Skip to main content

Kerja Keras Tapi Tetap Asik Tanpa Toxic


“Hard work beats talent when talent doesn’t work hard.”

Saat sedang menunggu si kecil yang keliling naik kereta kelinci sama mbahnya, mata saya kesasar di deretan poster yang berjajar di salah satu dinding luar kantor pos Lamongan.

Kalau bahasa Indonesianya, penafsiran saya nih, berarti kerja keras itu masih bisa kalah sama bakat. Apalagi kalau yang punya bakat nggak bekerja keras.

Eh tapi, lha kok tulisannya ini nggak ada penulisnya siapa ya. Setelah browsing, ketemulah nama Tim Notke. Kata beberapa situs di internet, Tim ini seorang pelatih basket di sebuah SMA.

Mungkin Tim waktu itu sampai ngomong begitu gara-gara ada anak didiknya yang pemalas kali ya? Atau yang nggak pede main basket karena merasa nggak berbakat? Ah sudahlah, kita nggak perlu cari tahu sampai ngajak Doraemon pakai mesin waktu.

Tulisannya pak pelatih ini bikin saya teringat tes sidik jari di tahun 2013. Kalau misal tes sidik jari bisa bunyi kayak iklan ramalan tempo dulu, mungkin dia akan bilang, “Anda ini orang yang terlahir dengan bakat yang nggak cocok kalau jadi penulis. Karena Anda seharusnya jadi pemimpin perusahaan.”

Waktu itu rasanya kayak orang patah hati. Lha gimana dong, masa saya nggak bisa sukses jadi penulis? Padahal sudah cinta banget sama dunia kepenulisan dari kecil.

Setelah merenung beberapa hari tapi tanpa proses cap cip cup kancing baju, endingnya saya ngeyel. Wong peramal saja bisa meleset ramalannya, mesti tes sidik jari juga bisa. Yang penting kan usaha. Gusti Allah nanti yang menentukan. Itu tekad saya.

Dan biar nggak jauh banget dari ‘ramalan’ sidik jari, ya dianggap saja saya punya perusahaan yang bekerja di kepenulisan, pemimpinnya saya, anak buahnya saya juga. Maju nggaknya perusahaan bergantung dari kerja keras saya.



Sebetulnya pernyataan tersebut nggak benar juga sih. Cuma kalau di saya, malah bener banget. Huhuhu…

Ceritanya, akhir-akhir ini saya sedang bekerja keras. Niatnya ingin meraih target finansial untuk tahun 2019-2020. Dibelain deh begadang sampai dini hari. Tebus tidurnya ganti siang hari.

Ini masih ditambah suka kurang minum karena alasan nggak haus. Kurang olahraga karena alasan sudah jalan kaki ke tukang sayur kalau pagi. Kurang jaga makanan sehat dengan alasan mi goreng instan itu enak banget di lidah. Iya, saya penyuka mi instan yang sekali makan bisa dua bungkus dan sampai berhari-hari, lho!

Kondisi fisik yang akhirnya kurang bagus itu masih ditambah urusan psikis. Yang ada di pikiran cari duit melulu. Sampai nggak pernah lagi ikut pengajian yang jadinya bikin setan susah musuhan sama pikiran sehat.

Lucunya, kadang saya suka nangis sendiri. Apalagi kalau kena hormon akibat mau bulanannya perempuan. Iya, saya bilang lucu karena sedih nggak jelas, terus air mata deras banget kayak sedang ngiris bawang.

Kalau pas sadar, saya mikir. Apa saya sudah di titik stress kali ya? Wah, perlu piknik nih! Eh tapi kan duitnya lagi ngirit buat menuhin target.

Kedilemaan itu akhirnya kerap saya akhiri dengan berangkat piknik sama si kecil ke alun-alun. Yang penting piknik!



Di Lamongan itu sedang musimnya pembenahan infrastruktur. Sungai dibenahi. Dan yang membahagiakan, got di daerah perumahan orangtua saya dibongkar. Senang tentunya, karena berharap musim hujan nanti di daerah sana tidak parah lagi banjirnya.

Tapi pembenahan infrastruktur yang marak di musim kemarau bikin aktivitas saya saat bermotor menjadi kurang nyaman. Kena deh debu dan polusi. Akibatnya saya sempat kena batuk beberapa hari.

Lalu, mari kita hitung. Sudahlah gaya hidup tidak sehat dengan atas nama kerja keras, stres, debu dan polusi lingkungan, hasilnya apa saudara-saudara? Badan saya kayak kebanyakan beban nggak jelas yang rasanya melulu ingin bersahabat dengan kasur dan bantal.

