Skip to main content

Posts

Masa Belajar di Rumah, Waktunya Menumbuhkan Karakter Positif Pada Anak

Masa akhir semester genap kemarin menyisakan beberapa catatan kenangan buat saya. Tentang beberapa karakter anak yang lalu tumbuh berkembang di saat mereka banyak belajar di rumah dan banyak bersama orang tuanya.  “Waktu ujian itu ya ada saudaranya yang juga ujian pakai internet. Tapi ya gitu itu lah,” dalam pikiran saya, terbayang anak yang ujian PAT tapi tetap membuka buku. Saya paham, banyak memang yang seperti itu. “Lalu saya bilang ke Mala, kamu mau kayak gitu? Yang penting nilaimu bagus? Nggak! Kamu percuma sekolah nggak dapat apa-apa,” adu seorang bapak yang merupakan wali murid salah satu anak di kelas saya. Saya tersenyum, teringat seorang gadis cilik di kelas 5C, yang di situ saya menjadi wali dari 30 murid. Mala memang istimewa. Ia memiliki kecerdasan kognitif juga sosial. Tapi bukan sosok yang ambisius mengejar prestasi bahkan rangking sekalipun. Dua semester memegang 5C, posisi rangking Mala selalu di posisi 10 besar. Sejak awal mengenal bapaknya ketika penerimaan raport s

Belajar Naik Sepeda dengan Mudah a la Kayyisah

Belajar naik sepeda dengan mudah a la Kayyisah nyatanya membuat kami orang tuanya harus mencoba-coba berbagai macam cara. Kondisi Kayyisah sendiri tergolong anak kinestetik tapi punya kelemahan di motorik kasar. Jadi meski ia sudah diberi tahu caranya, dikasih contohnya, atau dibantu dengan dua roda kecil di belakang, nyatanya Kayyisah harus belajar naik sepeda roda dua hingga berminggu-minggu bahkan beberapa bulan lamanya.  Apalagi mood Kayyisah yang naik turun. Kadang dia bersemangat sekali untuk mau belajar naik sepeda. Tapi kadang dia merasa bosan, terkadang seperti putus asa, atau malas untuk berlatih. Belum lagi kayuh sepeda yang sering mengenai tulang kakinya. Sakitnya kadang seperti membuat dia kapok. Sebelumnya untuk urusan bisa naik sepeda roda empat sendiri, Kayyisah tergolong lambat. Kakinya baru bisa atau kuat mengayuh sepeda dengan gerakan kaki memutar saat usianya hampir genap lima tahun. Pasalnya, Kayyisah sendiri termasuk anak yang sempat telat tumbuh kembangnya. Ia p

Supurasi Adalah Sakit yang Bikin Saya Kapok Melakukan Hal Berikut Ini

Pernah mendengar kata otitis media atau supurasi? Supurasi adalah nanah yang terbentuk karena proses radang yang disebabkan infeksi bakteri. Seumur-seumur, bisa dibilang saya itu sering lho mengalami supurasi di telinga. Terakhir kejadian terparah yang saya alami terjadi sekitar tahun 2017. Gara-garanya, sayanya juga sih yang suka usil korek-korek membersihkan telinga. Entah kenapa sejak lama saya paling suka risih jika telinga terasa geli atau gatal sedikit. Rasanya seperti ada kotoran yang harus dibersihkan. Akhirnya ambil cutton bud dan saya bersihkan telinga sampai rasanya sudah tidak gatal lagi. Kadang hampir cutton bud tersebut saya jadikan alat untuk menggaruk bagian dalam telinga. Kegiatan tersebut akan saya hentikan kalau cutton bud sudah menyentuh bagian yang paling dalam, serta jika telinga saya sudah tidak terasa gatal lagi. Dan itu bisa saya lakukan sampai setiap hari, lho! Akhirnya biasanya beberapa waktu kemudian, telinga saya terasa keluar air. Mirip kayak pilek tapi i

