Skip to main content

Saat Perubahan Kondisi Fisik dan Hormon Menjadi Tanda Awal Kehamilan


Keluarga mana yang tidak bahagia begitu mereka mendapati sang isteri tengah berbadan dua alias mengandung. Apalagi bagi pasangan suami isteri yang baru saja mulai membangun bahtera rumah tangga setelah akad pernikahan.

Begitu berharganya sebuah kehamilan, tidak jarang keluarga yang merayakan kehamilan mewujudkannya dengan berbagai bentuk tradisi yang ditujukan untuk syukuran sekaligus memohon keselamatan. Misalnya, dengan adat Jawa yang identik dengan berbagai tradisi seperti neloni (tiga bulan) dan mitoni (tujuh bulan).


Perubahan pada Tubuh Ini adalah Tanda Kehamilan

Ternyata kehamilan juga berpengaruh pada kondisi tubuh yang lain. Tanda awal kehamilan pada perut biasanya mulai dirasakan oleh si calon ibu begitu kehamilan memasuki fase awal di usia beberapa minggu hingga usia tiga bulan.

Seorang calon ibu dengan masa kehamilan yang masih muda akan sangat sensitif dengan berbagai hal. Perut terasa sering mual dan tubuh menjadi mudah lelah adalah salah satu reaksi yang sering dirasakan oleh calon ibu.

Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena memang sudah wajar dialami oleh calon ibu yang tengah hamil muda.


Pengaruh Kehamilan terhadap Kondisi Hormon

Selain mengalami perubahan pada kondisi kesehatan, kehamilan juga berdampak pada kondisi hormonal seseorang. Calon ibu atau pun orang – orang yang ada di sekitarnya bisa saja mendapati pengaruh dari kehamilan ini terhadap kondisi hormonal ibu hamil yang banyak mengalami perubahan.

Penyesuaian tubuh terhadap kondisi kehamilan merupakan salah satu tanda awal kehamilan bulan pertama yang bisa dikenali. Di usia awal, tubuh mengeluarkan hormon yang dapat melonggarkan jaringan di sekitar tulang panggul sehingga terlihat sedikit melebar. Selain itu, produksi hormon progesteron, esterogen, prolaktin, dan oksitosin yang dihasilkan oleh tubuh pun juga semakin meningkat.


Ngidam Ketika Hamil, Mitos atau Fakta?

Salah satu yang kerap dikaitkan dengan kehamilan ialah ngidam. Siapa yang tak kenal dengan istilah yang satu ini. Ya, ngidam memang sangat identik dengan ibu hamil dan biasa juga disebut sebagai tanda awal kehamilan anak pertama yang reaksinya paling terlihat.

Jika kondisi yang sudah disebutkan di atas tadi hanya berpengaruh pada diri seorang ibu hamil sendiri, ngidam bisa dirasakan juga pengaruhnya oleh sang suami. Tentu saja, pasalnya seorang ibu hamil yang sedang ngidam maunya harus selalu dituruti oleh sang suami.

Sejauh ini belum ada penelitian yang mengungkap secara ilmiah bagaimana ngidam bisa terjadi. Beberapa ahli berpendapat bahwasanya ngidam hanyalah hasrat dari seorang calon ibu untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian lebih dari sang suami saja.

Pantangan bagi Ibu Hamil

Selain perubahan pada kondisi fisik dan hormonal, begitu tanda awal kehamilan terlihat seorang calon ibu harus menghindari pantangan yang ada baik kaitannya dengan makanan atau pun minuman, ataupun pola hidup.

Beberapa makanan dan minuman yang harus dibatasi bahkan lebih baik dihindari oleh ibu hamil ialah daging mentah termasuk sushi, jeroan, minuman beralkohol atau bersoda, kopi, rokok, dan sebagainya.

Pola hidup pun juga harus mengarah lebih baik seperti tidak boleh stres, banyak istirahat, tidak boleh melakukan olahraga ekstrim, dan hindari juga diet.

Tanda awal kehamilan di atas tadi hanya sebagian saja dan yang paling umum terjadi, dan sebenarnya masih ada banyak lagi tanda awal kehamilan 1 minggu lain yang belum diulas.

Yang pasti seorang ibu hamil sangat rentan dengan segala perubahan dan harus mendapatkan perhatian lebih baik dari diri sendiri maupun dari pihak lain seperti suami dan keluarga guna mendukung perkembangan kehamilannya. Konsultasi ke dokter akan sangat membantu dalam menjaga kondisi kehamilan juga.


Comments

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…