Skip to main content

Reksa Dana Saham atau Campuran, Mana yang Lebih Untung?

reksa-dana-saham-atau-campuran-mana-yang-lebih-untung


Bagi teman-teman yang sudah kenal dengan investasi reksa dana, dan sudah tahu beberapa macam reksa dana, mungkin bertanya-tanya, reksa dana yang mana ya yang lebih menguntungkan? Atau mungkin jika sudah tahu tapi masih bingung, lalu bertanya, reksa dana saham dan cammpuran, mana yang lebih untung ya?

Sebelum saya bahas, yuk barangkali ada yang ingin baca dulu tentang kenapa sih kita perlu investasi di tulisan saya sebelumnya berjudul Reksa Dana di MAMI,Investasi Mudah untuk Melawan Inflasi.

Jadi pada hari Minggu tanggal 17 Maret lalu, Manulife Asset Management Indonesia kembali mengadakan Kopdar Investarian untuk kali yang ke empat dan terakhir di Surabaya. Tempatnya di OOB Kitchen, Hotel MaxOne Surabaya.

Dalam acara tersebut, saya dan teman-teman dari blogger Surabaya dan sekitarnya, kembali mendapatkan materi edukasi seputar investasi, terutama investasi reksa dana. Seperti biasa, Pak Legowo Kusumonegoro yang merupakan Presdir Manulife Bagian Asset Management sebagai pembicaranya.

Sebenarnya, tujuan dari investasi adalah untuk masa depan. Di mana, dana yang kita investasikan itu harus lebih cepat dari pertumbuhan angka inflasi. Jadinya ketika nanti akan kita gunakan pada waktunya, dana itu cukup.

Bedanya investasi dengan rekening tabungan adalah, jika tujuan dari menabung sebetulnya untuk segera digunakan. Tentunya, nilainya tidak boleh turun.

Reksa dana merupakan program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor yang berinvestasi pada beragam instrumen. Investasi ini dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset atau yang disebut manajer investasi.

Selain reksa dana, ada juga investasi saham dan obligasi yang bisa jadi pilihan. Sahan sendiri adalah investasi yang modalnya patungan, dengan semua owner boleh ikut mengatur. Hasil dari saham nantinya dibagikan rata sesuai dengan kepemilikan.

Sementara itu, obligasi adalah pinjaman. Artinnya, kita sebagai investor meminjamkan uang pada pihak lain yang oleh pihak tersebut digunakan untuk membayar utang. Kita sebagai investor mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

Karena kita sekarang sedang ngomongin reksa dana, yuk kita jadi fokus membahas ini ya...

Proses dari investasi reksa dana sendiri adalah seperti ini:

- Saat kita membeli reksa dana, dana kita akan diinvestasikan atau dibelikan reksa dana yang istilah satuannya adalah unit

- Investasi ini lalu berkembang. Grafiknya bisa naik dan turun seiring dengan harga unit reksa dana.

- Jika suatu saat kita membutuhkan dana dan ingin mencairkannya, kita bisa melakukannya kapanpun. Namun, sebaiknya masa pencairan unit reksa dana ini dilakukan saat nilainya sudah cukup berkembang banyak sehingga kita bisa menikmati hasilnya.

- Selain dicairkan, reksa dana pun bisa kita tukar unitnya dengan jenis reksa dana lain, kapanpun kita mau.

Untuk jenis-jenis reksa dana, teman-teman bisa baca tulisan saya berjudul Kopdar Investarian MAMI, Edukasi Finansial yangMembuat Saya Menyesal

Reksa Dana Saham, Solusi Investor Pemula yang Ingin Main Saham


Banyak orang yang sudah mengetahui kalau investasi saham itu bisa sangat menguntungkan. Saat berinvestasi saham, inilah yang harus diperhatikan:

- Berinvestasi saham itu sebetulnya membutuhkan pengalaman. Sedangkan bagi pemula, kita bisa mencoba-coba memilih saham dengan ilmu seadanya.

- Investasi saham memang terkenal bisa sangat menguntungkan. Untuk itu tentunya, kita membutuhkan modal yang harus besar.

- Setelah berinvestasi, investor saham perlu terus memantau pergerakan saham setiap saat.

