Skip to main content

Tempat Wisata Kuliner di Bandung yang Asyik Dikunjungi Saat Musim Hujan

Bandung jadi destinasi wisata yang selalu menyajikan banyak pilihan. Mulai dari wisata petualangan, yang menonjolkan keindahan alam, kuliner, sampai kebudayaan. Tapi rekreasi Bandung di saat musim hujan, tetap asyik nggak sih?
Foto: Pixabay

Pengalaman saya sendiri di Desember tahun 2005, jadi momen kesekian kalinya punya kesempatan bisa berwisata ke Bandung. Waktu itu ada pihak travel di Batam yang minta diliput dengan destinasi wisatanya di Bandung. Pihak kantor pun lantas meminta saya untuk liputan.

Uniknya entah untuk ke berapa kalinya, kesempatan rekreasi di Bandung itu datang kembali ke saya di saat musim hujan! Jadi saat saya kecil dan tinggal di Bekasi, ayah kerap mengajak keluarganya ikut rekreasi kantor ke daerah Bandung dan sekitarnya yang seringnya terjadi di musim hujan.

Bisa ditebak lah ya, rasanya seperti apa. Berwisata, ke Bandung yang terkenal dingin, dan dilakukan pada saat musim hujan. Dinginnya itu lho…

Dari sekian aktivitas wisata di Bandung, saya hanya kerap menikmatinya di kala waktu makan tiba. Ya dong, efek dingin kerap membuat perut saya akhirnya terasa lapar.

Nah, andai suatu saat saya dapat kesempatan lagi wisata ke Bandung, saya sih maunya milih tempat rekreasi yang menonjolkan kuliner, tapi tetap bisa asyik berfoto-foto dengan latar yang cakep.

Dari sekian tempat yang sudah saya browsing, ini dia beberapa tempat wisata kuliner yang makanannya terkenal enak, punya spot foto cakep, dan tentunya, bikin kita nyaman meski sedang musim hujan.

Raja Rasa

Resto ini terkenal dengan sajian seafoodnya serta berbagai menu makanan khas Sunda. Katanya sih enaknya makanan di sini karena bahan-bahannya yang masih segar.

Foto: IG @@rajarasa.official

Raja Rasa ini berada di Sukawarna, Sukajadi, Jalan Setraria Nomor 1, Sukarasa, Sukasari, Kota Bandung.

Interiornya identik dengan nuansa cokelat dan kayu baik lantai, perabot, hingga hiasan dindingnya. Pengunjung bisa menjumpai suasana klasik di lantai satu, sedangkan di lantai dua ineriornya dikemas dengan nuansa Jepang.

Warung Sitinggil

Warung ini menyajikan masakan lokal Sunda, nusantara, hingga mancanegara. Yang mengasyikkan, menu-menunya ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau.

Foto: IG @bun.sha @ed90y

Lokasinya berasa di Jalan Dago, di atas sebuah bukit. Tema warungnya digarap bernuansa etnik, dengan desain interior berbahan kayu dan bambu.

Warung Misbar

Yang paling unik dari tempat ini adalah tempatnya yang seperti bangunan bioskop. Pengunjung bisa menyantap hidangan sambil ditemani dengan film-film bioskop era 80-an.

Foto: IG @warung_misbar_bandung

Berlokasi di Jalan RE Martadinata, warung ini menyajikan hidangan khas rumahan seperti terong Medan balado, semur jengkol, atau semur telur. Tak hanya itu, harganya pun bisa dibilang cukup terjangkau.

Roemah Nenek Resto Café

Menu yang terkenal dari restoran yang satu ini adalah pizza bakar, chicken tarragon, dan nasi lidah jamur.

Foto: IG @restocafe_roemahnenek.bdg

Selain menunya yang lezat, Roemah Nenek juga terkenal dengan desain eksterior dan interiornya hingga perabotnya yang bergaya tempo dulu atau klasik.

Alamat Roemah Nenek ada di Jalan Taman Cibeunying Selatan Nomor 47, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung.

Lisung Café

Dago memang banyak menawarkan tempat makan yang terkenal romantis. Salah satunya adalah Lisung Café yang berada Jalan Bukit Pakar Timur Nomor 111, Cimenyan, Dago, Bandung.

Foto: IG @lisungresto

Tempatnya tidak begitu besar. Desain kafenya a la tradisional dengan dominasi dekorasi kayu. Sedangkan menu yang khas dari Lisung Café adalah sop iga. Di kafe ini, pengunjung juga ditawarkan aneka menu khas tradisional, nusantara, dan juga mancanegara.

Boemi Joglo

Tempat makan ini menawarkan aneka menu khas Sunda. Tempatnya ada di Jalan Ranca Kendal Luhur Nomor 17, Ciburial, Cimenyan, Kota Bandung.

Foto: IG @boemijoglo

Saat menyantap hidangan di sana, pengunjung bisa menikmatinya di saung, dalam rumah, tenda paying, atau juga balkon.

