Skip to main content

Berbagi Tugas Domestik dengan Suami



Saya nggak pernah punya espektasi apapun tentang berbagi tugas domestik dengan suami, pada pria yang sekarang jadi bapaknya anak saya saat sebelum menikah dengannya. Hehehe… soalnya karena saking lamanya melajang kali. Jadi ketika dapat, ya sudah, saya hanya lihat gimana agamanya.

Jadi mau entar punya suami yang suka bantu urusan rumah dan ngurus anak, atau enggak punya karakter itu, dulu itu saya kurang peduli. Mungkin karena terbiasa merantau dan apa-apa sendiri kali ya.

Tapi ternyata, dasar berumah tangga karena ibadah itu juga yang bikin suami peduli urusan berbagi tugas. Apalagi sejak saya pernah keguguran, urusan domestik kalau pagi hari, sampai sekarang banyak dibantu oleh suami.

Begitu halnya urusan pendidikan anak. Suami banyak berperan, terutama saat dia pulang kerja. Jadi yang namanya belajar ngaji, anak mengenal ibadah, suami yang pegang.

Sedangkan kalau pas suami libur mengajar, dia juga yang mengajak main sambil melatih kemampuan motorik kasar Kayyisah. Fyi, buat yang belum tahu, anak saya telat tumbuh kembang karena pernah kena TB. Walhasil, gerak motorik kasarnya terkadang masih terlihat kurang luwes.

Cerita tentang Kayyisah dan TB bisa dibaca di sini ya. 

Nah, #CakapMamak kali ini antara saya dengan Bunda Desy Oktafia membahas tentang ini nih, berbagi tugas domestik dengan suami. Tulisannya Bunda Desy bisa dibaca di sini ya. Banyak tips bagus nih dari beliau.
                                                                                                  
Sebetulnya, memang agak susah kalau bicara karakter suami terkait urusan berbagi tugas domestik. Ada yang memang sebagai anak cowok, dia dididik dari kecil untuk melakukan kerjaan domestik. Ada yang terbiasa lihat bapaknya ikut turun tangan melakukan kerjaan domestik. Dan, ada juga yang nggak terbiasa sehingga saat berumah tangga pun jadi nggak peduli juga.

Hehehe, tapi sebetulnya, suami saya pun berasal dari keluarga yang termasuk kategori terakhir itu. Cuma saat menikah, dia malah mau turun tangan karena kesadaran seperti yang tadi sudah saya ceritakan.

Nah, kalau ada yang tanya dan curhat, “Gimana nih, suamiku kok mau tahunya urusan nyari duit saja?” Wah, saya pun juga bingung harus menjawab apa.

Karena ya itu tadi, semua balik ke personal masing-masing. Ada yang lihat istrinya belum repot saja sudah inisiatif mau turun tangan. Ada yang nunggu lihat istrinya repot dulu atau nunggu istrinya minta tolong dulu. Ada juga yang meski sudah lihat istrinya kerepotan, istrinya sudah minta tolong, masih juga sebodo teuing.

Tips dari saya sih andai punya suami yang kurang mau turun tangan urusan domestik, urusan mendidik anak, cobalah bicara baik-baik di saat senggang, saat suami sedang nampak santai dan bahagia. Karena di saat itu, biasanya suami sudah bisa diajak berpikir untuk memertimbangkan, apa saja kelebihannya andai suami mau ikut membantu istri saat di rumah.

Tapi, andai saja tulisan ini dibaca oleh para suami, saya sendiri punya beberapa pertimbangan kenapa suami perlu turun tangan membantu urusan domestik dan pendidikan anak di rumah.

1. Istri jadi lebih cantik

Coba deh stay full 24 jam di rumah dan amati aktivitas istri. Dijamin, pasti yang terlihat istri yang jarang leha-leha duduk manis. Apalagi kalau anaknya kecil-kecil dan lebih dari satu.

Kalau sudah begitu, gimana istrinya mau merawat diri biar kelihatan cantik? Jadi, kasih dong waktu sebentar buat istrinya bisa melakukan itu. Misal, sementara istrinya ke salon, suaminya main sama anak dulu. Toh kalau istri ke salon hanya beberapa jam saja.

2. Istri jadi lebih bahagia

Istri juga jadi lebih senang lho kalau suami mau ikut berbagi kerjaan urusan domestik dan mendidik anak. Kalau ngerjain apa-apa di rumah bareng suami, kan kerjaan istri jadi lebih ringan. Istri nggak cepat lelah fisik dan psikis.

Karena konon, kuncinya kebahagiaan sebuah rumah dalam keluarga itu tergantung dari kebahagiaan istrinya.

3. Anak lebih terurus

Anak yang dididik full sama ibunya saja, beda lho hasilnya sama anak yang biasa dididik di rumah dengan ayah ibunya. Pun, istri yang dibantu tugas mendidik anak oleh suami, jadi punya banyak waktu juga untuk melakukan hal lain. Akhirnya ketika kembali waktunya istri mendidik anak, ia pun siap secara fisik dan psikis.

4. Rumah lebih nyaman

Pernah dengar berita beberapa tahun yang lalu tentang istri yang diduga gangguan jiwa sedangkan rumahnya kayak kapal pecah, lalu anaknya nggak keurus? Coba, siapa yang tahan tinggal di rumah seperti itu? Meski sekalipun rumahnya besar seperti yang ada dalam berita tersebut.

