Skip to main content

Kerja Keras Tapi Tetap Asik Tanpa Toxic


“Hard work beats talent when talent doesn’t work hard.”

Saat sedang menunggu si kecil yang keliling naik kereta kelinci sama mbahnya, mata saya kesasar di deretan poster yang berjajar di salah satu dinding luar kantor pos Lamongan.

Kalau bahasa Indonesianya, penafsiran saya nih, berarti kerja keras itu masih bisa kalah sama bakat. Apalagi kalau yang punya bakat nggak bekerja keras.

Eh tapi, lha kok tulisannya ini nggak ada penulisnya siapa ya. Setelah browsing, ketemulah nama Tim Notke. Kata beberapa situs di internet, Tim ini seorang pelatih basket di sebuah SMA.

Mungkin Tim waktu itu sampai ngomong begitu gara-gara ada anak didiknya yang pemalas kali ya? Atau yang nggak pede main basket karena merasa nggak berbakat? Ah sudahlah, kita nggak perlu cari tahu sampai ngajak Doraemon pakai mesin waktu.

Tulisannya pak pelatih ini bikin saya teringat tes sidik jari di tahun 2013. Kalau misal tes sidik jari bisa bunyi kayak iklan ramalan tempo dulu, mungkin dia akan bilang, “Anda ini orang yang terlahir dengan bakat yang nggak cocok kalau jadi penulis. Karena Anda seharusnya jadi pemimpin perusahaan.”

Waktu itu rasanya kayak orang patah hati. Lha gimana dong, masa saya nggak bisa sukses jadi penulis? Padahal sudah cinta banget sama dunia kepenulisan dari kecil.

Setelah merenung beberapa hari tapi tanpa proses cap cip cup kancing baju, endingnya saya ngeyel. Wong peramal saja bisa meleset ramalannya, mesti tes sidik jari juga bisa. Yang penting kan usaha. Gusti Allah nanti yang menentukan. Itu tekad saya.

Dan biar nggak jauh banget dari ‘ramalan’ sidik jari, ya dianggap saja saya punya perusahaan yang bekerja di kepenulisan, pemimpinnya saya, anak buahnya saya juga. Maju nggaknya perusahaan bergantung dari kerja keras saya.



Sebetulnya pernyataan tersebut nggak benar juga sih. Cuma kalau di saya, malah bener banget. Huhuhu…

Ceritanya, akhir-akhir ini saya sedang bekerja keras. Niatnya ingin meraih target finansial untuk tahun 2019-2020. Dibelain deh begadang sampai dini hari. Tebus tidurnya ganti siang hari.

Ini masih ditambah suka kurang minum karena alasan nggak haus. Kurang olahraga karena alasan sudah jalan kaki ke tukang sayur kalau pagi. Kurang jaga makanan sehat dengan alasan mi goreng instan itu enak banget di lidah. Iya, saya penyuka mi instan yang sekali makan bisa dua bungkus dan sampai berhari-hari, lho!

Kondisi fisik yang akhirnya kurang bagus itu masih ditambah urusan psikis. Yang ada di pikiran cari duit melulu. Sampai nggak pernah lagi ikut pengajian yang jadinya bikin setan susah musuhan sama pikiran sehat.

Lucunya, kadang saya suka nangis sendiri. Apalagi kalau kena hormon akibat mau bulanannya perempuan. Iya, saya bilang lucu karena sedih nggak jelas, terus air mata deras banget kayak sedang ngiris bawang.

Kalau pas sadar, saya mikir. Apa saya sudah di titik stress kali ya? Wah, perlu piknik nih! Eh tapi kan duitnya lagi ngirit buat menuhin target.

Kedilemaan itu akhirnya kerap saya akhiri dengan berangkat piknik sama si kecil ke alun-alun. Yang penting piknik!



Di Lamongan itu sedang musimnya pembenahan infrastruktur. Sungai dibenahi. Dan yang membahagiakan, got di daerah perumahan orangtua saya dibongkar. Senang tentunya, karena berharap musim hujan nanti di daerah sana tidak parah lagi banjirnya.