Yuk Adopsi Hutan Agar Bisa Tetap Menikmati Indahnya Rimba Indonesia

  Pernah mendengar kata adopsi hutan ? Kalau saya sendiri sih lebih seringnya mendengar istilah adopsi pohon.  Jadi dengan adopsi pohon, kita bisa ikut serta menyumbang dana dan turut menjaga pohon-pohon terutama yang berusia ratusan tahun.  Sedangkan untuk perawatan dan pelestarian hutan itu sendiri melibatkan warga sekitar. Itu tentang adopsi pohon. Nah kalau adopsi hutan? Dari sebuah sumber yang saya baca, ya tentu saja yang namanya adopsi hutan adalah segala hal yang ada di hutannya. Tidak hanya pohon-pohonnya yang diadopsi, tapi juga hewan-hewan yang ada di dalamnya.  Hutan memang perlu dijaga. Apalagi di zaman sekarang, saat populasi manusia makin bertambah, seiring dengan bertambahnya berbagai keinginan yang ada. Menebang hutan untuk lahan baru bercocok tanam. Untuk tempat tinggal. Atau untuk memanfaatkan pohon dan satwa yang ada.  Jujur sebagai manusia, kita tidak bisa menafikan ada keberadaan sesama kita yang seperti itu kan? Padahal kalau hutan tidak ada at

5 Tips Menyewa Bus untuk Pernikahan yang Berkesan

Memikirkan momen bahagia, seperti pernikahan ternyata menguras energi, lho!  Selain memikirkan gedung, catering, dan pakaian pernikahan, mempelai juga harus memikirkan moda transportasi untuk para tamu undangan yang datang dari luar kota.  Tak heran kalau mempelai membutuhkan tips menyewa bus untuk keperluan pernikahan yang berkesan. Kalau ditanya mengapa, karena memang bus memiliki muatan yang lebih banyak dibandingkan mobil pribadi.  Nah, bagi kamu yang ingin melangsungkan acara pernikahan, simak tips menyewa bus berikut. 1. Hitung jumlah tamu undangan Berapa tamu undangan yang akan menghadiri acara pernikahan kamu?  Coba hitung dulu agar kamu bisa menentukan kapasitas tempat duduk dalam satu bus.  Dan pastinya tahu juga jumlah bus yang akan disewa saat acara pernikahan. Terlebih harga sewa bus perlu diperhitungkan dalam anggaran pernikahan.  Kamu harus memperhatikan poin ini dengan seksama agar pengeluaran tidak menjadi over budget. 2. Perhatikan lokasi penjemputan dan penganta

Memilih Reel Pancing untuk Anak yang Hobi Memancing

  Memilih reel pancing untuk anak sepertinya jadi kegiatan yang juga dilakukan orang tua beberapa waktu terakhir. Terutama sejak masa SFH atau study from home atau belajar di rumah.   Pasalnya karena waktu belajar yang lebih fleksibel, beberapa anak rupanya mulai mencari kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengusir kejenuhan. Salah satu kegiatan pengusir jenuh itu adalah memancing.   Hal itu yang sempat saya temui pada Devan, anak tetangga saya. Sering di saat siang ia melewati rumah saya untuk pergi ke arah sungai yang terletak tak jauh dari rumah kami. Atau pernah juga ia terlihat berkelompok bersama teman-temannya memancing di selokan besar yang ada di jalan raya.   Berbeda dengan keponakan saya yang bernama Rafa. Anak yang usianya seumuran dengan Devan ini kerap diajak memancing oleh adik saya yang merupakan papanya ke kolam pemancingan atau tambak milik saudara ibunya.   Untuk melengkapi kegiatan hobi dari anak-anak seperti Devan atau Rafa, sepertinya perlu beberapa alat pancing y

Melancarkan ASI Usai Melahirkan Ternyata Mudah Lho dengan Asimor

Bagi Mamsi (Mama ASI) atau para Pejuang kASIh, bisa mengalami ASI lancar itu adalah anugerah. Dan melancarkan ASI usai melahirkan itu mudah lho dengan Herba Asimor. Apalagi sejak IMD.   Ya, para Mamsi pastinya ingin ASI langsung keluar begitu bagi lahir. Namun sayangnya, bagaimana agar kondisi itu bisa terjadi pascamelahirkan, rupanya banyak yang tidak diketahui atau disadari oleh para pejuang kASIh.   Nah, dalam rangka Pekan ASI yang berlangsung sejak tanggal 1-7 Agustus 2020 ini, kali ini saya ingin berbagi cerita pengalaman nih seputar ASI yang pernah terjadi pada anak pertama dan ke dua saya, dengan kondisi yang berbeda-beda.   Harapannya, semoga kelak tidak banyak lagi Mamsi yang sampai tidak tahu atau tidak sadar, bahwa ternyata menjadi pejuang kASIh itu tidak hanya dimulai sejak bayi lahir ke dunia. Karena ternyata, ada akibat yang pernah saya dan bayi saya alami karena ketidaktahuan dan kekurangsadaran saya terkait urusan ASI ini.   Kenapa Harus ASI?   Oh