Beda lah jadinya kalau suami mau turun tangan berbagi tugas domestik dan mengasuh anak. Dan andai itu terjadi, mungkin kasus ibu yang gangguan jiwa, anak yang sampai tak terurus waktu itu tidak akan terjadi ya.


Tuh, banyak untungnya kan? Memang, suami itu sudah lelah mencari nafkah. Tapi buat istri yang full di rumah, ia pun aslinya minim istirahat juga di rumah. Apalagi kalau istrinya juga ikut mencari nafkah baik di luar maupun dari rumah. Lebih lelah lagi dong.

Makanya, suami yang nggak mau turun tangan berbagi urusan domestik dan pendidikan anak, tapi tetap menuntut istri ini dan itu, suami harus bersedia dong ambil asisten rumah tangga atau pengasuh anak untuk membantu istri. Itu kalau mau istri cakep dan bahagia kayak Nia Ramadhani ya. Hehehe…



Comments

  1. Suka point Istri jadi lebih cantik.
    Wah asyik ya bu.
    Minimal kita punya waktu untuk sisiran atau bahkan make lipstik.
    Kadang habis mandi aja sisiran jarang
    Wkwkwkwkkw

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Ini Dia Cara Mudah Mengamankan Kenangan

Ada suatu bagian cerita dalam Harry Potter yang begitu saya inginkan. Tentang pensieve Albus Dumbledore.
Jadi, Dumbledore yang merupakan kepala sekolah di Hogwarts tempat Harry Potter sekolah itu punya alat bernama pensieve yang bentuknya seperti baskom. Dengan pensieve, kita bisa memasukkan kenangan masa lalu siapapun untuk dilihat lagi.
Keberadaan pensieve ini tentunya banyak keuntungannya. Kita bisa melihat lagi kenangan masa lalu dari pikiran seseorang. Bagusnya lagi, dari pada menuh-menuhin memori kepala, terus terlupakan, ya mending mumpung ingat kenapa nggak disimpan saja ingatannya dalam wadah tertentu dan bisa dilihat lagi di pensieve.

Gara-gara tahu ‘teknologi’ pensieve di cerita Harry Potter, saya jadi kepikir, andai ya ada teknologi seperti itu yang bisa saya pakai untuk mengamankan memori dalam kepala. Dari pada kita simpan sendiri terus pas waktunya harus diingat, eh kok malah lupa!
Hilangnya Kenangan Saat Hamil
Khayalan andai saya bisa punya pensieve seperti Dumbledore pun …

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Dialah Anakku, Anak Indonesia Sehat yang Pernah Terancam Mengalami Stunting

“Berapa tingginya tadi?” tanya Bu Bidan Posyandu ke Bu RW yang sudah mengukur dan mencatat tinggi Kayyisah sebelumnya.
Angka 103 lalu keluar dari jawaban Bu RW. “Tinggi ya anaknya,” komentar Bu Bidan Posyandu.
Aku tersenyum kecil mendengarnya. Ada perasaan lega mendengar kata-kata itu. Karena di balik tinggi badan Kayyisah yang sekarang berusia dua tahun sembilan bulan, ada sebuah masa saat anakku itu pernah dikomentari hampir gagal tumbuh kembang oleh seorang dokter anak.
Dulu sewaktu Kayyisah usia dua tahun dua bulan, saat ia baru ketahuan menderita TB dua bulan sebelumnya, aku dan suami pergi mengantar Kayyisah untuk mengambil obat TB di dokter anak langganan.
Ternyata dokter yang sedang bertugas saat itu bukan dokter yang biasanya. Saat melihat Kayyisah dan setelah tahu berapa usia anakku, ia mengerutkan alis dari balik kaca matanya dan menatap Kayyisah seakan tidak percaya.
“Kecil banget anaknya! Ayo coba, tidurin lagi di atas kasur. Saya mau ukur lagi semuanya,” seru dokter tersebut …

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…

Berpetualang di Jakarta, Emang Kagak Ade Matinye!

Sebagai orang yang lahir di Jakarta lalu sempat melalui masa kecil di Bekasi, kota yang terbilang dekat banget dengan Jakarta, membuat saya agak familiar dengan beberapa tempat rekreasi yang ada di sana.
Saat kecil, ayah kerap mengajak keluarganya untuk jalan-jalan ke beberapa tempat di Jakarta baik itu mall atau beberapa tempat rekreasi yang ada.
Lantas beberapa tahun yang lalu, saya sempat mendapat kesempatan untuk berwisata di beberapa tempat di Jakarta. Tentu, rasanya seperti obat rindu! Tak jarang saya menahan haru saat melewati beberapa tempat karena teringat masa kecil dulu.
Sekarang kalau sedang melihat televisi, sering bibir saya terucap pernah ke sana sambil menceritakan berbagai pengalaman yang pernah saya lalui ke si kecil. Tentunya semua cerita saya itu membuat rasa penasaran gadis cilik saya yang kini berusia lima tahun.
“Itu di mana Umi? Jauh dari sini? Aku juga mau ke sana,” itu celoteh si kecil yang ujung-ujungnya akhirnya kerap merengek meminta diajak jalan-jalan ke Jaka…