Skip to main content

Melancarkan ASI Usai Melahirkan Ternyata Mudah Lho dengan Asimor

melancarkan ASi dengan Asimor


Bagi Mamsi (Mama ASI) atau para Pejuang kASIh, bisa mengalami ASI lancar itu adalah anugerah. Dan melancarkan ASI usai melahirkan itu mudah lho dengan Herba Asimor. Apalagi sejak IMD.

 

Ya, para Mamsi pastinya ingin ASI langsung keluar begitu bagi lahir. Namun sayangnya, bagaimana agar kondisi itu bisa terjadi pascamelahirkan, rupanya banyak yang tidak diketahui atau disadari oleh para pejuang kASIh.

 

Nah, dalam rangka Pekan ASI yang berlangsung sejak tanggal 1-7 Agustus 2020 ini, kali ini saya ingin berbagi cerita pengalaman nih seputar ASI yang pernah terjadi pada anak pertama dan ke dua saya, dengan kondisi yang berbeda-beda.

 

Harapannya, semoga kelak tidak banyak lagi Mamsi yang sampai tidak tahu atau tidak sadar, bahwa ternyata menjadi pejuang kASIh itu tidak hanya dimulai sejak bayi lahir ke dunia. Karena ternyata, ada akibat yang pernah saya dan bayi saya alami karena ketidaktahuan dan kekurangsadaran saya terkait urusan ASI ini.

 

Kenapa Harus ASI?

 

Oh iya, kalau ada yang mungkin bertanya, kenapa sih keukeuh harus ASI, saya tidak lagi akan menjawab di tataran ideal, bahwa ASI adalah makanan dan sumber nutrisi terbaik buat bayi. Tapi pengalaman dari Kayyisah yang full ASI itulah yang bisa saya jawab.

 

Kayyisah anak pertama saya memang anak full ASI selama dua tahun. Yang saya amati saat dia bayi, Kayyisah ini alhamdulillah punya daya tahan tubuh yang lumayan bagus. Jika orang lain yang anaknya nggak full ASI cerita kalau sakit batpil itu biasa, tidak dengan Kayyisah.

Saat bayi, Kayyisah ini jarang batuk pilek. Sekalinya batpil, paling hanya sehari saja. Obatnya ya hanya satu, diberi ASI sebanyak mungkin. Atau saat dia sudah di atas usia enam bulan, selain ASI, saya cukup memberinya banyak air putih.


Masih banyak lagi manfaat ASI yang saya rasakan. Mau ke mana-mana bawa anak, ASI ini lebih praktis dari pada susu formula. Saya sendiri sampai mendapat kontrasepsi alami. Hingga setahunan lebih, saya tidak mendapatkan haid sama sekali.

 
IMD, Sebuah Proses Penting dan Mengharukan

 

IMD atau inisiasi menyusui dini adalah proses penting yang terjadi saat bayi usai lahir ke dunia. Saat bayi baru lahir, diperiksan, dan kemudian dibersihkan, tenaga kesehatan lalu akan meletakkan bayi di atas dada kita.

 

Kondisinya, kulit bayi akan langsung menempel pada tubuh kita, atau skin to skin. Bagian atas bayi bisa ditutupi selimut agar ia tidak kedinginan.

 

Pada proses ini, bayi kemudian akan dibiarkan bergerak sendiri sesuai nalurinya untuk mencari puting payudara. Biasanya, gerakan bayi ini seperti akan mengurut bagian dada kita dan merangsang keluarnya ASI.

 

Manfaat IMD dengan proses seperti itu tentunya akan sangat bagus bagi lancarnya ASI yang keluar setelahnya. Belum lagi manfaat psikologisnya bagi Mamsi dan bayi. Dengan skin to skin, bayi jadi merasa nyaman karena merasakan kehangatan kulit Mamsi dan mendengar detak irama jantung Mamsi seperti dalam kandungan.

 

Demikian juga efek psikologisnya ke Mamsi. Mamsi jadi merasa tenang dan relaks saat melihat bayi yang dikandungnya berbulan-bulan akhirnya lahir ke dunia. Tentunya ini jadi momen mengharukan yang tak jarang membuat para Mamsi jadi meneteskan air mata haru.

 

Dua kali di pengalaman melahirkan, sayangnya hanya pada anak pertama yang menurut saya benar proses IMD-nya. Jadi ketika ia lahir, dicek sebentar kondisinya oleh tenaga kesehatan, dibersihkan ala kadarnya, baby Kayyisah lalu ditidurkan dengan posisi tengkurap di atas dada saya.

 

Namanya pengalaman melahirkan anak pertama ya. Lihat ada makhluk mungil di atas tubuh saya dengan kepala yang begitu dekat dengan pandangan mata ini rasanya tuh masyaAllah banget. Sampai-sampai pas dijahit di area jalan lahir pun saya tidak merasakan apa-apa. Segala rasa tidak nyaman yang sebelumnya begitu dahsyat karena harus melahirkan lewat proses induksi pun akhirnya lenyap.

