Skip to main content

Tips Cepat Jual Rumah di Bandung Lewat Internet


(foto: pixabay)

Jual rumah memang bukan perkara sederhana. Ada cukup banyak hal yang harus diurus. Mulai dari persoalan dokumen atau kelengkapan surat, sampai cara memasarkannya.

Nah, jika kita harus melakukan hal ini saat sekitaran 20 tahun ke belakang, hm… maka urusannya akan jadi semakin sulit sepertinya. Namun berkat teknologi, semua hal sulit bisa dibuat jadi lebih mudah.

Tentu saja, kita tetap bisa menggunakan jasa agen properti untuk melakukan tugas semacam ini. Apalagi, jika rumah yang akan ditawarkan ini berlokasi di Bandung. Sudah banyak sekali agen properti yang bisa melakukan pekerjaan ini untuk kita.

Eh tapi, kalau kita bisa melakukannya sendiri, kenapa harus pakai jasa orang lain?

Di sini, kita akan menemukan cara-cara cepat untuk jual rumah di Bandung dengan memanfaatkan kekuatan internet. Tidak perlu lagi kita membayar jasa ke orang lain. Dan… gratis lagi!

1. Manfaatkan situs properti dan media sosial


(foto: pixabay)

Saat ini internet telah menjadi sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Banyak sekali kebutuhan kita yang akan mudah terpenuhi dengan bantuan internet. Salah satunya adalah kebutuhan jual beli.

Jual beli lewat internet ini memang dulunya hanya terbatas untuk industri-industri tertentu. Seperti fesyen, produk kecantikan, alat rumah tangga, dan lain-lain.

Tapi, seiring berjalannya waktu, jual beli lewat internet merambah juga ke industri besar seperti bidang properti. Salah satu contohnya adalah munculnya situs properti www.99.co/id

Dengan memanfaatkan situs properti seperti ini, kita jadi memasuki era baru dalam bisnis jual beli rumah.

Penanganannya menjadi jauh lebih mudah dan tidak terbatas pada agen-agen properti besar saja. Kita juga bisa ikut bergabung lho sebagai penjual perseorangan.

Berbeda dengan memasang iklan di koran cetak seperti jaman dahulu, memasang iklan di situs properti seperti ini memungkinkan iklan kita terlihat oleh lebih banyak orang karena mudah ditemukan.

Jadi, jika kita ingin jual rumah di Bandung, yang notabenenya adalah kota metropolitan di mana orang-orangnya sudah begitu terbiasa dengan penggunaan internet, memasang iklan di situs properti adalah hal yang wajib untuk dilakukan.

Selain itu, kita juga dapat mengoptimalkan penggunaan internet untuk keperluan jual rumah di Bandung ini dengan membagikannya di media-media sosial, seperti Facebook, Twitter, Line, atau WhatsApp.

Saat ini, media sosial adalah cara tercepat untuk mendapatkan informasi. Jadi ada kemungkinan nih, orang yang sebenarnya awalnya tidak berniat mencari rumah pun bisa mungkin membaca iklan kita.

Semakin banyak mata yang melihat iklan tersebut, semakin tinggi juga kemungkinan rumah kita segera terjual. Sebagai tambahan, lebih baik lagi jika kontak yang kita berikan tidak terbatas di nomor telepon saja.

Pastikan juga kita dapat dihubungi melalu media sosial tempat kita membagikan iklan jual rumah di Bandung tersebut.


2. Sertakan foto rumah yang baik pada iklan. Ingat foto tampak depan wajib ada!


(foto: pixabay)

Masalah foto ini sering kali dianggap sepele oleh para penjual, baik bidang properti maupun bukan. Padahal, salah satu aspek paling penting dalam jual beli berbasis internet adalah foto yang ditampilkan.

Berbeda dengan pengembang berskala besar yang memang fokus tersendiri ke arah visual, orang-orang yang hendak menjual properti, khususnya rumah, secara perorangan ini terkadang terlupa atau tidak begitu menganggap foto itu penting.

Padahal, jika kita menempatkan diri sebagai calon pembeli yang mencari rumah dijual di Bandung lewat internet, hal pertama yang akan kita nilai tentunya adalah bagaimana tampilan rumah itu sendiri.

Berhubung kita tidak berada di lokasi rumah secara langsung dan tidak bisa berjalan mengelilinginya untuk melihat-lihat, tentu hanya potongan-potongan foto saja yang bisa kita andalkan.

