Andai Vaksin Covid 19 Waktu Itu Sudah Ada, Bisa Jadi Saya Tidak Mundur Kerja

 

Andai Vaksin Covid 19 Waktu Itu Sudah Ada Bisa Jadi Saya Tidak Mundur Kerja


Pilihan yang sulit waktu itu saya putuskan. Saya harus mundur kerja. Vaksin Covid 19 yang diharapkan tak kunjung ada.


Padahal, baru setengah tahun saya mengajar di sana. Baru membarengi anak-anak kelas lima di tiga semester.


Saat memutuskan hamil lagi di bulan Oktober 2019, saya tidak berpikir jika beberapa bulan kemudian pandemi akan menerpa Indonesia juga. 


Di bulan Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan Covid-19 akhirnya mewabah di Indonesia. Di bulan Juli 2020, bayi saya lahir. 


Awalnya agak bersyukur juga bisa melahirkan di musim pandemi. Saya bisa menjaga si bayi di rumah karena sekolah menerapkan PJJ. 


Tapi tak lama. Di pertengahan semester, sekolah kembali daring dengan sistem separuh-separuh kelas. Saya harus menitipkan bayi ke ibu. Setiap pulang mengajar, seperti halnya setiap keluar rumah, saya harus ekstra membersihkan diri sebelum memegang si kecil.


Untuk menguatkan imun, saya memilih mengonsumsi multivitamin. Terutama yang banyak mengandung vitamin C dan kalsium. 


Oh iya, kalau mau tahu multivitamin apa saja yang bisa dikonsumsi selama pandemi, coba deh buka di Halodoc. Di sana kita menemukan berbagai mutivitamin yang bagus sesuai kebutuhan. Bahkan sempat saya melihat di Tiktok seorang teman, Halodoc juga menyediakan Immune Booster Package dari Halofit. 


Akhirnya berbulan-bulan, saya menanti kapan Vaksin Covid 19 akan ada di Indonesia. Sempat terdengar kabar, vaksin tersebut tidak bisa diberikan pada ibi hamil, menyusui, anak kecil, dan lansia. 


Glek, saya menelan kenyataan pahit. Itu artinya bukankah saya, anak-anak, ibu yang mengasuh bayi saya, tidak akan bisa mendapatkan Vaksin Covid 19. Lantas bagaimana dengan saya yang harus sering keluar rumah untuk mengajar di sekolah?


Desember 2020, saya memutuskan keluar. Keselamatan bayi nomor satu, itu tekad saya.


Beberapa bulan setelah itu, rupanya Vaksin Covid 19 hadir di Indonesia. Sempat saya membaca di situs Halodoc tentang vaksin tersebut yang mengulas fakta lengkap tentang Vaksin Covid 19.


Beberapa fakta yang saya dapatkan tentang Vaksin Covid 19 dari tulisan tersebut adalah sebagai berikut: 


1. Kita nggak harus sakit Corona dulu untuk memiliki antibodi. Dengan disuntikkannya Vaksin Covid 19, tubuh kita jadi punya sistem kekebalan terhadap penyakit tersebut. Tapi, disuntikkan Vaksin Corona bukan juga artinya kita positif Corona juga ya.


2. Setelah mendapatkan Vaksin Covid 19 bukan berarti kita kebal 100 persen dengan Corona lho ya. Vaksin membuat tubuh kita jadi tidak terlalu parah jika sampai Corona hinggap di tubuh kita. 


3. Bersedia divaksin Corona artinya kita ikut menjaga orang lain yang kondisi tubuhnya rentan terkena Covid 19 dan sampai mengalami komplikasi. Jika tidak terkena vaksin, kan bisa jadi tubuh kita kena tapi kita tidak menunjukkan gejala sakit. Nah kalau dekat orang yang rentan kondisi tubuhnya, dia kena. Sakit parah. Kitanya tetap kelihatan sehat dan baik-baik saja.


4. Kalau ada orang sempat kena Corona, dia tetap haruas divaksin Covid 19. Karena kita tidak tahu, sampai seberapa lama dia akan tidak sakit Corona lagi. Pernah dengar berita kan, ada orang sudah kena Corona, eh kok sakit lagi. Nah vaksin fungsinya untuk meminimalisir kejadian seperti itu. 


5. Vaksin Covid 19 juga nggak akan mengubah DNA seseorang. Penjelasan ilmiahnya ada di situs Halodoc itu ya.


Seiring waktu, saya juga sempat baca di blog seorang teman blogger yang dia juga tenaga kesehatan. Katanya, dia juga sedang menyusui, dan sudah divaksin. Ternyata nggak ada efek samping juga kik vaksin Corona dengan ASI yang dikonsumsi bayi.


Lalu, vaksin Corona juga sudah bisa diberikan pada lansia. Mendengar berita itu, wah, saya dan terutama ibu semangat sekali mendengarnya. Alhamdulillah...


Yah, seiring waktu Vaksin Corona bisa jadi akan diberikan ke semua orang. Saya berharap dalam waktu dekat vaksin tersebut juga bisa diberikan untuk bayi.

Comments

Postingan Populer

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Anak Lemas Setelah Sembuh dari Sakit, Ini Dia Cara Memulihkannya

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Review Jujur Setelah Pakai Rangkaian Scarlett Whitening, Hasilnya Ternyata…

Bikin Asyik Liburan Sambil Kerja dengan ASUS ZenBook UX391UA

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti