Skip to main content

Tiga Bintang di Big Stage Festival Millennilas Berkarya dengan Fakta-fakta Mengejutkan


Sekitar pukul 16.00, giliran semua peserta Festival Millennilas Berkarya diajak untuk duduk di depan big stage. Ada tiga pembicara utama yang dihadirkan sore itu, Fico Fachriza komika jebolan SUCI 2, Vikra Ijas yang merupakan co-founder kitabisa.com, serta Kevin Hendrawan yang kini menekuni TV host dan youtuber.

Sebetulnya saya tidak begitu mengenal mereka bertiga. Sehingga saat itu, saya begitu kaget waktu mereka mengemukakan fakta-fakta mengejutkan tentang apa dan bagaimana mereka dulu sebelum orang banyak mengenal mereka seperti sekarang ini.

1. Fico Fachriza yang pernah menjadi pecandu narkoba



Saat menjadi juara dua di ajang Stand Up Comedy yang diadakan Kompas TV, Fico mengaku saat itu masih berusia remaja. Kesuksesannya tersebut sempat membuatnya merasa tercukupi hingga tidak lagi punya impian.

“Bayangkan saja di usia segitu, saya sudah bisa punya ini itu. Ya sudah, saya merasa nggak punya mimpi lagi,” akunya.

Hal itu juga yang akhirnya membuat ia sampai terjerumus ke dunia narkoba. Uniknya, Fico masih sadar untuk membandingkan kesuksesan dirinya dengan teman-temannya sesama komika. Satu nama yang kerap disebutnya dalam wawancara adalah nama Ernest.

“Waktu itu saya jadi komika di saat usia masih remaja. Mungkin itu yang membedakan dengan Ernest yang saat terjun ke dunia hiburan, dia sudah memiliki usia matang sehingga bisa berpikir dengan lebih baik.”

Fico mengaku sempat iri melihat teman-teman komikanya yang lebih sukses darinya dengan hidup tanpa narkoba. Akhirnya ia mengakui masalah kecanduannya ke bapaknya, dan bapaknya pun mencarikan solusi dengan membawanya rehabilitasi.

Bisa dibilang, kesuksesan Fico untuk bangkit juga berasal dari kepercayaan sang bapak ke padanya. Setelah sembuh, Fico membuat pengakuan di akun Youtubenya tentang pengalamannya yang pernah menjadi pecandu narkoba. Banyak orang menyayangkan ulah Fico. Tapi tidak dengan bapaknya.

“Saya tanya ke bapak saya, apa Bapak malu, punya anak yang bikin video seperti itu, mengaku pernah kecanduan narkoba? Bapak saya bilang nggak. Malah katanya, biar video itu jadi pengingat buat saya kalau saja saya kembali ke narkoba.”

2. Vikra Ijas merasa punya kekurangan tapi tak mau itu jadi penghalang



Masa remaja Vikra hingga kuliah banyak ia habiskan di Auckland, Selandia Baru. Bisa jadi hal ini kebanggaan bagi banyak orang. Tapi bagi Vikra, maknanya bisa berbeda.

Di hadapan para peserta Festival Millennials Berkarya, Vikra menunjukkan sebuah foto dirinya bersama dua orang bule. “Lihat di foto ini, badan saya lebih kecil dibanding mereka.” Tak hanya postur tubuh yang lebih mungil, Vikra pun mengaku hidup di Selandia Baru sebagai minoritas.

Awalnya Vikra berkuliah di Auckland mengambil jurusan Akuntansi. Dengan alasan, kebanyakan orang sukses kuliah di jurusan ini. Namun saat menjalaninya, Vikra sering tidak lulus beberapa mata kuliah dan akhirnya memutuskan berhenti.

Setelah itu, ia kembali kuliah dengan mengambil jurusan bisnis. Di sinilah menurut saya titik awal perjalanan Vikra. Selama kuliah, Vikra aktif di kegiatan kemahasiswaan.

“Bayangkan saja, saya yang masih mahasiswa dan belum lulus kuliah ini malah disuruh membangun awal Gopher di Indonesia,” aku Vikra. Meski dengan kondisi diri yang merasa bukan apa-apa,  tapi Vikra terus menerima tantangan Gopher.

