Skip to main content

Meski Memiliki Keterbatasan, Inilah Keoptimisan Indonesia dalam Asian Games 2018



Memiliki keterbatasan bukan berarti maju untuk tampil dan bertanding dengan semangat menjadi penggembira. Setidaknya, itulah yang saya baca dari beberapa artikel tentang persiapan Indonesia, baik sebagai pihak penyelenggara maupun peserta Asian Games 2018.

Apalagi sudah banyak cerita di dunia ini tentang mereka yang awalnya menyiapkan diri dengan segala bentuk keterbatasan tapi mampu tampil sebagai pemenang. Salah satu contoh yang hangat akhir-akhir ini dibicarakan adalah sosok Lalu Muhammad Zohri yang menjadi juara lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 IAAF di Finlandia.

Beberapa pemberitaan tentang Zohri telah menyebutkan, atlet asal NTB tersebut bahkan tidak memiliki sepatu yang memadai untuk dikenakan pada kakinya yang faktanya berkemampuan mengalahkan pesaingnya dengan waktu 10,18 detik saat di Finlandia.

Kini, beberapa cabang olahraga yang mewakili Indonesia untuk maju di Asian Games pun konon memiliki keterbatasan. Apa saja dan bagaimana semangat optimisme mereka? Berikut ini hasil penelurusan saya dari berbagai sumber berita yang ada.

1. Tim panahan dan keterbatasan peralatan

Menurut pelatih tim panahan Indonesia, Denny Trisyanto, sebetulnya timnya sangat membutuhkan pengadaan alat-alat panah yang memadai. Meski demikian, ia berani menargetkan satu emas nantinya di ajang Asian Games 2018.

2. Cabang trampoline yang belum memiliki atlet pro Indonesia

Trampoline bagi orang Indonesia selama ini memang masih identik sebagai ajang rekreasi. Padahal, ternyata trampoline juga masuk sebagai cabang olahraga yang dilombakan lho. Bahkan dalam ajang internasional seperti Asian Games.

Sebetulnya trampoline baru dipertandingkan sejak ajang Asian Games 2014. Sementara Indonesia hingga kini belum memiliki atlet yang profesional untuk cabang olahraga trampoline.

Menurut Ita Yuliati Irawan, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (Persani), ada tiga kendala sebetulnya untuk bidang olahraga trampoline di Indonesia, yaitu fasilitas, sarana, dan pelatih.

Namun meski memiliki keterbatasan, ada kata-kata bagus nih dari Greg Roe untuk Indonesia. Greg Roe ini adalah ahli akrobatik sekaligus pelatih trampoline ternama asal Kanada yang pernah menjadi juri di kompetisi trampoline pertama di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memang punya PR banyak untuk memajukan olahraga trampoline. Tapi itu bukan masalah karena trampoline sendiri sebetulnya olahraga yang menyenangkan dan bisa dimainkan segala umur.

Karena itu harapan Ita dari Persani, majunya atlet trampoline di ajang Asian Games 2018 nantinya akan jadi momentum titik awal kebangkitan trampoline di Indonesia.

3. Skateboard dan sepatu roda optimis raih tiga emas

Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Perserosi) juga memiliki keoptimisan untuk membidik tiga emas dari nomor Street, Game of Skate,  Best of Trick, dan Park.

Selain itu ajang Asian Games ini juga menjadi momen lompatan menuju ajang olimpiade. Karena itu, Menpora Imam Nahrawi sendiri berharap agar keterbatasan yang ada tidak menjadi halangan bagi atlet untuk terus bersemangat.

4. Tim rugby yang memberi inspirasi

Sebetulnya cabang olahraga rugby di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain di Asia Tenggara. Itu kata manajer rugby Indonesia, Dodie Gambiro. Ia pun menargetkan memerpendek jarak dengan negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.

Dalam memersiapkan diri untuk ajang Asian Games 2018, tim rugby Indonesia pun berusaha memaksimalkan yang dianggarkan. Menpora Imam Nahrawi sendiri menyemangati tim rugby Indonesia yang disebutnya akan memberi inspirasi bagi anak-anak Indonesia agar ingin juga bermain rugby.

Nah, itu tadi sekelumit cerita tentang persiapan beberapa cabang olahraga yang akan mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2018. Mereka seperti menunjukkan kepada kita semua masyarakat Indonesia, meski ada berbagai halangan, namun optimis untuk menjadi pemenang haruslah tetap ada.