Kalau dari hasil browsing, orang yang ciri-cirinya gampang lelah seperti saya ini berarti di badannya sedang kebanyakan racun dalam tubuh. Jadinya browsing lagi deh buat cari tahu apa yang harus saya lakukan biar tubuh terasa bugar.

Apalagi kondisinya ada anak balita yang harus saya dikawal 24 jam, ditambah alarm di kepala tentang target #2019gantirumah. Iya dong, saya juga mesti kekinian dengan bikin target buat tahun 2019.

Hasil browsing saya nyangkut ke sebuah artikel yang membahas tentang tanda-tanda tubuh yang mengandung banyak racun.


Dari sekian tanda-tanda itu, saya cek diri sendiri. Kalau d-ichecklist, dari 14 poin yang ada, cuma berat badan susah turun dan masalah kulit yang alhamdulillah tidak saya alami.

Beneran saya masih bisa alhamdulillah. Karena kerja keras sampai stres masih membuat berat badan saya bisa turun. Walaupun nggak sekurus zaman masih lajang.

Yang penting kan kalau kata ustad, kita harus bersyukur biar nikmat bertambah. Maksud saya, nikmat tambah turun berat badannya gitu…



Dari beberapa artikel di internet itu juga saya menemukan tulisan, kalau tubuh mulai terasa banyak racun yang menumpuk, berarti perlu dibersihkan. Bahasa singkatnya, detoksifikasi. Katanya ada beberapa cara yang bisa dilakukan.


Dari sekian itu yang kadang saya lakukan adalah puasa. Ada untungnya juga punya hutang puasa sejak hamil yang sampai sekarang masih belum juga lunas.

Minum air lebih banyak juga saya coba. Caranya malah dengan rajin mengingatkan anak minum air putih yang berarti di waktu itu juga saya mesti minum.

Konsumsi sayur dan buah juga mulai saya tingkatkan. Alhamdulillah, suami lagi sering bawa pulang hasil buah dari kebunnya. Tomat di depan rumah pun sedang rajin berbuah.

Kalau badan sedang terasa tidak nyaman, andalan saya konsumsi habbatussauda atau bawang putih jika level nggak nyamannya sudah lumayan nggak enak.

Jangan tanya deh bagaimana rasanya makan bawang putih. Tentunya getir nggak ketulungan di lidah dan kerongkongan, kadang sesak di ulu hati kalau nggak segera minum air putih, sampai bau mulut yang kerap bikin si kecil protes sambil tutup hidung.

Kalau urusan detoksifikasi, saya pernah mengonsumsi produk gamat. Efeknya buat saya nggak nyaman banget. Jadi kayak vampir pengen hisap darah. Badan jadi lemas. Kepala keliyengan dan melihat orang kayak lihat alien. Karena tak tahan dengan efeknya, saya hentikan prosesnya dari pada aktivitas harian malah jadi berantakan.

Huah, memang untuk sehat itu butuh perjuangan ya. Apalagi kalau alarm tubuh sudah sering berbunyi. Sampai saya terpikir, mau detoksifikasi tubuh kok ya malah nggak asik gitu ya. Kalau seperti itu sih kejar target dengan kerja keras malah bisa bubar jalan!



Sering saya berpikir, ah, andai ada bank waktu yang bisa membuat orang mendepositokan waktu luangnya untuk dipinjamkan ke mereka yang kekurangan waktu 24 jam dalam sehari ya.

Lalu saya tersadar. Sebegini aktifnya kah hidup saya, sampai terkadang bisa merasa yang namanya stres dan kekurangan waktu?

Tapi life must go on. Jadi biar tetap bisa menjalankan peran seorang ibu bagi seorang anak balita, jadi istri yang cantik disayang suami, mengurus domestik rumah, malam hari bekerja di depan netbook untuk membuat tulisan, saya mesti tetap sehat jiwa dan raga.

Di kemudian hari, untuk urusan akibat gaya hidup tidak sehat dengan begadang, efek paparan polusi saat di jalan, sampai stres, saya meminimalisirnya dengan NATSBEE Honey Lemon.

Minuman dalam kemasan botol ini saya dapati di jajaran botol minuman ringan di toko moderen saat saya sedang mencari-cari minuman untuk teman begadang. Pikir saya waktu itu, kok ada ini ada minuman madu lemon ya? Baru tahu. Kayaknya asik nih! Mana ada label Vitamin C lagi.

Dan seingat saya, baru ini nih ada minuman lemon madu yang bikin saya tinggal minum. Nggak perlu repot ngiris lemon dulu lalu diaduk campur madu.