Langkah selanjutnya bersama teman-temannya, mereka berupaya membuat aplikasi bernama Solver. Gagasan aplikasi ini berawal dari banyaknya masalah di Indonesia yang sebetulnya bisa diatasi secara gotong royong.

Sebagai awal, mereka membuat video penggalangan donasi di wujudkan.com. Namun sayang, usaha mereka tidak berhasil dan bisa dibilang gagal. Meskipun saat itu, justru Solver sempat meraih penghargaan di ajang INAICTA.

Tak berhenti sampai di situ, suatu ketika Vikra bertemu dengan Timmy (yang saya tahu pernah menjadi host acara perjalanan di Kompas TV), dan mereka kemudian menggagas KitaBisa. Upaya ini juga dibantu oleh Fajrin Rasyid yang kini jadi Presiden Bukalapak.

Ada satu quotes menurut saya yang menarik dari Vikra yang selalu mengaku ‘anak start up’. “Kita bisa berkarya, sambil bermanfaat buat banyak orang.”

3. Kevin Hendrawan sukses dari aktivitas yang tidak disukainya



Buat saya, pembicara terakhir ini yang membuat saya nganga selebar-lebarnya. Nggak menyangka saja, kalau ternyata masa lalu seorang Kevin ini begitu penuh dengan kerja keras.

Semuanya berawal dari momen ketika papanya sakit. Dan Kevin yang anak sulung ini pun harus menanggung posisi sebagai tulang punggung keluarga.

“Kalau ada yang bilang generasi millennials adalah yang menekuni apa yang mereka suka, coba lihat ini. Mau nggak mau, kita harus mencintai apa yang ada di hadapan kita,” tutur Kevin sambil menunjuk gambar slide di belakangnya.

Di foto tersebut, ada dua usaha yang sejak awal ditekuni Kevin, usaha laundry dan martabak. Semua itu harus ia lakukan demi menghidupi orang tua dan adik-adiknya.

Suatu ketika, Kevin yang berasal dari Purwokerto ini memutuskan memindahkan usahanya di Bali. Di sana, ia mengaku tinggal dengan menyewa tempat berukuran 3x3 bersama ke empat keluarga.

Fase selanjutnya, Kevin mencoba terjun ke bidang lain. Ia mengikuti kompetisi L-Men dan dan menjadi juara di 2014. Saat itu ia berpikir, ingin meraih kesuksesan lebih besar dengan cara tersebut.

Tapi nyatanya, Kevin malah tidak mendapatkan apa yang diimpikannya. Menyandang gelar jawara ajang bergengsi rupanya tetap membuat Kevin masih harus bekerja keras. Ia mengaku terlanjur hijrah ke Jakarta dan mau tidak mau harus bertahan di sana.

Dengan modal gelarnya, Kevin yang mengaku aslinya introvert melamar dari satu televisi ke televisi lain atau ikut casting ini itu. Ia juga terus belajar dari beberapa artis yang ada tentang bagaimana menjadi host yang baik.

Ia akhirnya diterima menjadi host sebuah acara televisi. Dan di tahun 2015, ia diterima menjadi host National Geographic Channel.

Posisi itu menjadi zona nyaman ya dia rasa. Dan sosok Kevin ini rupanya tipe orang yang tidak pernah mau ada dalam zona nyaman. Dunia pertelivisian yang digelutinya membuat ia terpikir bidang hiburan lain yang prospek di masa depan.

Kevin lantas melirik Youtube. keputusannya menjadi Youtuber dengan nama yag sudah terkenal sebagai host di acara televise, tidak membuatnya sukses dalam waktu singkat.

Selama setahun jadi Youtuber, Kevin mengaku tak mendapat untung. Video yang dibuatnya pun baru viral di video yang ke-127 tentang Pokemon.

“Saya itu tipe orang yang kalau belajar sesuatu harus sampai khatam,” cetusnya.

Saat ia melihat makin banyak orang menjadi Youtuber, Kevin mencari celah lain lagi. Hingga yang kita tahu sekarang, di channelnya, Kevin juga membuat web series.

Yang istimewa dari Kevin adalah ia terkenal sebagai sosok Youtuber yang membuat konten berkualitas. Menurutnya apapun harus diniati baik, karena itu akan menjadi manfaat buat orang lain.


Comments

  1. Iya bener bgt fakta2nya mengejutkan yah kak, kerennn

    ReplyDelete
  2. Tak ada usaha yang mengkhianati hasil memang, keren merekaa.. Bangga punya millennial seperti mereka dehh..

    ReplyDelete
  3. Kevin tuh emang yg paling jleeebb
    Kagak nyangka deh eikeh
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  4. Enggak nyesel ya datang ke acara ginian, Ka. Narasumbernya kompeten dan bikin semangat kita meraih mimpi, terutam Kevin. Kayak ga ada tombol off-nya. Attitude-nya juga bagus. Pengin nyontoh nih. Moga banyak anak muda kayak gini.

    ReplyDelete
  5. Saya sempat ngikutin penampilam Fico waktu di Suci. Tapi, setelah itu enggak lagi. Makanya baru tau kalau dia terjerumus narkoba. Syukurlah sekarang udah bebas dan semoga jangan terjerumus lagi

    ReplyDelete
  6. wow saya baru tau ada host national geographic orang Indonesia, keren banget ya mereka bertiga ini.. menginspirasi

    ReplyDelete
  7. Mereka masih muda namun pengalamn hidupnya bisa menginspirasi orang lain. Salut, semoga kebaikan dan semangat mereka bisa ditiru anak muda lainnya..

    ReplyDelete
  8. hidup itu nggak bisa disamaratakan gitu ya mbak.. dari contoh kisah di atas, nyatanya ketika ngejalani sendiri kuliah di akuntansi dia malah belum bisa ngikutin.. aku sering sih ngasih motivasi ke mhs ku biar bener2 ngejalani sesuai passion

    ReplyDelete
  9. Mba makasih kisah kisahnya sungguh inspiratif. Pantesan lama nggak ada kabar Fico eh teryata narkoba. Syukurlah skarang udah aktif lagi ya. Aku punya bukunya Fico tentang kehidupan dia

    ReplyDelete
  10. Anak-anak muda jaman sekarang memang keren dan kreatif. Aku sering nonton abang Fico di TV tapi belum pernah ketemu langsung.

    ReplyDelete
  11. Bagus juga nih acara, menginspirasi. Dengan usaha yang tidak sebentar, mereka mampu menginspirasi lainnya. Luar biasa ya.

    ReplyDelete
  12. Aku ga pernah nonton suci taoi baca cerita tentang perjalanan Fiko di postingan ini kagum juga dengan usahq2 yang mereka lalui. Intinya berjuang terus ya

    ReplyDelete
  13. salut sama kevin yang terus berusaha dan akhirnya bisa jadi youtuber terkenal dg konten berkualitas

    ReplyDelete
  14. ini para millennial yang karya dan sapak terjangnya sudan sangat banyak menginspirasi ya..dan bisa jadi contoh baik untuk kita semua ya mbaaa

    ReplyDelete
  15. Aku suka banget potongan qoute ini “Kita bisa berkarya, sambil bermanfaat buat banyak orang.”
    Sama kayak mottoku bermanfaat untuk orang banyak, artikelnya ciamik Mbk

    ReplyDelete
  16. Gak ada masa lalu yg tanpa cela
    Tp masa depan kita bisa memilihny
    Kesimpulanku baca kisah di atas mb
    Inspiring

    ReplyDelete
  17. Waah, saya kudet, baru tahu tentang ketiga bintang keren ini #pengakuan.