Bahan tulisan:
- idntimes dot com
- liputan6 dot com
- detik dot com
- bolasport.com

- bola-kompas dot com

Comments

  1. trampoline memang masih asing untuk dikategorikan sebagai olahraga, semoga kedepannya muncul atlet trampolin yang bisa membawa nama baik bangsa, amin!

    ReplyDelete
  2. Keterbatasan itu yang membuat semangat pata Atlet dan pelatihnya menjadi tertantang untuk menghasilkan g terbaik

    ReplyDelete
  3. Yang skateboard itu ada peserta dari Cianjur juga lho... Semoga kontingen dari Indonesia memenuhi target dan bahkan lebih ya...

    ReplyDelete
  4. wah, peluang nih bagi yang suka main trampoline. Siapa tau bisa jadi atlet nasional..

    ReplyDelete
  5. Sepertinya udah ready semuanya ya mba... kita diakan aja walaupun ada keterbatasan bisa muraih juara

    ReplyDelete
  6. semoga atlet-atlet kita yang berlaga di asian games nanti bisa mendapatkan medali yaa Mba, amiiin

    ReplyDelete
  7. Semoga dengan segala keterbatasan tersebut, Indonesia bisa menunjukkan permainannya yang terbaik ya Kak.

    ReplyDelete
  8. Padahal Panahan,skate board dan trampolin dekat banget sama dunia anak anak. Sekarang udah banyak yg buka les olahraga panahan buat anak2 ,semoga bisa melahirkan atlet2 berprestasi ya

    ReplyDelete
  9. Moga atlit Indonesia menang ya dan suksea juga buat atlitnya, sejahtera

    ReplyDelete
  10. Semoga bukan halangan ya keterbatasan2 ini, mudah2an juga pemenangnya dari Indonesia, yeyeyey aamiin yaa Rabb

    ReplyDelete
  11. Iya karena ini bagian dari kebanggaan kita, harus optimis bisa dan dukung. Blogger dengan tulisan tentunya sudah sangat baik.. Lanjutkaan

    ReplyDelete
  12. pasti harus optimis dong..apalagi setelah berusaha dan berlatih maksimal

    ReplyDelete
  13. Semoga Indonesia sebagai tuan rumah bisa menyabet beberapa medali emas..ya..

    Gak kebayang kalo tuan rumah tapi gak dapat membanggakan...

    ReplyDelete
  14. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, kalau bisa menang menjadi sesuatu yang paling berkesan.... Semangaaaat!

    ReplyDelete
  15. Aku bangga banget Indonesia bisa jadi tuan rumah. nunjukin pada negara Asia lainnya bahwa Indonesia punya keindahan alam yang bagus, jadi setelah Asian Games bisa ngabisin waktu keliling Indonesia tamu dari begara lain

    ReplyDelete
  16. Bismillah insya Allah Indonesia juara di Asian Games 2018... Juara sebagai tuan rumah yang baik dan juara di semua cabang olahraga

    ReplyDelete
  17. Eh ternyata trampolin itu termasuk olahraga to? Kirain ya cuma permainan hehe.
    Mari kita optimis kalau Indonesia mampu jd tuan rumah yg baik dan memborong banyak kemenangan yaaa.

    ReplyDelete
  18. Walau masih banyak keterbatasan dalam persiapan Asian Games 2018, kita memang harus tetap optimis supaya Indonesia jadi juara dalam ajang multi event ini. Yuk, kita #dukungbersama ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Ingin dapat Pinjaman Online yang Aman, Yuk Perhatikan Beberepa Hal Penting Ini

Terkadang kita dihadapkan pada kebutuhan dana untuk keperluan tertentu. Namun saat menemui jalan buntu dan kita kesulitan meminjam pada orang lain, pinjaman online yang aman bisa jadi solusinya.
Padahal kebutuhan akan dana pinjaman berbentu tunai tersebut bisa jadi begitu mendesak. Misalnya, kita membutuhkan segera dana untuk biaya berobat keluarga, untuk keperluan pernikahan, atau biaya pendidikan anak.
Ada juga kebutuhan yang sifatnya tidak begitu penting tapi kok ya diperlukan juga. Misalnya untuk membeli sepeda motor, atau sebagai tambahan dana usaha.
Pinjaman online yang aman bisa jadi alternatif solusi dari masalah mendesaknya keperluan mendapatkan dana bantuan. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika mengajukan pinjaman keuangan secara online, terutama jika membandingkannya dengan lembaga keuangan lain pada umumnya.
1. Dibandingkan dengan pinjaman melalui bank, jasa pinjaman dana online tidak memerlukan syarat BI checking dan kartu kredit. Proses pencairannya pun bisa l…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Membentuk Karakter Baik pada Anak