Dengan kondisi tersebut, investor akhirnya perlu benar-benar memiliki jumlah uang yang besar untuk berinvestasi, dan perlu waktu yang cukup untuk terus memantau pergerakan perkembangan saham.

Nah, jika kita tidak cukup memiliki dua hal tersebut, kita bisa lho memilih investasi reksa dana saham. Ada perbedaan yang dimiliki reksa dana saham dibandingkan investasi saham:

- Yang perlu diingat, reksa dana adalah dana dari beberapa investor yang diinvestasikan pada beragam instrumen. Karena itu, manajer investasi menyaring instrumen saham apa saja yang sesuai dengan strategi investasi, kondisi ekonomi atau politik terkini.

Jadi saat kita membeli reksa dana saham, artinya kita menginvestasikan dana untuk beberapa saham yang dipilih manajer investasi, dalam unit reksa dana kita. Kita tidak bisa memilih saham mana yang ada di dalam reksa dana tersebut.

- Meski ada embel-embel nama saham, tapi reksa dana saham tidak membuat kita sampai perlu mengeluarkan dana besar untuk investasi. Modal yang diperlukan untuk reksa dana saham cukup terjangkau. Ada yang membutuhkan minimal Rp100 ribu, namun ada juga yang cukup membutuhkan uang Rp10 ribu.

Modal yang cukup terjangkai dari reksa dana saham ini dikarenakan modal reksa dana saham dihimpun dari ribuan investor.

- Pergerakan saham yang ada terus dipantau oleh manajer investasi. Jika suatu ketika ada saham yang kinerjanya tidak sesuai, manajer investasi bisa mengalihkannya ke saham lain.

Karena itu, ada beberapa dasar yang bisa kita gunakan jika ingin memilih investasi reksa dana saham, yaitu jika kita ingin mendapatkan potensi hasil yang tinggi dan untuk keperluan yang sifatnya jangka panjang atau lebh dari tujuh tahun.

Tentunya perlu diingat, bahwa investasi yang potensi hasilnya tinggi pasti juga memiliki resiko yang tinggi. Bisa dibilang, reksa dana saham memang sangat fluktuatif jika dibandingkan jenis reksa dana yang lain.

Dengan berbagai kondisi reksa dana saham itulah, investasi ini bisa jadi cocok bagi investor pemula yang tertarik ingin berinvestasi saham tapi tidak punya cukup pengetahuan dan pengalaman, tidak cukup punya modal banyak, dan juga tidak punya waktu untuk memantau pergerakan saham.

Reksa Dana Campuran untuk Resiko yang Lebih Ringan


Selain reksa dana saham, sebetulnya ada juga reksa dana campuran yang menawarkan keuntungan cukup  besar. Namun, besarnya keuntungan reksa dana campuran ini masih di bawah reksa dana saham.

Namanya saja reksa dana campuran, maka reksa dana ini terdiri dari saham, obligasi, dan pasar uang. Jika reksa dana campuran ini komposisi sahamnya lebih besar dari pada obligasi dan pasar uang, maka sifatnya tentu mendekati reksa dana saham untuk urusan resiko dan juga keuntungan. Begitu juga sebaliknya.

Beberapa karakter dari reksa dana campuran adalah sebagai berikut:

- Komposisinya lebih beragam

- Sifatnya cukup fluktuatif dengan potensi hasil yang sedang.

- Reksa dana ini cocok untuk investasi masa depan yang membutuhkan dana dalam jangka waktu lima sampai tujuh tahun mendatang.

- Untuk minimal investasinya adalah Rp100 ribu.

Oh iya, bagi teman-teman yang ingin berinvestasi reksa dana dengan cara syariah, kita juga bisa lho melakukannya. Yuk baca juga tulisan saya yang berjudul Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Jadi kalau kita bingung investasi mana yang ingin kita pilih, jawabannya, tentu kembali lagi sesuai dengan kebutuhan kita di masa depan. Dan tentu perlu diingat, bahwa makin menguntungkan sebuah investasi, akan makin tinggi resikonya. Begitu juga sebaliknya.

Dengan gambaran tersebut, tentu kita sudah bisa menjawab kan pertanyaan di judul tulisan ini, reksa dana saham atau campuran, mana yang lebih untung?