Tapi pembenahan infrastruktur yang marak di musim kemarau bikin aktivitas saya saat bermotor menjadi kurang nyaman. Kena deh debu dan polusi. Akibatnya saya sempat kena batuk beberapa hari.

Lalu, mari kita hitung. Sudahlah gaya hidup tidak sehat dengan atas nama kerja keras, stres, debu dan polusi lingkungan, hasilnya apa saudara-saudara? Badan saya kayak kebanyakan beban nggak jelas yang rasanya melulu ingin bersahabat dengan kasur dan bantal.

Kalau dari hasil browsing, orang yang ciri-cirinya gampang lelah seperti saya ini berarti di badannya sedang kebanyakan racun dalam tubuh. Jadinya browsing lagi deh buat cari tahu apa yang harus saya lakukan biar tubuh terasa bugar.

Apalagi kondisinya ada anak balita yang harus saya dikawal 24 jam, ditambah alarm di kepala tentang target #2019gantirumah. Iya dong, saya juga mesti kekinian dengan bikin target buat tahun 2019.

Hasil browsing saya nyangkut ke sebuah artikel yang membahas tentang tanda-tanda tubuh yang mengandung banyak racun.


Dari sekian tanda-tanda itu, saya cek diri sendiri. Kalau d-ichecklist, dari 14 poin yang ada, cuma berat badan susah turun dan masalah kulit yang alhamdulillah tidak saya alami.

Beneran saya masih bisa alhamdulillah. Karena kerja keras sampai stres masih membuat berat badan saya bisa turun. Walaupun nggak sekurus zaman masih lajang.

Yang penting kan kalau kata ustad, kita harus bersyukur biar nikmat bertambah. Maksud saya, nikmat tambah turun berat badannya gitu…



Dari beberapa artikel di internet itu juga saya menemukan tulisan, kalau tubuh mulai terasa banyak racun yang menumpuk, berarti perlu dibersihkan. Bahasa singkatnya, detoksifikasi. Katanya ada beberapa cara yang bisa dilakukan.


Dari sekian itu yang kadang saya lakukan adalah puasa. Ada untungnya juga punya hutang puasa sejak hamil yang sampai sekarang masih belum juga lunas.

Minum air lebih banyak juga saya coba. Caranya malah dengan rajin mengingatkan anak minum air putih yang berarti di waktu itu juga saya mesti minum.

Konsumsi sayur dan buah juga mulai saya tingkatkan. Alhamdulillah, suami lagi sering bawa pulang hasil buah dari kebunnya. Tomat di depan rumah pun sedang rajin berbuah.

Kalau badan sedang terasa tidak nyaman, andalan saya konsumsi habbatussauda atau bawang putih jika level nggak nyamannya sudah lumayan nggak enak.

Jangan tanya deh bagaimana rasanya makan bawang putih. Tentunya getir nggak ketulungan di lidah dan kerongkongan, kadang sesak di ulu hati kalau nggak segera minum air putih, sampai bau mulut yang kerap bikin si kecil protes sambil tutup hidung.

Kalau urusan detoksifikasi, saya pernah mengonsumsi produk gamat. Efeknya buat saya nggak nyaman banget. Jadi kayak vampir pengen hisap darah. Badan jadi lemas. Kepala keliyengan dan melihat orang kayak lihat alien. Karena tak tahan dengan efeknya, saya hentikan prosesnya dari pada aktivitas harian malah jadi berantakan.

Huah, memang untuk sehat itu butuh perjuangan ya. Apalagi kalau alarm tubuh sudah sering berbunyi. Sampai saya terpikir, mau detoksifikasi tubuh kok ya malah nggak asik gitu ya. Kalau seperti itu sih kejar target dengan kerja keras malah bisa bubar jalan!



Sering saya berpikir, ah, andai ada bank waktu yang bisa membuat orang mendepositokan waktu luangnya untuk dipinjamkan ke mereka yang kekurangan waktu 24 jam dalam sehari ya.

Lalu saya tersadar. Sebegini aktifnya kah hidup saya, sampai terkadang bisa merasa yang namanya stres dan kekurangan waktu?

Tapi life must go on. Jadi biar tetap bisa menjalankan peran seorang ibu bagi seorang anak balita, jadi istri yang cantik disayang suami, mengurus domestik rumah, malam hari bekerja di depan netbook untuk membuat tulisan, saya mesti tetap sehat jiwa dan raga.

Di kemudian hari, untuk urusan akibat gaya hidup tidak sehat dengan begadang, efek paparan polusi saat di jalan, sampai stres, saya meminimalisirnya dengan NATSBEE Honey Lemon.

Minuman dalam kemasan botol ini saya dapati di jajaran botol minuman ringan di toko moderen saat saya sedang mencari-cari minuman untuk teman begadang. Pikir saya waktu itu, kok ada ini ada minuman madu lemon ya? Baru tahu. Kayaknya asik nih! Mana ada label Vitamin C lagi.

Dan seingat saya, baru ini nih ada minuman lemon madu yang bikin saya tinggal minum. Nggak perlu repot ngiris lemon dulu lalu diaduk campur madu.

Untuk urusan madu, kebetulan saya memang pecinta rasa manis yang juga hobi minum madu. Sedangkan kalau lemon, sejujurnya saya sangat jarang mengonsumsinya. Beda lagi dengan jeruk nipis. Saudara sepupunya lemon ini terkadang saya minum dengan jurus jeniper alias jeruk nipis peres saat pagi hari.

Cuma sayangnya, ya minum madu, ya konsumsi jeniper, sayanya nggak rutin melakukannya. Sering lupa.


Natsbee Honey Lemon ini lebih praktis menurut saya. Nggak perlu bikin minuman yang pakai acara menuang madu dan memeras lemon.

Ada beberapa hal yang membuat saya awalnya tertarik dan ingin mencoba Natsbee Honey Lemon.

1. Mengandung Vitamin C

2. Kandungan energinya 110 kkal dan nol persen lemak. Pas buat teman minum saat saya begadang.

3. Halal. Awalnya pas lihat kemasannya, lho, kok nggak ada. Lalu saat browsing, eh, ternyata sudah ada sertifikat halalnya. Aman deh!



4. Terdaftar di BPOM. Kodenya ada di bagian dekat bawah kemasan.

Saat saya buka kemasannya, hm… aroma madunya langsung terasa. Begitu pula saat saya minum. Bisa ditebak, saya langsung suka.

Dari beberapa kali mencoba produk keluaran Pokka ini, saya merasa klop. Beneran bisa jadi andalan deh untuk menemani hari aktif apalagi levelnya sampai kerja keras dengan badan yang perlu dibersihkan dari racun. Dan dengan Natsbee Honey Lemon yang rasanya enak ini, jadi cara asik saya untuk membantu menjaga kesehatan badan.



Ada beberapa momen yang membuat saya terkesan dengan Natsbee Honey Lemon. Minuman yang satu ini sudah membuat hari aktif saya yang penuh kerja keras jadi lebih maksimal saat beraktivitas.


Bukti 1, bikin anteng si batuk

Kenapa akhirnya saya sepakat kalau Natsbee Honey Lemon ini memang minuman yang bikin #AsikTanpaToxic itu ceritanya saat saya jadikan teman minum pas begadang.

Waktu itu sudah beberapa hari saya begadang ngelembur bikin tulisan dengan pola begadangnya hari ini nggak begadang, besok begadang, besoknya lagi enggak, dan begitu seterusnya.

Ya lah, saya bukan orang yang militan begadang karena masih sedikit nurut dengan nasihatnya Pakdhe Roma Irama. Sedikit nurutnya, karena begadangnya selang-seling hari.

Nah, pas begadang itu saya sampai batuk-batuk. Kebiasaan saya memang kalau sudah sering begadang seperti itu. Rasanya kayak ada sesuatu yang nyumbat di dada dan kalau nggak dipakai batuk, nggak lega.

Saat batuknya lagi usil banget ganggu konsentrasi ngetik, eh botol Natsbee Honey Lemon yang saya taruh di dekat netbook kayak manggil-manggil, “Bersihkan hari aktifmu! Minumlah saya!”

Uhuk, mungkin efek halu kali ya karena baterai kesadaran sudah merosot ke lutut nggak di kepala lagi. Jadilah saya ambil, buka, dan hm… bau madu banget! Pas sudah beberapa tegukan, beberapa saat kemudian saya rasa, eh, kok jadi anteng ya batuknya.

Barulah beberapa waktu kemudian saya ingat. Oh pantesan, kan ada kandungan lemon sama madunya. Orang dulu saja kalau ada yang batuk, obat tradisionalnya bisa pakai lemon dan madu.

Pikir saya, berarti memang asli ada madu dan lemon nih. Bukan sekedar perasa saja di minuman dan nggak bohongan.

Bukti 2, bikin segar badan tapi nggak bikin perut melilit

Habis begadang, tidurlah saya setelah waktu subuh. Bangun sekitar satu setengah jam kemudian. Kebiasaan kalau bangun tidur, saya suka haus. Langsung ambil asal botol di dekat tempat tidur yang kemudian baru sadar, kalau masih ada sisa Natsbee Honey Lemon yang sudah saya buka beberapa jam sebelumnya.

Pas sudah minum, telat sadar. Aduh, ini kan ada kandungan lemonnya. Ada vitamin C-nya. Kalau maag nanti kambuh gimana?

Kekhawatiran yang sebentar itu langsung saya lupakan karena harus berjibaku dengan urusan domestik. Siangnya, barulah teringat lagi. Dan hey, saya yang kadang suka sensitif urusan maah ternyata kok baik-baik saja ya! Aman deh di pencernaan!

Terus lagi, badan rasanya kayak nggak gampang lemas meski habis begadang. Efek ini mirip kayak kalau saya habis minum minuman yang tinggi kadar oksigennya.




Apa artinya kerja keras kalau hasilnya nggak bisa kita nikmati. Apa artinya kerja keras untuk anak kalau nantinya saya nggak bisa hidup lama dengannya karena kesehatan yang menurun.

Kalau mikirnya sampai ke situ, jujur, saya jadi berhati-hati. Okelah memang semuanya harus dijalani dengan kerja keras. Terkadang harus dengan begadang yang itu memang tidak sehat. Tapi semuanya perlu diimbangin dengan hal yang sehat.

Olahraga ringan, makan makanan sehat dengan memperbanyak buah dan sayur, serta mencoba mengimbangi diri dengan ibadah adalah beberapa hal yang saya coba sebagai penyeimbang agar fisik dan psikis bisa tetap sehat meski keseharian kerja keras.

Bersyukurnya saya, sekarang saya punya teman yang asik buat diminum. Apalagi kalau pas harus begadang, pas badan kerasa drop. Natsbee Honey Lemon bikin saya tetap menjalani hari aktif tapi bisa asik tanpa toxic.


Bahan penunjang tulisan:
https://www.arbamedia.com/2015/11/ciri-ciri-tubuh-banyak-racun.html?m=1
https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/amp/erny/11-tanda-tubuh-penuh-racun
https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-detoksifikasi-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/amp/
https://manfaat.co.id/manfaat-madu
https://www.msn.com/id-id/kesehatan/other/8-manfaat-minum-air-lemon-di-pagi-hari-yang-bisa-sehatkanmu-dibanding-secangkir-kopi/ar-BBIHDfK
Facebook Pokka

Comments

  1. Natsbee ini tuh enak, seger. Ga terlalu manis pula , saya suka bnaget apalagi kalau diminum pas haus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, apalagi kalau dingin. Seger rasanya.