Itulah mengapa peran foto sangat penting ketika kita hendak menjual rumah di Bandung.

Lalu, tentu saja foto yang harus kita ambil tidak boleh sembarangan. Meski bukan seorang profesional di bidang properti, kita harus usahakan untuk memasang foto paling baik yang bisa kita dapat.

Lalu mungkin ada yang bertanya, sebetulnya bagaimana sih kira-kira cara mengambil foto rumah yang bisa memikat para calon pembeli pada pandangan pertama? Yuk, kita bahas tipsnya!

Tips Mengambil Foto yang Baik untuk Jual Rumah di Bandung


1. Hal yang penting adalah, foto rumah tampak depan harus ada. Usahakan juga halaman rumah ikut terlihat.

2. Gunakan kamera yang mumpuni. Untuk zaman sekarang, sepertinya kebanyakan kamera ponsel sudah cukup.

3. Usahaan foto jangan sampai blur atau buram karena tangan kita yang bergerak saat mengambil foto.

4. Lakukan pengambilan foto hanya pada siang hari. Hal ini dikarenakan foto pada malam hari kurag mendapatkan pencahayaan sehingga hasilnya tidak bagus jika dibandingkan foto yang diambil saat pagi hingga sore hari.

5. Usahakan menangkap setiap sisi ruang rumah dalam foto. Fokuskan pada sisi-sisi yang terlihat menarik atau unik.

6. Ambilah foto dalam bentuk landscape atau horisontal karena dapat menangkap lebih banyak ruang ketimbang bentuk portrait atau vertikal.

7. Semakin banyak foto akan semakin baik

8. Pastikan rumah dalam keadaan bersih dan rapi ketika difoto

9. Tambahan, sertakan foto halaman dan pemandangan di sekitar rumah juga jalan akses menuju rumah jika sekiranya menjual. Misalnya, kondisi jalan yang tidak rusak, lebar bisa dilalui dua mobil, dan sebagainya.


3. Gunakan kata sifat pada deskripsi rumah yang dijual


(foto: pixabay)

Saat kita hendak jual rumah di Bandung, kita perlu menyiapkan deskripsi rumah yang sejelas mungkin penggambaran atau penjelasannya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan banyak kata sifat di dalam tulisannya.

Setelah melihat sendiri foto-foto rumah yang disediakan, para pencari rumah ini mungkin juga butuh pandangan lain dalam melihat rumah yang kita jual. Karena itu, tugas kita adalah menyodorkan pandangan itu.

Misalnya, foto rumah yang kita ambil memperlihatkan sisi dengan jendela besar menghadap ke halaman belakang.

Kita bisa mengatakan bahwa jika sebuah sofa ditempatkan di sana, sisi itu akan jadi cantik sekali dan sangat nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat di waktu sore sambil minum teh dan melihat ke arah halaman belakang.

Pastikan deskripsi ini mencakup semua potensi rumah, dari segi kegunaan ruangan hingga dekorasinya.

Tentu saja, bentuk iklan yang digambarkan akan lebih menarik ketimbang iklan yang hanya berisi spesifikasi rumah dalam bentuk poin-poin seperti ini:
-          Kamar tidur: 2
-          Kamar mandi: 1
-          Ruang tamu
-          Ruang keluarga
-          Dapur

Apalagi untuk jual rumah di Bandung, kita bisa mengaitkan deskripsi ini dengan banyaknya aspek-aspek terkait daerah Bandung yang menarik.

Jika rumah yang hendak kita jual berada di daerah tinggi seperti Dago, misalnya, kita bisa menyebutkan pemandangan cantik atau ikon kota apa saja yang bisa kita lihat dari sana.


4. Tulis deskripsi lokasi dan aksesibilitas yang jelas


(Foto: AyoBandung)

Terkait poin deskripsi rumah sebelumnya, deskripsi lokasi dan aksesibilitas juga penting sekali untuk dicantumkan dalam iklan ketika kita hendak menjual rumah di Bandung.

Deskripsi yang jelas ini bukan berarti kita harus mencantumkan alamat lengkap rumah yang mau kita jual, lho ya. Malahan, mencantumkan alamat lengkap justru tidak disarankan karena terkait dengan urusan keamanan.

Alamat yang kita berikan cukup berupa nama jalan saja. Selebihnya, kita bisa menjelaskan tentang kawasan rumah yang akan kita jual.

Hal ini dikarenakan tidak semua calon pembeli berasal dari atau mengerti tentang seluk beluk kota Bandung. Alangkah baiknya jelaskan sedikit tentang kawasan Bandung sebagai lokasi tempat kita akan akan jual rumah di Bandung.