Untuk urusan madu, kebetulan saya memang pecinta rasa manis yang juga hobi minum madu. Sedangkan kalau lemon, sejujurnya saya sangat jarang mengonsumsinya. Beda lagi dengan jeruk nipis. Saudara sepupunya lemon ini terkadang saya minum dengan jurus jeniper alias jeruk nipis peres saat pagi hari.

Cuma sayangnya, ya minum madu, ya konsumsi jeniper, sayanya nggak rutin melakukannya. Sering lupa.


Natsbee Honey Lemon ini lebih praktis menurut saya. Nggak perlu bikin minuman yang pakai acara menuang madu dan memeras lemon.

Ada beberapa hal yang membuat saya awalnya tertarik dan ingin mencoba Natsbee Honey Lemon.

1. Mengandung Vitamin C

2. Kandungan energinya 110 kkal dan nol persen lemak. Pas buat teman minum saat saya begadang.

3. Halal. Awalnya pas lihat kemasannya, lho, kok nggak ada. Lalu saat browsing, eh, ternyata sudah ada sertifikat halalnya. Aman deh!



4. Terdaftar di BPOM. Kodenya ada di bagian dekat bawah kemasan.

Saat saya buka kemasannya, hm… aroma madunya langsung terasa. Begitu pula saat saya minum. Bisa ditebak, saya langsung suka.

Dari beberapa kali mencoba produk keluaran Pokka ini, saya merasa klop. Beneran bisa jadi andalan deh untuk menemani hari aktif apalagi levelnya sampai kerja keras dengan badan yang perlu dibersihkan dari racun. Dan dengan Natsbee Honey Lemon yang rasanya enak ini, jadi cara asik saya untuk membantu menjaga kesehatan badan.



Ada beberapa momen yang membuat saya terkesan dengan Natsbee Honey Lemon. Minuman yang satu ini sudah membuat hari aktif saya yang penuh kerja keras jadi lebih maksimal saat beraktivitas.


Bukti 1, bikin anteng si batuk

Kenapa akhirnya saya sepakat kalau Natsbee Honey Lemon ini memang minuman yang bikin #AsikTanpaToxic itu ceritanya saat saya jadikan teman minum pas begadang.

Waktu itu sudah beberapa hari saya begadang ngelembur bikin tulisan dengan pola begadangnya hari ini nggak begadang, besok begadang, besoknya lagi enggak, dan begitu seterusnya.

Ya lah, saya bukan orang yang militan begadang karena masih sedikit nurut dengan nasihatnya Pakdhe Roma Irama. Sedikit nurutnya, karena begadangnya selang-seling hari.

Nah, pas begadang itu saya sampai batuk-batuk. Kebiasaan saya memang kalau sudah sering begadang seperti itu. Rasanya kayak ada sesuatu yang nyumbat di dada dan kalau nggak dipakai batuk, nggak lega.

Saat batuknya lagi usil banget ganggu konsentrasi ngetik, eh botol Natsbee Honey Lemon yang saya taruh di dekat netbook kayak manggil-manggil, “Bersihkan hari aktifmu! Minumlah saya!”

Uhuk, mungkin efek halu kali ya karena baterai kesadaran sudah merosot ke lutut nggak di kepala lagi. Jadilah saya ambil, buka, dan hm… bau madu banget! Pas sudah beberapa tegukan, beberapa saat kemudian saya rasa, eh, kok jadi anteng ya batuknya.

Barulah beberapa waktu kemudian saya ingat. Oh pantesan, kan ada kandungan lemon sama madunya. Orang dulu saja kalau ada yang batuk, obat tradisionalnya bisa pakai lemon dan madu.

Pikir saya, berarti memang asli ada madu dan lemon nih. Bukan sekedar perasa saja di minuman dan nggak bohongan.

Bukti 2, bikin segar badan tapi nggak bikin perut melilit

Habis begadang, tidurlah saya setelah waktu subuh. Bangun sekitar satu setengah jam kemudian. Kebiasaan kalau bangun tidur, saya suka haus. Langsung ambil asal botol di dekat tempat tidur yang kemudian baru sadar, kalau masih ada sisa Natsbee Honey Lemon yang sudah saya buka beberapa jam sebelumnya.

Pas sudah minum, telat sadar. Aduh, ini kan ada kandungan lemonnya. Ada vitamin C-nya. Kalau maag nanti kambuh gimana?

Kekhawatiran yang sebentar itu langsung saya lupakan karena harus berjibaku dengan urusan domestik. Siangnya, barulah teringat lagi. Dan hey, saya yang kadang suka sensitif urusan maah ternyata kok baik-baik saja ya! Aman deh di pencernaan!