 

Berbeda dengan kelahiran anak ke dua, Emir, di rumah sakit yang berbeda. Di tengah rasa menahan sakit saat dijahit di area jalan lahir, saya celingukan mencari sesosok bayi mungil yang sebelumnya sempat terdengar heboh tangisannya. Beberapa menit kemudian barulah ia dihadirkan di atas dada saya dalam kondisi sudah mandi, bersih, dan berbungkus kain yang sebelumnya saya bawa dari rumah.

 

Batin saya, lah kalau kayak begini gimana proses IMD-nya? Padahal gerakan tangan dan kaki bayi yang beringsut saat proses IMD itulah yang penting. Andai sebelumnya tahu begitu, mungkin saya tidak memilih untuk melahirkan di tempat itu.

 

Entah memang ada pengaruhnya atau tidak, keberadaan ASI di kelahiran anak ke dua kemarin tak kunjung hadir hingga hari ke tiga! Emir pun sempat mengalami kondisi tubuh yang menguning karena dehidrasi.

 

Apalagi sebelum lahir, memang saya pun kurang begitu merangsang keluarnya ASI. Berbeda jika dibandingkan anak pertama. Karena sibuk kerja, saya sampai terlupa bahwa ASI untuk anak itu seharusnya perlu diupayakan sejak masa kehamilan.

 

Kejadian itu membuat saya makin sadar, kalau IMD itu memang sangat penting dan perlu dipersiapkan sejak awal. Bagaimana agar ASI bisa keluar sejak awal bayi lahir ke dunia, hingga rumah sakit mana yang memang benar-benar pro IMD, ternyata memang perlu diperhatikan. Karena IMD ini bisa dikatakan perlu dikawal sejak awal mengingat efeknya yang bisa untuk selamanya.

 

Pengalaman Berbagai Tantangan Menjadi Mamsi

 

Pengalaman mengASIhi Kayyisah dan Emir ternyata memiliki kondisi yang berbeda-beda masalahnya. Yang satu malas minum ASI, yang satu terlalu doyan minum ASI sampai sayanya kewalahan.

 

Tapi tentu saja, belajar dari pengalaman saat mengASIhi Kayyisah, saya mencoba untuk tidak mengulang beberapa kesalahan saat kini mengASIhi Emir.

 

Berikut ini beberapa tantangan yang saya rasakan saat menjadi Mamsi bagi kedua anak saya.

 

1. ASI melimpah sampai terbuang percuma

 

Saat melahirkan anak pertama, saya masih tinggal dengan ke dua orang tua. Takut saya kurang memproduksi ASI, keluarga saya yang lain pun sampai berusaha ekstra demi saya.

 

Ibu dan ibu mertua sangat rajin membelik saya jamu untuk melancarkan ASI yang biasanya dijual di tukang jamu. Kalau di Lamongan, orang menyebutnya jamu wejah atau banyon.

 

Sedangkan ayah saya begitu rajin keliling perumahan berburu daun katuk setiap pagi. Sampai pernah ada cerita, ia selalu berpapasan dan hampir selalu berebut daun katuk dengan bapak-bapak yang juga sama-sama berburu daun tersebut untuk putrinya! Hahaha…

 

Kalau ayah rajin berburu daun katuk, suami saya sasaran buruannya adalah daun kelor. Jadilah pagi siang malam menu saya selalu ada kalau tidak daun katuk ya daun kelor. Belum lagi konsumsi suplemen pelancar ASI yang saya dapatkan dari dokter.

 

Walhasil, ASI saya melimpah ruah dan sering terbuang percuma. Sebetulnya bagus sekali jika saya sampai membuat stok ASI. Tapi ibu saya tidak setuju dan meminta saya untuk lebih baik langsung menyusui Kayyisah saja.

 

2. ASI kurang lancar hingga kewalahan

 

Konon, anak cowok itu kuat minum ASInya. Entah mitos atau fakta, tapi itu pula yang saya alami dengan Emir. Anak ke dua saya ini benar-benar membuat saya kewalahan. Bahkan sering saya merasa kedua payudara sudah kosong tapi Emir terlihat masih ingin menyusu.

 

3. ASI Hindmilk kurang terkonsumsi

 

Ada dua macam ASI, foremilk dan hindmilk. Untuk membedakannya, foremilk bentuknya lebih bening dan tidak kental, sedangkan hindmilk tampak sangat kental seperti susu formula. Foremilk sering disebut ASI depan karena keluar lebih dulu sedangkan hindmilk disebut ASI belakang karena keluarnya belakangan.

 

Pada Kayyisah, anak yang bayinya begitu malas minum ASI ini akhirnya lebih sering mengonsumsi bagian ASI yang foremilk. Padahal bagian ASI yang hindmilk ini manfaatnya untuk mengenyangkan dan banyak mengandung lemak. Karena kurang konsumsi hindmilk inilah berat badan Kayyisah jadi selalu sulit ada di grafik hijau atau normal setiap bulannya.

