Skip to main content

Posts

Agar Gigi Berlubang Bau tak Jadi Pengganggu

  Buat saya, gigi berlubang bau itu masalahnya ada tiga. Gigi berlubang bisa menyebabkan sakit gigi. Gigi berlubang bisa membuat sisa makanan masuk ke dalamnya. Dan, gigi berlubang yang terisi kotoran akhirnya bisa membuat mulut kita menjadi bau. Sungguh bertumpuk masalahnya! Dan juga, kesemua masalah tersebut bisa saling berhubungan. Tentunya siapapun pasti tahu, mengapa gigi sampai bisa rusak berlubang. Penyebabnya apalagi kalau bukan cara merawat gigi yang tidak tepat. Bisa dari kurang rajin membersihkan gigi, cara embersihkan gigi yang kurang tepat, atau tidak rutin cek ke dokter gigi. Selain itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi juga bisa menjadi penyebabnya. Misalnya makanan yang banyak mengandung kadar gula, atau minum minuman bersoda. Akibatnya gigi pun berlubang. Jika kebiasaan buruk tadi masih terus dipelihara, akibatnya gigi berlubang pun makin parah. Apalagi jika kerusakannya mulai menyerang akar gigi. Gigi pun jadi sakit. Gigi yang berlubang juga memunculka

Penuhi Hak Anak Kenal Bahasa Ibu Lewat Let’s Read

Ini cerita tentang seorang anak yang tidak tahu soto itu apa. Suatu ketika saat main di rumah neneknya, terhidang semangkok soto. Ia menolak. Lalu terdengar bisikan halus mamanya. “This is yellow chicken soup.” Dan anak itu langsung lahap memakannya. Jika menebak anak ini berasal dari luar negeri, jawabannya salah. Dia anak Indonesia, lahir dan dibesarkan orang tua berkebangsaan Indonesia. Sukunya Jawa. Tinggal di Jawa. Ibunya bisa berbahasa Inggris. Sejak lahir, bahasa Inggris digunakannya sebagai bahasa ibu. Si anak sempat mengalami keterlambatan bicara. Ibunya baru sadar, rupanya anaknya bingung bahasa, apakah menggunakan Indonesia atau Inggris.   Bahasa Ibu Adalah Hak Anak Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir, melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan masyarakat lingkungannya. Pengertian tersebut saya salin langsung dari Wikipedia. Dari situ, saya teringat bagaimana berkomunikasi dengan anak-

Memilih Layanan Pengiriman Barang Berdasarkan Jenis Bisnisnya

Ingin sukses berbisnis di masa pandemi? Jika jawabannya iya, maka salah satu jurus jitunya adalah pastikan pilih layanan logistik terpercaya. Termasuk memilih jasa pengiriman kargo . Tidak dapat dipungkiri, di musim pandemi, kebutuhan pengiriman barang grafiknya makin meningkat. Sumber: pixabay dot com Ya, banyak orang berharap di Januari 2021 ini, pandemi di Indonesia dapat mereda. Namun nyatanya yang ada malah sebaliknya. Beberapa hari terakhir, angka Covid-19 justru makin meningkat. Sementara itu, berbagai aktivitas masyarakat sejak Maret 2020 lalu hingga Januari 2021 ini dilaksanakan dari rumah. Banyak hal begitu bergantung dengan keberadaan internet. Mulai dari urusan kerja, pendidikan, sampai urusan belanja. Tak heran keberadaan transaksi online di e-commerce jadi makin meningkat. Jika kita ke luar rumah, resikonya memang cukup tinggi di musim pandemi seperti sekarang ini. Hal ini membuat banyak pengusaha mengalihkan cara untuk menyentuh konsumen lewat internet. Mulai dar

Karena Besarnya Manfaat Pelukan Ibu dan Anak Itu Begitu Kami Rasakan

    Malam itu, mata saya tercekat membaca tulisan seorang teman. Ia menuliskannya panjang di status sebuah media sosial, tentang cerita betapa lelahnya ia di hari itu. Sumber kelelahannya ada pada anak sulungnya, seorang gadis cilik yang usianya mungkin sekitar tiga atau empat tahun. Ceritanya, suatu ketika si sulung buang air kecil di lantai. Air pipisnya berceceran di mana-mana. Teman saya lalu membereskannya kemudian masuk ke kamar untuk menyusui adiknya. Saat ke luar kamar, dilihatnya lantai rumah sudah banjir. Di tengah kebingungan, muncullah wajah cilik si sulung yang dengan bangga berkata, “Aku sudah mencuci semuanya sendirian!” Ya, gadis ciliknya memang bermaksud membantu teman saya mencuci perkakas dapur yang sebelumnya tertumpuk kotor. Namun yang terjadi, ulahnya justru membuat banyak hal jadi berantakan. Ada air rebusan di panci untuk minum yang malah jadi kotor. Ada minyak goreng yang tumpah. Ada gayung dan sabun cuci piring yang tergeletak di lantai. Ada kursi ya