Terus lagi, badan rasanya kayak nggak gampang lemas meski habis begadang. Efek ini mirip kayak kalau saya habis minum minuman yang tinggi kadar oksigennya.




Apa artinya kerja keras kalau hasilnya nggak bisa kita nikmati. Apa artinya kerja keras untuk anak kalau nantinya saya nggak bisa hidup lama dengannya karena kesehatan yang menurun.

Kalau mikirnya sampai ke situ, jujur, saya jadi berhati-hati. Okelah memang semuanya harus dijalani dengan kerja keras. Terkadang harus dengan begadang yang itu memang tidak sehat. Tapi semuanya perlu diimbangin dengan hal yang sehat.

Olahraga ringan, makan makanan sehat dengan memperbanyak buah dan sayur, serta mencoba mengimbangi diri dengan ibadah adalah beberapa hal yang saya coba sebagai penyeimbang agar fisik dan psikis bisa tetap sehat meski keseharian kerja keras.

Bersyukurnya saya, sekarang saya punya teman yang asik buat diminum. Apalagi kalau pas harus begadang, pas badan kerasa drop. Natsbee Honey Lemon bikin saya tetap menjalani hari aktif tapi bisa asik tanpa toxic.


Bahan penunjang tulisan:
https://www.arbamedia.com/2015/11/ciri-ciri-tubuh-banyak-racun.html?m=1
https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/amp/erny/11-tanda-tubuh-penuh-racun
https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-detoksifikasi-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/amp/
https://manfaat.co.id/manfaat-madu
https://www.msn.com/id-id/kesehatan/other/8-manfaat-minum-air-lemon-di-pagi-hari-yang-bisa-sehatkanmu-dibanding-secangkir-kopi/ar-BBIHDfK
Facebook Pokka

Comments

  1. Natsbee ini tuh enak, seger. Ga terlalu manis pula , saya suka bnaget apalagi kalau diminum pas haus

    ReplyDelete
  2. biasanya detoks itu khan caranya nggak nyaman, dengan diet, atau cara-cara lainnya. kalau minum natsbee mah enak ya, seger juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, saya pernah pakai cara lain detoks badan. Yang ada malah badan kondisinya nggak karuan.

      Delete
  3. Mbak, Natsbee Honey Lemonnya di minimarket belum ada ya? Aku penasaran pingin coba tapi ga nemu huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, Mbak. Coba deh cari di deretan minuman botolan. Kalau nggak ada di rak, kemungkinan di simpan di lemari pendinginnya.

      Delete
  4. Racun dalam tubuh kalau dibiarkan bisa bahaya

    ReplyDelete
  5. Saya juga minum Natsbee kak, dan itu menyegarkan banget apalagi di saat siang hari dan menyehatkan karena ada madu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalau dingin ya Natsbeenya. Ngademin banget...

      Delete
  6. Cuaca lagi panas banget nih di LaMongan, di sana sini banyak pohon ditebang, debu bertebaran. Aku paling rentan sama radang tenggorokan, Ka. Cocok nih madu dan lemon, segeeeer. Jadi pengin coba Natsbee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Pak. Lagi banyak perbaikan infrastruktur nih di Lamongan.

      Delete
  7. Ya ampun aku tuh juga sering mengalami tanda-tanda itu, mbak. Kirain kenapa gitu kok bawaan lemes melulu, gampang banget capek. Jangan-jangan aku pun menimbun racun di dalam tubuh. Fix ini mah butuh NatsBee Honey Lemon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ternyata kondisi kayak gitu itu alarmnya tubuh yang bilang kalau ada yang nggak beres.

      Delete
  8. Saya jarang minum minuman kemasan. Gara2nya terlalu manis. Tapi yang ini suka. Seger. Gak manis. Bagus juga buat kesehatan. Gudlak lombanya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Teh, Natsbee ini kayak kalau kita bikin madu lemon sendiri.

      Delete
  9. Sudah coba minum Natsbee ini, enak ya rasa teh madu nya. Apalagi kalau dingin, di siang bolong.... Segeeeer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho-oh Mbak, udah seger, manfaatnya pun besar buat tubuh kita.

      Delete
  10. Ini diminum siang-siang pas panas sueger banget ya mba... jarang liat di supermarket tapinya apa saya kurang perhatikan ya..hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Mbak, di rak minuman ringan botolan. Kalau pas nggak ada, kemungkinan di lemari pendinginnya. Kalau nggak ada lagi, berarti emang laris... :D

      Delete
  11. Hidup di era skrg mah racun berlimpah ya, Mba. Untungnya ada natsbee ya. Bisa membuang racun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, zaman sekarang dari makanan yang udara, banyak racun yang bisa masuk ke tubuh.