 

Belajar dari kejadian kakaknya, akhirnya saat sekarang mengASIhi Emir, saya kerap memerah ASI ke dalam botol. Akhirnya Emir pun kerap mendapatkan foremilk dan hindmilk. Efeknya memang beda. Berat badan Emir jadi lebih berisi dan begitu cepat pertambahan berat badannya setiap minggunya.

 

4. Saluran ASI yang tidak lancar

 

Salah satu hal yang tidak nyaman bagi Mamsi adalah saat saluran ASI di payudara tidak lancar hingga mastitis. Saya pernah merasakan kondisi saluran ASI yang tidak lancar ini paling parah saat mengASIhi Kayyisah. Karena ASI di payudara jarang sampai kosong, suatu ketika pernah payudara saya sampai mengeras dan terasa seperti batu.

 

ASInya pun tidak keluar dengan lancar. Badan saya rasanya sampai demam hebat waktu itu. hingga berjam-jam lamanya saya kompres kedua payudara saya dengan botol kaca yang berisi air hangat.

 

Kejadian itu sempat terulang saat sedang mengASIhi Emir meski tidak separah itu kondisinya. Dan alhamdulillah, kejadiannya juga tidak sampat membuat saya demam.

 

5. Saat bayi growth spurt

 

Seorang Mamsi mesti kerap kewalahan kalau bayinya sedang growth spurt, sebuah fase di mana bayi sedang mengalami percepatan pertumbuhan dan maunya minta ASI terus. Jika Mamsi tidak paham kondisi ini, mungkin akan berpikir ASInya kurang mencukupi. 

 

Dulu waktu mengASIhi Kayyisah pernah tu sampai saya sulit melakukan ini itu. Makan saja sampai disuapi suami dengan kondisi saya sambil memberikan ASI.

 

Sedangkan saat Emir sekarang ini, sepertinya saat sedang mengetik tulisa inilah ia sedang mengalami growth spurt. Jadi, saya sampai mengetik dengan tangan satu karena satu tangan yang lain saya pakai memangku dan menggendong Emir.

 

Alhamdulillah, untuk yang Emir saat ini saya tidak sampai kebingungan mengASIhi dia karena produksi ASI yang melimpah sejak kenal dengan Asimor.

 

Asimor, Sahabatnya Para Mamsi

 

Ya, saya baru kenal Asimor saat mengASIhi anak ke dua saya. Dan jika dibandingkan dengan pelancar ASI lain yang saya pernah saya minum, Asimor ini lebih terasa beda efeknya ke produksi ASI saya.

 

Buat yang belum kenal, Asimor ini adalah herbal yang bisa dikonsumsi Mamsi untuk membantu melancarkan ASI. Bahan utamanya ada daun katuk dan daun torbangun yang memang sudah sejak lama dipercaya masyarakat untuk melancarkan produksi ASI.

 

Selain itu, Asimor juga mengandung tambahan bioactive protein fraction dari ikan gabus. Zat ini juga bagus bagi Mamsi sebagai penguat daya tahan tubuh serta untuk bayi yang mengkonsumsi ASI. Apalagi untuk Mamsi yang melahirjan lewat proses caesar. Asimor yang dikonsumsi cukup bagus untuk memulihkan kesehatan Mamsi.

 

Pengalaman saya saat baru sekali saja mengonsumsi Asimor, ASI yang keluar itu jadi lebih banyak. Hampir tiap tiga jam saya bisa memerah ASI selain dikonsumsi langsung oleh Emir.

 

Apalagi saat sedang growth spurt seperti sekarang ini, keberadaan Asimor cukup berarti sekali. Untuk aturan pakainya, Mamsi cukup mengkonsumsi satu kaplet sebanyak dua kali sehari.

 

Asimor melancarkan ASI

Oh iya, buat Mamsi yang ingin mengkonsumsi Asimor juga, bisa beli di https://bit.ly/shopeeASIMOR dan gunakan kode voucher GOAPMOMS untuk mendapatkan diskon 10 persen.

 

Mari Menjadi Pejuang kASIh

 

Saya tahu, di luar sana begitu banyak para ibu yang begitu ingin mengASIhi bayinya secara eksklusif. Tapi terkadang, mereka mengalami masalah seperti ASI yang sulit lancar dan sebagainya.

 

Untuk para Mamsi yang mengalami masalah saat menyusui, yuk konsultasi saja ke para konselor ASI. Apalagi saat ini sudah cukup banyak info yang beredar seputar ASI di internet.

 

Jadi, yuk para Mamsi, kita berusaha atau berupaya menjadi pejuang kASIh. Karena ASI begitu berharga bagi masa depan buah hati kita.


Untuk masalah melancarkan ASI usai melahirkan, ternyata jika kita tahu caranya dan sudah menyiapkannya sejak masa kehamilan, ternyata mudah lho. Termasuk dengan konsumsi Asimor seperti yang sudah saya lakukan.

Comments

Postingan Populer

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…