Jangan lupa juga untuk menjelaskan tentang seberapa strategis lokasi rumah yang akan kita jual. Tambahkan keterangan tentang sarana prasarana yang berada di sekitar lokasi, lengkap dengan namanya.

Contohnya, hindari menulis keterangan “2 menit ke rumah sakit” dan ganti menjadi lebih spesifik seperti “2 menit ke RS Santo Borromeus” atau “10 menit jalan kaki ke Lapangan Saraga ITB”.

Ketika hendak jual rumah di Bandung, penting untuk kita menjelaskan aksesbilitas lokasi rumah yang kita jual.

Karena Bandung termasuk ke dalam kota yang banyak mengandalkan sarana transportasi umum seperti bis Damri, angkot, dan kereta, pastikan kita mencantumkan sarana transportasi umum mana saja yang bisa digunakan untuk keluar masuk kawasan rumah yang kita jual.


5. Cari tahu harga rumah di sekitar sebelum membuat patokan harga



(Foto: Google Images)

Banyak orang yang sulit menjual rumah karena harga yang dipatok terlalu tertinggi. Ini berarti harganya tidak realistis.

Tentu saja, jika kita ada di posisi calon pembeli, kita akan mempertimbangkan segala hal, termasuk harga mana yang paling sesuai dengan budget kita dan kondisi rumahnya.

Untuk mematok harga yang realistis, kita harus mencari tahu dulu harga pasaran yang pas untuk rumah kita. Caranya bisa dengan mulai mencari tahu harga jual rumah di Bandung yang berada di sekitar kawasan yang sama dengan rumah kita.

Meski mematok harga yang terlalu tinggi adalah sebuah pantangan, tapi mematok harga yang terlalu murah juga tidak terlalu disarankan.

Hal ini akan menimbulkan keraguan di benak pembeli tentang rumah yang kita jual. Entah itu keraguan rasional yang mempermasalahkan kualitas rumah, ataupun keraguan irasional berbau mistis yang masih sering kita temui di masyarakat.


Nah, kira-kira begitulah tips yang harus kita ikuti jika ingin jual rumah di Bandung dengan cepat tanpa harus pakai jasa agen. Selamat mencoba, ya!

Comments

  1. Waah makasih banget nih mba tips foto nya, siring perkembangan jaman orang-orang dimudahkan banget sama teknologi, salah satunya dengan cara berjualan rumah

    ReplyDelete
  2. Wow, membuka wawasan sekaliii tipsnya... Selama ini foto ya asal saja, jadi paham deh sekarang...

    ReplyDelete
  3. Tipsnya ok banget nih mba, makasihhhh udah dishare.. Jaman sekarang jual beli rumah bisa banget dilakukan secara online, jadi jangkauan pasarnya bisa lebih luas.

    ReplyDelete
  4. terima kasih kakak tipsnya, sangat bermanfaat sekali

    ReplyDelete
  5. thanks tipsnya mbak, setuju banget penjual rumah harus tulis deskripsi yang jelas dan foto rumah yang menarik :)

    ReplyDelete
  6. Memang benar sekali..jual rumah jaman aku dulu dgn jual rumah jaman sekarang lebih mudah dan lebih terbantu yg jaman sekarang, krn ada fasilitas jual rumah melalui online. Dulu aku jual rumah (krn pindah lokasi rumah ke rumah baru) sulit sekali. Krn tidak via online jual nya, jd sulit mendapatkan calon pembeli.

    ReplyDelete
  7. sekarang jual beli rumah bisa praktis banget dengan memanfaatkan situs online yaa, nggak capek dan biasanya lebih cepat laku :)

    ReplyDelete
  8. Wahh tipsnya bermanfaat banget mba, selama ini kalau mau jual barang emang sih kadang kurang memerhatikan faktor2 di atas, apalg klu misal mau jual rumah 😊

    ReplyDelete
  9. Bener.. yang paling penting, foto rumah dgn detail & transportasi menuju rumah. Suka sebel kadang penjual ngupload foto setengah2 🙈

    ReplyDelete
  10. Zaman sekarang apa2 mudah ya. Pasar tempat bertemunya penjual dan pembeli dimudahkan lewat teknologi.

    ReplyDelete
  11. Gampang ya mau jual rumag. Tinggal upload di website jual beli rumah. Asal fotonya harus asli supaya calon pembeli ga merasa tertipu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…