      Delete
  12. Aku juga lebih memilih puasa untuk mengurangi atau detix alami dan itu ngefek di aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, puasa memang detoks alami. Kalau saya pas lagi sering begadang, kurang berani buat puasa karena badan jadi ngedrop banget.

      Delete
  13. Aku blm nemu nih minumannya.. Kmrn pas belanja bulanan, malah lupa -_-. Tp sbnrnya tiap hr aku juga rutin konsumsi madu dan lemon mba. Krn udh kebiasaan dr dulu, jd stok lemon ama madu emg slalu ada. Cm sesekali enak juga ya yg tibggal minum gini :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Punya Usaha Kuliner dengan Sasaran Generasi Milenial? Yuk Ikuti Tips Berikut

Pernah nggak terpikir, ingin punya usaha kuliner untuk generasi milenial. Yap, usaha di bidang kuliner sepertinya saat ini sedang menjadi tren. Hal ini pun tak rupanya juga dilirik oleh para artis.
Namun uniknya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca berita di sebuah situs online tentang tutupnya beberapa usaha kuliner yang dimiliki para artis. Beberapa usaha kuliner artis pun yang kini masih hidup, tak sedikit juga yang sepi pengunjung.
Diam-diam saya lalu mengamati, sepertinya ada lho poin-poin yang jadi syarat kenapa sebuah usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial bisa tetap bertahan lama. Penasaran? Yuk simak tipsnya berikut ini.
1. Menu yang Enak dan Unik
Yang namanya orang jual makanan, tentunya soal rasa adalah urusan nomor satu. Meski makanannya sedang tren, tampilannya bagus sekalipun, tapi kalau rasanya nggak enak, orang pun bisa kapok untuk membelinya lagi.
Nah, jika urusan rasa sudah oke, barulah kita pikirkan apa yang bisa membuat usaha kuliner itu tetap menang dari p…

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Tips Mengajukan Pinjaman Modal Usaha

Dalam sebuah usaha, keberadaan modal menjadi salah satu hal utama yang diperhitungkan. Namun apabila modal sendiri tidak memungkinkan, mengajukan pinjaman modal usaha bisa menjadi alternatif pilihan.
Kebutuhan akan modal usaha biasanya muncul pada saat kita akan memulai sebuah usaha, atau di saat usaha sudah berjalan dan kita membutuhkan tambahan modal untuk lebih mengembangkan usaha yang sudah ada.
Saat ini, begitu banyak lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman untuk modal usaha. Mulai dari bank, koperasi, atau ada juga lembaga keuangan online. Apalagi, banyak lembaga keuangan yang saat ini memprioritaskan pinjaman untuk usaha yang berskala kecil dan menengah.
Hal ini dikarenakan pemerintah sendiri juga mendukung keberadaan usaha kecil yang punya arti besar bagi perekonomian negara. Keberadaan usaha kecil dapat membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru hingga menyerap tenaga kerja di masyarakat.
Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008, ada penjelasan perbedaan antar…

Tips Mendapatkan Dana Cepat yang Aman dan Terpercaya untuk Lebaran

Saat bulan ramadan tiba, biasanya selain urusan ibadah, ada juga yang jadi perhatian banyak orang. Apalagi kalau bukan urusan uang. Dan bagi yang keuangannya pas-pasan, tentunya begitu ingin tahu cara atau tips mendapatkan dana cepat yang aman dan terpercaya untuk lebaran.
Karena memang di saat ramadan dan juga momen lebaran, kebutuhan pengeluaran bisa jadi lebih meningkat. Terutama di saat lebaran, kebutuhan uang untuk pengeluaran akan sangat dibutuhkan terutama untuk urusan keluarga.
Agar bisa mendapatkan dana cepat yang aman dan terpercaya untuk persiapan lebaran, ini dia beberapa hal yang bisa kita lakukan:
- Berdagang
Bisa dibilang di saat bulan ramadan atau untuk persiapan lebaran, tingkat konsumsi tiap orang kebanyakan akan meningkat. Terutama untuk urusan makanan.
Karena itu, kita bisa melakukan usaha yang berhubungan dengan makanan atau minuman. Misalnya, menjual makanan atau minuman untuk takjil. Atau karena kebanyakan orang malas untuk keluar rumah di saat puasa, kita bisa menj…