung-hitung, inilah beberapa tempat keren menurut saya yang pernah saya kunjungi selama di daerah yang terkenal dengan seribu sungai ini.

Pasar Terapung

Mesti ini yang paling khas dari Kalimantan Selatan. Keunikan pasar terapung, para penjual dan pembelinya bertransaksi di atas perahu.
Ada dua pasar terapung yang terkenal di sana pada awalnya. Lok Baintan dan Kuin. Kalau ke pasar ini, enaknya sih langsung habis subuh. Selain itu,…