Inilah Penyebab Kenapa Gusi Sering Berdarah

Siapa nih yang gusinya sering berdarah? Faktanya, ternyata kenapa gusi sering berdarah itu penyebabnya bisa macam-macam lho! Seumur-umur dari dulu hingga sekarang, saya pernah tahu atau mengalami gusi sering berdarah karena beberapa penyebab berikut ini. 1. Gusi bengkak Biasanya makanan yang kita kunyah akan meninggalkan sisa dan terselip di sela-sela gigi. Lalu jika gigi berlubang, makanan pun akan masuk ke sana dan sulit keluar. Bahkan meski kita sudah berkumur-kumur atau menyikat gigi, kotoran gigi tersebut tak kunjung bisa keluar. Makanan yang tertinggal di gigi berlubang berpotensi masuk dan membuat masalah di bagian akar gigi. Akibatnya, gusi pun jadi membengkak. Masalah ini jika tidak diatasi akan sering membuat gusi jadi sering berdarah. Apalagi jika masalahnya pada akar gigi. Jika gusi sampai sering bengkak, berdarah, disebabkan kotoran sisa makanan yang masuk ke bagian ini, maka biasanya, dokter pun akan melakukan perawatan akar gigi. 2. Kurang vitamin C Masa

Anak Lemas Setelah Sembuh dari Sakit, Ini Dia Cara Memulihkannya

  Melihat anak sudah sembuh dari sakit, rasanya pasti melegakan. Tapi, tentu kita masih merasa sedih saat melihat anak lemas setelah sembuh dari sakit . Rasanya ingin sekali membuat si kecil bisa kembali aktif. Biasanya anak yang habis sakit memang tidak bisa langsung terlihat segar bugar. Apalagi jika selama sakit, ia susah, tak nyaman, dan tidak bersemagat untuk makan. Ditambah lagi jika sakitnya adalah usai menjalani opname di rumah sakit. Anak yang lemas setelah sembuh dari sakit biasanya disebabkan juga karena sebelumnya ia mengalami sakit panas. Biasanya tubuh yang mengalami kenaikan suhu badan akan berefek pada lidahnya yang menjadi putih. Kondisi ini membuat lidah tidak begitu bisa merasakan rasa makanan, bahkan membuat lidah merasa pahit saat mencoba rasa makanan apapun. Nah, untuk mengembalikan kebugaran si kecil setelah sembuh dari sakit, kali ini saya ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi si kecil yang masih lemas setelah sembuh dari sakit. 1. Memb

Obat Sakit Gigi untuk Anak yang Aman dan Nyaman

Masalah sakit gigi kerap dirasakan oleh anak kecil. Melihat hal itu, para orang tua pun tentunya langsung tergerak untuk mencari obat sakit gigi untuk anak . Nyatanya, nggak semua obat sakit gigi lho termasuk obat yang aman dan nyaman untuk anak. Nah, sebelum mencari obat sakit gigi untuk anak, orang tua harus tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan si kecil sakit gigi. Jadi biar anak tidak mendapat obat yang salah dan ujung-ujungnya malah berbahaya. Biasanya, hal-hal berikutlah yang menjadi penyebab anak mengeluhkan sakit pada giginya. 1. Ada gigi baru yang sedang tumbuh Sudah menjadi hal yang wajar jika anak terkadang mengeluhkan giginya yang sakit, dan ternyata penyebabnya adalah gigi yang sedang tumbuh. Anak saya Kayyisah misalnya. Di usianya yang hampir enam tahun, gigi gerahamnya yang belakang sedang tumbuh. Beberapa waktu lalu ia mengeluh bagian gigi yang belakang terasa sakit. Waktu saya cek, ternyata gusi bagian paling belakang sedang terbuka, dan tampak warna puti