      Delete
  2. biasanya detoks itu khan caranya nggak nyaman, dengan diet, atau cara-cara lainnya. kalau minum natsbee mah enak ya, seger juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, saya pernah pakai cara lain detoks badan. Yang ada malah badan kondisinya nggak karuan.

      Delete
  3. Mbak, Natsbee Honey Lemonnya di minimarket belum ada ya? Aku penasaran pingin coba tapi ga nemu huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, Mbak. Coba deh cari di deretan minuman botolan. Kalau nggak ada di rak, kemungkinan di simpan di lemari pendinginnya.

      Delete
  4. Racun dalam tubuh kalau dibiarkan bisa bahaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak, jadi pupuknya penyakit di tubuh.

      Delete
  5. Saya juga minum Natsbee kak, dan itu menyegarkan banget apalagi di saat siang hari dan menyehatkan karena ada madu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalau dingin ya Natsbeenya. Ngademin banget...

      Delete
  6. Cuaca lagi panas banget nih di LaMongan, di sana sini banyak pohon ditebang, debu bertebaran. Aku paling rentan sama radang tenggorokan, Ka. Cocok nih madu dan lemon, segeeeer. Jadi pengin coba Natsbee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Pak. Lagi banyak perbaikan infrastruktur nih di Lamongan.

      Delete
  7. Ya ampun aku tuh juga sering mengalami tanda-tanda itu, mbak. Kirain kenapa gitu kok bawaan lemes melulu, gampang banget capek. Jangan-jangan aku pun menimbun racun di dalam tubuh. Fix ini mah butuh NatsBee Honey Lemon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ternyata kondisi kayak gitu itu alarmnya tubuh yang bilang kalau ada yang nggak beres.

      Delete
  8. Saya jarang minum minuman kemasan. Gara2nya terlalu manis. Tapi yang ini suka. Seger. Gak manis. Bagus juga buat kesehatan. Gudlak lombanya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Teh, Natsbee ini kayak kalau kita bikin madu lemon sendiri.

      Delete
  9. Sudah coba minum Natsbee ini, enak ya rasa teh madu nya. Apalagi kalau dingin, di siang bolong.... Segeeeer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho-oh Mbak, udah seger, manfaatnya pun besar buat tubuh kita.

      Delete
  10. Ini diminum siang-siang pas panas sueger banget ya mba... jarang liat di supermarket tapinya apa saya kurang perhatikan ya..hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Mbak, di rak minuman ringan botolan. Kalau pas nggak ada, kemungkinan di lemari pendinginnya. Kalau nggak ada lagi, berarti emang laris... :D

      Delete
  11. Hidup di era skrg mah racun berlimpah ya, Mba. Untungnya ada natsbee ya. Bisa membuang racun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, zaman sekarang dari makanan yang udara, banyak racun yang bisa masuk ke tubuh.

      Delete
  12. Salah satu cara detoksifikasi itu salah satunya minum air lemon tiap pagi, aku kok klo makan yang asem masih pagi, lambungku berasa perih.. Ujungnya bab.. Hehehe. ..gak cocok apa perlu latihan aja nih ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sebelumnya sudah keisi duluan perutnya, bisa reaksinya kayak gitu, Mbak. Jadi memang pas perut kosong dan kita belum konsumsi apa-apa.

      Delete
  13. Aku juga lebih memilih puasa untuk mengurangi atau detix alami dan itu ngefek di aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, puasa memang detoks alami. Kalau saya pas lagi sering begadang, kurang berani buat puasa karena badan jadi ngedrop banget.

      Delete
  14. Aku blm nemu nih minumannya.. Kmrn pas belanja bulanan, malah lupa -_-. Tp sbnrnya tiap hr aku juga rutin konsumsi madu dan lemon mba. Krn udh kebiasaan dr dulu, jd stok lemon ama madu emg slalu ada. Cm sesekali enak juga ya yg tibggal minum gini :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…