    Semoga anak muda jaman now, anak muda milenial bisa seperti mereka juga yah :)

    ReplyDelete
  18. Masya Allah,, terharu saya mba, sangat menginspirasi ketiga tokoh ini terutama mas Kevin, saya pun melakukan hal yg sebenarnya gak saya suka, dan mudah2an bisa menuai hasil 😊

    ReplyDelete
  19. Aku ga ngikutin kehidupan para komika kecuali Panji, hehehehe. Kalau nonton komik udah selesai aja ga pernah baca2 profilnya. Keren ternyata ya perjuangannya

    ReplyDelete
  20. Aku suka banget sama konten-kontennya Kevin di YouTube , cara penyampaiannya juga enak dan asyik banget, pasti beruntung ya mba bisa dengar sharing langsung bersama beliau.

    ReplyDelete
  21. Aku jugaa suka quote Vikra, “Kita bisa berkarya, sambil bermanfaat buat banyak orang.” Aku kenal ketiganya, terutama Fico saat ikut SUCI 2. Kebetulan anak-anak dan suami nonton, jadi aku ikutan aja. Soal sukses, pasti ada usaha keras di baliknya. Dan aku percaya itu

    ReplyDelete
  22. Bangga Indonesia punya generasi milenial yg kreatif dg banyak pengalaman kaya mereka. Semoga bisa menginspirasi makin banyak milenials lainnya :)

    ReplyDelete
  23. Aku paling ngefans sama yang no.3. Dia introvert tapi publik speakingnya oke banget. Ga keliatan seperti introvert kan ya mba.

    ReplyDelete
  24. Anak muda sekarang mesti bangkit dari pemikiran-pemikiran sempit.
    Karena dunia terhubung dengan hanya sentuhan jari.

    Kagum sama produktivitas mereka.

    ReplyDelete
  25. Keren..ini baru namanya anak muda yang menginspirasi, jadi untuk sukses itu ada proses ya bukan instan

    ReplyDelete
  26. ih, baru tahu 3 orang ini kisahnya mengisnpirasi banget. perjuangannya bisa dibilang ga mudah. tapi semangatnya itu lho, bikin kagum sekali.

    ReplyDelete
  27. Kevin Hendrawan sedikit tau dari chanel Youtubenya. Perjuangannya kereeen. Sekarang dia terjun lagi ke dunia TV ya Mba. Jadi host di acara Weekend List Net TV

    ReplyDelete
  28. Aku kenal kevin pertama kali di tv dia jd host acara traveling. Ganteng. Hehe

    ReplyDelete
  29. Sosok millenials inspiratif semua ih, seneng bacanya, bikin semangat

    ReplyDelete
  30. Keren ya ketiga pemuda milenial itu, tapi saya salut banget nya tuh sama Kevin Hendrawan. Youtuber yang keren

    ReplyDelete
  31. Ketiganya ini tipikal anak bangsa yang tidak mau berhenti untuk menunjukkan kreativitasnya. Salut dengan mereka, meskipun pada awalnya memiliki problem berat masing-masing, saat prosesnya mereka menunjukkan ketangguhan dan kreativitas.

    ReplyDelete
  32. keren-keren yaa. Inspiratif banget ketiga orang itu, semoga semakin banyak yang mengikuti jejak positif mereka

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Ingin dapat Pinjaman Online yang Aman, Yuk Perhatikan Beberepa Hal Penting Ini

Terkadang kita dihadapkan pada kebutuhan dana untuk keperluan tertentu. Namun saat menemui jalan buntu dan kita kesulitan meminjam pada orang lain, pinjaman online yang aman bisa jadi solusinya.
Padahal kebutuhan akan dana pinjaman berbentu tunai tersebut bisa jadi begitu mendesak. Misalnya, kita membutuhkan segera dana untuk biaya berobat keluarga, untuk keperluan pernikahan, atau biaya pendidikan anak.
Ada juga kebutuhan yang sifatnya tidak begitu penting tapi kok ya diperlukan juga. Misalnya untuk membeli sepeda motor, atau sebagai tambahan dana usaha.
Pinjaman online yang aman bisa jadi alternatif solusi dari masalah mendesaknya keperluan mendapatkan dana bantuan. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika mengajukan pinjaman keuangan secara online, terutama jika membandingkannya dengan lembaga keuangan lain pada umumnya.
1. Dibandingkan dengan pinjaman melalui bank, jasa pinjaman dana online tidak memerlukan syarat BI checking dan kartu kredit. Proses pencairannya pun bisa l…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Membentuk Karakter Baik pada Anak

Anak cowok tidak boleh menangis, inilah suatu bentuk streotype yang kerap dilakukan orang tua kepada anak demi membentuk karakter baik pada anak. Streotype sendiri berarti mengkotak-kotakkan ciri tertentu berdasarkan pandangan umum yang kadang belum terbukti kebenarannya.
Padahal, tak selamanya hal tersebut benar dan bisa jadi merupakan pendidikan yang keliru. Misalnya, anak cowok juga boleh menangis dalam arti batas-batas yang wajar. Begitu halnya dengan permainan yang diberikan dan diperbolehkan untuk anak cowok dan cewek.
Mainan anak juga tidak boleh streotype. Anak cowok boleh main boneka. Begitu juga anak cewek boleh mainan mobil-mobilan. Pekerjaan di rumah juga harus dibagi secara bijaksana. Anak laki-laki boleh juga diajarkan memasak. Sesekali anak cewek juga boleh melakukan pekerjaan cowok.
Pendidikan anak memang berawal dari keluarga. Ayah dan ibu adalah malaikat bagi anak termasuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan dan sifat.
Sedangkan apabila ada seseorang yang …

Mengatasi Jenuh dalam Rumah Tangga

Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian.
Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina kominikasi sebelum masalah itu datang. Termasuk ketika rasa jenuh datang menghampiri.
Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.
Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan sampai ketika rasa jenuh itu akhirnya tiba, kita kebingungan untuk kelu…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Membentuk Anak Cerdas di Sejak Kandungan

Kecerdasan anak dapat dibentuk sejak ia ada dalam kandungan sang ibu. Tentunya, ibu pun pada saat hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya karena secara langsung akan mempengaruhi pula kondisi janin yang sedang dikandungnya.
Karena adanya bayi yang sedang dikandung, konsumsi makan ibu akan lebih meningkat daripada sebelumnya. Menurut Roziana, ahli gizi dari Rumah Sakit Awal Bross, itu adalah hal lumrah saat ibu membutuhkan kuantitas makanan hingga dua kali dari kondisi biasa.
Kebutuhan konsumsi makanan yang dibutuhkan ibu hamil biasanya juga dipengaruhi oleh tiga waktu semester dalam usia kehamilan. Pada semester pertama dan kedua atau tiga bulan pertama dan kedua dari kehamilan, faktor kuantitas begitu dibutuhkan ibu hamil.
 “Terutama pada semester pertama, bisa dua kali kebutuhan kuantitas makanan yang dibutuhkan ibuhamil. Untuk memenuhi kuantitas tersebut, bisa dengan sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Usahakan hindari makan berbentuk basah karena dapat memicu mua…

Membina Hubungan dengan Pasangan Jarak Jauh

Sebuah tawaran karir yang menjanjkan hadir di depan mata. Posisi yang bergengsi, pun gaji yang menggiurkan. Namun di timbangan yang lain, ada pasangan apalagi si kecil yang telah hadir mengisi kehidupan kita.
Nah lho, kalau kita dihadapkan pada pilihan seperti ini, pilih yang mana ya?
Fenomena tersebut bukanlah hal yang baru lagi saat ini. Apalagi sekarang, wanita tidak lagi dipandang sebelah mata dan dianggap mampu bersaing untuk mengisi posisi-posisi kunci yang biasanya dipercayakan kepada pria.
“Kalau itu yang terjadi, perlu kompromi, pengorbanan, dan pengertian antar pasangan,” jawab Rostina Tonggo Morito, psikolog dari Batam ketika disodorkan keberadaan fenomena tersebut yang saat ini kerap menghinggapi masyarakat khususnya di perkotaan.
Wanita yang kini menyandang HR Consultant dan Praktisi di PT Tunaskarya Indoswasta ini kemudian menyarankan dua alternatif yang bisa dilakukan oleh pasangan yang harus terpisahkan jarak atau tempat.
Yang pertama adalah suami yang harus berkorban untu…