Skip to main content

Tradisi Ramadan Saat Masa Kecil yang Jadi Kenangan



Kalau ingat masa kecil, rata-rata mesti pada suka deh buat main nostalgia. Begitu juga saya saat mengingat tradisi ramadan saat masa kecil yang jadi kenangan hingga kini.

Nah, kali ini saya mau ngelist nih, beberapa tradisi ramadan waktu zaman dulu kecil. Ada beberapa yang masih ada sampai sekarang, tapi ada juga yang kayaknya sudah jarang banget saya jumpai saat ini.

Yuk, saya mulai ngelist ya…

1. Patrol

Saya tahunya sih istilahnya ini, untuk kegiatan heboh membangunkan sahur yang dilakukan anak-anak kecil.

Kalau dulu zaman tinggal di Bekasi sih saya nggak pernah tahu kegiatan ini. Tapi pas saya pindah ke Lamongan, whua, awalnya sampai kaget banget.

Itu versi ngebanguninnya bisa kayak orang ngebangunin ngasih tahu orang kalau ada kebakaran. Heboh, ramai, dan keras banget suaranya!

Lha gimana nggak heboh deh. Tiap anak yang lewat berjalan dengan berkelompok. Terus mereka teriak sekencang-kencangnya meneriakkan kata sahur.

Masih ditambah pakai acara pukul-pukul barang. Ada yang bawa botol beling, bedug tapi bentuknya ini, sampai segala peralatan masak emaknya! Hahaha…

Dijamin sih kalau ngebanguninnya kayak gini bisa bikin orang bangun ya. Eh tapi pernah lho udah seheboh itu dan saya nggak juga bangun. Dasar suka ngebo sih emang kalau tidur!

2. Jalan pagi

Ini pun yang saya temui saat waktu kecil di Lamongan. Jadi kalau sekarang kan seringnya habis sahur, pemukiman langsung terasa sepi bin hening ya. Dulu mah nggak kayak gitu.

Yang namanya anak-anak sampai remaja kalau habis sahur, langsung pada keluar semua jalan-jalan pagi. Terus kalau ketemu gebetannya, pada main ciye-ciyean gitu.

Dan acara jalan keliling itu dilakukan terus sampai matahari terbit. Alun-alun bisa ramai orang kalau pagi, nggak seperti sekarang ini.

3. Main petasan atau kembang api

Kalau yang ini sih kayaknya kebiasaan yang dilakukan dari dulu sampai sekarang ya. Cuma kalau menurut saya, dulu sih heboh banget! Sekarang saja karena banyak anjuran dari pemerintah atau kepolisian, sudah nggak seberapa lagi.

Buat yang anak cowok, kayaknya gagah banget kalau bisa main dan nyalain petasan atau yang di tempat saya kadang disebut dengan mercon.

Dan biasanya, ini satu paket dengan acara jalan-jalan pagi itu. Buat yang cowok, kalau ketemu kelompok anak cewek, dilemparlah petasan ke para cewek. Makin yang dilemparin jerit-jerit marah, makin bahagia para pelempar petasan ini.

Kalau buat yang anak cewek, biasanya mainannya kembang api. Dulu saya senang banget main kembang api yang saya gantung di pohon cemara punya mbah, lalu saya nyalain deh barengan. Hasilnya cantik!

4. Menunggu sirine

Jadi di Masjid Agung Lamongan, ada kebiasaan membunyikan sirine sebagai tanda waktu berbuka. Dulu pasa awal pindah ke Lamongan, saya kaget banget. Disangkain ada apa gitu kok tahu-tahu ada suara sirine kencang banget!

5. Mencatat ceramah dan minta tanda tangan

Yang namanya buku ramadan tuh kayaknya dari dulu sampai sekarang selalu ada ya. Setia salat tarawih, nggak boleh lupa tuh yang namanya bawa buku catatan ramadan plus pulpen. Kalau ketinggalan, wah, alamat harus ngebela-belain pulang.

Urusan buku catatan ramadan ini sebetulnya ada beberapa hal sih yang saya suka sebal. Pertama, teman yang suka nyontek. Iya, jadi dianya nggak ikut tarawih, terus di sekolah dia nyontek tuh catatan ceramah punya temannya yang entah di masjid atau musola mana. Setelah itu, dipalsunya tanda tangan bapak imamnya!

Hal nyebelin kedua adalah rebutan minta tanda tangan. Lha buku kan rata-rata seringnya sama tuh meski sekolahnya beda-beda. Makanya kadang saya siasati dengan saya sampul. Jadi kalau pak imamnya sudah selesai tanda tangan, dia kasih lagi tumpukan antrian buku catatan ramadan, dengan sigap saya sudah bisa mengambil mana yang memang buku saya sendiri.

Hal nyebelin ke tiga adalah… kalau bapak imamnya nggak ceramah! Hahaha… iya beneran. Bahagia sih karena salatnya jadi cepat. Sedihnya itu kalau diinterogasi guru agama yang tanya kenapa kok nggak ada catatan ceramahnya. Lalu ditanya kamu itu sebetulnya salat tarawih apa enggak. Nah lho, kan serba salah!

6. Menikmati setup buah

Kenal minuman setup buah ini juga saat saya pindah ke Lamongan. Jadi tradisi di keluarga mbah saya yang memang penjual buah itu adalah ya bikin setup buah.

Kadang yang dibikin setup buah jambu merah. Lain hari ganti salak. Setup ini sendiri berupa air rebusan yang dimasak bersama gula, jahe, kayu manis, dan sereh. Dicampur salah satu buah itu tadi.

Rasanya seger dan manisnya lumayan bikin ganjal perut saat berbuka puasa.

Nah, kira-kira ada enam hal itu sih yang saya ingat saat buka puasa. Kalau teman-teman, apa nih cerita tradisi ramadan saat masa kecil yang jadi kenangan sampai sekarang?

Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…