Anak cowok tidak boleh menangis, inilah suatu bentuk streotype yang kerap dilakukan orang tua kepada anak demi membentuk karakter baik pada anak. Streotype sendiri berarti mengkotak-kotakkan ciri tertentu berdasarkan pandangan umum yang kadang belum terbukti kebenarannya.
Padahal, tak selamanya hal tersebut benar dan bisa jadi merupakan pendidikan yang keliru. Misalnya, anak cowok juga boleh menangis dalam arti batas-batas yang wajar. Begitu halnya dengan permainan yang diberikan dan diperbolehkan untuk anak cowok dan cewek.
Mainan anak juga tidak boleh streotype. Anak cowok boleh main boneka. Begitu juga anak cewek boleh mainan mobil-mobilan. Pekerjaan di rumah juga harus dibagi secara bijaksana. Anak laki-laki boleh juga diajarkan memasak. Sesekali anak cewek juga boleh melakukan pekerjaan cowok.
Pendidikan anak memang berawal dari keluarga. Ayah dan ibu adalah malaikat bagi anak termasuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan dan sifat.
Sedangkan apabila ada seseorang yang …

Mengatasi Jenuh dalam Rumah Tangga

Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian.
Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina kominikasi sebelum masalah itu datang. Termasuk ketika rasa jenuh datang menghampiri.
Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.
Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan sampai ketika rasa jenuh itu akhirnya tiba, kita kebingungan untuk kelu…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Membentuk Anak Cerdas di Sejak Kandungan

Kecerdasan anak dapat dibentuk sejak ia ada dalam kandungan sang ibu. Tentunya, ibu pun pada saat hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya karena secara langsung akan mempengaruhi pula kondisi janin yang sedang dikandungnya.
Karena adanya bayi yang sedang dikandung, konsumsi makan ibu akan lebih meningkat daripada sebelumnya. Menurut Roziana, ahli gizi dari Rumah Sakit Awal Bross, itu adalah hal lumrah saat ibu membutuhkan kuantitas makanan hingga dua kali dari kondisi biasa.
Kebutuhan konsumsi makanan yang dibutuhkan ibu hamil biasanya juga dipengaruhi oleh tiga waktu semester dalam usia kehamilan. Pada semester pertama dan kedua atau tiga bulan pertama dan kedua dari kehamilan, faktor kuantitas begitu dibutuhkan ibu hamil.
 “Terutama pada semester pertama, bisa dua kali kebutuhan kuantitas makanan yang dibutuhkan ibuhamil. Untuk memenuhi kuantitas tersebut, bisa dengan sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Usahakan hindari makan berbentuk basah karena dapat memicu mua…

Membina Hubungan dengan Pasangan Jarak Jauh

Sebuah tawaran karir yang menjanjkan hadir di depan mata. Posisi yang bergengsi, pun gaji yang menggiurkan. Namun di timbangan yang lain, ada pasangan apalagi si kecil yang telah hadir mengisi kehidupan kita.
Nah lho, kalau kita dihadapkan pada pilihan seperti ini, pilih yang mana ya?
Fenomena tersebut bukanlah hal yang baru lagi saat ini. Apalagi sekarang, wanita tidak lagi dipandang sebelah mata dan dianggap mampu bersaing untuk mengisi posisi-posisi kunci yang biasanya dipercayakan kepada pria.
“Kalau itu yang terjadi, perlu kompromi, pengorbanan, dan pengertian antar pasangan,” jawab Rostina Tonggo Morito, psikolog dari Batam ketika disodorkan keberadaan fenomena tersebut yang saat ini kerap menghinggapi masyarakat khususnya di perkotaan.
Wanita yang kini menyandang HR Consultant dan Praktisi di PT Tunaskarya Indoswasta ini kemudian menyarankan dua alternatif yang bisa dilakukan oleh pasangan yang harus terpisahkan jarak atau tempat.
Yang pertama adalah suami yang harus berkorban untu…