The Valley Bistro Café

Tempat makan ini menawarkan hidangan yang kebanyakan berupa western food. Suasana The Valley Bistro ini terkenal romantis terutama saat malam hari karena keberadaan obor dan lilin yang digunakan untuk alat penerangnya.

Foto: IG @ad3wi

Lokasinya berada di Jalan Lembah Pakar TImur Nomor 28, Dago Pakar, Bandung.

Itu dia beberapa destinasi wisata kuliner yang mungkin bisa jadi pilihan saat berwisata, terutama di musim hujan. Apalagi biasanya, kesempatan liburan itu banyak datang saat akhir tahun di musim penghujan.

Selain tahu dan menyiapkan tujuan wisata akan ke mana saja nantinya, tentunya urusan transportasi juga perlu diperhatikan.

Buat yang ingin traveling dengan fun apalagi urusan mencari tiket pesawat ke Bandung, pilih saja Pegipegi. Karena, Pegipegi ini bisa dibilang partnernya traveler yang asyik untuk layanan reservasi online terbaik di seluruh Indonesia.

Di Pegipegi, kita yang suka traveling bisa cari harga tiket pesawat, tiket pesawat promo, juga tiket pesawat murah.

Nah, buat teman-teman yang suka berwisata ke Bandung, punya list tempat wisata kuliner asyik apalagi nih? Yuk tambahin di komentar ya. Terutama kalau tempat wisatanya itu asyik dan nyaman dikunjungi saat musim hujan.

Comments

  1. Waaahhh yang nomer 1 favoriitttt.
    Pengen nyobain deh rasanya.

    Jadi mupeng ke Bandung, surganya kuliner banget deh di sana :)

    Warung Misbar juga kayaknya enak tuh, bikin ngilerrr

    Rey

    ReplyDelete
  2. Kayaknya aku pernah ke roemah nenek, lupa lagi hehe udah lama. Tapi yang lainnya mah blm.next mudik tahun baru ini keknya mah nyoba ke misbar deh.

    ReplyDelete
  3. Foto2 menu makanannya malah bikin laper nih mom😄
    Tiap ke Bandung gak pernah tinggal untuk selalu wisata kuliner, bareng keluarga dan sahabat malah tambah seru.

    ReplyDelete
  4. Aaaaa aku kangen bandung.. Ya Allah kapan kesana lagiii

    ReplyDelete
  5. Saya orang bandung tapi belum pernah ke tempat tempat itu!! Waduhh.. kacaaauu!! Haha. Next harus coba semua tempatnya!

    ReplyDelete
  6. Nanti kalau ke Bandung saya coba buka artikel ini biar jadi guide. Lumayan bisa enjoy travelingnya

    ReplyDelete
  7. sebagai orang Bandung coret kusedih belum semua aku keisni dan cobain wkwkwk

    ReplyDelete
  8. Bandung ini salah satu list liburan keluargaku dan belum kesampaian, suka banget ama alam disana... kalau di jawa timur itu seperti malang...
    Kalau ke Bandung so pasti dong icip2 kulinernya... makasih ya mbak rekomendasinya

    ReplyDelete
  9. Dinamakan warung misbar karena tiap gerimis lansgung bubar kan mba? hahaha, lucu banget nama dan konsep warungnya. kalau pas ke Bandung samperin ah :)

    ReplyDelete
  10. Ternyata asik juga ya saat musim hujan ke Bandung. Banyak tempat makan dengan menu makanan yang beragam pula. Aku kok jadi pengen ke Roemah Nenek Resto Cafe ya setelah baca postingan ini.

    ReplyDelete
  11. Wah pengen ke bumi joglo niiih :D menikmati tenda payung pasti seneng deh

    ReplyDelete
  12. Itu yang menu-menu di Boemi Joglo mantap banget mbak Im. Nggak nolak deh daku kalau mbak Im bawain itu buat daku hehe

    ReplyDelete
  13. Cuaca dingin gini memang bawaannya mulut pengen ngunyah terus, perut juga gampang banget laper.

    Kalo liburan ke Bandung, mau coba tempat rekomendasi kulinernya.

    ReplyDelete
  14. Bandung mah nggak perlu diragukan lagi keragaman pilihan kulinernya yang banyak dan enak enaak. Tapi aku belum nyoba semua ini ee mba. Hehhhe

    ReplyDelete
  15. kepo sama warung misbar...singkatannya apa sama dengan di kampung saya dulu..gerimis bubar..wah jadi penasaran. apa outdoor juga Mbak tempatnya?

    ReplyDelete
  16. Ke Bandung pas musim hujan, bakal banyak yang dimakan deh. Pulang-pulang, berat badan nambah wkwk

    ReplyDelete
  17. Rata-rata sudah aku jalani dan makan nih kulinernya. Soalnya dulu pernah jadi warga bandung selama 7 tahun

    ReplyDelete
  18. Warung misbar tuh unik bangett, suasananya biki kita jadi inget zaman kita kecil dulu, rekomen sih menurutku buat dicoba

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…