Comments

  1. Jangan berharap untung cepat kalau investasi ya krn membutuhkan waktu agak panjang beda halnya dengan tabungan atau deposito mungkin ya. MEmang reksadana dikhususkan buat jangka panjang dan tabungan masaa depan.

    ReplyDelete
  2. Untuk reksadana ini aku sebenarnya tertarik buat investasi karena lebih aman ya alias resiko lebih kecil. Cuma masih mempelajari dulu lebih detail

    ReplyDelete
  3. Saya masih perlu banyak mempelajati kalo masalah investasi reksadana begini. Belum tau baik buruknya. Hehe...

    Ahya, Mbak ada WAGnya blogger Surabayakah, boleh ikut gabung?

    ReplyDelete
  4. Ada banyak jalan ya untuk melakukan investasi. Dan investasi di MAMI ini tidak membutuhkan dana yang banyak juga ya. Jadi, menghitung keuntungan investasinya tuh gimana ya, Mbak? kok aku jadi kepingin ngerti, misal dana awal 100.000 rupiah, apa bisa ditambahkan apa bisa hanya sebesar itu saja?

    ReplyDelete
  5. Reksa Dana ini pilihan investasi masa kini. Mau invest yang jenis apa saja disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan ya mba

    ReplyDelete
  6. Kayaknya sekarang reksadana ini yg menjadi peluang ya untuk berinvestasi. Modalnya pun ada yg 10rb an yaahh. Daripada dibeliin cemilan terus mending coba belajar investasi lewat reksadana ya Mbak.

    ReplyDelete
  7. Jadi ingat "Hi risk, hi return" itu benar adanya yaa...
    Aku mikir aga lama...rasanya Bapakku dulu ikutan reksa dana yang berujung pada kurang beruntung.
    Tapi yaah...sekali lagi, namanya juga investasi.
    Segala sesuatunya mesti diperhitungkan dengan matang.

    ReplyDelete
  8. Setuju banget jika hendak berinvestasi harus disesuaikan dengan kebutuhan.. dan tentu memperhatikan tingkat risikonya juga.. kalo berinvestasi tetapi risikonya besar ya jangan.. thanks for sharing mbakku..

    ReplyDelete
  9. Aku pernah mbak ikut reksadana, asiknya dulu ada yang urusin jadi ngabarin ke kita berapa nilai saham, apa yang harus diambil dan resikonya semacam konsultan gitu. Investasi reksadana adalah investasi yang menarik untuk tabungan pendidikan anak di masa depan.

    ReplyDelete
  10. Wah investasinya bisa mulai 100 ribu ya..Tapi harus berani ambil risiko memang kalau mau berinvestasi.

    ReplyDelete
  11. Kalau saya mah mending cari investasi yang aman saja seperti investasi dengan rekasana dana syariah. Tapi klu masalah untung yah memang klu berinvestasi kita harus bersabar ya Mbak karena hasilnya tdk bisa didapatkan secara cepat. Beda dengan tabungan. Btw thanks sharingnya mbak

    ReplyDelete
  12. Nah ini dia, saya masih harus belajar banyak tentang reksadana. Lumayan nih jadi paham juga sekarang. Emang ini salah satu investasi yang menjanjikan tapi mudah ya.

    ReplyDelete
  13. Wah kebetulan lagi cari produk investasi lagi nihnselain LM sama deposito, jadi lebih baik reksadana campuran ya risikonya juga lebih rendah.

    ReplyDelete
  14. Wah jd reksadana ini sebaiknya emang dilakukan saatb kita emang niat inves dan gak kepengen cepet ambil hasilnya ya mbak. Biar jd banyak dulu.
    Tapi aku kyiknya lbh tertarik sama yg syariah aja kyknya...

    ReplyDelete
  15. Perlu pengetahuan yang dalam untuk mengetahui seluk beluk investasi yang pas buat kita

    ReplyDelete
  16. Investasi memang perlu disesuaikan dgn kebutuhan kita ya Mba..jdnya membuat lebih efekti efisien manajenen keuangan kita..

    ReplyDelete
  17. Bagi pemula, sambil mencoba-coba, sekaligus belajar dengan sering-sering mencatat, ya. Dan mungkin mencoba reksa dana saham sambil belajar juga.

    ReplyDelete
  18. Berhubung ingin cari aman, aq investasi di reksa Dana saham saja

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…